Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar Saskia, Yola; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.592

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan upaya untuk memberikan akses pendidikan yang sama bagi seluruh siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam mendukung pendidikan inklusi di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber terkait peran GPK, tantangan yang dihadapi, dan dampaknya terhadap siswa. Hasil utama menunjukkan bahwa GPK berfungsi sebagai fasilitator, penghubung antara siswa berkebutuhan khusus dan teman sebaya, serta penyedia strategi pembelajaran yang sesuai. GPK juga berperan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kebutuhan siswa di kalangan guru regular. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya peran GPK dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung keberhasilan pendidikan bagi semua siswa, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan bagi GPK agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif.
Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak: Membangun Kolaborasi Efektif dengan Sekolah Amalia, Fadhila; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.593

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak melalui kolaborasi yang efektif dengan sekolah. Pendidikan anak tidak hanya bergantung pada proses belajar mengajar di sekolah, tetapi juga pada dukungan emosional, akademis, dan sosial yang diberikan oleh orang tua di rumah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber tertulis seperti buku, artikel, dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak memiliki dampak positif terhadap perkembangan akademis, sosial, dan pembentukan karakter anak. Orang tua berperan penting dalam memberikan dukungan emosional, mengelola waktu belajar anak, dan memperkuat hubungan anak dengan teman sebaya dan guru. Namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu, perbedaan harapan antara orang tua dan sekolah, serta kurangnya saluran komunikasi yang efektif, sering menghambat kolaborasi yang optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan saluran komunikasi yang lebih fleksibel dan berkelanjutan, serta dialog terbuka antara orang tua dan pihak sekolah untuk menyelaraskan tujuan pendidikan dan memperkuat hubungan kedua belah pihak. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk menciptakan kolaborasi yang lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi dan komunikasi yang transparan, sehingga dapat memperkuat peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak secara menyeluruh.
Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar pada Kelas Tinggi Sekolah Dasar Fikri, Muhammad; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.594

Abstract

Proses perolehan pengetahuan di lembaga pendidikan harus menggunakan strategi pengajaran yang memenuhi kebutuhan khusus peserta didik untuk meningkatkan kinerja akademis mereka. Salah satu strategi tersebut adalah pendekatan pembelajaran kooperatif, yang menekankan pemberian peran kepada peserta didik yang lebih berpengalaman dalam kelompok kecil. Kelompok-kelompok ini kemudian berbagi temuan dan wawasan mereka dengan seluruh kelas, yang mendorong terciptanya suasana belajar yang kolaboratif dan interaktif. Pendekatan ini selanjutnya melibatkan diskusi dan analisis mendalam, yang menciptakan lingkungan pendidikan yang menarik dan bersemangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai makalah penelitian yang mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, khususnya yang berfokus pada peserta didik sekolah dasar berprestasi tinggi. Adapun metode yang digunakan adalah literature review yang diperoleh dari beberapa sumber database elektronik salah satunya Google Scholar. Berdasarkan beberapa artikel yang dianalisis, penggunaan model Pembelajaran CL ini memiliki peran penting dalam peningkatan hasil belajar siswa, peningkatannya sendiri itu berkisar dari 10% - 30% dalam setiap siklusnya.
Dampak Teknologi Pendidikan Terhadap Kemandirian Siswa Febrianasari, Dewi; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.595

Abstract

Penelitian ini menyoroti dampak teknologi pendidikan terhadap kemandirian belajar siswa berdasarkan tinjauan literatur dari lima tahun terakhir di Indonesia. Teknologi pendidikan, seperti pembelajaran daring, aplikasi interaktif, dan media digital, memberikan manfaat signifikan, termasuk akses luas ke sumber belajar, peningkatan keterampilan berpikir kritis, motivasi, dan personalisasi pembelajaran. Teknologi juga mendukung siswa dalam mengelola waktu dan memahami materi dengan lebih baik, sejalan dengan konsep self-regulated learning, yang mendorong perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembelajaran secara mandiri. Namun, penelitian ini mengidentifikasi tantangan besar, seperti kesenjangan akses teknologi di berbagai wilayah, kurangnya pelatihan bagi guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal, serta risiko distraksi akibat penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Infrastruktur yang tidak merata menjadi kendala utama, yang memperlambat penerapan teknologi pendidikan secara efektif. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta untuk memperluas akses teknologi dan memberikan pelatihan kepada guru. Dengan pendekatan ini, dampak positif teknologi pendidikan terhadap kemandirian belajar siswa dapat dioptimalkan. Artikel ini diharapkan menjadi panduan berharga bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan inovasi pendidikan yang mendukung kemandirian siswa secara berkelanjutan.
Studi Literatur Pengaruh Intensitas Pemakaian Gadget Terhadap Kemampuan Literasi pada Anak Usia Sekolah Dasar (6 – 12 Tahun) Nurhaliza, Resty; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.599

Abstract

Gadget hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, termasuk dalam dunia anak. Di satu sisi, gadget menawarkan berbagai manfaat dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Di sisi lain, penggunaan gadget yang berlebihan dapat menghambat perkembangan kemampuan literasi anak. Penggunaan gadget oleh anak usia sekolah dasar semakin meluas, namun demikian, dampaknya terhadap kemampuan literasi masih menjadi perdebatan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gadget terhadap kemampuan literasi membaca, menulis, dan berpikir kritis pada anak usia 6-12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi dokumen. Data penelitian dikumpulkan melalui analisis dokumen. Subjek penelitian adalah anak sekolah dasar dengan kisaran umur 6-12 tahun yang aktif menggunakan gadget dalam kesehariannya. Penelitian ini menemukan bahwa, dengan adanya ketergantungan pemakaian gadget pada anak 6-12 tahun, cenderung lebih banyak menimbulkan dampak negatif daripada dampak positif, karena pada usia ini, penggunaan yang berlebihan dapat menghambat perkembangan alamiah motorik manusia terhadap kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dampak lebih lanjut penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar.
Tantangan Bertani di Lahan Gambut Desa Kayu Bawang Munir, Muhammad Misbahul; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.600

Abstract

Lahan gambut di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ekosistem dan keseimbangan lingkungan. Namun, bertani di lahan gambut menghadapi tantangan yang cukup kompleks, seperti kondisi tanah yang asam, rawan kerusakan, dan pengelolaan air yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi petani di Desa Kayu Bawang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, serta mencari solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan gambut. Metode penelitian melibatkan observasi langsung, wawancara dengan petani, serta analisis data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tanah gambut cenderung masam dan kurang subur, dengan tantangan utama berupa pengelolaan air yang sulit akibat tingginya permukaan air. Petani menggunakan varietas padi seperti Siam Mayang dan Siam Sekumpul yang lebih sesuai dengan karakteristik tanah gambut. Selain itu, penggunaan pupuk seperti NPK 16 Mutiara membantu menjaga kesuburan tanah selama masa tanam. Meskipun petani telah berusaha beradaptasi dengan berbagai metode pengelolaan, tantangan seperti hanya satu kali panen dalam setahun masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, strategi yang lebih berkelanjutan, seperti pengelolaan air yang efektif dan penerapan teknologi yang mendukung, sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan gambut secara berkelanjutan.
Menganalisis Model Pembelajaran yang Digunakan Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa Kelas Tinggi SDN Pengambangan 8 Azzahra, Putri Natasya; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.632

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran yang digunakan guru dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas tinggi di SDN Pengambangan 8. Salah satu aspek penting dalam literasi yaitu keterampilan menyimak yang menjadi dasar pengembangan kemampuan   berbahasa seperti berbicara, membaca, dan menulis. Namun, kondisi di SDN Pengambangan 8 menunjukkan bahwa siswa merasakan kesulitan dalam menyimak sehingga perlu penggunaan model pembelajaran yang efektif untuk dapat meningkatkan keterampilan menyimak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi yang menggunakan 3 tahapan analisis dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek atau informan pada penelitian ini adalah guru wali kelas 5 dan 6 di SDN Pengambangan 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran  yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas tinggi  yaitu talking stick, PBL (Problem Based Learning), dan STAD (Student  Teams Achievement Division).
Analisis Literature Review : Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Rahmah, Siti; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di tingkat SD. Penelitian ini dilakukan karena pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi siswa dalam memahami konsep matematika, seperti kurangnya motivasi belajar dan kesulitan menghubungkan teori dengan aplikasi nyata. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 15 jurnal penelitian yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa PBL memberikan dampak positif secara konsisten terhadap hasil belajar siswa. Peningkatan ini tampak dari berbagai aspek, seperti kenaikan ketuntasan belajar siswa, peningkatan rata-rata nilai kelas dari kondisi awal yang rendah menjadi jauh lebih baik, serta pengembangan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Selain itu, PBL juga terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis, keterlibatan aktif, dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan hasil yang konsisten dan dampak positif yang signifikan, PBL direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di SD.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Identitas Diri pada Generasi Z Ananda, Mutya; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.634

Abstract

Pengaruh media sosial terhadap persepsi diri dan pembentukan identitas merupakan topik kompleks yang menghasilkan dampak beragam tergantung pada konteks dan individu yang terlibat. Media sosial dapat memberikan pengaruh positif dengan memperkuat identitas dan memberdayakan individu, seperti menyuarakan nilai, minat, dan kepercayaan mereka, serta meningkatkan kepercayaan diri melalui berbagi pengalaman dan pencapaian. Bagi generasi Z (lahir 1997–2012), faktor pembentuk identitas diri mereka sangat dipengaruhi aspek sosial, teknologi, dan budaya, yang menciptakan karakteristik unik dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, media sosial juga memicu perbandingan sosial, sehingga menimbulkan tekanan untuk memenuhi standar kecantikan, gaya hidup, atau prestasi tertentu. Hal ini dapat memengaruhi cara anak muda memandang diri mereka sendiri, bahkan mendorong mereka untuk mengubah karakter atau penampilan demi menyesuaikan dengan ekspektasi ideal masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, khususnya studi kepustakaan, dengan berfokus pada analisis data sekunder berupa teks atau sumber-sumber yang tersedia. Data yang digunakan bersifat siap pakai, tanpa pengumpulan data langsung dari lapangan. Pendekatan ini memberikan wawasan mendalam mengenai pengaruh media sosial dalam membentuk identitas diri, terutama bagi generasi muda, serta implikasinya terhadap persepsi diri di era digital.
Meningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) di Sekolah Dasar Syarifudin, Ahmad; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i4.638

Abstract

Model PJBL adalah metode pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas nyata untuk mendorong keterlibatan aktif siswa melalui eksplorasi, kerja sama, dan pemecahan masalah. Dalam kajian literatur ini, berbagai temuan penelitian terkait implementasi PJBL di pendidikan dasar dikumpulkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tinjauan pustaka yang menggunakan strategi penelitian yang melibatkan pengumpulan, pemeriksaan, dan juga sintesis dari beberapa sumber literatur yang relevan dengan masalah atau subjek studi tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa PJBL berpotensi meningkatkan motivasi, kemampuan bernalar analitis dan kapasitas kerja sama peserta didik. Selain itu, siswa yang terlibat dalam proyek lebih cenderung memahami materi pelajaran secara lebih mendalam karena keterlibatan langsung dalam proses belajar. Walaupun demikian, penerapan PJBL membutuhkan persiapan yang matang, termasuk dalam hal sumber daya, waktu, dan pelatihan bagi pengajar. Sebagai kesimpulan, penerapan model PJBL di Pendidikan dasar mungkin berperan sebagai pendekatan yang efisien dalam upaya memaksimalkan pencapaian pembelajaran peserta didik, asalkan didukung dengan pengelolaan yang baik dan keterlibatan semua pihak terkait.