Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Experimental of Environmental Development Using Continuous Solar Dryer With Solid Dehumidification For Coffee Drying Parulian Siagian; Aprima A. Matondang; Andreas V. H. Simanjuntak; Budhi S. Kusuma; Joel Panjaitan; Andrean V. H. Simanjuntak
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 02 (2025): JGEET Vol 10 No 02 : June (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.02.21492

Abstract

As the tropical country, Indonesia has a sustainable solar energy for the farm products such as coffee. Indonesia’s coffee has been categorized as one of the biggest export products in the world and needs a development system to provide drying coffee beans with good quality. Therefore, this study comprehensively explains an experiment to develop a continuous solar air dryer with a hybrid system for drying coffee. The system has two different modes: off-sunny and sunshine hours. The heated air from the collector is driven into the drying chamber during the sunlight. The results show that the drying chamber's maximum temperature during daylight ranged from 40°C to 56°C and 9°C to 22°C warmer than the ideal environment temperature. Then, the coffee beans got the 12,7% moisture content in 107 hours in a solar dryer with solid dehumidification material. During off-sunlight, the air humidity reaches a 17% reduction and relatively consistent with air temperature. Furthermore, the benefit of this research can support the agricultural system without sunlight and apply a molecular sieve as a solar dehumidifier for the desiccant material in the drying chamber.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI ARANG BERKUALITAS TINGGI KECAMATAN AIR JOMAN KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA Ayu Fitriani; Jhoni Hidayat; Nurmahendra Harahap; Eriansyah Saputra Hasibuan; Syafriwel Syafriwel; Tomi Abdillah; Joel Panjaitan; Sofyan Anwar Syahputra
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah batok kelapa seringkali dianggap sebagai sampah domestik yang tidak bernilai atau hanya dibakar secara terbuka sehingga menimbulkan polusi udara. Padahal, batok kelapa memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi arang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan teknis kepada masyarakat mengenai proses karbonisasi batok kelapa yang efektif serta manajemen pemasarannya. Metode yang digunakan adalah Pemberdayaan Partisipatif (Participatory Rural Appraisal), Diskusi Partisipatif dan Dialog Dialektis di mana masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga aktor utama dalam proses alih teknologi dan Transfer ilmu serta berbagi wawasan berkaitan dengan pengolahan batok kelapa menjadi arang berkualitas tinggi dengan harga jual yang tinggi pula serta pada pertukaran gagasan (Brain Storming) dan edukasi strategis untuk membuka wawasan ekonomi masyarakat di Kecamatan Air Joman kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, petani kelapa dan pemangku usaha sebesar 80% mengenai teknik pengolahan limbah batok kelapa berkualitas tinggi dan terbentuknya kelompok unit usaha kecil produksi arang. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Masyarakat, Petani Kelapa dan Pemangku Usaha untuk keluarga.
PROTOTYPE SIMULASI KIPAS ANGIN OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LM35 Ayu Fitriani; Syofyan Anwar Syahputra; Joel Panjaitan
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kipas angin bekerja menggunakan motor listrik yaitu, mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Permasalahan ini dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi berbasis komputer. Kipas angin termasuk sistem otomatisasi yang banyak digunakan manusia, sistem ini bertujuan untuk memudahkan pekerjaan penghuni rumah, sistem otomatis dapat menghemat waktu dan biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini merancang kipas otomatis untuk mempermudah manusia daripada menggunakan kipas secara manual. Adapun perangakat lunak yang digunakan dalam merancangan kipas otomatis ini menggunanakn Arduino UNO, Sensor LM35, LCD LM016L, Fan-DC, Motor dan Resistor. Hasil pengujian menggunakan sensor suhu LM35 dimana ketika suhu diturunkan dari 29 °C sampai 20 °C kipas angin otomatis akan mati, sedangkan suhu dari 30°C ke atas kipas angin otomatis akan hidup. Perancagan kipas angin otomatis menggunakan software proteus dan sistem pemograman dari arduino IDE.
RANCANG BANGUN SISTEM OTOMATIS GARDEN WATERING BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN SENSOR SOIL MOISTURE Ilham Syahputra; Joel Panjaitan; Syofyan Anwar Syahputra; Ayu Fitriani; Yunni Rianawati
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian dan perkebunan modern menghadapi tantangan dalam menjaga kelembaban tanah yang optimal secara efisien. Penyiraman manual seringkali tidak konsisten dan boros air, sementara penyiraman berlebihan atau kurang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem otomatis penyiraman tanaman (Garden Watering) berbasis mikrokontroler Arduino Uno menggunakan sensor kelembaban tanah (Soil Moisture Sensor) dan Sensor Ketinggian air. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi tingkat kelembaban tanah secara Real-Time. Jika kelembaban tanah berada di bawah ambang batas yang ditentukan, sistem penyiraman otomatis mengaktifkan pompa air secara otomatis untuk melakukan penyiraman hingga kelembaban mencapai batas yang diinginkan. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan tampilan informasi melalui LCD (Liquid Crystal Display) untuk memantau status kelembaban tanah dan ketinggian air. Metode pengembangan sistem meliputi perancangan perangkat keras (pemilihan sensor, mikrokontroler, dan aktuator), perancangan perangkat lunak (pemrograman Arduino), serta pengujian fungsionalitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi secara otomatis dan akurat dalam menjaga kelembaban tanah, mengurangi pemborosan air, dan mengoptimalkan kondisi pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, sistem otomatis penyiraman ini dapat menjadi solusi efektif dan efisien untuk manajemen air di tanaman atau area perkebunan kecil.
RANCANG BANGUN SMART SORTING TRASH BOX BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN SENSOR PROXIMITY Saritua Dominikus Sihotang; Syofyan Anwar Syahputra; Joel Panjaitan; Ayu Fitriani; Arnold Pakpahan
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penumpukan sampah yang tidak terpilah merupakan masalah lingkungan yang signifikan, berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem. Untuk mengatasi tantangan ini, telah dirancang dan dibangun sebuah Smart Sorting Trash Box berbasis Arduino Uno menggunakan sensor proximity. Sistem ini bertujuan untuk mengotomatiskan proses pemilahan sampah Logam dan Non-Logam secara efisien. Alat ini memakai sensor proximity untuk mendeteksi jenis sampah. Data dari sensor kemudian diproses oleh mikrokontroler Arduino Uno. Berdasarkan data tersebut, Arduino akan mengaktifkan aktuator (misalnya, motor servo) untuk mengarahkan sampah ke salah satu dari dua kompartemen yang berbeda, yaitu untuk Logam atau Non-Logam. Desain ini mencakup dua atau lebih kompartemen terpisah untuk memfasilitasi pemisahan jenis sampah yang berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Smart Sorting Trash Box ini mampu mengidentifikasi dan memilah sampah dengan tingkat akurasi yang baik, mengurangi kebutuhan intervensi manual dan meningkatkan efisiensi daur ulang. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam pengelolaan sampah domestik, mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dini, dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Calculation of the Effect of Substation Configuration on the Resistance Value of the Grounding System Ayu Fitriani; Jhoni Hidayat; Joel Panjaitan; Syofyan Anwar Syahputra; Mili Alfisari
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v5i1.15014

Abstract

Generally, the configuration of the substation grounding system is in the form of a grid or mesh, where several conductor rods are installed vertically and horizontally or combined with conductor rods planted deep in the ground from each point or not. The substation configuration is very complex because of the many variables used in accordance with IEEE Standard 80-2013. This variable also influences the allowable and actual magnitude of the step voltage and touch voltage. The substation grounding system configuration can be designed in several shapes including rectangular, square, L-shaped and T-shaped. The parameters used are an area of 70 m x 70 m, a conductor rod depth of 0.5 meters with a total conductor length for a rectangle of 1540 meters without rods, an L-Shaped shape of 1755 meters and a T-Shaped shape of 3857 meters. The results obtained by the resistance of the grounding system without rods in the T-Shaped configuration were 2.39 Ω. For the resistance results, the grounding system uses a rod with the same area and a conductor length of 3917 meters with a resistance value of 2.39 Ω in the T-shape configuration. The results of the resistance values obtained with various forms of grounding system configurations and varying conductor lengths are still safe and below the threshold or standard of the grid grounding system.
Pelatihan Perbaikan Overhaul Kompresor Chiller Bagi Para Teknisi Perusahaan di Tanjung Morawa Syofyan Anwar Syahputra; Joel Panjaitan; Arnold Pakpahan; Regina Sirait; Ayu Fitriani; Muchsin Harahap
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah melakukan pelatihan, pengajaran dan pengembangan kompetensi bagi para teknisi perusahaan yang terletak di Tanjung Morawa. Para teknisi tersebut yang tadinya awam terhadap perbaikan mesin pendingin chiller diharapkan melalui kegiatan ini dapat menyelesaikan masalah ketika terjadi gangguan pada unit mesin chiller. Biasanya perbaikan mesin pendingin dilakukan oleh pihak ke tiga, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para teknisi dapat memperbaiki sendiri kompresor chiller. Ilmu pengetahuan yang kita miliki sebagai tenaga pengajar pada perguruan tinggi kita salurkan kepada para teknisi dikemas dalam kegiatan yang disebut dengan pengabdian kepada masyarakat. Dimana kegiatan PKM ini wajib dilakukan oleh setiap tenaga pengajar untuk menyalurkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini yang tadinya para teknisi tidak mengerti tentang perbaikan mesin pendingin khusunya overhaul kompresor chiller, sekarang sudah berhasil dan berani melakukan perbaikan sendiri.
Penerapan Manajemen Proyek Dalam Pendampingan Pembangunan Gedung Sekolah Minggu HKBP Sudirman Josua Alexander Gultom; Joel Panjaitan; Pieter Leuvanggi Hutagalung; Binsar Parulian Silitonga; Manaor Silitonga; Windo Sinurat; Andar Sitohang
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen dan tim dari Akademi Teknik Deli Serdang (ATDS) dalam bentuk pendampingan pembangunan Gedung Sekolah Minggu di Gereja HKBP Sudirman. Tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan fasilitas pembelajaran anak yang aman, layak, dan mendukung pembinaan rohani secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan manajemen proyek, yaitu: inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, monitoring & evaluasi, serta penutupan proyek. Proses dimulai dari identifikasi kebutuhan melalui diskusi dan survei lokasi, dilanjutkan dengan perencanaan teknis, pelaksanaan pembangunan tangga, atap, keramik, dan renovasi koridor, hingga tahap evaluasi dan serah terima hasil. Kegiatan ini melibatkan peran aktif jemaat dan dosen teknik sebagai bentuk kolaborasi sosial dan edukasi teknis. Hasil proyek menunjukkan bahwa fasilitas yang dibangun telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan, serta mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal dalam mewujudkan pembangunan sosial berbasis kebutuhan nyata.
Peningkatan Pemahaman Artificial Intelligence (AI) Bagi Siswa SMA Skylandsea Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Joel Panjaitan; Arnold Pakpahan; Mananda Ture Siburian; Binsar Parulian Silitonga; Regina Sirait; Yunni Rianawati
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan topik Peningkatan Pemahaman Artificial Intelligence (AI) Bagi Siswa SMA Skylandsea Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan pemahaman dasar siswa terhadap teknologi artificial intelligence (kecerdasan buatan). Dalam era digital yang terus berkembang, pemahaman mengenai AI menjadi penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan mengembangkan teknologi tersebut di masa depan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode presentasi interaktif, diskusi, serta demonstrasi sederhana aplikasi AI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test, serta tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Selain itu, pihak sekolah memberikan tanggapan positif dan mendorong kegiatan lanjutan yang lebih aplikatif. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengenalan AI sejak dini sangat penting sebagai bekal siswa menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 serta mempersiapkan generasi untuk Indonesia Maju tahun 2045.
Sosialisasi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) Tenaga Surya Bagi Masyarakat Kabupaten Deli Serdang Ronald Naibaho; Wilson Sebastian Nababan; Joel Panjaitan; Parlindungan S Pasaribu; Andi Saputra; Daniel Haposan Harahap; Yunni Rianawati
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Desember
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya tenaga surya, sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi berupa pertemuan tatap muka dan praktik langsung penerapan teknologi energi surya kepada masyarakat di Kabupaten Deli Serdang. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia dan rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai konsep, manfaat, dan implementasi EBT. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh kompetensi akademik Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Elektro Akademi Teknik Deli Serdang melalui mata kuliah Konversi Energi, yang membahas aspek sumber energi, desain, implementasi, kebijakan, serta aplikasi sistem EBT. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan energi surya serta munculnya antusiasme untuk mengaplikasikan teknologi tersebut, baik pada rumah tangga maupun fasilitas publik seperti kantor desa. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata terhadap upaya ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian energi masyarakat, serta mendukung program ramah lingkungan menuju net zero emission. Dengan demikian, sosialisasi pemanfaatan EBT tenaga surya merupakan strategi efektif dalam meningkatkan bauran energi terbarukan secara nasional dan mendukung pencapaian target kontribusi energi terbarukan secara berkelanjutan.