Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Business Management

Strategi Monitoring, Rescheduling, Reconditioning Dan Restruturing Dalam Mengatasi Pembiayaan Nurfidah, Nurfidah; putra, Dian Pramana; Rosdiyanti, Evi; Ramadhana, Wahyu
Business Management Vol 2, No 1 (2023): Business Management Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/bisnis.v2i1.4442

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada pelaksanaan Monitoring, Rescheduling, Reconditioning dan Restructuring sebagai upaya penyelesaian pembiayaan bermasalah. Dimana perkembangan lembaga keuangan syariah saat ini khususnya Koperasi Syariah cukup stabil. Meskipun ada beberapa anggota pembiayaan yang mengalami kemacetan dalam mengangsur. Sehingga dari permasalahan tersebut Koperasi Syariah mampu menanggulanginya dengan baik. Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun skripsi ini adalah pendekatan kualitatif jenis penelitian diskriptif. Informasi diperoleh dari observasi, dokumentasi dan wawancara langsung. Teknik analisis data dengan model interaktif. Hasil penelitian ini menyimpukan bahwa: Pelaksanaan Monitoring, Rescheduling, Reconditioning, dan Restructuring dalam mengatasi pembiayaan bermasalah di KSPPS Al Bahjah Bima dan BTM An-Nuur Bima yaitu 1. Monitoring dengan melakukan pengecekan secara administratif dan kunjungan langsung ke tempat usaha anggota. 2. Rescheduling yakni dengan memperpanjang waktu pembiayaan. 3. Reconditioning yaitu dengan memberikan surat penagihan dan pengambilan jaminan. 4. Restructuring yaitu dengan menambah modal dan jaminan. Dampak positif adanya Monitoring, Rescheduling, Reconditioning, dan Restructuring yaitu jumlah pembiayaan bermasalah berkurang dan anggota menjadi lebih patuh sedangkan dampak negatifnya akan menurunkan kinerja dan prestasi koperasi apabila tidak segera ditangani.
Pengaruh Media Sosial Facebook Dan Whatsapp Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Pada Toko Karya Baru (Study Kasus Di Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima) Tahun 2022 Nurfidah, Nurfidah; Armin, Armin; Farid, Farid
Business Management Vol 2, No 1 (2023): Business Management Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/bisnis.v2i1.4137

Abstract

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dan modern, membuat Toko Karya Baru memasarkan dan menjual produknya melalui media sosial facebook dan WhatsApp. Pemilihan facebook dan WhatsApp sebagai sarana komunikasi pemasaran karena dengan tujuan memperkenalkan produk Karya Baru ke masyarakat luas tidak hanya lingkup di Woha saja. Dalam memasarkan produkmya melalui media sosial dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar volume penjualan menjadi meningkat. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui kondisi volume penjualan sebelum menggunakan media sosial facebook dan WhatsApp pada Toko Karya Baru 2) Untuk mengetahui strategi yang telah diterapkan oleh Toko Karya Baru 3) Untuk mengetahui volume penjualan setelah menggunakan media sosial facebook dan WhatsApp pada Toko Karya Baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang termasuk dalam penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data melalui data primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Kondisi volume penjualan sebelum menggunakan media sosial facebook dan WhatsApp pada Toko Karya Baru memakai strategi tradisional, yaitu media cetak berupa sepanduk dan banner. Kondisi volume penjualan sebelum menggunakan media sosial berjumlah 3.427 unit produk yang terjual dengan pendapatan Rp. 47.350.000,00. 2) Strategi pemasaran menggunakan media sosial facebook dan WhatsApp pada Toko Karya Baru: a) Menawarkan Produk sesuai harga dan kualitas, b) Melakukan perencanaan pemasaran dengan melakukan konsultasi dan koordinasi antara karyawan dan pemilik toko, c) Pelaksanaan straategi pemasaran penjualan melalui facebook story di facebook, WhatsApp grup, dan status pada story WhatsApp. d) Karya Baru melakukan evaluasi secara berkala 2 minggu sekali. 3) Sesudah menggunakan media sosial facebook dan WhatsApp kondisi volume penjualan meningkat tetapi tidak signifikan setiap tahunnya.