Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Big Book Terhadap Keterampilan Membaca Pemula Siswa Kelas I SD Negeri 080 Panyabungan Parulian Siregar; Yuspianni Ansory Nasution; Lia Agustina Damanik
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui  pengaruh penggunaan media big book terhadpa keterampilan membaca pemula di kelas I SD Negeri 080 Panyabungan. Metode penelitian ini  eksperimen. Sampel yang digunakan terdiri dari 2 ruangan kelas yaitu kelas IA dan IB yang berjumlah 48 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu tes berbentuk lisan terdiri dari pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan analisis deskriptif statistik, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan menggunakan welch’s t-test. Berdasarkan uji welch’s t-test, terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media big book, yang dibuktikan dengan hasil uji welch’s t-Test, di mana nilai thitung > dari pada ttabel (3.525>2.023) dan Sig (2-tailed) 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antar media big book terhadap terhadap keterampilan membaca pemula siswa kelas I di SD Negeri 080 Panyabungan.
Edukasi Pernikahan Dini sebagai Upaya Pencegahan dan Peningkatan Kesadaran Remaja di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan Lely Afriani; Muhammad Ramadhan Pratama; Ahmad Husein; Eka Abelia Putri; Siti Wardah; Nur Azizah; Yenni Asrifah; Muhammad Sibaweh Ridwan; Dandy Setyawan Siregar; Lia Agustina Damanik
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ajrp5772

Abstract

Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang masih marak terjadi, khususnya di wilayah pedesaan, dan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi remaja maupun masyarakat. Faktor-faktor penyebabnya bersifat multidimensional, meliputi keterbatasan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, minimnya pemahaman kesehatan reproduksi, serta kuatnya pengaruh budaya dan norma sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya pernikahan dini, meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pendidikan, serta mendorong pencegahan pernikahan usia dini di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan. Metode pelaksanaan meliputi seminar, diskusi interaktif, serta penyuluhan dengan melibatkan tokoh masyarakat, orang tua, dan pelajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan dini dari aspek kesehatan, psikologis, dan sosial, serta tumbuhnya motivasi remaja untuk menunda pernikahan hingga siap secara mental, fisik, dan ekonomi. Dengan demikian, edukasi pernikahan dini berperan penting sebagai langkah preventif yang dapat menekan angka pernikahan dini, sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan berkualitas.
CO-CREATION IN TEACHING ENGLISH TO TERTIARY STUDENTS Sahyoni Sahyoni; Lia Agustina Damanik; Hanifah Oktarina
Prominent Vol. 7 No. 2 (2024): Prominent: Journal of English Studies
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/pro.v7i2.12313

Abstract

Innovative teaching approaches that encourage active learning are becoming more and more popular in the ever-changing educational landscape. One such paradigm that has attracted a lot of interest is co-creation, an educational strategy that stresses student engagement and collaborative learning. This study aims to investigate the implementation of co-creation in teaching Basic Grammar, Basic Writing and Translation. Then, this research also aims to analyze the effect of the implementation of co-creation in the classroom. The study utilizes qualitative research methodology and was conducted at STAIN Mandailing Natal, focusing on students enrolled in the English Language Education Program. Data was collected through focus group discussions, observations, and interviews. The findings highlight various co-creation techniques used, such as peer feedback, collaborative projects, and grammar prompts, which have resulted in positive outcomes for students, including increased engagement, collaboration, autonomous learning, and critical thinking skills. Overall, the incorporation of co-creation in the classroom has enhanced the academic experience for students in the English Language Education Program. Further exploration is recommended to understand its full potential and applicability across different educational settings and subjects. Besides, future researchers could focus on quantifying the effects of co-creation on student outcomes and delve into potential challenges and solutions in its implementation.
Patterns of AI Integration in Literary Translation: Student Translators' Outputs and Strategies Damanik, Lia Agustina
Journal of Language and Literature Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jolls.v6i2.4944

Abstract

As AI translation tools increasingly enter translator training, understanding how students use them critically especially in literary translation has become essential. Literary texts require nuanced handling of culture, figurative language, and style, areas where raw AI output often fails. This qualitative descriptive study examined AI integration patterns among 18 undergraduate literary translators. With AI permitted, students completed five tasks: narrative analysis, element mapping, glossary building, translation, and written strategy justification. Open coding and textual triangulation revealed five patterns: (1) prioritizing communicative meaning, (2) domesticating while retaining cultural terms, (3) preserving religious-cultural elements, (4) documenting techniques item by item, and (5) producing strong outputs with minimal justification. A critical finding: translation quality alone cannot detect AI use; only written justifications make it visible. A three-tier developmental framework emerged: Exceptional (28%; 93–97/100), Strong (44%; 83–90/100), and Incomplete (28%; 37–65/100). Tier placement depended primarily on explicit grounding in translation theory (Newmark, Baker, Venuti). Theory-grounded students used AI more reflectively, treating outputs as provisional, recognizing untranslatability, and preserving cultural-spiritual concepts. Two phenomenological case studies (S1, S2) showed that translation excellence follows complementary pathways, with theoretical grounding as the common mechanism enabling critical AI use. The study recommends task designs that demand reflective transparency and pre-task theoretical instruction to foster critical AI literacy in literary translation pedagogy.