Claim Missing Document
Check
Articles

Ideologi dalam Unsur Tematik Pada Talkshow Mata Najwa Trans 7 Episode “Gara-Gara Tagar” Revina Siska Widiastuti; Jatmika Nurhadi
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi terkait ideologi dalam unsur tematik pada talkshow Mata Najwa Trans7 edisi “Gara-Gara Tagar”. Unsur tematik ini dikaji untuk memperoleh gambaran keberpihakan acara ini pada kubu presiden tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data didapatkan dari tayangan Youtube Mata Najwa. Terdapat tujuh segmen yang dikaji. Hasil dari penelitian ini adalah terdapatnya keberpihakan ideologi Mata Najwa terhadap kubu petahana. Kata Kunci: Ideologi, Mata Najwa, Talkshow, Tanda Pagar
Strategi Ekslusi dalam Pemberitaan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Media Daring tirto.id Aina Rosyda Syamila; Jatmika Nurhadi
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3238

Abstract

Secara umum, penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu LGBT yang menjadi komoditas perhatian media dan dijadikan konsumsi publik baik dari segi agama maupun hukum menggunakan bahasa sebagai alatnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi eksklusi dalam pemberitaan LGBT. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan pada emoat berita pada edisi terbit yang diambil pada rentang waktu Januari 2018 sampai Februari 2019. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi eksklusi yang ditampilkan media Tirto.id cenderung menampakkan bagaimana nasib kelompok LGBT yang mengalami banyak tantangan dengan sering kali dicap jelek atau dianggap rendah oleh orang lain.Kata Kunci: Eksklusi, Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, tirto.id
Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Anak Menggunakan Algoritma Aplikasi Tiktok, Instagram Reels, dan Youtube Shorts Rizaldi Malik; Jatmika Nurhadi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.8123

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan mengenai cara menggunakan aplikasi platform video pendek berupa Tiktok, Instagram Reels, Youtube Shorts untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak (membaca, menulis, menyimak, dan berbicara) melalui pemanfaatan algoritma aplikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Empathy Map pada lima orang ibu yang memiliki anak dibawah lima tahun dan analisis konten pada aplikasi untuk mengetahui strategi yang tepat dalam memanfaatkan algoritma aplikasi. Aplikasi tersebut sangat dekat dengan kehidupan manusia yang berada pada Era Society 5.0. Fenomena yang sering terlihat adalah anak-anak sangat menyukai bermain dan menonton video melalui ponsel. Namun, aplikasi Tiktok dan sejenisnya bukanlah aplikasi khusus edukasi, ada banyak video yang ditampilkan tanpa adanya filter. Sehingga dapat menyebabkan kemungkinan video yang ditonton anak adalah video yang tidak baik dan belum pantas ditonton oleh anak-anak. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman dan trik pemanfaatan algoritma aplikasi agar strategi pembelajaran dapat berjalan dengan baik. hasil penelitian ini berisi: 1) hasil analisis Empathy Map, 2) hasil analisis algoritma aplikasi, 3) memahami algoritma aplikasi, 4) strategi memanfaatkan algoritma aplikasi, dan 5) membangun akun aplikasi yang relevan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak.
RHETORICAL MOVES DALAM INDUKSI HIPNOTERAPI: ANALISIS GENRE Nurul Ashyfa Khotima; Dadang Sudana; Wawan Gunawan; Jatmika Nurhadi; Sintia Hapsyah Rahman
Jurnal Semantik Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Number 1, February 2023
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v12i1.p21-36

Abstract

Hypnotherapy can be used as an effective therapy to overcome certain symptoms and conditions by entering the subconscious mind and giving positive suggestions to clients. When a therapist provides hypnosis, there is a distinctive linguistic structure. This structure can be analyzed using genre analysis. This study will focus on genre analysis in hypnotherapy induction by looking at the rhetorical moves structure of each hypnotherapy technique performed. In this research, the descriptive qualitative method is used, which aims to describe the rhetorical moves contained in the hypnotherapy induction script. The data used in this study were obtained from the Indonesian Board of Hypnotherapy training module in as many as five induction scripts. The technique used to analyze the data was immediate constituent analysis of each utterance in the hypnotherapy induction script. This research produces 20 rhetorical moves that have been classified from 203 utterances contained in the hypnotherapy induction script. Based on the speech acts, rhetorical moves in hypnotherapy are characterized by performative verbs commanding, declaring, informing, and praising, such as the use of the verbs pay attention, relax, imagine, and feel. The results show similarities and differences in the structure of rhetorical moves that can change and are not fixed.
SENYAPAN DAN KILIR LIDAH PADA KOMEDIAN AKIBAT PENYIMPANAN MEMORI DALAM PREFRONTAL CORTEX Luffiati Gina Puspita; Khalid Abdullah Harras; Jatmika Nurhadi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/kls.v7i2.14613

Abstract

This study aims to discuss pauses and slips of the tongue in comedian and relation to memorystorage in the prefrontal cortex on the utterance of Indonesian comedian Dustin Tiffani in“Mencoba Mengerti'' on YouTube channel Majelis Lucu Indonesia (MLI). This research is adescriptive qualitative method through descriptions systematically based on the facts of thephenomenon. The data techniques used are listening, note-taking, and documentation techniqueswith stages: (1) listening and analyzing Dustin Tiffani’s videos which was published on Youtube;(2) transcribing as card data in Dustin Tiffani’s videos; (3) classifying the data based on pausesand slips of the tongue theory, and (4) describing the results research on findings and discussion.The study found that disturbances in speaking were in the form of pauses are: (1) filled silences;(2) silent silences, and; (3) combined silences, whereas in the slips of the tongue found in the form of: (1) errors in the semantic selection; (2) mixed words (blends); (3) errors in the assembly, and; (4) errors in syllables. The phenomenons are related to the function of the prefrontal cortex as a memory storage area due to head trauma that has been suffered and affects Dustin Tiffani's speech.Keywords: Dustin Tiffani, pause, slips of the tongue, psycholinguistics, prefrontal cortex
Enhancing writing skills and language creativity through the plus-minus-interesting technique: A case study at the primary school level Isah Cahyani; Jatmika Nurhadi; Mentari Mentari
Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 13, No 1 (2023): Vol. 13, No.1, May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijal.v13i1.58257

Abstract

Language creativity plays a pivotal role in facilitating effective communication, especially in written expression. Proficient writing skills require a dedicated teaching and learning process that nurtures critical thinking abilities. While the significance of language creativity and writing skills has been acknowledged, empirical research focusing on explicit techniques to enhance these skills among young learners is needed. Addressing this research gap, this study explores the impact of integrating the PMI (Plus-Minus-Interesting) technique, an integral component of the Cognitive Research Trust framework, in teaching narrative text to primary school students. Employing a case study research method, this study involves 67 students, with data collected through observations, interviews, and analysis of selected students' multiple drafts. The findings reveal significant improvements across various aspects of students' written texts, including word count, vocabulary usage, flow, and organizational structure, following the implementation of the PMI technique. Observations demonstrate that students displayed heightened levels of active engagement and expressive writing when utilizing the PMI technique, effectively incorporating 'plus', 'minus', and 'interesting' elements from their personal experiences. This integration enhanced their overall written communication skills. Based on the study's results, the PMI approach provides clear and structured instruction in literacy learning and development. It particularly offers a practical approach for nurturing language creativity and improving writing skills among young learners.
Tindak Tutur Direktif dalam Terapi Anak Autis Nida Nurohmah; Jatmika Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori tindak tutur direktif pada proses terapi anak autis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori tindak tutur menurut Bach dan Harnish. Sumber data penelitian ini adalah tuturan terapis pada saat melakukan terapi terhadap anak autis di SLB Purnama Asih Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tindak tutur yang digunakan oleh terapis saat melakukan terapi terhadap anak autis, meliputi: requestives (mengajak), questions (bertanya), requirements (memerintah, menginstruksikan, mengarahkan, mengomando) prohibitives (melarang), permissives (membolehkan), dan advisories (menasihati). Adapun tindak tutur direktif yang dominan digunakan, yaitu tindak tutur direktif kategori requirements.
Realisasi Tuturan Anak Down Syndrome dalam Interaksi Pembelajaran di Sekolah Luar Biasa Destri Susilowati; Jatmika Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur ilokusi dan kendala tutur anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran di SPLB C YPLB Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan siswa down syndrome tingkat Sekolah Dasar di SPLB C YPLB Kota Bandung. Teknik pengumpulan data melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian realisasi tuturan anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran di SPLB C YPLB Kota Bandung ditemukan penggunaan tiga klasifikasi tindak tutur ilokusi, yakni tindak tutur asertif 47 tuturan (69.1%), tindak tutur direktif 19 tuturan (28%), dan tindak tutur ekspresif 2 tuturan (2.9%). Selain itu, ditemukan kendala tutur pada ketiga anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran, meliputi penghilangan bunyi vokal dan konsonan (omisi) 23 tuturan (69.7%), penggantian bunyi vokal dan konsonan (substitusi) 8 tuturan (24.2%), dan ketidakjelasan kosakata 2 tuturan (6.1%). Kendala tutur yang dialami ketiga anak down syndrome membuat tuturan yang diujarkan selama interaksi pembelajaran tidak lengkap dan jelas.
POSTINGAN CYBERBULLYING RUHUT SITOMPUL TERHADAP BACAPRES ANIES BASWEDAN: ANALISIS WACANA KRITIS Wendra Riyadi Somantri; Jatmika Nurhadi
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social media such as X is currently a common consumption for people to obtain and disseminate certain information. However, there are negative sides of social media such as hate speech and bullying which is commonly referred to as Cyberbullying. Based on the problem, the purpose of this research is to show the discourse of Cyberbullying in X posts from Ruhut Sitompul's account that are bullying presidential candidate Anies Baswedan. The method used in this research is Critical Discourse Analysis with data taken in the form of images and written discourse which are then analyzed using Teun A. Van Dijk's three dimensions. The results of this study will show how cyberbullying carried out by Ruhut Sitompul and netizen comments can be explained through Teun A. Van Dijk's three-dimensional Critical Discourse Analysis, namely: (1) Macrostructure Analysis (Thematic); (2) Superstructure Analysis (Schematic); and (3) Microstructure Analysis. Based on the findings, the conclusion that will be generated is that the discourse of Cyberbullying can be known the intent and purpose of the utterance through the discourse of Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model.
TINGKAT KESANTUNAN BERBAHASA ADUAN DAN ASPIRASI DALAM LAPOR UNIT LAYANAN TERPADU UPI: KAJIAN PRAGMATIK Rahmawati Rahmawati; Undang Sudana; Jatmika Nurhadi; Karina Diah Rahmawati
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i2.739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesantunan berbahasa aduan dan aspirasi yang terdapat dalam LAPOR UPI. Tingkat kesantunan berbahasa yang terdapat dalam LAPOR UPI diklasifikasikan menjadi empat tingkatan, yaitu sangat santun, santun, tidak santun, dan sangat tidak santun. Untuk mendukung tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan bantuan analisis pragmatik. Penelitian ini memanfaatkan data korpus berupa aduan dan aspirasi yang berjumlah 47 teks di LAPOR UPI periode Januari 2019 sampai dengan Desember 2020 sebagai data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aduan dan aspirasi yang terdapat dalam LAPOR UPI memiliki tingkat kesantunan yang berbeda-beda. Penelitian ini menemukan 15 data aduan dan aspirasi kategori sangat santun dengan persentase 32%, 17 data aduan dan aspirasi kategori santun dengan persentase 36%, 11 data aduan dan aspirasi kategori tidak santun dengan persentase 23%, dan 4 data aduan dan aspirasi kategori sangat tidak santun dengan persentase hampir 9%. Besaran persentase menunjukkan bahwa pihak yang memberikan aduan dan aspirasi menyampaikan dengan cara yang santun. Hal itu dikarenakan pihak yang dituju dalam aduan dan aspirasi memiliki status sosial yang berbeda, sehingga terdorong untuk menyampaikan aduan dan aspirasi dengan cara yang santun. Tentu saja, sikap santun dalam berbahasa sangat bermanfaat untuk pendidikan karakter bagi masyarakat.