Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Putra, Muhammad Hafizan Adi; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.642

Abstract

Untuk menaikkan kemampuan berpikir kritis dari para siswa saat proses pembelajaran, maka para guru harus menerapkan model pembelajaran yang menunjang siswa untuk bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya, diantaranya yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apa saja pengaruh dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis para siswa. Metode yang digunakan adalah review literatur yang diperoleh dari berbagai database elektronik, termasuk Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dapar meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Keberhasilan ini bisa dilihat melalui analisis mendalam terhadap berbagai penelitian sebelumnya, ditemukan beberapa fakta bahwa penerapan PBL daIam pembelajaran efektif dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada para siswa. Dengan melibatkan siswa dalam pemecahan masalah autentik, PBL mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis, kreatif, dan kolaboratif.
Literature Review : Penerapan Model Kooperatif untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar Oktaviana, Nurhaliza; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.643

Abstract

Model pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan inovatif yang menekankan kolaborasi antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini membahas penerapan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Berdasarkan analisis terhadap 15 penelitian, berbagai model pembelajaran seperti Jigsaw, STAD, Teams Games Tournament (TGT), Take and Give, serta Picture and Picture terbukti efektif dalam meningkatkan nilai rata-rata siswa, pencapaian belajar, serta keterampilan sosial, komunikasi, dan kerja sama. Keunggulan setiap model berbeda-beda. Jigsaw, misalnya, unggul dalam mendukung kolaborasi dan penguasaan konsep, sementara TGT memotivasi siswa melalui pendekatan berbasis permainan. Metode seperti Picture and Picture memanfaatkan media visual untuk menarik perhatian siswa, sedangkan Take and Give mengintegrasikan keberagaman budaya dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, pembelajaran kooperatif menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan inklusif, sehingga siswa terdorong untuk lebih terlibat secara aktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan model pembelajaran kooperatif untuk memenuhi kebutuhan pendidikan abad ke-21. Guru direkomendasikan untuk merancang pembelajaran berbasis kooperatif guna mendukung pengembangan keterampilan siswa secara menyeluruh.
Strategi Guru dalam Mendukung Pendidikan pada Siswa Down Syndrome di Sekolah Dasar Husna, Faradellatul; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.644

Abstract

Anak dengan kebutuhan khusus, termasuk siswa dengan Down syndrome, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Down syndrome merupakan disabilitas intelektual akibat kelainan kromosom yang memengaruhi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Siswa dengan Down syndrome sering menghadapi kesulitan dalam berpikir abstrak, memproses informasi, dan memahami konsep tertentu, sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menganalisis strategi pembelajaran yang efektif bagi siswa dengan Down syndrome. Pendekatan fleksibel, kreatif, berbasis multisensori, serta penguatan positif diidentifikasi sebagai strategi penting dalam mendukung hasil belajar mereka. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman guru, terbatasnya fasilitas pendidikan inklusif, dan minimnya panduan spesifik sering menghambat penerapan strategi ini. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pendidikan inklusif di Indonesia, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Hasilnya diharapkan memberikan panduan praktis bagi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa dengan Down syndrome.
Implementasi Media Pembelajaran Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Anak Tunalaras Kelas Tinggi di Sekolah Dasar Syifa, Novanda Fara; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media pembelajaran visual dalam rangka meningkatkan hasil belajar anak tuna laras di kelas tinggi sekolah dasar. Anak tuna laras menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembelajaran, seperti kesulitan berkonsentrasi, kurangnya motivasi, dan hambatan dalam berinteraksi sosial. Media pembelajaran visual dipilih sebagai solusi karena dapat menyampaikan informasi secara konkret, menarik perhatian siswa, dan memudahkan pemahaman materi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran visual mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, partisipasi aktif dalam kegiatan belajar, dan hasil tes evaluasi. Setiap siklus menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran visual efektif dalam meningkatkan hasil belajar anak tunalaras di kelas tinggi sekolah dasar. Hasil ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus, serta menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih inklusif.
Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Pendidikan di Sekolah Dasar Hafizhah; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.649

Abstract

Teknologi zaman sekarang merupakan hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan, yang juga berlangsung dalam sektor pendidikan. Di era digital sekarang, informasi teknologi sangat berperan dalam memperbaiki kualitas pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar. Artikel ini membahas pengaruh penggunaan teknologi informasi dalam meningkatkan pendidikan di sekolah dasar, yang tidak hanya mendorong partisipasi siswa tetapi juga memperluas akses mereka ke berbagai sumber daya pendidikan yang lebih luas. Dengan pemanfaatan teknologi informasi, proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman dan semangat siswa terhadap materi yang diajarkan. Namun, penerapan teknologi informasi di sekolah dasar juga menghadapi sejumlah masalah, seperti infrastruktur yang terbatas, minimnya pelatihan untuk para pengajar, dan biaya yang tinggi untuk pembelian perangkat keras dan perangkat lunak. Strategi yang bisa diambil mencakup pembangunan fasilitas yang memadai dan pemberian pelatihan secara berkelanjutan untuk para guru. Melalui tindakan-tindakan ini, diharapkan pemanfaatan teknologi dapat dimaksimalkan untuk membangun suasana belajar yang lebih produktif dan efisien. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan pemahaman mengenai kemampuan teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi sektor pendidikan dan keuntungan yang bisa diperoleh.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR: LITERATURE REVIEW Malanita, Evatriana; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1415

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar memegang peranan penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap fenomena alam dan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Namun, metode pengajaran tradisional yang cenderung berpusat pada teori dan hafalan sering kali tidak efektif meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar IPA. Salah satu inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah penerapan model Project-Based Learning (PjBL), yang melibatkan siswa dalam penyelesaian proyek nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model PjBL terhadap hasil belajar IPA siswa sekolah dasar melalui tinjauan 20 jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PjBL secara konsisten meningkatkan hasil belajar IPA siswa, dengan rata-rata peningkatan signifikan pada berbagai penelitian. Kesimpulan menunjukkan bahwa PjBL adalah pendekatan pembelajaran yang sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GURU TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA TUNAGRAHITA DI KELAS 5 SDN KEBUN BUNGA 1 BANJARMASIN Ramadhanie, Annisa; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru pendamping khusus terhadap prestasi akademik siswa tunagrahita di kelas 5 SDN Kebun Bunga 1 Banjarmasin. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi bimbingan intensif, penyederhanaan materi, dan penggunaan media pembelajaran visual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan menghasilkan peningkatan prestasi akademik secara bertahap, sebagaimana tercermin pada nilai rapor dan perkembangan kognitif siswa. Pendekatan ini juga mendukung kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa tunagrahita. Dengan demikian, strategi pembelajaran individual yang intensif menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah dasar.
MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PBL, METODE DEMONSTRASI DAN BERMAIN PERAN Humaira, Putri Aleyda; Rafianti, Wahdah Refia
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6294

Abstract

The problems encountered in the field are driven by children's low social-emotional skills in sharing, helping, and assisting friends. This is caused by environmental factors, a lack of variety in methods used, one-way learning, and a lack of teacher stimulation in developing social-emotional skills in sharing, helping, and assisting friends, resulting in children's social-emotional development not meeting expectations. The solution is to use the Problem-Based Learning model, demonstration methods, and role playing. This classroom action research used a qualitative approach with three meetings and 16 children in Group A at Bakti 1 Islamic Kindergarten, Banjarmasin. Data were collected through observation. The findings indicate that in the first meeting, teacher activity was rated "Very Good," while student activity fell within the "All Children Active" criteria, and children's social-emotional development was categorized as "Developing Very Well." Therefore, the research results can serve as a reference in selecting appropriate models or methods to support optimal social-emotional development in children. ABSTRAK Permasalahan yang terjadi dilapangan dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan sosial emosional anak dalam berbagi, menolong dan membantu teman. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan, metode yang digunakan kurang bervariasi, pembelajaran bersifat satu arah serta kurangnya stimulus guru pada pengembangan kemampuan sosial emosional dalam berbagi, menolong dan membantu teman sehingga menyebabkan pengembangan kemampuan anak dalam sosial emosional belum sesuai harapan. Solusinya yaitu dengan penggunaan model Problem Based Learning, metode demonstrasi dan bermain peran. Penelitian tindakan kelas ini digunakan pendekatan kualitatif dengan 3 kali pertemuan dan 16 anak pada kelompok A TK Islam Bakti 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada pertemuan pertama, aktivitas guru memperoleh penilaian dalam kategori “Sangat Baik”, sementara aktivitas siswa berada dikriteria “Seluruh Anak Aktif”, serta perkembangan aspek sosial emosional anak tergolong kategori “Berkembang Sangat Baik”. Sehingga, hasil penelitian mampu jadi acuan pada pemilihan model atau metode yang tepat untuk mendukung perkembangan sosial emosional anak secara optimal.
PENERAPAN MODEL GALAKSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS Sari, Mir'atin Ayu Mina; Rafianti, Wahdah Refia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.48217

Abstract

Permasalahan yang ada dalam penelitian ini yaitu rendahnya aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Setting penelitian di SDN Kebun Bunga 3 Banjarmasin tahun ajaran 2024/2025. Jumlah siswa kelas IVB sebanyak 17 orang. Analisis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh skor 32 dengan kriteria "Sangat Baik". Aktivitas siswa mencapai 94% kriteria "Sangat Aktif". keterampilan berpikir kritis siswa mencapai 94% kriteria "Sangat Terampil" dan Hasil belajar siswa mencapai ketuntasan 94%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek, sehingga disarankan penggunaan model GALAKSI sebagai alternatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL BATIK DI SEKOLAH DASAR Kurniawati, Hesti; Rafianti, Wahdah Refia
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa muatan Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa menggunakan model BATIK. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua macam pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VA SDN Alalak Tengah 4 tahun 2022/2023, dengan jumlah siswa sebanyak 22 siswa. Analisis data disajikan secara deskriptif, dengan penjelasan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan interpretasi persentase. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru memperoleh persentase 100% (sangat aktif), aktivitas siswa memperoleh persentase 95% (sangat baik), hasil belajar kognitif siswa memperoleh persentase 95% (tuntas), hasil belajar afektif siswa memperoleh persentase 95% (tuntas), Hasil mencapai persentase 100% (membudaya), dan diperoleh persentase 91% (sangat baik) untuk hasil belajar psikomotorik. Hasil temuan ini memberikan kesimpulan bahwa model BATIK dapat diterapkan sebagai pendekatan alternatif pada permasalahan yang yaitu untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Berdasarkan temuan penelitian, penerapan model BATIK dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Disarankan agar model ini digunakan sebagai pendekatan alternatif terhadap permasalahan yang sama