Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Investigating the Risk Factors for Non Typhoidal Salmonella in Pediatric Populations: A Systematic Review Widiyanto, Aris; Halimah, Trisakti; Mubarok, Ahmad Syauqi; Anasulfalah, Hakim; Atmojo, Joko Tri; Hanif, Ihsan
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i1.3743

Abstract

The risk factors for non-typhoidal Salmonella infections in pediatric populations are not fully understood, but this remains a critical area of study for improving child health. The aim of this review is to systematically analyze the available literature about the risk factors of non typhoidal salmonella among pediatric populations. The risk factors for non-typhoidal Salmonella infections in children were examined in all papers published between 2019 and 2024 using a systematic review of the literature using PRISMA criteria. Google Scholar, PubMed, and ProQuest are the three electronic databases that the writers searched. The query "children” AND “risk factors” AND “non-typhoidal salmonella” OR “salmonellosis" was used. The outcomes were then examined appropriately. We initially identified 1983 articles and subsequently selected 7 articles that met the inclusion criteria. We identified several risk factors associated with non-typhoidal Salmonella infections and categorized them into four domains: environmental factors (such as open field waste disposal), behavioral habits (like inadequate handwashing), health conditions, and socio-demographic characteristics (such as lower parental education). Our review identified risk factors for non-typhoidal Salmonella infections in four domains: environmental factors, behavioral habits, health conditions, and socio-demographic characteristics.
Edukasi dan Demonstrasi Senam Kaki Diabetes Melitus dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan pada Masyarakat di Dusun Gunung, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Handayani, Rina Tri; Mubarok, Ahmad Syauqi; Ramadhani, Citra Ria; Rahimuddin, Baso; Alif, Zanuar Sodiqul
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v3i2.2452

Abstract

Tingkat pengetahuan pada masyarakat tentang senam diabetes adalah hal yang penting untuk dapat melaksanakan penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang cara pencegahan dan pengendalian diabetes melitus melalui senam diabetes. Tujuan dilaksanakan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang senam diabetes pada masyarakat Dusun Gunung Rt.01/Rw.12, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan, demonstrasi senam kaki diabetes dan cek gula darah sewaktu. Hasil yang didapatkan melalui wawancara secara langsung bahwa materi yang disampaikan terbukti dapat menambah pengetahuan masyarakat dibuktikan dengan cepatnya respon peserta dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh pemateri serta kemampuan peserta melaksanakan senam kaki diabetes dengan baik dan benar. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan masyarakat diharapkan dapat mengetahui tanda gejala penyakit diabetes melitus dengan cara mengontrol pola makan dan rajin berolahraga seperti senam diabetes setiap pagi atau sore selama 30 menit, sehingga kadar gula darah masyarakat menurun.
Peran Jus Buah Mengkudu dalam Mengontrol Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: Literature Review Rejo, Rejo; Daryanto, Daryanto; Wardani, Ratna; Widiyanto, Aris; Atmojo, Joko Tri; Mubarok, Ahmad Syauqi
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5442

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang meningkat di Indonesia, terutama pada populasi lansia. Penggunaan jus mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai terapi alami telah dipelajari karena kandungan bioaktifnya, seperti scopoletin dan xeronin, yang diduga memiliki efek vasodilatasi dan diuretik, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas jus mengkudu dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pencarian pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar untuk artikel yang relevan antara tahun 2019 hingga 2024. Kriteria inklusi mencakup penelitian yang mengkaji efek jus mengkudu pada tekanan darah manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa jus mengkudu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan, terutama pada lansia. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan produksi oksida nitrat setelah konsumsi jus mengkudu, yang berperan dalam relaksasi pembuluh darah. Studi juga menunjukkan bahwa kombinasi jus mengkudu dan mentimun dapat memberikan efek tambahan dalam mengontrol tekanan darah. Pembahasan menyimpulkan bahwa jus mengkudu efektif sebagai terapi tambahan untuk hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi dan penghambatan enzim angiotensin-converting enzyme (ACE), memberikan alternatif yang aman bagi pengelolaan hipertensi. Kesimpulannya, jus mengkudu menunjukkan potensi besar sebagai terapi pendukung yang alami dan efektif untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dosis optimal dan efek jangka panjang dari jus mengkudu pada populasi yang lebih luas.
Pengaruh Konsumsi Jus Buah Bit terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia: Tinjauan Literatur Yuniarti, Tri; Novitasari, Meliana; Musta’in, Musta’in; Yuniarti, Rahma; Mubarok, Ahmad Syauqi
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5446

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum di kalangan remaja putri, terutama disebabkan oleh defisiensi zat besi yang dipicu oleh menstruasi dan kebutuhan gizi yang tinggi. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin adalah melalui konsumsi jus buah bit, yang kaya akan zat besi, vitamin C, dan folat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas jus buah bit dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia melalui tinjauan literatur yang mencakup beberapa penelitian terkini antara tahun 2019 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah literature review dari artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan populasi, intervensi, pembandingan, dan hasil yang diharapkan. Artikel yang digunakan dari tahun 2019 hingga 2023. Pencarian dengan kata kunci: “Buah bit” AND Anemia AND Remaja. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa konsumsi jus buah bit secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Penelitian oleh Purba et al. (2021) dan Miftakul Munawaroh & Winarni (2023) melaporkan peningkatan signifikan pada kadar hemoglobin setelah konsumsi rutin jus bit selama tujuh hingga empat belas hari. Kombinasi jus bit dengan jaggery atau jambu biji juga terbukti memberikan efek tambahan yang optimal dalam meningkatkan hemoglobin. Menunjukkan bahwa kandungan nutrisi dalam jus bit, termasuk zat besi dan antioksidan, mendukung sintesis hemoglobin dan kesehatan kardiovaskular, sehingga memberikan efek jangka panjang dalam mengurangi risiko anemia. Dari studi ini menunjukkan bahwa jus buah bit adalah intervensi yang efektif dan dapat diakses untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Intervensi ini dapat menjadi solusi alternatif yang praktis untuk mencegah dan menangani anemia secara non-farmakologis.
Efektivitas Minyak Zaitun untuk Ruam Popok Bayi dalam Konteks Primary Health Care: Tinjauan Literatur Mubarok, Ahmad Syauqi; Noerlitaningrum, Andriani; Widiyanto, Aris; Atmojo, Joko Tri; Anasulfalah, Hakim; Handayani, Rina Tri
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5443

Abstract

Ruam popok adalah salah satu kondisi dermatologis yang paling umum terjadi pada bayi dan balita. Pendekatan konvensional untuk pengelolaan ruam popok biasanya melibatkan penggunaan krim berbasis zinc oxide atau petroleum jelly. Minyak zaitun juga menawarkan keunggulan dalam konteks Primary Health Care (PHC) karena sifatnya yang alami, mudah diakses, dan terjangkau. Integrasi minyak zaitun dalam perawatan kulit bayi di layanan kesehatan primer dapat mendukung pendekatan holistik dalam manajemen ruam popok.Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk mengevaluasi efektivitas minyak zaitun sebagai perawatan ruam popok. Sumber dari database Google Scholar (2019-2024) dianalisis dengan kata kunci “Minyak Zaitun,” “Ruam Popok,” dan “Anak.” Didapatkan 5 artikel dalam penelitian ini.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa minyak zaitun mengandung senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang efektif mengurangi keparahan ruam popok pada bayi, terutama pada kasus ringan hingga sedang. Studi eksperimental menemukan bahwa aplikasi rutin minyak zaitun dapat menurunkan keparahan ruam popok secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan popok kain atau produk lainnya. Pembahasan: Pembahasan mencakup keuntungan utama minyak zaitun dalam meningkatkan kelembapan, melindungi kulit bayi, dan menurunkan risiko iritasi.Kesimpulan: Kesimpulannya, minyak zaitun adalah pilihan perawatan non-farmakologis yang efektif dan aman untuk ruam popok bayi, meskipun perlu perhatian khusus pada bayi dengan kondisi kulit sangat sensitif.
Hypertension Self-Care Behavior and Its Associated Factors among Patients with Hypertension Azmiardi, Akhmad; widiyanto, Aris; Atmojo, Joko Tri; Anasulfalah, Hakim; Mubarok, Ahmad Syauqi; Iswahyuni, Sri
Indonesian Journal of Medicine Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/theijmed.2023.8.3.649

Abstract

Background:  Hypertension is a chronic medical condition that affects millions of people worldwide and can lead to severe health complications. Hypertension self-care behavior is important in managing their condition and reducing their risk of complication. This study aimed to to determine factors that associated with self-care behavior among patients with hypertension. Subjects and Method:  This was cross-sectional study, conducted at Boyolali Regency, Central Java. A total of 122 participant are included in this study. The Independent variables were including age, sex, education level, income, and duration of hypertension. The dependent variable was Hypertension self-care behavior. The data of Hypertension self-care behavior were collected by Hypertension self-care behavior questionnaire (HSCBQ). Knowledge about hypertension was measured using a modified questionnaire of hypertension evaluation of lifestyle and management (HELM). The data were analyzed by multiple logistic regression. Results:  Age ≥ 50 years (aOR=3.76; 95%CI=1.30 to 10.50; p=0.014), higher level of education (aOR=6.06; 95%CI=1.91 to 22.85; p=0.003) higher income (aOR=2.89; 95%CI=1.07 to 7.80; p=0.035), longer duration of hypertension (aOR=3.35; 95%CI=1.13 to 9.93; p=0.029) and good knowledge of hypertension (aOR=10.56; 95%CI=3.51 to 31.71; p<0.001) were associated and statistically significant with Hypertension self-care behavior. Conclusion:  Older age, higher level of education, higher income, longer duration of hypertension and good knowledge had statistically significant association with good Hypertension self-care behavior. Keywords:  age, duration of hypertension, hypertension self-care behavior, income, knowledge, level of education. Correspondence: Akhmad Azmiardi. School of Health Science Mamba’ul ‘Ulum Surakarta. Jln. Ringroad, Mojosongo, Jebres, Surakarta, Central Java, Indonesia. Email: aazmiardi@gmail.com. Mobile: +6285245412021.  
Meta-Analisis Efektivitas Konsumsi Telur Rebus terhadap Peyembuhan Luka Post Operasi Iswahyuni, Sri; Rejo, Rejo; Mubarok, Ahmad Syauqi; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni; Widiyanto, Aris
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2650

Abstract

Proses penyembuhan luka pasca operasi dipengaruhi oleh kecukupan asupan nutrisi terutama pola makan mengingat tingginya kandungan protein yang diperlukan untuk proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan menganalisis efektivitas konsumsi telur rebus terhadap peyembuhan luka post oprasi. Penelitian ini merupakan penelitian sys¬te¬ma¬tic review dan meta- analysis denagn menggunakan diagram PRISMA. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kriteria kela¬yakan Model PICO. P= Pasien post oprasi; I= Konsumsi telur rebus; C= Tidak konsumsi telur rebus; O= Luka post oprasi. Artikel yang digunakan berasal dari 1 dat¬a¬b¬a¬se, yaitu: Google Scho¬lar. Dengan kata kun¬ci antara lain "patient" AND "boiled egg" AND “post-operative wound” AND “randomized controlled trial”. Artikel dianalisis menggunakan digram PRISMA dan aplikasi Review Manager 5.3. 4 artikel dengan de¬sain studi randomized controlled trial yang akan digu¬nakan sebagai sumber meta-analisis efektivitas konsumsi telur rebus terhadap peyembuhan luka post oprasi. Menunjukan bahwa tidak konsumsi telur rebus menurunkan kemungkinan terjadinya penyembuhan luka pada pasien post oprasi. Pasien yang tidak konsumsi telur rebus menurunkan peyembuhan luka post oprasi sebesar -1.89 kali dibandingkan pasien yang penyyembuhan luka post oprasi yang konsumsi telur (SMD= -1.89; CI 95%= -2.75 hingga -1.04; p=0.001), dan hasilnya signifikan secara statistik. Meta-analisis dari 4 studi randomized controlled trial menyimpulkan bahwa tidak konsumsi telur rebus menurunkan kemungkinan terjadinya penyembuhan luka pada pasien post oprasi.
Meta-Analisis: Pengaruh Status Gizi terhadap Pola Asuh Anak pada Keluarga dalam Islam Widiyanto, Aris; Atmojo, Joko Tri; Rejo, Rejo; Mubarok, Ahmad Syauqi; Anasulfalah, Hakim; Aqsyari. D, Rizki
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.3047

Abstract

Gizi yang baik menyediakan energi dan zat gizi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang fisik dan otaknya. Sisi lain, pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan mencapai potensi maksimalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi dan menganalisis status gizi terhadap pola asuh anak pada keluarga dalam islam. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis dan meta-analisis menggunakan grafik PRISMA. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kriteria kelayakan model PICO. P= Anak; I= Pola asuh anak baik; C= Pola asuh anak tidak baik; O= Status gizi. Artikel yang digunakan berasal dari 1 dat¬a¬b¬a¬se, yaitu: Google Scho-lar. Dengan kata kun¬ci antara lain " children " AND " parenting patterns" AND "nutritional status" AND "multivariate" AND "cross sectional". Artikel dianalisis menggunakan digram PRISMA dan aplikasi Review Manager 5.3. 5 artikel dari tahun 2013-2022 dengan Desain studi cross-sectional dimasukkan untuk menginformasikan meta-analisis tentang pengaruh status gizi terhadap pola pengasuhan di keluarga Islam. Anak yang mendapat pola asuh baik memiliki status gizi 6.26 kali lebih baik dibandingkan dengan anak yang mendapat pola asuh buruk (aOR= 6.26; CI 95%= 3.23 hingga 12.14; p=0.08), dan hasilnya signifikan secara statistik. Forest plot tersebut juga menunjukkan heterogenitas estimasi efek antar studi yang tinggi (I2 = 51%; p = 0.08).
Meta-Analisis Pengaruh Debu terhadap Gangguan Fungsi Paru di Lingkungan Kerja Iswahyuni, Sri; Mubarok, Ahmad Syauqi; Atmojo, Joko Tri; Handayani, Rina Tri; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4379

Abstract

Paparan debu mineral diketahui menyebabkan perubahan karakteristik pada mekanisme pernapasan dan volume paru-paru dalam pola yang terbatas. Gangguan fungsi paru akibat paparan partikel debu dapat bersifat restriktif, obstruktif, atau kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh debu terhadap gangguan fungsi paru di lingkungan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian systematic review dan meta-analisis. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kriteria kelayakan Model PICO meliputi: P Masyarakat di lingkungan kerja; I= Paparan debu; C= Tidak terpapar debu; O= Gangguan fungsi paru. Artikel yang digunakan berasal dari 3 database, yaitu: PubMed, Google Scholar, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan antara lain “dust” AND “impaired lung function” AND “work environment” AND “cross section study”. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi artikel fulltext dengan desain studi cross-sectional, ukuran hubungan yang digunakan adalah adjusted Odds Ratio (aOR), artikel diterbitkan dalam rentang 2020-2021, dan outcome adalah gangguan fungsi paru. Artikel dianalisis menggunakan digram PRISMA dan aplikasi Review Manager 5.3.Hasil penelusuran 6 artikel dalam penelitian yang berasal dari 1 benua Eropa (Kanada) dan 5 benua Asia (Indonesia, Korea Selatan, China) menunjukan bahwa terpapar debu di lingkungan kerja meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru pada masyarakat di lingkungan kerja. Masyarakat di lingkungan kerja terpapar debu meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru sebesar 2.09 kali dibandingkan dengan masyarakat di lingkungan kerja yang tidak terpapar debu (aOR= 2.09; CI 95%= 1.40 hingga 3.14; p< 0.004), dan hasilnya signifikan secara statistik. Meta-analisis dari 6 studi cross-sectional menyimpulkan bahwa terpapar debu di lingkungan kerja meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru pada masyarakat di lingkungan kerja.
Influence of Diabetes Mellitus on the Incident of Stroke: Meta-Analysis Mubarok, Ahmad Syauqi; Kurniawan, Hendra Dwi; Verasita, Prissy; Azmiardi, Akhmad; Puspitasary, Kiky
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2461

Abstract

Blood vessel disorders can occur due to the narrowing and hardening of the artery walls, which is called atherosclerotic plaque. Stroke is a serious health problem because of the high mortality and morbidity rates and its impact can cause chronic disability and occurs not only in elderly people but also in young people. This study aims to estimate and analyze the effect of diabetes mellitus on the incidence of stroke. This research is a systematic review and meta-analysis research using the PRISMA diagram. Article searches were carried out based on the PICO Model eligibility criteria. P= DM patient; I= Diabetes mellitus; C= Normal blood sugar; O= Stroke. The articles used come from Google Scholar. With keywords including "Diabetes mellitus" AND "Normal blood sugar" AND "Stroke" AND "adjusted Odds Ratio". Articles were analyzed using the PRISMA diagram and the Review Manager 5.3 application. 5 articles (2016-2022) with a randomized controlled trial study design will be used as a source for meta-analysis of the effect of diabetes mellitus on the incidence of stroke. Shows that people with diabetes mellitus increase the likelihood of stroke. Patients suffering from diabetes mellitus increase the likelihood of stroke by 2.41 times compared to those with normal blood sugar. (aOR= 2.41; 95% CI= 1.71 to 3.39; p=0.0001), and statistically significant. The forest plot also shows high heterogeneity of effect estimates between studies (I2 = 73%). The funnel plot shows that there is publication bias which tends to exaggerate the true effect (overestimate). Meta-analysis of 5 studies cross-sectional concluded that people with diabetes mellitus increase the likelihood of stroke.