Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analysis Of Caffeine In Packaged Drinks Using Thin Layer Chromatography (TLC) and Spectrophotometry Method Munir, Muhammad Abdurrahman; Emelda, Emelda; Fatmawati, Annisa; Nurhidayanti, Nurhidayanti
Stannum : Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry - Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jstk.v6i1.4564

Abstract

Caffeine is a natural alkaloid compound found in plants in the leaves, seeds and fruit. The decision of the Food and Drug Supervisory Agency regarding provisions for supervision of supplements in Chapter VIII Article 18 paragraph two states that caffeine levels must not exceed 150 mg/day. The aim of this research was to find out caffeine level in energy beverages. This research method applied the UV-Vis spectrophotometry method and the TLC method. The maximum wavelength obtained in this study was 272.55 nm and the linear results and correlation coefficient obtained were obtained. The linearity value obtained at y= 0.0381x + 0.3285 with the correlation equation R2= 0.9389. Caffeine levels obtained from “brand A” energy drink powder samples for first replicate at 49.59 mg/g, second replicate was 48.78 mg/g, third replicate was 47.15 mg/g, and “brand B” sample for first replicate was 31.5625 mg/g, second replicate at 32.375 mg/g. The caffeine levels obtained in the “brand C” sample from first replicate at 59.43 mg/g, second replicate was 60.28 mg/g, and third replicate was 60.09 mg/g. The results of the standard Rf value for caffeine standard were 0.7, the “brand A” energy drink powder sample was 0.75, the “brand B” sample was 0.75 and the “brand C” was 0.75. The conclusion from this research was that the maximum wavelength was 272.55 nm, which was slightly different from the theoretical maximum wavelength of pure caffeine, namely 273 nm. The caffeine levels obtained for samples of energy drink powder from brands A and B met the requirements because it was <50 mg/package and brand C did not meet the requirements because it was >50mg/package. The Rf value results are satisfactory because they were at range 0.2-0.8.
Formulasi dan Uji SPF Sediaan Lip Cream Kombinasi Ekstrak Bunga Telang dan Minyak Lemon Rahmawati, Suci; Fatmawati, Annisa; Gunawan, Adhi
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i1.1696

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV), khususnya UV-B, dapat menyebabkan kerusakan kulit termasuk pada area bibir yang memiliki lapisan pelindung tipis. Penggunaan sediaan lip cream sebagai pelindung bibir dari radiasi UV dengan bahan aktif alami kaya antioksidan menjadi solusi potensial. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan lip cream berbasis kombinasi ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan minyak lemon (Citrus limon L.) terhadap sifat fisik dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Ekstraksi bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, menghasilkan rendemen sebesar 37,4%. Lip cream diformulasi dalam enam variasi formula dengan kombinasi dan konsentrasi berbeda. Evaluasi dilakukan terhadap sifat organoleptik, homogenitas, viskositas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, dan preferensi hedonik, serta pengujian nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki pH dalam rentang aman (6–7) dan tekstur krim homogen. Formula dengan kombinasi ekstrak 1,5 gram dan minyak lemon 0,5 gram (F3) menunjukkan nilai SPF tertinggi sebesar 6,49 (kategori proteksi ekstra). Penambahan kombinasi bahan aktif memengaruhi viskositas dan daya lekat secara signifikan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap daya sebar. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak bunga telang dan minyak lemon dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam lip cream alami yang efektif sebagai tabir surya.
Pengaruh variasi konsentrasi terhadap uji sifat fisik dan stabilitas freeze- thaw cycling pada formula sediaan gel kombinasi ekstrak daun kelor dan ekstrak daun jeruk nipis Juliana, Intan; Fatmawati, Annisa; Munir, Muhammad Abdurrahman; Emelda, Emelda; Rahmawati, Feti
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i1.188

Abstract

Moringa leaves are a major source of antioxidant compounds due to their high content in carotenoids, ascorbic acid, glucosinolates and other bioactives. Lime contains elements of useful chemical compounds, such as alkaloids, polysaccharides, flavonoids, and essential oils. This study aims to obtain a gel formula that is physically stable and stable during storage using the Freeze-Thaw Cycling method from Moringa leaf extract and lime leaf extract. This research is a laboratory experimental research. Gel preparation was carried out with varying concentrations of Moringa leaf extract and lime leaf extract F1 (75%:25%), F2 (50%:50%), and F3 (25%:75%). Testing the physical properties of the gel includes organoleptic, pH, homogeneity, viscosity, spreadability, adhesion and syneresis. The stability test carried out was a stability test using the Freeze-Thaw Cycling method for 3 cycles by observing the stability to be carried out where each cycle observed physical changes in the gel including organoleptic, homogeneity and pH. The results of gel preparations of the combination of ethanol extract of moringa leaves and lime leaves of formulations 1, 2, and 3 with differences in the concentration of the active substance were declared stable, because there was no significant change from organoleptic observations, homogeneity, pH, adhesion and spreadability. However, statistical tests stated that the 4℃ temperature adhesion test obtained a p value (<0.05) and a 40℃ temperature p value (>0.05), while the 4℃ and 40℃ temperature spreadability test obtained a p value (<0. 05).
PERBAIKAN KADAR INSULIN TIKUS JANTAN GALUR WISTAR TERINDUKSI STREPTOZOTOCIN (STZ) AKIBAT PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BATANG BROTOWALI Ashari, Ayu -; Nurinda, Eva; Fatmawati, Annisa
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i1.1653

Abstract

Brotowali stems (Tinospora crispa L.) contain flavonoids which act as antioxidants and are expected to have the potential to reduce blood glucose levels and increase insulin levels in mice due to STZ induction. The purpose of this study was to determine the effect of brotowali stem ethanol extract (EEBB) on insulin levels in STZ-induced male Wistar rats. Measurement of mouse insulin levels using the mouse insulin ELISA kit method. The results showed that the ethanol extract of brotowali rods at a dose of 450 mg / kgBW rats were significantly different (<0.05) between the hyperglycemic control group and the EEBB treatment group showing an increase in the mean insulin levels of the rats after being given EEBB for 10 days. Brotowali stems can be used for the treatment of natural ingredients with flavonoid content. 
UJI MUTU FISIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FORMULA KRIM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva latuca L.) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI PERAWATAN KULIT WAJAH Hanifah, Wening; Emelda, Emelda; Fatmawati, Annisa; Aprilia, Veriani
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i1.1670

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang dapat memperlambat atau mencegah proses terjadinya oksidasi. Oksidasi merupakan reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas. Paparan radikal bebas seperti sinar matahari, polusi udara, obat-obatan, asap rokok secara terus menerus akan menyebabkan kulit tampak kering, kusam, lesi kulit, dan juga penuaan dini. Ganggang hijau (Ulva Lactuca L.) dan lidah buaya (Aloe Vera) telah diteliti memiliki aktivitas antioksidan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula terbaik berdasarkan mutu fisik dan aktivitas antioksidan krim kombinasi ekstrak etanol ganggang hijau (EEGH) dan lidah buaya (EELB) dengan metode DPPH. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium terhadap 5 formula sediaan krim dengan perbedaan jumlah ekstrak serta dilakukan uji mutu fisik dan aktivitas antioksidan sediaan krim pada hari ke-0 menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Krim formula 1 memiliki daya sebar, daya lekat dan aktivitas antioksidan sebesar 4,5 cm, 10,456 detik, IC50 802,038 µg/mL. Formula 2 sebesar 3,1 cm, 4,59 detik, IC50 1.643,955 µg/mL. Formula 3 sebesar 4,833 cm, 13,993 detik, IC50 304,41 µg/mL. Formula 4 sebesar 3,766 cm, 9,806 detik, IC50 559,453 µg/mL. Formula 5 sebesar 3,833 cm, 9,116 detik, IC50 2.227 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 3 merupakan formula terbaik berdasarkan uji mutu fisiknya dengan nilai daya sebar sebesar 4,833 cm, daya lekat 13,993 detik, dan aktivitas antioksian ditunjukkan dengan nilai IC50 sebesar 304,411 µg/mL.
OPTIMASI FORMULA PADA GRANUL PARACETAMOL DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN PENGISI LAKTOSA DAN AVICEL PH 101 SERTA EVALUASI PARAMETER KADAR LEMBAB MOISTURE CONTENT DAN LOSS ON DRYING Fatmawati, Annisa; Emelda, Emelda; Elvana, Azza
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1806

Abstract

Industri Farmasi selalu melakukan penelitian dan pengembangan formula obat, dimana untuk mendapatkan sediaan farmasetis yang berkualitas. Paracetamol merupakan obat yang berkhasiat sebagai analgetik dan antipiretik, dalam sediaan padat berupa sediaan tablet yang diformulasikan dengan metode granulasi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan lembab berupa parameter MC (Moisture Content) dan LOD (Loss On Drying) pada granul paracetamol dengan variasi bahan pengisi laktosa dan avicel PH 101. Metode penelitian ini menggunakan metode gravimetri dengan membuat granul paracetamol dan menguji kandungan lembab pada menit ke- 15, 30, 60, 120 dan 180 pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 1 (100% Laktosa) dan Formula 3 (50% Laktosa : 50% avicel PH101) memiliki kandungan lembab < 3% pada menit ke 120, sedangkan Formula 2 (100% avicel PH101) memiliki kandungan lembab < 3% dinyatakan dengan LOD (2,52%) dan MC (2,58%) pada menit ke-60. Formula 2 merupakan formula yang paling baik untuk digunakan dalam formulasi sediaan tablet paracetamol dengan metode granulasi basah berdasarkan kandungan lembab MC dan LOD.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Roll On Aromaterapi Blended Peppermint, Lavender dan Lemon sebagai Antiemetika Fatmawati, Annisa; Zuliyati, Isti Chana; Mulyaningsih, Sundari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i2.1904

Abstract

Penggunaan sediaan aromaterapi pada kondisi mual dan muntah bermanfaat untuk meningkatkan keadaan fisik dan psikologi seseorang menjadi lebih baik. Beberapa minyak esensial memiliki efek farmakologi seperti penenang, ketika dihirup melalui rongga hidung dapat merangsang sistem limbik di otak. Peppermint dan lemon termasuk dalam golongan top notes dan lavender termasuk dalam golongan middle notes minyak atsiri, dan golongan base notes seperti minyak nilam dan virgin coconut oil. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan aromaterapi kombinasi (blended) dan evaluasi sediaan, yang dapat digunakan untuk mengurangi kondisi mual dan muntah sebagai terapi non farmakologi. Pembuatan aromaterapi roll on dilakukan dengan menakar bahan sesuai formula kemudian dicampur dalam beaker glass dan di vortex selama 15 menit, selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisik. Hasil uji stabilitas fisik menunjukkan semua formula roll on minyak aromaterapi blended memenuhi syarat uji organoleptik, uji homogenitas, pengukuran derajat keasaman (pH) dan uji daya sebar. Formula F1B sediaan roll on (Kombinasi lavender 40%, lemon 50%, dan VCO 10%) merupakan formula terbaik berdasarkan penampilan fisik organoleptik, derajat keasaman dan uji daya sebar.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Asam Salisilat pada Sediaan Kosmetika Semi Padat yang Beredar di Pasar Beringharjo, Yogyakarta Fatmawati, Annisa; Sucianingsih, Depita; Lestari, Yessi; Fauzi, Rizal; Emelda, Emelda; Munir, Muhammad Abdurrahman
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i2.1935

Abstract

Sediaan kosmetika yang diaplikasikan pada wajah dapat mempengaruhi struktur kulit dan penampilan. Bahan yang ditambahkan pada sediaan kosmetika untuk memperbaiki penampilan wajah salah satunya yaitu senyawa asam salisilat, zat anti acne & keratolitik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa asam salisilat dalam sediaan semi padat. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Pasar Beringharjo Yogyakarta, dengan kriteria berupa sediaan semi padat yang dapat diaplikasikan pada wajah. Sampel A merupakan sediaan gel anti acne dengan hasil positif mengandung asam salisilat dan dilakukan penetapan kadar. Sedangkan sampel B (cream antibakteri & antijamur) dan sampel C (cream foundation), tidak mengandung asam salisilat. Persamaan regresi linier standar asam salisilat Y=0,0114X+0,0911 dengan nilai linieritas R=0,9963 dan LOD 5,186 ppm serta LOQ 15,714 ppm. Hasil penetapan kadar asam salisilat dalam sampel A yaitu 1,24 ± 0,06 % (b/b). Hal ini menunjukkan bahwa kadar asam salisilat dalam sampel A memenuhi persyaratan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dan the Chinese Hygienic Standard, yaitu tidak lebih dari 2%.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Gel Ekstrak Etanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Bahun, Nur Rohma Inayah; Fatmawati, Annisa; Jannah, Nurul; Bachri, Moch. Saiful
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5136

Abstract

Penuaan dini adalah proses penuaan kulit yang terjadi lebih cepat dari seharusnya, disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, terutama radikal bebas. Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan daun kelor (Moringa oleifera Lam) mengandung flavonoid seperti kuersetin, apigenin, rutin, kaempferol, hesperidin, dan nobiletin yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antioksidan formulasi gel kombinasi ekstrak daun jeruk nipis dan daun kelor dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Ekstraksi dilakukan melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasi menjadi sediaan gel. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan evaluasi sifat fisik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil evaluasi menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik gel, meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, dan daya sebar. Aktivitas antioksidan formula I (1:1) adalah 80,04 ppm, formula II (1:2) 143,67 ppm, formula III (2:1) 94,21 ppm, dan basis gel 328,26 ppm. Formula I dan III tergolong sebagai antioksidan kuat, sedangkan formula II tergolong antioksidan sedang. Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun jeruk nipis dan daun kelor dalam sediaan gel memiliki potensi sebagai antioksidan, terutama formula I dan III