Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai Islam dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Abdussyukur, Abdussyukur; Fikri, Aiman; Nuraini, Nuraini; Karimah, Fakarotul; Patsun, Patsun; Gazali, Safril
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2625

Abstract

Human resource management (HRM) in education plays a strategic role in improving teacher professionalism as the main actor in the learning process. However, technocratic HRM practices often fail to deeply address ethical and value-based dimensions. This article aims to examine the role of Islamic values-based HRM in enhancing teacher professionalism through a literature review approach. The discussion focuses on integrating Islamic values such as trustworthiness (amanah), justice, responsibility, honesty, and sincerity into all stages of educational HRM, including planning, recruitment, competency development, performance appraisal, and career development systems. The findings indicate that Islamic values-based HRM contributes to the holistic development of teacher professionalism, encompassing not only pedagogical and professional competencies but also character building and professional ethics. Teachers are positioned not merely as professional workers, but as educators entrusted with moral and spiritual responsibilities. This approach also supports the creation of an educational work culture oriented toward quality, role modeling, and sustainability. Therefore, Islamic values-based HRM can serve as a relevant and contextual conceptual framework for strengthening teacher professionalism and improving the quality of Islamic educational institutions in response to contemporary educational challenges.ABSTRAKManajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Namun, praktik manajemen SDM yang bersifat teknokratis sering kali belum menyentuh dimensi nilai dan etika secara mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen SDM berbasis nilai Islam dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui pendekatan kajian pustaka. Fokus pembahasan diarahkan pada integrasi nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan dalam seluruh proses manajemen SDM pendidikan, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, hingga sistem penghargaan dan pembinaan karier guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen SDM berbasis nilai Islam mampu membentuk profesionalisme guru secara holistik, tidak hanya pada aspek kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika profesi. Guru diposisikan tidak sekadar sebagai tenaga kerja profesional, melainkan sebagai pendidik yang mengemban amanah moral dan spiritual. Pendekatan ini juga berkontribusi dalam menciptakan budaya kerja pendidikan yang berorientasi pada kualitas, keteladanan, dan keberlanjutan. Dengan demikian, manajemen SDM berbasis nilai Islam dapat dijadikan sebagai kerangka konseptual yang relevan dan kontekstual dalam upaya peningkatan profesionalisme guru serta penguatan mutu lembaga pendidikan Islam di tengah tantangan perubahan zaman.
Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam Berbasis Pemberdayaan Perempuan Perspektif Siti Walidah Risnawaty, Eka Melliana; Handayani, Sarah; Abdussyukur, Abdussyukur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Islam berbasis pemberdayaan perempuan perspektif Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan) dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer, khususnya kesenjangan gender dalam akses dan partisipasi perempuan. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa perempuan kerap dibatasi ruang geraknya, baik secara kultural maupun struktural, sehingga potensi dan kontribusinya dalam pembangunan belum terwujud secara optimal. Melalui pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research), penelitian ini menelaah literatur primer dan sekunder yang relevan serta dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Kesenjangan gender dalam pendidikan Islam masih menjadi persoalan, terutama dalam akses dan partisipasi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Islam berbasis pemberdayaan perempuan perspektif Siti Walidah dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research) melalui telaah literatur primer dan sekunder yang relevan, serta dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Siti Walidah bersifat progresif, integratif, dan transformatif. Pendidikan dipandang sebagai sarana pemberdayaan perempuan yang mencakup aspek spiritual, intelektual, dan sosial. Konsep “Catur Pusat” yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan keagamaan terbukti relevan dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan gender. Selain itu, integrasi ilmu agama, ilmu umum, dan keterampilan hidup menjadi strategi penting dalam membentuk kemandirian perempuan. Kesimpulannya, pemikiran Siti Walidah tidak hanya bernilai historis, tetapi juga relevan sebagai paradigma strategis dalam pengembangan pendidikan Islam yang responsif gender di era globalisasi.
Rekonstruksi Pendidikan Islam Transendental: Sintesis Kecerdasan Akal Dan Kekuatan Tauhid Dalam Pemikiran Buya Hamka Nurmansyah, Ahmad Hanafi; Fakhrullah; Abdussyukur
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pendidikan Islam menurut Buya Hamka dan relevansinya terhadap problematika pendidikan modern di Indonesia. Di tengah arus globalisasi yang materialistik, dunia pendidikan sering kali terjebak dalam dikotomi antara sains dan agama yang mengakibatkan degradasi moral dan maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menyintesis pemikiran Hamka mengenai integrasi tauhid, kemerdekaan jiwa, dan pembentukan Pribadi Hebat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Hamka menawarkan model integratif yang memosisikan akal sebagai instrumen penemuan dan tauhid sebagai kompas moral. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa relevansi pemikiran Hamka terletak pada reposisi peran guru sebagai Murabbi dan transformasi kurikulum berbasis integritas spiritual. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan Islam integratif yang mendamaikan ketegangan antara rasionalitas modern dan spiritualitas tradisional.
Model Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya Kabupaten Gayo Lues Abdussyukur Abdussyukur
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.74

Abstract

Desain Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya menggunakan target hafalan yang di susun oleh Koordinator Al-Qur’an bersama guru tahfizh berdasarkan target hafalan santri yang telah ditentukan saat rapat kerja (RAKER) pimpinan awal tahun ajaran baru. Koordinator Al-Qur’an bersama tim menentukan model pembelajaran tahfizd yang akan dilaksanakan diantaranya Tahsin, Talaqqi, Ziadah, setoran, murajaah, tasmi’, karantina Qur’an dan Wisuda Qur’an. Koordinator Al-Qur’an menentukan langkah-langkah pembelajaran yang harus diimplementasikan oleh guru Al-qur’an dalam pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya dilakasanakan empat kali tatap muka setiap hari. Pelaksanaannya dimulai dengan kegiatan pembuka (salam, mengondisikan santri, membaca doa dan murajaah satu surah pendek), Kegiatan Inti (Tahsin, Tahfidz, Setoran, muraja’ah atau Tasmi’) dan Kegiatan Penutup (Penilaian dan Doa). Penilaian pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an yang dilakukan di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya dengan sistem setoran hafalan dan tasmi’, bentuk penilaian harian, Mingguan, Bulanan dan Semesteran. Aspek yang dinilai adalah kefashihan, kelancaran hafalan dan capaian hafalan. Dan dilakukan pelaporan secara tertulis capaian hafalan santri kepada pimpinan pesantren dan orang tua santri melalui group whatsapp. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Terpadu Bunayya terdiri dari 3 faktor yaitu faktor santri, faktor pendidik dan faktor ekternal (keluarga dan lingkungan, semua kendala dapat teratasi berkat terjalinnya kerjasama yang baik dari semua pihak yang terkait.
PERSEPSI KEPALA RUMAH TANGGA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK PEREMPUAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH Istiqamah Istiqamah; Abdussyukur Abdussyukur; Izzaturrusuli Izzaturrusuli
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i1.390

Abstract

Kepala rumah tangga merupakan orang yang bertanggung jawab dalam keluarga termasuk pendidikan terhadap anak perempuan. Namun pendidikan anak perempuan sering dipandang sebelah mata, oleh karena itu pendidikan untuk anak perempuan perlu diperhatikan terutama persepesi kepala rumah tangga terhadap pendidikan anak perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat persepsi kepala rumah tangga, faktor penyebab persepsi dan dampak persepsi pada pendidikan anak perempuan di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif (field research) dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yakni studi atau kajian mendalam terhadap informan dalam waktu tertentu yang bertujuan untuk memperoleh gambaran yang utuh dan mendalam. Penelitian dilaksanakan di kampung Keramat Mupakat kecamatan Bebesen daerah perkotaan dan kampung Owaq kecamatan Linge daerah perdesaan. Sumber data primer penelitian ini adalah data-data yang diperoleh dari informan melalui observasi wawancara mendalam dengan masyarakat setempat sebanyak 20 orang yang memiliki anak perempuan dan anak laki-laki, serta sumber data sekunder yang diperoleh dari dokumen dan sumber data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kepala rumah tangga terhadap pendidikan anak perempuan di kabupaten Aceh Tengah dari 20 responden yang memiliki persepsi mendukung pendidikan anak perempuan sebanyak 12 reponden yang berpendapat mendukung pendidikan anak perempuan karena perempuan dan laki-laki sama untuk hak pendidikan oleh karena itu tidak boleh dibedakan. Kemudian 8 responden lebih memprioritaskan pendidikan anak laki-laki karena anak laki-laki sebagai penerus keturunan (patrienal) dan akan menjadi kepala rumah tangga oleh karena itu menurut responden pendidikan anak laki-laki diutamakan. Faktor penyebab persepsi tersebut karena lingkungan kemudian pendidikan terkahir responden, pengalaman bekerja, faktor ekonomi dan pendidikan orang tua sebelumnya. Dampak persepsi mendukung anak perempuan yaitu anak perempuannya didukung menempuh pendidikan dari SMA hingga S2 dan dekat dengan orang tuanya. Faktor penyebab persepsi tersebut karena budaya, tempat tinggal/ lingkungan. Dampaknya terhadap pendidikan anak perempuan yaitu kurang mendukung pendidikan anak perempuannya dan pendidikan anak perempuannya hanya sampai SMP dan SMA.