Claim Missing Document
Check
Articles

SECOND ORDER CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI iTANI mayasari, kartika; muljono, pudji; fatchiya, anna
Informatika Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n1.2020.p33-42

Abstract

Dalam memenuhi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan informasi, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian [PUSTAKA] mengembangkan aplikasi yang bernama iTani. Aplikasi iTani merupakan perpustakaan digital yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memuat informasi pertanian yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian agar lebih cepat diakses oleh siapapun dan kapanpun. Salah satu tolok ukur untuk mengetahui keberhasilan penerapan suatu sistem informasi adalah dengan mengukur kepuasan pengguna, sehingga penting menganalisis dimensi apa sajakah yang membentuk variabel kepuasan. Oleh sebab itu, tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis dimensi yang paling dominan serta indikator yang signifikan dalam menyusun variabel kepuasan pengguna aplikasi iTani dengan menggunakan pendekatan Second Order Confirmation Factor Analysis (CFA). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 390 responden. Hasil uji kelayakan model berdasarkan kriteria Goodness of Fit diperoleh model fit dengan total 12 indikator yang signifikan dalam menyusun variabel kepuasan pengguna aplikasi iTani. Adapun indikator tersebut meliputi: penyajian informasi secara jelas (KI4), keragaman informasi yang disajikan di aplikasi iTani (KI5), informasi yang disajikan mengandung novelty (kebaruan) (KI9), kesesuaian informasi (KI14), kemudahan penggunaan aplikasi (KS1), kemudahan penelusuran informasi (KS5), firut dapat berfungsi dengan baik (KS6), keberhasilan pengunduhan ebook (KS7), keamanan data pribadi (KL1), kecepatan dalam pelayanan (KL2), kemudahan memberikan feedback (KL3), kemudahan dalam berkomunikasi dengan pengelola (KL4). Model pengukuran variabel kepuasan adalah kepuasan dibentuk oleh variabel laten Kualitas Sistem sebesar 0,892, variabel laten Kualitas Layanan sebesar 0.827 dan variabel laten Kualitas Informasi sebesar 0,825. Berdasarkan ketiga variabel laten tersebut, Kualitas Sistem yang paling dominan membentuk kepuasan pengguna aplikasi iTani.
INTERVENSI DENGAN PENERAPAN KONSEP MILLENNIUM ECO-VILLAGE DAN PERUBAHAN PERILAKU KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA DI DESA PETIR, KECAMATAN DRAMAGA, KABUPATEN BOGOR Clara Meliyanti Kusharto; Siti Amanah; Ikeu Tanziha; Anna Fatchiya; Nunung Cipta Dainy; Risti Rosmiati
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.208 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2012.7.2.65-72

Abstract

ABSTRACTThe research aimed to assess the impact of interventions to the behaviour changes of household food consumption and to search the role of community institutions in accelerating the achievement of the millennium eco-village. The study involved thirty households in Desa Petir, Dramaga Subdistrict, District of Bogor (15 agricultural and 15 non agricultural-households). Pre and post test method was used to analyze the behaviour change, and focused group discussions were conducted to explore initiatives of the community group toward eco-village. The results indicated the changes of expenditure proportion for food and non food. At the agricultural households, changes are from 61.7% to 53.9%, whereas in the non agricultural household, the changes are from 59.9% to 41%. Food consumption for under five children become more diverse, nutritious, and balanced. Life Style on Clean Life and Health (PHBS) on family farmers and non farmers become better. Cooperation between community groups, local leaders, the government, and facilitators could strengthen institution to enable real action towards the millennium eco-village.Key words: food consumption, MDGs, social institutionsABSTRAKTujuan penelitian secara umum adalah untuk mengembangkan model millennium eco-village melalui intervensi prinsip eco-village. Sebanyak 30 keluarga terpilih sebagai subjek yang terdiri dari 15 keluarga petani (KP) dan 15 keluarga non-petani (KNP). Metode penelitian pre dan post digunakan untuk mengukur dampak intervensi terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peran kelembagaan masyarakat dalam percepatan pencapaian MDGs. Hasil menunjukkan perubahan pada proporsi pengeluaran pangan dan non pangan, yakni pada KP dari 61.7% menjadi 53.9%, sedangkan pada KNP dari 59.9% menjadi 41%. Meskipun perubahan antara kedua kelompok tersebut tidak signifikan, namun terdapat peningkatan dalam kesejahteraan petani. Terjadi perbaikan status gizi balita yang signifikan (p=0.009). Terjadi perubahan konsumsi pangan balita menjadi lebih Beragam, Bergizi, dan Berimbang (3B). PHBS pada KP maupun KNP menjadi lebih baik. Kerjasama antara kelompok masyarakat, pemimpin informal, pemerintah desa, dan kader desa dapat memperkuat kelembagaan sosial.Kata kunci: kelembagaan sosial, konsumsi pangan, MDGs
Persepsi Petani terhadap Dukungan Pemerintah dalam Penerapan Sistem Pertanian Berkelanjutan Ratri Virianita; Tatie Soedewo; Siti Amanah; Anna Fatchiya
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.418 KB) | DOI: 10.18343/jipi.24.2.168

Abstract

One of the factors that hinder the adoption of sustainable agriculture technology innovation is the farmers’ perception on the innovation, which is influenced by internal and external factors. One of them is the limited availabilities of infra structure and facilities to support sustainable agricultural production, which are external factors. This research was aimed to analyz the farmers’ perception on the government support in implementing sustainable agriculture system, to find out factors that are related to the farmers’ perception and to produce recommendations that support sustainable agriculture system to the government in the context of sustainable agriculture mainstreaming. This research was conducted in four different areas in Bogor municipality and regency, namely Cimahpar District, Situgede District, Benteng Village, and Purwasari Village. Survey method was used on 201 farmers selected purposively. The results showed that farmers’ perception was negative on government support in implementing sustainable agriculture system. Most of the farmers considered that government provided less support to the implementation of sustainable agriculture system (55.7%). Especially, in providing enough capital (65.7%), insurance on farmers’ business market (58.7%), insurance on the price of business production facilities (51.7%), and insurance on the market (sold with reasonable price) (50.2%). However, factors that were related to the farmers’ perception were formal education (rs = 0.150, P<0.05) and land area (rs = -0.154, P<0.05). Therefore, it is important for the government to provide the farmers’ needs, such as suficient capital, guarantee on market price of farm product, price guarantee for farming production facilities, and market continuity to support sustainable business activities for the continuity of the farmers’ business activity application.
Kapasitas Kader dalam Penyuluhan Keluarga Berencana di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan Shanti Devi; Anna Fatchiya; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.959 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.11223

Abstract

Melalui Keluarga Berencana diupayakan mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melakukan promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Tujuan penelitian adalah: (1) Mengidentifikasi tingkat kapasitas kader Keluarga Berencana dalam kegiatan penyuluhan Keluarga Berencana di Kota Palembang. (2) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas kader Keluarga Berencana dalam kegiatan penyuluhan Keluarga Berencana di kota Palembang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2015 di Kota Palembang. Populasi penelitian adalah 4020 kader Keluarga Berencana di Kota Palembang dan pengumpulan data dilakukan kepada 100 kader Keluarga Berencana. Teknik pengambilan sampel berdasarkan area random sampling. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif serta untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan digunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas kader Keluarga Berencana di Kota Palembang termasuk kategori rendah. Faktor yang penting diperhatikan untuk mengembangkan kapasitas kader Keluarga Berencana adalah: pengalaman, pelatihan yang diikuti, dukungan penyuluh, dan dukungan informasi
Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian dan Hubungannya dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Anna Fatchiya; Siti Amanah; yatri Indah kusumastuti
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.678 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.12988

Abstract

Penerapan teknologi inovasi pertanian berperan dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, yang salah satunya diindikasikan dari meningkatnya ketahanan pangan rumah tangga petani.Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi inovasi teknologi pertanian yang telah diterapkan di lokasi studi, dan menganalisis hubungannya dengan kondisi ketahanan pangan pada rumah tangga petani.Metode penelitian berupa survei di dua desa di Kabupaten Bogor yang masing-masing memiliki tipe pertanian yang berbeda yaitu lahan kering dan basah (sawah), dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang.Data dianalisis dengan uji statistik Rank Spearman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani di lahan sawah telah menerapkan inovasi teknologi berupa sistem jajar legowo secara intensif, dan petani di desa berlahan kering cukup intensif dalam menerapkan inovasisistem tumpang sari dan pengolahan hasil pertanian (on farm).Penerapan teknologi ini berkorelasi positif dengan kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani, yaitu petani yang menerapkan inovasi teknologi lebih intensif memiliki tingkat ketahanan pangan yang lebih baik. 
Kompetensi Penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian di Kabupaten Garut, Jawa Barat Herry Pramono; Anna Fatchiya; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.98 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.16128

Abstract

Pemerintah telah menetapkan target swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedelai yang harus dicapai pada tahun 2018. Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Salah satu kendala dalam kegiatan penyuluhan pertanian adalah jumlah tenaga penyuluh pertanian yang masih sangat kurang sehingga pemerintah merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP). Kompetensi penyuluh sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan karena merupakan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kompetensi penyuluh THL TBPP dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan secara sensus pada 119 penyuluh THL TBPP. Secara umum, kompetensi penyuluh THL TBPP berada dalam kategori rendah (57,80%)  memiliki nilai kompetensi rata-rata 32,49. Hasil analisis menggunakan model regresi menemukan bahwa pemahaman kebutuhan petani dipengaruhi oleh motivasi, pemahaman komunikasi yang efektif dipengaruhi oleh jumlah pelatihan, jumlah desa dan motivasi. Secara keseluruhan kompetensi penyuluh THL TBPP dipengaruhi oleh faktor jumlah kelompok tani binaan, jumlah desa binaan dan motivasi.Kata kunci: kelompok tani, kompetensi, motivasi, penyuluh THL TBPP
Pemanfaatan Internet dalam Meningkatkan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Cianjur Nanik Anggoro Purwatiningsih; Anna Fatchiya; Retno Sri Hartati Mulyandari
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.654 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17173

Abstract

As the science and technology have developed rapidly, as well as current globalization, farmer’s needs are increasingly diverse nowadays. Therefore, extension workers are required to develop their abilities according to current conditions and challenges. But in reality the competencies of extension workers was still low. The low competence of extension workers resulted in low performance as well. It was influenced by the lack of training that has been held for extension workers. Based on this point, it is necessary to improve the performance of extension workers, utilizing the internet media can be an answer which is very rapidly growing at this time. This study analyzed: 1) the level of internet media utilization, 2) factors influencing internet utilization, and 3) the effect of internet utilization on extension worker performance. Field research conducted in January-March 2017 in Cianjur Regency. The sample of research were 26 government extension workers and 74 contract-based extension workers. Descriptive statistics and inferential statistics (Multiple Linear Regression) was used for analytical method. The results showed that the use of internet by extension workers was moderate, especially for the preparation of reports, the design of extension methods, preparation of “programma” and design extension method. The result of the analysis showed that factors influencing internet usage were age, formal education, internet perception, duration, and diversity of accessed internet media. Performance of extension-workers to increase internet utilization effectively is needed for increase information and insight to be applied to farmers. As the science and technology have developed rapidly, as well as current globalization, farmer’s needs are increasingly diverse nowadays. Therefore, extension workers are required to develop their abilities according to current conditions and challenges. But in reality the competencies of extension workers was still low. The low competence of extension workers resulted in low performance as well. It was influenced by the lack of training that has been held for extension workers. Based on this point, it is necessary to improve the performance of extension workers, utilizing the internet media can be an answer which is very rapidly growing at this time. This study analyzed: 1) the level of internet media utilization, 2) factors influencing internet utilization, and 3) the effect of internet utilization on extension worker performance. Field research conducted in January-March 2017 in Cianjur Regency. The sample of research were 26 government extension workers and 74 contract-based extension workers. Descriptive statistics and inferential statistics (Multiple Linear Regression) was used for analytical method. The results showed that the use of internet by extension workers was moderate, especially for the preparation of reports, the design of extension methods, preparation of “programma” and design extension method. The result of the analysis showed that factors influencing internet usage were age, formal education, internet perception, duration, and diversity of accessed internet media. Performance of extension-workers to increase internet utilization effectively is needed for increase information and insight to be applied to farmers.
Dinamika Kelompok Tani Hutan Agroforestry di Kabupaten Bandung Dyah Ekaprasetya manggala Rimbawati; Anna Fatchiya; Basita Ginting Sugihen
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.897 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17223

Abstract

Keberadaan kelompok tani hutan (KTH)  yang tetap dinamis dan seberapa besar kontribusi kedinamisan kelompok terhadap keberhasilan KTH diperlukan adanya penguatan kelompok dalam hal ini dinamika kelompok. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis dinamika kelompok tani hutan agroforestry dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kelompok tani hutan agroforestry di Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari-April 2017. Jumlah sampel penelitian adalah 78 orang. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Kesimpulan penelitian yaitu bahwa dinamika kelompok tani hutan agroforestry tergolong dalam kategori rendah yaitu kelompok kurang mampu dalam menggerakkan anggota untuk mencapai tujuan kelompok. Adapun unsur yang rendah pada tujuan, struktur, pembinaan dan pengembangan, kekompakan, suasana dan tekanan kelompok, sedangkan yang kuat adalah unsur fungsi tugas dan keefektifan kelompok. Rendahnya dinamika kelompok tersebut dipengaruhi oleh rendahnya tingkatan peran penyuluh, ketidaksesuaian materi penyuluhan dan kurangnya kemitraan. Selain itu dipengaruhi oleh tingginya motivasi dan kekuatan kepemimpinan ketua KTH.
Keberdayaan Transmigran dalam Berusaha Tani di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Malta Malta; Sumardjo Sumardjo; Anna Fatchiya; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.038 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.19039

Abstract

Pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi seharusnya dirancang dalam kerangka untuk menjadikan masyarakat transmigrasi berdaya dalam menjalankan kegiatan usahanya, sehingga tercapai kesejahteraan. Keberdayaan merupakan unsur dasar yang memungkinkan suatu masyarakat dapat bertahan dalam mengembangkan diri untuk mencapai kemajuan. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat keberdayaan transmigran dalam berusaha tani dan faktor-faktor yang dominan memengaruhi keberdayaan transmigran dalam berusaha tani. Penelitian dilakukan mulai Mei 2016 sampai Januari 2017. Jumlah populasi adalah 3.537 rumah tangga transmigran. Besarnya sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel sebanyak 359 responden. Penarikan sampel secara acak berstrata (stratified random sampling). Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan pengamatan di lapangan. Pengaruh antar peubah, diuji menggunakan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat keberdayaan transmigran dalam berusaha tani dalam kategori rendah. Faktor yang berpengaruh terhadap keberdayaan adalah ketersediaan faktor pendukung, dukungan lingkungan sosial budaya, kegiatan penyuluhan, pelatihan calon transmigran, dan karakteristik individu transmigran.
Factors Correlating with Adoption of Systems Integration of Paddy- Livestock in Central Sulawesi Provinsi, Indonesia Anna Fatchiya; Istiqlaliyah Muflikhati; Tatie Soedewo
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.048 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.20423

Abstract

The Indonesian government has introduced paddy-livestock integration into the farming community. However, the rate of adoption by farmers did not experience a significant increase. So the purpose of this study was to analyze the factors influencing  farmers' adoption level on technological innovation in the paddy-livestock integration system.  The data collection was conducted by Focus Group Discussion (FGD) to get qualitative data and surveys for quantitative data. FGDs were conducted in three locations: in the two villages of research with farmers groups, and in AAAT. The survey uses a questionnaire with a volume of about 120 people in two villages respectively were 60. Data were analyzed descriptively (sum, the average, and percentage) and tested with Spearman Rank correlation.  Processing data by software Exel and SPSS ver 16.  The research showed that the internal factors of farmers, the characteristics of innovation, and external support related to the phase (knowledge, interest, and adoption) of farmers' adoption of the technology innovation of paddy-livestock integration system in the form of fermented feed and organic fertilizer.Keywords:  adoption, innovation, integrated farming, livestock, paddy
Co-Authors Abdul Mutolib Adi Irvansyah Aditya Rahmadhony Afib Rizal Agus Fanar Syukri Aida Vitayala Hubeis Aida Vitayala Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Aliya Nur Syahira Amiruddin Saleh Anwarudin, Oeng Ari Ramadan Arif Satria Asri Sulistiawati Asri Sulistyawati Atang Muhammad Safei Baban Sarbana Basita Ginting Sugihen Basita Sugihen Basita Sugihen Ginting Budi Setiawan Budiarto, Tri Chikameirani Adhanisa Clara Meliyanti Kusharto Dedy Suheimi Diah Puspita Sari Djoko Susanto Djoko Susanto Djoko Susanto Djuara P Lubis Dwi Sadono Dyah Ekaprasetya manggala Rimbawati Fina Muthia Deizi Fredian Tonny Nasdian Ghina Shabrina Ulfa Gunawan Gunawan Helvi Yanfika Hera Herawati Herry Pramono I Gede Mahatma Yuda Bakti Ibis Ali Idha Farida Ikeu Tanziha Istiqlaliyah Muflikhati Julio Adisantoso Kartika Mayasari Komang Eke Suwardane Kordiyana K Rangga Mahmudi Siwi Malta Malta Manalu, Maria B.F. mayasari, kartika Muhamad Rizal Martua Damanik Muhammad Firdaus Nanik Anggoro Purwatiningsih Nini Kusrini Nunung Cipta Dainy Oos Anwas Pang S. Asngari Pang S. Asngari Pang Suparman Asngari Pepi Rospina Pertiwi Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prasetyo, Kunandar Pudji Muljono Rachmad, Teguh Hidayatul Rahmat Darmawan Ratri Virianita Retno Sri Hartati Mulyandari Risti Rosmiati Shanti Devi Siti Aisa Lamane Sri Harijati Sri Lindawati Sudarko Sudarko Sumardjo Tatie Sadewo Tatie Soedewo Tri Setiyowati Wanda Fazriah Oktaviani yatri Indah Kusumastuti Yaya Hudaya Yunizar Sri Wulandari