Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Untuk Menghindari Plagiarisme Untuk Mahasiswa Semester Akhir Fitriani, Ayu; Utari, Cut Try; Panjaitan, Joel; Syahputra, Syofyan Anwar; Pakpahan, Arnold; Sirait, Regina
Karya Unggul Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70344/karyaunggul.v3i1.207

Abstract

Plagiarism or often called plagiarism is plagiarism or taking other people's essays, opinions, etc. and making them look like they are your own writings and opinions. Plagiarism can be considered a criminal offense because it steals someone else's copyright. In the world of education, perpetrators of plagiarism can receive severe punishment such as expulsion from school/university. Perpetrators of plagiarism called a plagiarist. Science is developed based on previously existing knowledge. So that no one needs to hesitate when compiling a scientific work/written work, they must mention the reference source. This must be understood as intellectual honesty that will not reduce the weight of our written work. Mention honestly the reference sources we use, or make quotations, so that it will be clear which parts of our work are other people's ideas or ideas, and which are our own, this is one thing to avoid plagiarism.
Peran Filter Air Sebagai Solusi Kualitatif Terhadap Krisis Air Bersih di Desa Aek Nauli Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Gultom, Josua Alexander; Panjaitan, Joel; Silitonga, Manaor; Silitonga, Binsar; Hutagalung, Pieter Leuvanggi; Sinurat, Windo
Karya Unggul Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70344/karyaunggul.v3i2.212

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi krisis air bersih di Desa Aek Nauli Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, dengan mengembangkan solusi berbasis teknologi filter air. Melalui pendekatan pengabdian kepada masyarakat, prototipe filter air disusun menggunakan teknologi penyaringan lokal, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan unik masyarakat dan konteks air di desa tersebut. Pelatihan intensif dan modul edukasi berkelanjutan diterapkan untuk memastikan partisipasi aktif dan pemahaman masyarakat terkait manfaat dan penggunaan filter air. Implementasi prototipe di rumah-rumah tangga menunjukkan peningkatan signifikan dalam akses air bersih dan dampak positif pada kesehatan masyarakat. Sistem pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan digunakan untuk memastikan keberlanjutan solusi filter air dan meningkatkan pemahaman tentang kualitas air dan pengelolaan sumber daya. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini memberikan landasan bagi pengembangan model serupa di wilayah-wilayah pedesaan lain yang menghadapi tantangan serupa. Dengan pengabdian ilmiah diharapkan dapat menginspirasi dan membantu mengatasi krisis air bersih di berbagai masyarakat khususnya daerah Aek Nauli.
Sosialisasi Peran Penting Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045 Bagi Siswa-siswi SMK Swasta Karya Jaya Tanjung Morawa Panjaitan, Joel; Pakpahan, Arnold; Anwar Syahputra, Syofyan; Sirait, Regina; Fitriani, Ayu; Simanullang, Abdi Raih; Putri, Femmy Armaya
Karya Unggul Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70344/karyaunggul.v3i2.219

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi, memotivasi serta mengembangkan wawasan para Siswa-siswi SMK Swasta Karya Jaya Tanjung Morawa tentang peran penting generasi Z menuju Indonesia Emas. Dan diharapkan melalui kegiatan ini peserta mulai mempersiapkan diri dalam menyonsong Indonesia Emas 2045. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah memberikan ceramah yang memuat langkah-langkah bagaimana mempersiapkan diri untuk menyonsong Indonesia Emas 2045. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diketahui bahwa tingkat pemahaman peserta semakin meningkat. Hal ini dilihat dari hasil kusioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Berdasarkan hasil kuisioner diperoleh bahwa pemahaman peserta tentang Bonus Demografi & Indonesia Emas 2045 mengalami peningkatan. Sebelum mengikuti kegiatan pelatihan nilai rata-rata adalah 40, namun setelah mengikuti kegiatan nilai rata-rata menjadi 80, maka persentase peningkatan sebesar 100%. Pemahaman peserta tentang Peran Generasi Z dalam menyonsong Indonesia Emas 2045 juga mengalami peningkatan. Sebelum mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan nilai rata-rata adalah 50, namun setelah mengikuti kegiatan nilai rata-rata menjadi 75, maka persentase peningkatan sebesar 50%. Pemahaman peserta tentang tentang langkah-langkah dan kesiapan dalam menyonsong Indonesia Emas 2045 juga mengalami peningkatan. Sebelum mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan nilai rata-rata adalah 50, namun setelah mengikuti kegiatan nilai rata-rata menjadi 90, maka persentase peningkatan sebesar 80%. Setelah pelaksanaan pelatihan dilakukan, terlihat peningkatan pengetahuan para peserta secara signifikan. Setelah pelaksanaan pelatihan dilakukan, terlihat peningkatan pengetahuan para peserta secara signifikan. Para peserta juga sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta kepada pemateri.
Mining Grouping Biopharmaceutical Plants in Indonesia Using the K-Means Algorithm: Application of Data Mining in Production Lubis, Ridha Maya Faza; Huang, Jen-Peng; Sigiro, Mula; Panjaitan, Joel
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 4 No 4 (2023): March 2023
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bits.v4i4.3165

Abstract

There are various types of biopharmaceutical plants or medicinal plants in Indonesia, including ginger, galangal, kencur, turmeric, lempuyang and curcuma aeruginosa whose production is widespread in various provinces in Indonesia. reached 160 million USD annually. Then the application of data mining used to classify biopharmaceutical plant production data in Indonesia from this study resulted in 2 clusters namely cluster 0 which in this cluster is a cluster with low production value of biopharmaceutical plants in Indonesia, namely the Provinces of West Sumatra, Riau, Jambi, South Sumatra, Bengkulu, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Bali, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, West Kalimantan, Central Kalimantan, South Kalimantan, East Kalimantan, North Kalimantan, Central Kalimantan, Southeast Sulawesi, Maluku, West Papua and Papua. While cluster 1 is the cluster where the production rate of biopharmaceutical plants is the highest in Indonesia, namely the Provinces of North Sumatra, West Java, Central Java, East Java and South Sulawesi. From the results that have been obtained, it is hoped that it will be useful for organizations, groups or individuals engaged in the biopharmaceutical plant sector so that they can review the existing deficiencies and can increase the production of biopharmaceutical plants in each province.
Pelatihan Perbaikan Overhaul Kompresor Chiller Bagi Para Teknisi Perusahaan di Tanjung Morawa Syofyan, Syofyan Anwar Syahputra; Panjaitan, Joel; Pakpahan, Arnold; Sirait, Regina; Fitriani, Ayu; Harahap, Muchsin
Karya Unggul Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah melakukan pelatihan, pengajaran dan pengembangan kompetensi bagi para teknisi perusahaan yang terletak di Tanjung Morawa. Para teknisi tersebut yang tadinya awam terhadap perbaikan mesin pendingin chiller diharapkan melalui kegiatan ini dapat menyelesaikan masalah ketika terjadi gangguan pada unit mesin chiller. Biasanya perbaikan mesin pendingin dilakukan oleh pihak ke tiga, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para teknisi dapat memperbaiki sendiri kompresor chiller. Ilmu pengetahuan yang kita miliki sebagai tenaga pengajar pada perguruan tinggi kita salurkan kepada para teknisi dikemas dalam kegiatan yang disebut dengan pengabdian kepada masyarakat. Dimana kegiatan PKM ini wajib dilakukan oleh setiap tenaga pengajar untuk menyalurkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini yang tadinya para teknisi tidak mengerti tentang perbaikan mesin pendingin khusunya overhaul kompresor chiller, sekarang sudah berhasil dan berani melakukan perbaikan sendiri.
Optimalisasi Pengolahan Air Untuk Pertanian Melalui Sistem Irigasi dan Mitigasi Banjir di Desa Aek Sipitu Dai Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Gultom, Josua Alexander; Panjaitan, Joel; Silitonga, Binsar Parulian; Silitonga, Manaor; Sinurat, Windo; Hutagalung, Pieter Leuvanggi
Karya Unggul Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat Di Desa Aek Sipitu Dai bertujuan untuk mengatasi masalah kekurangan air irigasi dan risiko banjir yang memengaruhi hasil pertanian. Pemasangan sistem irigasi tetes dan pembangunan infrastruktur untuk mengurangi banjir, seperti tanggul dan saluran drainase, adalah solusi yang digunakan. Petani dilatih dalam pengelolaan sistem irigasi dan mitigasi banjir serta monitoring dan evaluasi yang menyeluruh dalam program ini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hasil panen sebesar dua puluh persen dan penurunan besar dalam kerusakan banjir. Keterampilan petani diperkuat melalui pelatihan dan penggunaan teknologi yang efektif. Kesuksesan proyek ini menunjukkan bahwa kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan. Mengembangkan mitigasi banjir, pemantauan sistem, pelatihan lanjutan, dan penelitian tambahan untuk memastikan hasil jangka panjang adalah saran untuk pengembangan.
Threshold Potential Simulation on Grounding System using CYMGround Substation Program FITRIANI, AYU; PANJAITAN, JOEL; SYAHPUTRA, SOFYAN ANWAR; PAKPAHAN, ARNOLD; SIRAIT, REGINA; HUTAJULU, ELFRIDA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 13, No 1: Published January 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v13i1.1

Abstract

Excessive fault current on a poor grounding system can cause several symptoms such as the appearance of touch and step voltage and affect the grounding resistance value. This study aims to design a grounding system with variations in the number of conductors and embedded rods where that can have a good impact on the grounding system, which can help reduce the occurrence of excessive fault currents and reduce the value of touch voltage and step voltage that appears. The research method used in this study is the Wenner Method (four-point method) where which method is used in simulating a grounding system that affects the variation in the number of conductors and embedded rods using CYMGRD (CYMGround Substation Program) software. The test results show that the maximum touch voltage value is 729.01 Volts and the maximum step voltage value is 2423.88 Volts. The simulation results state that the condition of the grounding system with variations in the number of conductors and embedded rods is stated in a safe condition.
Calculation of the Effect of Substation Configuration on the Resistance Value of the Grounding System Fitriani, Ayu; Hidayat, Jhoni; Panjaitan, Joel; Syahputra, Syofyan Anwar; Alfisari, Mili
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v5i1.15014

Abstract

Generally, the configuration of the substation grounding system is in the form of a grid or mesh, where several conductor rods are installed vertically and horizontally or combined with conductor rods planted deep in the ground from each point or not. The substation configuration is very complex because of the many variables used in accordance with IEEE Standard 80-2013. This variable also influences the allowable and actual magnitude of the step voltage and touch voltage. The substation grounding system configuration can be designed in several shapes including rectangular, square, L-shaped and T-shaped. The parameters used are an area of 70 m x 70 m, a conductor rod depth of 0.5 meters with a total conductor length for a rectangle of 1540 meters without rods, an L-Shaped shape of 1755 meters and a T-Shaped shape of 3857 meters. The results obtained by the resistance of the grounding system without rods in the T-Shaped configuration were 2.39 Ω. For the resistance results, the grounding system uses a rod with the same area and a conductor length of 3917 meters with a resistance value of 2.39 Ω in the T-shape configuration. The results of the resistance values obtained with various forms of grounding system configurations and varying conductor lengths are still safe and below the threshold or standard of the grid grounding system.
UJI EKSPERIMEN KINERJA PANEL SURYA JENIS MONOCRYSTALLINE 100 Wp DENGAN SUDUT 30o DENGAN MENGGUNAKAN KACA REFLEKTOR Kusuma, Budhi Santri; Siagian, Parulian; Pakpahan, William Robert P; Panjaitan, Joel; Siagian, Lestina R
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketergantungan masyarakat akan energi listrik yang semakin besar seiring dengan kemajuan dibidang teknologi serta penambahan penduduk. Sementara itu energi fosil yang selama ini banyak digunakan diseluruh dunia termasuk Indonesia ketersediaan nya semakin menipis, sehingga perlu adanya energi alternatif yang dapat menggantikan energi fosil sebegai pengganti energi listrik utama. Salah satu nya adalah dengan memanfaatkan energi matahari yang memiliki jumlah melimpah serta ramah linkungan. Energi matahari dapat dimanfaatkan dengan merubahnya menjadi energi listrik menggunakan panel surya. Untuk dapat mengoptimalkan penyerapan sinar matahari perlu adanya suatu sistem yang dapat mengatur agar panel surya selalu berada pada posisi tegak lurus dengan arah datang nya sinar matahari, yaitu solar tracker statis. Pengambilan data hasil pengujian atau penelitian dilakukan secara langsung dengan menggunakan software GUI dan Data logger serta menggunakan alat berupa Anemometer, adapun data yang diteliti antara lain, intensitas cahaya matahari, tegangan, kuat arus, daya masuk, daya keluaran, kecepatan angin, temperatur dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya 100 Wp tidak dapat menghasilkan output daya normal (Efisiensi diatas 10%) jika intensitas cahaya matahari yang diterima dibawah 200 W/m2
Design Of A Main Substation Grounding System Based On Variations In Area and Number Of Electrodes Panjaitan, Joel; Fitriani, Ayu; Hidayat, Jhoni; Pakpahan, Arnold; Muchlisin, Muhammad; Sirait, Regina
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 6, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v6i2.25224

Abstract

The function of the grounding system is to limit the voltage between equipment and the ground and neutralize the voltage that arises at the ground surface due to fault currents flowing in the ground. An unsafe grounding system can disrupt system reliability and human safety in the substation area. This research aims to simulate the design of a substation grounding system with the influence of variations in location and number of electrodes installed in grids and rods in swampy soil conditions with different soil resistivity values. The impact of these parameters is on the resistance value, touch voltage, and step voltage at a weight of 70 kg by using the CYMGRD application as a medium to see the effectiveness and optimization of whether the substation grounding system with variations in the outside area and variations in the number of electrode rods meets the requirements without exceeding safe limits on systems or humans. This grounding system design is designed for two cases, namely case 1: the maximum touch voltage and maximum step voltage values exceed the permitted touch voltage and maximum step voltage, so conditions like this are included in the criteria for being unsafe and can endanger personnel in the field. Case 2: the touch voltage and step voltage values are smaller than the permitted touch voltage and step voltage values, so this design is included in safe conditions and meets the criteria for a good and safe grounding system.