Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SKATEPARK DI KOTA TABANAN DENGAN KONSEP DASAR PERANCANGAN BRAVE AND DYNAMIC SOLIDARITY I Gusti Ngurah Agung Suardiarta; Made Mariada Rijasa; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
Jurnal Anala Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.2.1575.1-11

Abstract

Kabupaten Tabanan memiliki peminat olahraga Skateboard yang cukup tinggi namun hal ini belum diimbangi dengan fasilitas yang layak untuk bermain Skateboard sehingga para skater Tabanan masih kesulitan mencari arena untuk berlatih dan bertanding. Hal ini dapat diamati dari banyaknya skater yang terpaksa memanfaatkan fasilitas umum sebagai arena bermain skateboard seperti area parkir, kantor – kantor pemerintah, jalanan, sekolah dan gedung – gedung olahraga yang tidak memiliki fasilitas yang sesuai. Hal ini juga dianggap akan mengganggu serta berbahaya bagi pengguna lainnya dan tentunya akan merusak fasilitas umum, sehingga kemudian memunculkan anggapan skateboard adalah kegiatan dengan citra negatif. Dengan adanya perancangan skatepark ini diharapkan dapat mewadahi serta memfasilitasi segala aktivitas para skater dan kebutuhan seperti skatepark indoor- outdoor yang berstandar internasional, skateshop, hingga tempat penyelenggaraan event yang menarik perhatian pengunjung. Konsep dasar yang dipilih yaitu brave and dynamic solidarity didukung dengan tema dekonstruksi akan memunculkan bentuk bangunan yang berbeda dan dinamis serta menggabungkan arsitektur lokal dengan material dan ukuran yang berbeda. Selain itu, dengan adanya skatepark ini juga diharapkan dapat memberikan sarana/ wadah yang nyaman dan aman bagi para skater untuk mengembangkan serta mengasah skill/ kemampuan mereka serta menjadi salah satu aspek dalam penyelesaian permasalahan kota yang ada di Kabupaten Tabanan, Bali.
Konsep Reconnecting With Nature pada Desain Hospitality Banyan Tree Escape Primadewi , Siluh Putu Natha; Idedhyana, Ida Bagus; Rijasa, Made Mariada
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 11 No 1 (2024): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v11i1a5

Abstract

Banyan Tree Escape is located in Payangan Gianyar Bali and has a unique design concept "no wall, no door" which is rarely found in other hospitality properties. This hospitality accommodation is designed to establish a harmonious relationship between the owner and guests and re-establish the relationship between humans and the natural environment, resulting in friendly service and a pleasant atmosphere. The hospitality industry requires the presence of nature, repeated and continuous engagement with nature is very important, creating an atmosphere of relaxation that can reduce stress and provide a new sense of healthy wellness. Incorporating nature and culture into property design in the hospitality industry also aims to achieve the Sustainable Development Goals. This research aims to examine concepts that can be applied to achieve a connection with nature and sustainability goals in hospitality design. The descriptive qualitative method of case study is used in this research, guided by the concept of Reconnecting with Nature for Sustainability, followed by Biodiversity Inclusive Design analysis, Nature Climate analysis, and Vernacular Lifestyle analysis. The results show that the concept of the Biodiversity Inclusive Design approach is carried out by maintaining the condition of biodiversity, imitating the characteristics of the original/local habitat (the original habitat of Buahan Village), and the application of biophilic architecture. The concept of natural climate is applied with a combination of tropical architecture and local architecture. The Vernacular Lifestyle concept is carried out by adopting the cultural context and traditional Balinese architecture in responding to routine and boredom into relaxation.
Perancangan Gelanggang Remaja di Kabupaten Karangasem Bali Pranata, I Wayan Gede Mega; Rijasa, Made Mariada; Primadewi, Siluh Putu Natha
ARCHIHUMANUM Vol 3 No 1 (2025): April
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v3i1.128

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa, dimana remaja sedang senangnya mencari jati diri melakukan eksplorasi hal yang disukai. Aktivitas olahraga, penyaluran bakat dan seni sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja. GOR Gunung Agung memiliki beberapa fasilitas yaitu, lapangan voli, lapangan sepak bola, lapangan bulu tangkis, lapangan panjat tebing, kolam renang dan lapangan basket. Rata-rata kondisi masing-masing lapangan tersebut mengalami kerusakan sedang hingga parah. Keberadaan gelanggang remaja di Kabupaten Karangasem ini nantinya bisa menjadi pemusatan keaktifan remaja dalam menampung dan menyalurkan minat serta bakat para remaja dengan memanfaatkan sarana prasarana yang ada didalamnya. Dilihat dari fungsingnya, Perancangan Gelanggang Remaja di Kabupaten Karangasem mengunakan tema Neo-Vernacular yang memiliki arti bentuk-bentuk bangunan setempat atau tradisional yang dikombinasikan dengan bentuk modern. Hasil dari analisa sebelumnya akan menghasilkan pelaku kegiatan yang terdiri dari pengunjung, dan pengelola. Setelah itu akan menghasilkan program ruang yang terbagi menjadi tiga bagian ruang yaitu ruang utama, ruang penunjang dan ruang servis dengan total besaran ruang sekitar 34.819.93 m2. Berdasarkan Analisa kebutuhan lahan, maka lahan yang direncanakan memiliki luasan sekitar 87.049,825 m2 atau 8.704.9825 ha. Kemudian setelah melalui beberapa proses analisa sebelumnya maka akan terciptanya konsep perancangan bangunan gelanggang remaja di Kabupaten Karangasem yang terdiri dari konsep perancangan tapak, konsep perancangan bangunan, konsep struktur, konsep perancangan utilitas, dan konsep perancangan zoning, dan blok plan.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PROMOSI REAL ESTATE: ANALISIS IMPLEMENTASI AUGMENTED REALITY PADA KARYA MAHASISWA ARSITEKTUR SEBAGAI REPRESENTASI INOVASI DIGITAL NATIVE Dedi Suardika, I Made; Prarabda Karma, Made; Ratna Witari, Made; Mariada Rijasa, Made
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 17 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v17i1.1516

Abstract

This study analyzes the implementation of Augmented Reality (AR) technology inarchitecture students' works in Real Estate courses as a representation of digital nativereadiness to face digital transformation in the property industry. Using a mixed-methodapproach with sequential explanatory design on three student projects: Skandinavilla (Villa27), Modern Villa Seminyak, and Sundara Town House. Analysis was conducted throughcontent analysis, comparative analysis, and thematic analysis. Results show that all threeprojects demonstrated consistency in using QR codes as AR gateway with varied promotionstrategies. Students showed high digital fluency with excellent to good technical integration,high content quality, and excellent marketing alignment. Digital native architecture studentshave developed significant digital competencies in integrating AR technology, reflectingreadiness to contribute to Indonesia's real estate industry digital transformation.
Application of the Bale Meten Architectural Concept on the Spatial Order Jeroan of Pura Mertasari Denpasar Mahaputra, Bayu; Mariada Rijasa, Made; WItarka Yudiata, Ketut
ASTONJADRO Vol. 12 No. 1 (2023): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v12i1.8551

Abstract

Pura Mertasari is a temple located on Jalan Kepundung, Denpasar-Bali. The spatial concept of this temple is tri mandala, with the main zone functioning as the offal, the middle zone functioning as the middle jaba and the nista zone functioning as the jaba sisi. However, in addition to the macro spatial division, the uniqueness of the micro spatial division of the jeroan pura was found. The spatial division in the jeroan of this temple is called the architectural concept of bale meten. The bale meten architectural concept is a unique concept. However, a problem was found, namely there has been no similar research that examines this concept. Thus, departing from the aim of enriching scientific studies of Balinese architecture which is applied to the spatial of temples and the desire to study the architectural concept of bale meten on the spatial of temple innards scientifically, this research needs to be carried out. So that in the future this research can be used as reading material and knowledge about the application of the architectural concept of bale meten in the spatial of temple innards. This research method is descriptive qualitative with a case study approach. The result of the research is that the innards of the temple are manifested like the concept of the bale meten space. This finding is confirmed by the division of three elements of the spatial hierarchy, namely the main function as gedong in the bale meten and as a spatial pelinggih on the innards of the temple, madya as the terrace of the owner of the house in the bale meten and as the canopy of pelinggih / place to put ceremonial facilities on the innards of the temple, and nista as the visitor's terrace in the bale meten and as a place for pengempon in the jeroan of pura.
Pengembangan Desa Wisata Darmasaba Melalui Perancangan Ekowisata Jalan Usaha Tani dan DAM Tanah Putih Rijasa, Made Mariada; Silvi, Ni Putu; Putri, I Gusti Agung Prabandari Tri; Putri, Cokorda Istri Agung Vera Nindia; Setyaningsih, Ni Putu Ari
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i2.16395

Abstract

Desa wisata sedang menjadi pengembangan yang sedang dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk Desa Darmasaba. Konsep sustainable architecture dan sustainable tourism mendasari perancangan ekowisata Jalan Usaha Tani (JUT) dan DAM Tanah Putih. Sustainable architecture mengarah pada penggunaan material ramah lingkungan sehingga mendukung ekowisata yang mengarah pada pelestarian lingkungan. Target utamanya adalah menarik wisatawan untuk datang ke Desa Darmasaba dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa. Pemilihan JUT untuk dikembangkan karena adanya fungsi tambahan yang dapat dimanfaatkan dengan baik yakni sebagai sarana berolahraga. Beberapa tahapan yang dilakukan meliputi persiapan, observasi lapangan rencana pembangunan ekowisata, perancangan gambar, sosialisasi desain yang telah selesai, serta tahap berkelanjutan. Perancangan gambar oleh tim PkM memanfaatkan sejumlah aplikasi seperti Autocad, SketchUp, Photoshop dan Lumion. Hasil dari pengabdian berupa desain jalur jogging track dan area rekreasi terbuka hijau dengan mengedepankan aspek pembangunan berwawasan lingkungan, edukasi, serta ekonomi. Pada tahap sosialisasi, perwakilan masyarakat merasa senang apabila perancangan ekowisata dapat segera direalisasikan. Program berkelanjutan akan dilaksanakan pada periode mendatang saat desain ekowisata telah mendapatkan persetujuan pembangunan.
PUSAT OTOMOTIF DI DENPASAR Yasa, I Made Dwi; Saidi, Agus Wiryadhi; Rijasa, Made Mariada
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 1 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia otomotif di Bali khususnya Kota Denpasar dan sekitarnya membawa dampak pada kehidupan sosial masyarakat. Berbagai aktifitas dan kreatifitas otomotif telah masuk ke dalam aspek kehidupan masyarakat, sehingga menjadi trend serta gaya hidup masa kini. Minat masyarakat perkotaan akan kebutuhan produk otomotif meningkat secara kuantitas namun turun dari segi kualitas pelayanan. Di Kota Denpasar dan sekitarnya sampai saat ini belum ada pelayanan fasilitas otomotif dalam satu wadah yang dapat memberikan berbagai pelayanan mengenai dunia otomotif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pusat Otomotif adalah suatu wadah untuk menampung berbagai aktivitas yang berkaitan dengan otomotif. Pusat otomotif digunakan untuk memperkenalkan, memberikan informasi, memperlihatkan produk dan jasa otomotif serta segala kelengkapannya. Pusat otomotif sebagai suatu wadah bertemunya para pecinta otomotif yang berhubungan dengan kreatifitas, hiburan/rekreasi, sportifitas serta kegemaran atau hobi otomotif. Dalam perancangan “Pusat Otomotif di Denpasar” menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi literatur, dan studi banding. Data-data yang telah terkumpul, diproses melalui kompilasi, analisis dan sintesis, sehingga dihasilkan spesifikasi umum dan spesifikasi khusus Pusat Otomotif di Denpasar. Adapun lokasi site untuk fasilitas ini dipilihdi Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Denpasar Utara. Program perancangan arsitektur, konsep dasar rancangan (dinamis, modern, dan rekreatif), serta tema rancangan (neo plasticisme)menjadi pedoman dalam penyusunan landasan konsepsual perancangan Pusat Otomotif di Denpasar ini, yang kemudian ditransformasi menjadi sebuah desain “Pusat Otomotif di Denpasar”.
IMPLEMENTASI DESAIN STREET FURNITURE DI KAWASAN PESISIR SANUR Jaya, I Kadek Prana; Wiriantari, Frysa; Rijasa, Made Mariada
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2024/v11.i3.008

Abstract

Kawasan pesisir Sanur telah dilakukan penataan fasilitas meliputi pintu utama, jalur pedestrian, jalur bersepeda, dan penataaan kios, dan warung yang tersinkronisasi dengan desain penataan perabot jalan (street furniture). Wilayah pesisir Sanur seharusnya berfungsi sebagai penyangga alam dan tata lingkungan pantai, namun belum dapat memenuhi kriteria ruang publik bagi kepentingan masyarakat dan belum mampu memenuhi prinsip penataan lingkungan yang berkelanjutan, estetis, dan ramah pengguna.Penelitianini bertujuan untuk mengkaji implementasidesainstreet furnituredi kawasan pesisir Sanur dan menganalisis implikasistreet furnituredi kawasan pesisir Sanur terhadap peningkatan estetika, karakter, dan citra kawasan. Metode penelitian menggunakan metode eksplorasi kualitatif melalui pendekatan studi kasus dan dengan analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan desain street furniture belum sepenuhnya menerapkan kaidah dan standar dan belum dapat memberikan informasi dan orientasi yang  baik, memperjelas identitas, integrasi kawasan, dan keterpaduan kawasan. Implikasi penataan lingkungan dan street furnituredi kawasan pesisir Sanur terhadap peningkatan estetika, karakter, dan citra dan untuk pelayanan publik tidak begitu signifikan memberikan perubahan kearah yang lebih baik. Fungsi keamanan, kenyamanan, fungsi estetik, dan belum memberikan dampak positif terhadap keterpaduan fungsi dan citra kawasan.