Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN MASALAH SAMPAH, EKONOMI DAN SOSIAL MELALUI PROGRAM KKN DI KELURAHAN ANGIN NAULI KOTA SIBOLGA Siregar, Ihsan; Hermanto Nasution, Mulyadi; Hadi, Hasbullah; Nur Pradita, Winda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2606-2614

Abstract

Persoalan sampah menjadi tema utama dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Tahun Akademik 2023/2024 di Kota Sibolga. Kota terkecil di Indonesia dengan masalah utama sampah. Pemerintah Kota Sibolga mengharapkan kegiatan KKN UMTS ini dapat membantu mengurainya. Kelurahan Angin Nauli adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Sibolga Utara, kota Sibolga. memiliki luas 0,87 km² dengan jumlah penduduk 3.859 jiwa (2019). Di Kelurahan ini ditempatkan 29 orang Mahasiwa terdiri dari 16 orang perempuan dan 13 laki-laki.Proses KKN ini diawali dengan pembekalan dan observasi awal ke lapangan dilanjutkan dengan penyusunan proposal. Di lapangan diperoleh masalah kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah, kurangnya kegiatan agama bagi remaja dan Kurangnya kesadaran terhadap pentingnya membuang sampah pada tempatnya.Pelaksanaan menggunakan berbagai metode, yaitu Sosialisasi, Edukasi dan Interaksi, Integrasi. Program Kerja telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, antara lain: Sosialisasi Pendidikan karakter untuk memberikan pengetahuan terhadap anak-anak perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-harinya. Pengembangan pembelajaran berbasis ceria untuk menanamkan literasi Ekonomi. Memberikan bimbingan menabung sejak usia dini. Mengikuti Pengajian, Senam sehat bersama panti RBM Hephata HKBP dan Sosialisasi pengembangan bakat dan minat anak-anak di SMP Swasta HKBP 2. Sosialisasi tentang Pentingnya Pengelolaan sampah. Melakukan sosialiasi mengenai pencengahan stunting bersama masyarakat.  Dan terakhir melakukan Sosialisasi mengenai pencegahan kenakalan remaja di Kelurahan Angin Nauli.Secara keseluruhan, kegiatan KKN berlangsung baik. Program yang direncanakan dapat terealisasi dengan optimal dan tepat waktu. Permasalahan mengenai pengelolaan sampah perlu terus diterapkan agar pemahaman tentang pentingnya mengelola sampah dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah lingkungan.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL BERBASIS MANAJEMEN STRES MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PADA KADER NASYIATUL AISYAH CABANG PADANGSIDIMPUAN SELATAN Harahap, Erlina; Marlina, Eli; Ikasaputri, Normita; Azizah, Zalilah; Novitasari, Wiwik; Putri, Aprilia; Yani, Rahma; Siregar, Ihsan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.1985-1990

Abstract

Melihat keberagaman mitra antara lain latar belakang keluarga, budaya, suku, pekerjaan, pendidikan, masalah psikologis memungkinkan terjadinya benturan maupun konflik antar anggota dalam memajukan organisasi Nasyiatul Aisyiah, berbagai faktor dan alasan di atas hanya sebagian orang yang mau aktif terlibat dalam memajukan organisasi. Dari permasalahan mitra, tim pengusul melihat sangat urgent  diberikan pelatihan tentang kesehatan mental mengingat mental yang sehat akan menghasilkan ide dan pemikiran yang sehat dan cemerlang sehingga lebih mampu memahami permasalan dirinya yang mempengaruhi lingkup organisasi sehingga para kader yang diberikan pelatihan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam memajukan organisasi Nasyiatul Aisyiah. Tujuan pelatihan dan pendampingan dengan praktek diharapkan peserta menjadi terampil, kreatif dalam menyelesaikan masalahnya sehingga mental tetap terjaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan dan diikuti sebanyak 30 kader Nasyiatul Aisyiah cabang padangsidimpuan selatan. Pelaksanaan pelatihan diberikan selama 2 hari berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat, terkait edukasi kesehatan mental dan manajemen stres mitra mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 82,5 % setelah diberikan materi dan pelatihan. Praktek teknik relaksasi nafas dalam, teknik relaksasi otot progresif, teknik imagery dengan peneguhan kata-kata positif tidak sepenuhnya menghilangkan stres namun dapat meningkatkan rileksasi tubuh dan pikiran sehingga kesehatan mental tetap terjaga terutama bagi kaum perempuan. Konsultasi dan dukungan selama satu bulan sebagai pendampingan bagi mitra sangat membantu kemandirian dan terampil dalam menyelesaikan masalahnya. Kesimpulan pengabdian, walaupun mitra tidak dalam kondisi stres berat namun tetap penting diberikan pelatihan manajemen stres dengan teknik relaksasi yang mampu meningkatkan kesehatan mental dan menurunkan rileks tubuh terutama pada perempuan
INTERAKSI, INTEGRASI DAN AKULTURASI MAHASISWA KKN DENGAN MASYARAKAT DALAM MENJALANKAN PROGRAM KKN DI KELURAHAN ANGIN NAULI KOTA SIBOLGA Siregar, Ihsan; Nasution, Yuli Ardiani; Pasaribu, Mhd. Irham; Hermanto, Mulyadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 3 (2024): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i3.387-401

Abstract

Kelompok KKN di kelurahan Angin Nauli merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan, terdiri atas mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraaan, Bimbingan Konseling, Ekonomi, Agroteknologi, Administrasi Publik dan Hukum. Jumlah Mahasiswa 29 orang, 28 orang beragam Islam dan 1 orang beragama Kristen. Berdasarkan data statistik Kota Sibolga, masyarakat kecamatan Sibolga Utara mayoritas beragama Protestan, demikian halnya masyarakat kelurahan Angin Nauli. Perbedaan latar belakang agama  mahasiswa dan masyarakat angin Nauli, menjadi daya Tarik bagi penulis menelusuri Interaksi, Integrasi dan Akulturasi Mahasiswa dengan masyarakat dalam menjalankan program KKN.Interaksi adalah kegiatan manusia dimana salah satu pihak memberikan aksinya dan pihak lain meresponnya. integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di Kelurahan Angin Nauli sangat baik. Hampir seluruh penduduk setiap hari  minggu warga melaksanakan ibadah ke Gereja. Hubungan Mahasiswa dengan masyarakat, meskipun dengan latar belakang adat, Bahasa dan agama yang berbeda tidak mengalami permasalahan. Dengan demikian asumsi kurang harmonisnya hubungan ini tidak dapat dibuktikan di lapangan. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan masyarakat, baik dengan tokoh-tokoh masyarakat, kaum ibu, maupun kalangan remaja dan pemuda. Komunikasi berjalan dengan lancar, dapat berdiskusi dan bekerjasama dalam mengatasi persoalan masyarakat. Perbedaan Adat, budaya, Bahasa dan agama tidak menjadi penghalang terjadinya hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat, baik dengan  tokoh-tokoh masyarakat, kaum ibu, muda-mudi, maupun anak anak.
BIMBINGAN MERAWAT JENAZAH BAGI WARGA MUHAMMADIYAH DAN MASYARAKAT DI DESA PARMERAAN KECAMATAN ULU SIHAPAS KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Siregar, Ihsan; Idawati, Idawati; Pelangi, Herman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.416-427

Abstract

Merawat Jenazah merupakan kewajiban bagi semua umat Islam namun cukup dikerjakan oleh sebagian orang, hukumnya disebut fardhu kifayah. Status hukum ini menyebabkan tidak semua orang memiliki kemampuan untuk merawat jenazah. Sebab lain adanya semacam ketakutan untuk merawat orang yang sudah meninggal dunia. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlalu khawatir dalam merawat jenazah. Apalagi dalam perawatan jenazah yang diutamakan adalah keluarga terdekat jenazah, agar aibnya terlindungi. Melalui Program Kemitraan Masyarakat ini  tim pengabdi berhasil mengurangi rasa takut masayarakat dalam mengurus Jenazah. Hal ini ditunjukkan setelah selesainya pemaparan materi serta praktek menggunakan alat peraga yang dibawa oleh tim. Sebagian besar peserta memiliki rasa optimis akan mengurus sendiri jenazah keluargnya suatu saat dibutuhkan. Disamping itu tim pengabdi juga memberi semangat dan diskusi khusus dengan tokoh agama agar dalam perawatan jenazah dilaksanakan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
EKSPLORASI KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI MIN 1 PADANGSIDIMPUAN Saleh Hasibuan, Ahmadi; Sormin, Darliana; siregar, Ihsan; Nopriani Lubis, Jumaita; Kholijah Siregar, Adek
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2025): Thiflun: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpd.v3i2.22549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk kreativitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di kelas IV MIN 1 Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di MIN 1 Padangsidimpuan dengan subjek penelitian meliputi guru kelas IV, siswa, dan kepala madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas IV di MIN 1 Padangsidimpuan menunjukkan kreativitas tinggi dalam pembelajaran IPAS dengan menerapkan berbagai metode dan media pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Guru menggunakan alat peraga sederhana dari bahan bekas seperti botol, balon, dan karet, serta memanfaatkan media visual berupa gambar dan video daring untuk menjelaskan konsep secara konkret. Pembelajaran dilakukan secara aktif melalui metode bermain sambil belajar, eksperimen, diskusi kelompok, demonstrasi, dan proyek seperti membuat model paru-paru, percobaan perubahan wujud, atau mobil balon. Pendekatan ini membuat siswa lebih antusias, partisipatif, dan mudah memahami materi yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung meliputi motivasi guru, dukungan kepala madrasah, dan respons positif siswa. Sementara itu, hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, kurangnya penguasaan teknologi, karakteristik siswa yang beragam, dan beban administratif. Implikasinya, diperlukan dukungan berkelanjutan dari sekolah untuk mengoptimalkan penerapan kreativitas guru.Kata kunci: Eksplorasi, Kreativitas Guru, Pembelajaran IPAS
PERAN GURU DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI MTS MUHAMMADIYAH 22 KOTA PADANGSDIMPUAN Ardiansyah, Ardiansyah; Pasaribu, Muksana; Siregar, Ihsan; Samsidar, Samsidar; Rahmayanti Sormin, Mira
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 3, No 2 (2025): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengatasi perilaku bullying di MTs Muhammadiyah 22 Kota Padangsidimpuan. Bullying merupakan bentuk perilaku agresif yang dapat menghambat perkembangan sosial dan akademik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying yang terjadi didominasi oleh bentuk verbal, seperti ejekan dan panggilan tidak pantas. Peran guru dalam mengatasi bullying diwujudkan melalui tiga pendekatan utama: preventif (pencegahan) dengan menciptakan iklim kelas yang positif dan integrasi nilai-nilai anti-bullying; kuratif (penanganan saat terjadi) dengan respons cepat, mediasi, dan konsekuensi yang mendidik; serta rehabilitatif (pemulihan dan tindak lanjut) melalui pemantauan, konseling, dan kolaborasi dengan orang tua. Strategi yang diterapkan guru lebih menekankan pada pendekatan persuasif, pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan, dan pemberian sanksi yang edukatif, dibandingkan hukuman represif. Keseluruhan upaya dilakukan secara terkoordinasi antara guru dan wakil kepala madrasah bidang kesiswaan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.Kata Kunci: Peran guru, Perilaku Bullying, Pendidikan Karakter