Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Influence of Self-Leadership and Self-Motivation on Interest in Entrepreneurship in Management Study Program Students, STIE Eka Prasetya Medan Citra Dewi
Outline Journal of Management and Accounting Vol. 1 No. 1 (2022): June
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/ojma.v1i1.5

Abstract

This study aims to determine the effect of Self Leadership on Entrepreneurial Interest at STIE Eka Prasetya, determine the effect of Self Motivation on Entrepreneurial Interest at STIE Eka Prasetya, determine the effect of Self Leadership and Self Motivation on Entrepreneurial Interest at STIE Eka Prasetya. The population is all students of the management study program STIE Eka Prasetya period 2015 to 2019. Using the Slovin formula an error rate of 10%, a total sample of 91 respondents was obtained. The results showed that the Self Leadership and Self Motivation partially have a positive and significant effect on Student Entrepreneurial Interest in management study program at STIE Eka Prasetya. The results showed that Self Leadership and Self Motivation have a positive and significant effect on Entrepreneurial Interest in STIE Eka Prasetya. The results of this study are supported by the value of R square (R2) which means that Self Leadership and Self Motivation have an effect on the Entrepreneurial Interest. While the remaining is influenced by other factors originating from outside the research model such as the availability of capital, talent, creativity, innovation, networking and communication.
WORKSHOP PENGGIAT P4GN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT MELALUI MANAJEMEN KOMUNIKASI EFEKTIF Mariska Febrianti; Citra Dewi; Gilang Restu Anggara; Devri Aryansyah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

P4GN merupakan singkatan dari Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika didalamnya memiliki 4 Strategi dalam mewujudkan P4GN itu sendiri. Seperti Soft Power Approach memiliki strategi Rehabilitasi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pencegahan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali calon Penggiat Anti Narkoba dengan materi P4GN, dan menyampaikan pesan-pesan anti narkoba melalui manajemen komunikasi efektif. Metode pkm ini adalah berupa penyuluhan tentang manajemen komunikasi efektif bagi perwakilan yang terdiri dari organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan dan tokoh-tokoh masyarakat di Provinsi Bengkulu. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan workshop Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkotika (P4GN) agar dapat meningkatkan motivasi pada Penggiat Anti Narkoba nantinya dapat disosialisasikan pengetahuan tersebut dan mengimplementasikan rencana aksi program P4GN pada instansi/lingkungannya. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai instansi yaitu KNPI, PKH, PPNI, KD Mas, Kwarda Pramuka, PMI Provinsi, FPPB, KIPAN Bengkulu, Karang Taruna dan PKK. Hasil kegiatan ini semua peserta memahami pentingnya penguasaan komunikasi yang efektif dengan banyak berlatih agar dapat membagikan informasi P4GN ke masyarakat.
Analysis of Understanding of Tax Regulations and Awareness on Compliance with Socialization as a Moderating Variable Latersia Br Gurusinga; Jhon Raphael Saragih; Citra Dewi
International Journal of Economics and Management Research Vol. 4 No. 2 (2025): August: International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v3i3.435

Abstract

Understanding of tax regulations and taxpayer awareness can affect taxpayer compliance. The better the understanding of tax regulations and taxpayer awareness, the higher the taxpayer compliance. This study aims to analyze the effect of understanding of tax regulations and taxpayer awareness on taxpayer compliance with tax socialization as a moderating variable at the Lubuk Pakam Pratama Tax Service Office. A total of 100 respondents were selected as samples using purposive sampling techniques. Data analysis was carried out using multiple linear regression tests. The results of the study indicate that partially, understanding of tax regulations has a positive and significant effect on taxpayer compliance, taxpayer awareness has a positive and significant effect on taxpayer compliance. Simultaneously, understanding of tax regulations and taxpayer awareness have a positive and significant effect on taxpayer compliance. Based on the moderated regression analysis (MRA) test, tax socialization is unable to strengthen understanding of tax regulations on taxpayer compliance and tax socialization is able to strengthen taxpayer awareness on taxpayer compliance.
WORKSHOP TANTANGAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ABAD 21 BAGI SISWA DI SMAN 15 BENGKULU UTARA Mariska Febrianti; Aziiz Rahman Putra; Citra Dewi; Suci Dwina Darma; Dicky Rachmadany; Kiki Handika
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Abad 21 sangat berbeda dengan sebelumnya baik dari sistem pembelajaran, kurikulum, bahan bacaan dan pola pikir serta karakter peserta didiknya. Abad 21 ini identik dengan teknologi baik itu dalam versi media pembelajaran ataupun untuk evaluasi pembelajaran. Selain itu dengan banyaknya kemajuan dan perubahan yang terjadi menyebabkan perbedaan tantangan yang dihadapi oleh peserta didik. Oleh karena itu, tim Dosen dan Mahasiswa FKIP Universitas Dehasen Bengkulu mengadakan Workshop Tantangan Pembelajaran Bahasa Inggris pada Abad 21 bagi siswa sebagai peserta didik di SMAN 15 Bengkulu Utara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman baru dan menyebarluaskan informasi kepada siswa di SMAN 15 Bengkulu Utara tentang hal-hal yang bisa menjadi tips dan trik untuk menghadapi permasalahan dalam pembelajaran abad 21. Selain itu workshop ini juga membahas mengenai rencana karir kedepan bagi siswa SMAN 15 Bengkulu Utara. Pendidikan tidak hanya terbatas di SMA namun ada opsi lain yang bisa didapatkan dengan mengembangkan kemampuan dan kreativitas untuk karir kedepannya. Hasil dari kegiatan ini siswa termotivasi untuk terus belajar, berkarya dan semangat menghadapi tantangan pembelajaran abad 21. Karakter dan pola pikir bisa di bentuk dan diasah dengan belajar, berkolaborasi dan berinovasi.
DIGITALISASI BATAS ADMINISTRASI DESA SUKANEGARA DALAM BENTUK PETA TEMATIK UNTUK MENDUKUNG SISTEM INFORMASI DESA Rahma Anisa; Citra Dewi; Romi Fadly; Atika Sari; Muhammad Febryanto; Marcell N.F
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6111

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan digitalisasi batas administrasi Desa Sukanegara dalam bentuk peta tematik digital guna mendukung pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Secara khusus, kegiatan ini ditujukan untuk menyusun peta batas administrasi desa berbasis data geospasial yang akurat sesuai Permendagri No. 45 Tahun 2016, meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pemanfaatan teknologi geospasial untuk penetapan dan penegasan batas, serta menyediakan peta tematik yang valid untuk mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan aset, dan pelayanan publik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi regulasi teknis, pendampingan proses penetapan batas, dan penyusunan peta digital. Proses digitalisasi dilakukan dengan metode kartometrik dan survei GNSS (Global Navigation Satellite System) sehingga menghasilkan peta yang tidak hanya informatif secara visual, tetapi juga memiliki ketelitian posisi spasial yang memadai. Desa Sukanegara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena belum memiliki dokumen peta batas administrasi yang terdigitalisasi dan terverifikasi. Melalui rangkaian kegiatan ini, telah berhasil disusun data spasial batas wilayah yang akurat dan terdokumentasi, serta dilengkapi dengan Berita Acara Kesepakatan Batas Desa yang melibatkan perangkat desa, kepala dusun, dan tokoh masyarakat. Produk akhir berupa satu lembar Peta Tematik Batas Administrasi Desa Sukanegara berskala 1:7.000 yang disusun menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan telah melalui proses georeferencing. Peta ini siap diintegrasikan ke dalam SID untuk mendukung perencanaan pembangunan dan tata kelola wilayah yang lebih efektif, akurat, dan transparan.
Instructional Leadership Management for Teachers in Indonesia Rita Prima Bendriyanti; Citra Dewi; Suwarni
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 3 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i3.2169

Abstract

In the context of education in Indonesia, the quality of learning is largely determined by the effectiveness of instructional leadership implemented by school leaders, especially principals. Instructional leadership plays an important role in guiding teachers to improve the quality of teaching, learning planning, and student learning outcomes. Unfortunately, many teachers in Indonesia still face challenges in terms of academic supervision, development of pedagogical competence, and lack of collaborative culture supported by strong leadership management. Therefore, it is necessary to conduct an in-depth study on how the instructional leadership model can be managed strategically in the context of Indonesian education. This study aims to analyze the role and strategies of instructional leadership management in supporting teacher performance in Indonesia. Specifically, this study explores best practices, implementation barriers, and the contribution of instructional leadership to teacher professional development and improving the quality of learning. The method used is qualitative research based on literature review, by reviewing various scientific articles, education policy reports, and relevant academic publications from the last 5 years. The analysis was conducted thematically to identify patterns, approaches, and strategic implications of instructional leadership practices in Indonesian schools. The results of the study show that the success of instructional leadership is greatly influenced by the principal's ability to build a learning vision, provide professional support to teachers, and create a conducive school climate. In addition, teacher involvement in decision-making and ongoing training has been shown to increase learning effectiveness. Instructional leadership is an important pillar in education management in Indonesia. Strengthening the principal's managerial function, collaboration of teaching teams, and support for education policies are essential to ensure that instructional leadership can contribute to improving teacher quality and student learning outcomes sustainably.
Transformation of Teacher Competencies in Creating Meaningful Learning Citra Dewi; Sukirdi
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v8i1.1575

Abstract

The shifting educational paradigm demands that teachers possess the competencies to create meaningful learning. Transforming teacher competencies is a key factor in facing the challenges of an adaptive, technology-based, and character-building curriculum. This study aims to map teacher competencies in creating meaningful learning based on four main dimensions: pedagogical, professional, social, and personality, as well as identifying strengths and areas that need improvement. A quantitative approach was used with a survey design. The study population was teachers at SDN 16 Bengkulu Selatan. The sample was taken using total sampling, comprising all teachers at the school. The instrument was a Likert-scale questionnaire with 46 statements. Data were analyzed using descriptive statistics to determine the average score for each indicator. The results showed that the majority of indicators were in the good to excellent category, with the highest scores for mastery of learning theory, use of technology, and teacher role models. The lowest scores were found for teacher involvement in village activities and acceptance of peer feedback. Teachers at this school already possess sufficient competencies to create meaningful learning, although social engagement and openness to feedback still require strengthening. These findings form the basis for a more holistic professional development program. This research contributes by integrating four dimensions of teacher competency into a single evaluation framework that can be applied in other schools to comprehensively map the quality of meaningful learning