Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Comparative seismic performance of flat slabs using four design codes Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan; Hakas Prayuda; Suraya Hani Adnan; Tengku Anita Raja Hussin; Fredy Kurniawan; Tika Ermita Wulandari
SINERGI Vol. 30 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2026.2.010

Abstract

This study evaluated the seismic performance of flat slab structures designed according to four international standards: SNI 2847-2019 (Indonesia), NZS 3101:2006 (New Zealand), IS 456-2000 (India), and JSCE 15-2007 (Japan). A five-story reinforced concrete building was modeled using ETABS for nonlinear pushover analysis, while MATLAB was utilized for calculating slab thickness, moment distribution, reinforcement design, and punching shear strength. Results unveiled that the JSCE 15-2007 code provided the stiffest system with minimal lateral displacement and the highest base shear capacity, whereas IS 456-2000 exhibited superior ductility and flexibility. SNI 2847-2019 and NZS 3101:2006 delivered balanced performance in terms of stiffness and material efficiency. The variation in slab thickness, reinforcement area, and natural period highlighted each code’s design philosophy regarding seismic safety. These findings suggest that code selection should consider regional seismic risk, structural demands, and construction priorities to ensure optimal safety and efficiency. The study contributes to the harmonization of global flat slab design practices and offers practical recommendations for improving the seismic resilience of buildings.
Analysis of Spun Pile Bearing Capacity Based on Spt Data Using Analytical and Software Modeling Approaches Dicky Hamdani Tampubolon; Tika Ermita Wulandari
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v6i2.299

Abstract

Foundations are crucial structural elements that support the entire building load. At the study site, soil conditions are variable and complex, consisting of clay and sand layers with non-uniform bearing capacity, making accurate foundation capacity assessment essential. This study compares the bearing capacity of spun piles using analytical calculation with the Luciano Decourt method, numerical modeling with GEO5 software, and field verification through PDA Tests. SPT values were used as input for both calculation methods. Results indicate that the analytical method predicts a bearing capacity of 202.41 tons, lower than the PDA Test result of 296.7 tons, while GEO5 modeling produces 361.48 tons, closer to field conditions. The difference arises because the analytical method relies on a simplified SPT-based calculation, whereas GEO5 processes soil data into more detailed parameters and computes soil response at each layer incrementally. These findings confirm that numerical modeling provides a more representative estimate of bearing capacity, while differences with analytical calculations remain acceptable in geotechnical practice. This study offers a reliable reference for designing spun pile foundations on complex soils, enhancing design accuracy and structural safety.
Pemanfaatan Ecoenzyme sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Air Baku Sungai Deli melalui Pengurangan Limbah Organik dan Mikroplastik Tika Ermita Wulandari; Nuril Mahda Rangkuti; Mega Puspita Sari; Jaka Suranto; Suranto Suranto; Reakha Zulvatricia
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v5i1.1877

Abstract

Penurunan kualitas air Sungai Deli akibat akumulasi limbah organik domestik dan sampah plastik menjadi permasalahan lingkungan mendesak di Kota Medan yang memerlukan pelibatan aktif komunitas lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi warga bantaran sungai dalam menjaga mutu air baku melalui edukasi lingkungan serta pemanfaatan ecoenzyme sebagai alternatif tata kelola limbah rumah tangga. Menggandeng Sanggar Pendidikan Silaturahmi Sungai Deli, program ini melibatkan 30 peserta aktif yang terdiri dari pengurus sanggar, kader penggerak lingkungan, dan warga setempat. Metode yang diterapkan berupa pendekatan partisipatif (participatory approach) melalui tahapan survei lapangan, sosialisasi interaktif dampak polutan, demonstrasi produk fermentasi, hingga penuangan simbolis cairan ecoenzyme ke sungai. Evaluasi program diukur secara deskriptif menggunakan kuesioner tertutup dan observasi keterlibatan tanpa melakukan pengujian laboratorium terhadap parameter fisik-kimia air. Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan pada kapasitas kognitif masyarakat, di mana seluruh indikator penilaian meraih persentase jawaban positif di atas 85%. Warga berhasil memahami urgensi perlindungan air baku, bahaya mikroplastik, serta terampil mengolah limbah dapur menjadi produk multiguna. Antusiasme peserta juga tecermin dari komitmen kuat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai demi keberlanjutan kelestarian ekosistem akuatik.
Analisis Sensitivitas Potensi Likuifaksi pada Lapisan Pasir Jenuh Air Akibat Variasi Magnitudo Momen (Mw) Menggunakan Data Standard Penetration Test (SPT) M. Rizky; Tika Ermita Wulandari
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1693

Abstract

Fenomena likuifaksi merupakan ancaman serius bagi infrastruktur di wilayah dengan karakteristik tanah pasiran jenuh air, termasuk Kota Medan yang didominasi endapan aluvium muda. Masalah utama dalam mitigasi bencana di wilayah ini adalah keterbatasan analisis yang seringkali terpaku pada satu nilai magnitudo gempa rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sensitivitas potensi likuifaksi pada lapisan pasir jenuh air melalui simulasi variasi Magnitudo Momen (Mw) mulai dari skala 5,0 hingga 7,5. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif berbasis data Standard Penetration Test (SPT) dengan prosedur Idriss dan Boulanger. Analisis dilakukan dengan membandingkan beban seismic/Cyclic Stress Ratio (CSR) terhadap ketahanan tanah/Cyclic Resistance Ratio (CRR) untuk menentukan Faktor Keamanan (FS). Hasil penelitian menunjukkan adanya lapisan kritis pada kedalaman 10,45 meter dengan nilai penetrasi terstandar (N1)60cs sebesar 7,89. Pada lapisan ini, kenaikan magnitudo gempa menyebabkan penurunan signifikan nilai FS, di mana pada gempa 6,0 SR tanah mulai mengalami kegagalan dengan nilai FS sebesar 0,89, dan terus merosot hingga 0,64 pada skenario 7,5 SR. Sebaliknya, stabilitas masif ditemukan pada kedalaman di atas 20,45 meter dengan nilai FS yang tetap terjaga di atas ambang batas aman (> 1,1). Sebagai solusi teknis, disarankan penempatan ujung fondasi tiang di bawah kedalaman 22 meter atau melakukan perbaikan tanah pada zona kritis untuk meminimalisir risiko kegagalan struktur akibat likuifaksi.
Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Material Konstruksi Modular Ecobrick Untuk Membentuk Karakter Penjaga Sungai Pada Anak-Anak Tika Ermita Wulandari; Eva Yulina; Suranto Suranto; Faiz Azmi Lubis
PATRIOTIKA: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ecosystem crisis along the Deli Riverbanks, driven by the accumulation of plastic waste, demands technical solutions that are both educational and sustainable. This community service program aims to transform domestic waste into modular construction materials using the ecobrick method while simultaneously fostering environmental character among children in Jalan Badur. The methods employed included audio-visual literacy sessions, collective waste collection actions, and technical workshops on modular material production. The results demonstrate that participants were capable of producing ecobricks that meet the density criteria for simple building materials. Beyond the technical success, the program yielded positive impacts on ecological behavioral changes and improved health aspects through nutritional assistance. The strategic value of this initiative lies in the conversion of waste into functional products (a civil engineering approach) integrated with behavioral psychology interventions and public health awareness.