Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GURU TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA TUNAGRAHITA DI KELAS 5 SDN KEBUN BUNGA 1 BANJARMASIN Ramadhanie, Annisa; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru pendamping khusus terhadap prestasi akademik siswa tunagrahita di kelas 5 SDN Kebun Bunga 1 Banjarmasin. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi bimbingan intensif, penyederhanaan materi, dan penggunaan media pembelajaran visual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan menghasilkan peningkatan prestasi akademik secara bertahap, sebagaimana tercermin pada nilai rapor dan perkembangan kognitif siswa. Pendekatan ini juga mendukung kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa tunagrahita. Dengan demikian, strategi pembelajaran individual yang intensif menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah dasar.
MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PBL, METODE DEMONSTRASI DAN BERMAIN PERAN Humaira, Putri Aleyda; Rafianti, Wahdah Refia
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6294

Abstract

The problems encountered in the field are driven by children's low social-emotional skills in sharing, helping, and assisting friends. This is caused by environmental factors, a lack of variety in methods used, one-way learning, and a lack of teacher stimulation in developing social-emotional skills in sharing, helping, and assisting friends, resulting in children's social-emotional development not meeting expectations. The solution is to use the Problem-Based Learning model, demonstration methods, and role playing. This classroom action research used a qualitative approach with three meetings and 16 children in Group A at Bakti 1 Islamic Kindergarten, Banjarmasin. Data were collected through observation. The findings indicate that in the first meeting, teacher activity was rated "Very Good," while student activity fell within the "All Children Active" criteria, and children's social-emotional development was categorized as "Developing Very Well." Therefore, the research results can serve as a reference in selecting appropriate models or methods to support optimal social-emotional development in children. ABSTRAK Permasalahan yang terjadi dilapangan dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan sosial emosional anak dalam berbagi, menolong dan membantu teman. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan, metode yang digunakan kurang bervariasi, pembelajaran bersifat satu arah serta kurangnya stimulus guru pada pengembangan kemampuan sosial emosional dalam berbagi, menolong dan membantu teman sehingga menyebabkan pengembangan kemampuan anak dalam sosial emosional belum sesuai harapan. Solusinya yaitu dengan penggunaan model Problem Based Learning, metode demonstrasi dan bermain peran. Penelitian tindakan kelas ini digunakan pendekatan kualitatif dengan 3 kali pertemuan dan 16 anak pada kelompok A TK Islam Bakti 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada pertemuan pertama, aktivitas guru memperoleh penilaian dalam kategori “Sangat Baik”, sementara aktivitas siswa berada dikriteria “Seluruh Anak Aktif”, serta perkembangan aspek sosial emosional anak tergolong kategori “Berkembang Sangat Baik”. Sehingga, hasil penelitian mampu jadi acuan pada pemilihan model atau metode yang tepat untuk mendukung perkembangan sosial emosional anak secara optimal.
PENERAPAN MODEL GALAKSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS Sari, Mir'atin Ayu Mina; Rafianti, Wahdah Refia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.48217

Abstract

Permasalahan yang ada dalam penelitian ini yaitu rendahnya aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Setting penelitian di SDN Kebun Bunga 3 Banjarmasin tahun ajaran 2024/2025. Jumlah siswa kelas IVB sebanyak 17 orang. Analisis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh skor 32 dengan kriteria "Sangat Baik". Aktivitas siswa mencapai 94% kriteria "Sangat Aktif". keterampilan berpikir kritis siswa mencapai 94% kriteria "Sangat Terampil" dan Hasil belajar siswa mencapai ketuntasan 94%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek, sehingga disarankan penggunaan model GALAKSI sebagai alternatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL BATIK DI SEKOLAH DASAR Kurniawati, Hesti; Rafianti, Wahdah Refia
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa muatan Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa menggunakan model BATIK. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua macam pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VA SDN Alalak Tengah 4 tahun 2022/2023, dengan jumlah siswa sebanyak 22 siswa. Analisis data disajikan secara deskriptif, dengan penjelasan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan interpretasi persentase. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru memperoleh persentase 100% (sangat aktif), aktivitas siswa memperoleh persentase 95% (sangat baik), hasil belajar kognitif siswa memperoleh persentase 95% (tuntas), hasil belajar afektif siswa memperoleh persentase 95% (tuntas), Hasil mencapai persentase 100% (membudaya), dan diperoleh persentase 91% (sangat baik) untuk hasil belajar psikomotorik. Hasil temuan ini memberikan kesimpulan bahwa model BATIK dapat diterapkan sebagai pendekatan alternatif pada permasalahan yang yaitu untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Berdasarkan temuan penelitian, penerapan model BATIK dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Disarankan agar model ini digunakan sebagai pendekatan alternatif terhadap permasalahan yang sama
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Muatan PPKn Menggunakan Model Pembelajaran PBL, TS, MM Kelas III Wulandari, Siti Risma; Rafianti, Wahdah Refia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyoroti rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Mawar 2 Banjarmasin, yang disebabkan oleh metode pembelajaran satu arah, kurang menarik, dan kurangnya fokus siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar PPKn menggunakan kombinasi model PBL, Talking Stick, dan Mind Mapping. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam tiga pertemuan dengan 30 siswa (15 laki-laki dan 15 perempuan). Data dikumpulkan melalui tes evaluasi dan dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel, grafik, dan persentase. Hasil menunjukkan aktivitas guru mencapai 29% (sangat baik), aktivitas siswa mencapai 80% (sangat aktif), hasil belajar kognitif 87% (sangat baik), hasil belajar afektif 93% (sangat baik), dan hasil belajar psikomotorik 97% (sangat baik). Kesimpulannya, penerapan kombinasi model PBL, Talking Stick, dan Mind Mapping dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Disarankan agar model ini digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Efektivitas Model Tanggap Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PPKN Di Sekolah Dasar Adawiah, Rabiatul; Rafianti, Wahdah Refia
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v4i3.3349

Abstract

In elementary schools, civic education (PPKn) is still predominantly centered on traditional teacher-centered approaches. These approaches do not actively engage students and do not help them develop critical thinking skills.  This study tested the TANGGAP learning model, which integrates three approaches: Problem Based Learning (PBL), Numbered Head Together (NHT), and Talking Stick, to improve student activity, critical thinking skills, and learning outcomes. The study was conducted in two cycles on 17 students in fourth grade at SDN Kebun Bunga 3 Banjarmasin. Rubric evaluasi critical thinking, observation sheets for student and teacher activities, and learning outcome tests. Using descriptive quantitative analysis, the data were analyzed to determine the percentage increase for each indicator. The results showed that the TANGGAP model is effective in raising the quality of civics learning in elementary schools by encouraging students to actively participate, work together, and mastery their material. The increase in student activity was 41% to 94%, critical thinking skills was 35% to 88%, and learning mastery was 47% to 94%.
MENGEMBANGKAN ASPEK MOTORIK HALUS DALAM KEGIATAN MENGGUNTING SESUAI DENGAN POLA MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA KAIN FLANEL PADA KELOMPOK B TK AGRINUSA BANJARBARU Qanita, Silma Fatia; Rafianti, Wahdah Refia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6841

Abstract

The problem in this study is the low fine motor development of children in cutting activities in accordance with the pattern. This is due to the lack of learning that is less interesting, learning in only one direction and the lack of activities to stimulate the ability to cut according to patterns in children. The impact of the ability to cut according to the pattern does not develop as expected. Efforts to solve this problem by using a combination of Project Based Learning models, demonstration methods and flannel media. This study aims to describe the activities of teachers, children’s activities and analyze the result of fine motor development of children. This approach uses a qualitative approach to the type of class action research, conducted 3 the meeting, the subject of research children Group B TK Agrinusa Banjarbaru totaling 15 children. Data analysis is done by observation sheet and rubric. The results showed that the combination of Project Based Learning model, demonstration method and flannel media that increase the activity of teachers, children's activities and develop fine motor skills of children with evidence (1) the activity of teachers get a score of 26 with the category of “very good”. (2) children's activities get a percentage of 100% with the Category “All Active children”. (3) the results of the child's fine motor development reached a percentage of 93% with the category “very well developed”. ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menggunting sesuai dengan pola. Hal ini disebabkan kurangnya pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran hanya satu arah dan kurangnya kegiatan yang menstimulus kemampuan menggunting sesuai dengan pola pada anak. Dampaknya kemampuan dalam menggunting sesuai dengan pola pada anak tidak berkembang sesuai harapan. Upaya pemecahan masalah ini dengan menggunakan kombinasi model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Kain Flanel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 3 kali pertemuan, subjek penelitian pada anak kelompok B TK Agrinusa Banjarbaru yang berjumlah 15 anak. Analisi data dilakukan dengan lembar observasi dan rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Kain Flanel bahwa meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan mengembangkan motorik halus anak dengan bukti (1) aktivitas guru mendapatkan skor 26 dengan kategori “Sangat Baik”. (2) aktivitas anak mendapatkan persentase 100% dengan kategori “Seluruh Anak Aktif”. (3) hasil perkembangan motorik halus anak mencapai persentase 93% dengan kategori “Berkembang Sangat Baik”
Pendampingan Perancangan Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Keterampilan Mengajar Abad 21 Bagi Guru Sekolah Dasar Aslamiah, Aslamiah; Cinantya, Celia; Rafianti, Wahdah Refia; Sins, Ihsak
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2024
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dedikasi.v6i1.7911

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Guru – Guru di Sekolah Dasar dalam merancang model pembelajaran inovatif berbasis ketrampilan mengajar abad 21, sebagai Upaya dalam memenuhi kompetensi peserta didik Abad 21. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode cera,ah, diskusi dan praktek terbimbing. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di SD Negeri Melayu 5, Banjarmasn dan diikuti oleh selurruh Guru, Tenaga Kependidikan dan mahasiswa magang. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memiliki pengetahuan tentang macam- macam model pembelajaran inovatif serta memiliki ketrampilan dalam merancang model pembelajaran inovatif berbasis ketrampilan mengajar abad 21. Hasil pendampingan tersebut terlihat dari evaluasi kegiatyan yang menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan adalah 90% dan tingkat keterampilan peserta dalam merancang model pembelajaran inovatif mencapai lebih dari 90%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pendampingan perancangan model pembelajaran inovatif berjalan dengan sukses dan berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN E-LKPD BERBASIS WIZER.ME BAGI MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR PROGRAM STUDI PGSD Cinantya, Celia; Suriansyah, Ahmad; Aslamiah, Aslamiah; Amelia, Rizky; Ngadimun, Ngadimun; Rafianti, Wahdah Refia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.34235

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi digital baik pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Asistensi Mengajar dalam merancang pembelajaran inovatif, sebagai Upaya dalam memenuhi kompetensi pendidik Abad 21. Selain itu, Mahasiswa yang terlibat dalam asistensi mengajar perlu dibekali dengan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis digital, salah satunya melalui E-LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik). Platform Wizer.Me dipilih karena kemudahan penggunaannya dalam membuat LKPD yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Subjek kegiatan ini adalah Mahasiswa asistensi mengajar Program Studi PGSD. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memiliki pengetahuan merancang E-LKPD serta memiliki ketrampilan dalam merancang E-LKPD yang interaktif berbasis aplikasi wizer.me. Hasil pendampingan tersebut terlihat dari evaluasi kegiatan yang menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan adalah 93% dan tingkat keterampilan peserta dalam merancang E-LKPD berbasis wizer.me lebih dari 93%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pendampingan perancangan model pembelajaran inovatif berjalan dengan sukses dan berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.
PENERAPAN MODEL PLAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA Wahyudi, Muhammad Niko; Rafianti, Wahdah Refia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33916

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar pada muatan matematika melalui penerapan model pembelajaran PLAY, yaitu perpaduan dari model PBL, NHT, dan CRH. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran, tes untuk mengevaluasi hasil belajar, serta dokumentasi guna merekam peristiwa-peristiwa penting yang terjadi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan persentase pencapaian setiap aspek pada masing-masing pertemuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan: aktivitas guru naik dari 75% menjadi 97%, aktivitas siswa dari 33% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis siswa dari 42% menjadi 92%, serta hasil belajar meningkat dari 17% menjadi 92%. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Matematika di jenjang Sekolah Dasar.