Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Fonologi Bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi, Jawa Barat: Kajian Dialektologi Undang Sudana; Jatmika Nurhadi; Novi Resmini; Diah Wulandari; Andrian Andrian
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fonologi antara bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi melalui pendekatan dialektologi. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan situasi kebahasaan di titik pengamatan (TP) berdasarkan penghitungan dialektometri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode cakap, simak, rekam, dan catat. Sumber data berasal dari penutur asli bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi berdasarkan daftar tanyaan berjumlah 200 kosakata Swadesh dan Budaya yang telah dimodifikasi. Analisis data menggunakan metode padan dan dialektometri. Hasil perbandingan titik pengamatan ditemukan 45 glosa variasi fonologi. Hasil perhitungan dialektometri variasi fonologi sebanyak 22,5% menunjukkan status adanya perbedaan kebahasaan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pertahanan identitas bahasa/dialek, prestise pemakaian bahasa/dialek, faktor kekeluargaan, faktor budaya, faktor sosial, dan letak geografi kedua TP yang berjauhan. Oleh karena itu, penelitian ini mengidentifikasi bahwa bahasa Sunda di Pangandaran dan Sukabumi memiliki status kekerabatan yang jauh.
Ecopedagogical Values in Traditional Idiomatics Yayat Sudaryat; Nurhadi, Jatmika
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i1.7

Abstract

The facts show that Nusantara (Indonesia) culture keeps a lot of local wisdom values. One of the cultural forms of Nusantara culture owned by Sundanese people is traditional expression. In the Sundanese language, traditional expression implied eco-pedagogical values. This research will comprehensively expose the eco-pedagogic values in the traditional Sundanese expression. This research used descriptive method and documentation technique or bibliographical study. The data was analyzed by immediate constituent analysis and hermeneutic analysis techniques. This research data is a number of traditional idiomatic Sundanese languages containing eco-pedagogical value. The result of the research showed that Sundanese traditional idiomatic contained eco-pedagogical values that can be used as the basis for local wisdom. The value of eco-pedagogic refers to real-life values based on the natural environment perspective. The eco-pedagogical aspect refers to the natural environment, flora, and fauna. So, this suggests that traditional idiomatics contain words that relate to nature, flora and fauna. For example, humans should not be separated from nature (Lamun diarah supana, kudu dipiara catangna). From time to time human civilization evolves from dependening on the nature stage (Bisa ngindung ka usum ngabapa ka jaman), managing the nature stage, to controlling the nature stage (Bisa ngigelan jeung ngigelkeun jaman). The ecopedagogical values which become the repertoire of local wisdom refers to the natural environment, time, flora, and fauna education.
Teknik Penggambaran Aktor Terkait Perundungan Pasangan Gay Thailand di Koran Digital Indonesia Amalia, Tiara Vidya; Anshori, Dadang S.; Nurhadi, Jatmika
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v14i2.8237

Abstract

Actors Representation Technique Related to Thai Gay Couples Bullying in Indonesian Digital Newspapers  ABSTRAKMedia sudah semakin mudah membuat dan menyebarkan berita karena kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya teknik yang digunakan oleh 5 koran digital Indonesia dalam mengeluarkan dan menggambarkan aktor atau peristiwa terkait pemberitaan perundungan pasangan gay Thailand oleh netizen Indonesia dan memaparkan teknik apa saja yang digunakan oleh 5 koran digital Indonesia itu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan teori analisis wacana kritis model Theo van Leeuwen. Penelitian ini menemukan teknik eksklusi berupa pasivasi 4 data dan nominasi 2 data, serta teknik inklusi berupa diferensiasi-indifernsiasi 1 data, objektivitas-abstraksi 4 data, nominasi-kategorisasi 2 data, nominasi-identifikasi 1 data, determinasi-indeterminasi 3 data, asimilasi-individualisasi 3 data dan asosiasi-disosiasi 1 data.Kata kunci: Analisis wacama kritis, Theo van Leeuwen, eksklusi, inklusiABSTRACTThe media has become easier to create and spread news because of technological advances. This research aims to determine whether or not there are techniques used by 5 Indonesian digital newspapers are available in issuing and describing actors or events related to the news of Thai gay couples bullying by Indonesian netizens and to explain what techniques are used by the 5 Indonesian digital newspapers.  The method used is descriptive qualitative and uses critical discourse analysis theory by Theo van Leeuwen's model.  This study found exclusion techniques in the form of 4 data passivation and 2 data nominations, as well as inclusion techniques in the form of 1 data differentiation-indifferentiation, 4 data objectivity-abstraction, 2 data nominations-categorization, 1 data nomination-identification, 3 data determination-indertermination, 3 data assimilation- individualization and 1 data association-dissociation.Keyword: critical discourse analysis, Theo van Leeuwen, exclusion, inclusion
Tindak Tutur Direktif dalam Terapi Anak Autis Nurohmah, Nida; Nurhadi, Jatmika
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori tindak tutur direktif pada proses terapi anak autis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori tindak tutur menurut Bach dan Harnish. Sumber data penelitian ini adalah tuturan terapis pada saat melakukan terapi terhadap anak autis di SLB Purnama Asih Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tindak tutur yang digunakan oleh terapis saat melakukan terapi terhadap anak autis, meliputi: requestives (mengajak), questions (bertanya), requirements (memerintah, menginstruksikan, mengarahkan, mengomando) prohibitives (melarang), permissives (membolehkan), dan advisories (menasihati). Adapun tindak tutur direktif yang dominan digunakan, yaitu tindak tutur direktif kategori requirements.
Realisasi Tuturan Anak Down Syndrome dalam Interaksi Pembelajaran di Sekolah Luar Biasa Destri Susilowati; Jatmika Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur ilokusi dan kendala tutur anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran di SPLB C YPLB Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan siswa down syndrome tingkat Sekolah Dasar di SPLB C YPLB Kota Bandung. Teknik pengumpulan data melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian realisasi tuturan anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran di SPLB C YPLB Kota Bandung ditemukan penggunaan tiga klasifikasi tindak tutur ilokusi, yakni tindak tutur asertif 47 tuturan (69.1%), tindak tutur direktif 19 tuturan (28%), dan tindak tutur ekspresif 2 tuturan (2.9%). Selain itu, ditemukan kendala tutur pada ketiga anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran, meliputi penghilangan bunyi vokal dan konsonan (omisi) 23 tuturan (69.7%), penggantian bunyi vokal dan konsonan (substitusi) 8 tuturan (24.2%), dan ketidakjelasan kosakata 2 tuturan (6.1%). Kendala tutur yang dialami ketiga anak down syndrome membuat tuturan yang diujarkan selama interaksi pembelajaran tidak lengkap dan jelas.
Tindak Tutur Ilokusi Anies Baswedan pada Acara Narasi Mata Najwa “Anies Baswedan Bicara Gagasan” (Kajian Pragmatik) Aunurrohim, Afina Faizah; Jatmika Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori tindak tutur ilokusi yang disampaikan oleh Anies Baswedan dalam acara Narasi Mata Najwa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dengan analisis data; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini mendapatkan hasil bahwa tuturan yang disampaikan Anies Baswedan terdapat 5 kategori tindak tutur ilokusi meliputi tuturan direktif; (melarang, menyarankan & memerintah), tuturan komisif;(menawarkan & menjanjikan) , tuturan deklarasi; (memutuskan, mengizinkan & menyangkal), tuturan ekspresif; (mengharapkan, berterimakasih, mengenang, bersyukur & kekaguman), dan tuturan asertif; (menyatakan & melaporkan). Dominasi tuturan ilokusi yang digunakan adalah tuturan asertif
Peran Bahasa dalam Interaksi Manusia dan Artificial Intelligence pada Terapi Kesehatan Mental Nurhadi, Jatmika; Sudana, Undang; Harini, Yostiani Noor Asmi; Wiyanti, Sri; Amalia, Atika Rahma; Azizah, Helda Nur
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi bahasa yang digunakan oleh Artificial Intelligence (AI) dalam terapi kesehatan mental serta dampaknya terhadap pengalaman terapi pasien. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana AI membangun interaksi kebahasaan dengan pasien dalam konteks terapi kesehatan mental di Indonesia ketika stigma terhadap gangguan psikologis masih menjadi tantangan utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pemanfaatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental, terutama bagi individu yang memiliki keterbatasan dalam mengakses terapis manusia. AI terbukti dapat membantu mengidentifikasi pola perilaku pasien, memberikan umpan balik terkait kondisi psikologis, dan menawarkan strategi manajemen stres yang berbasis kognitif-perilaku. Namun, penelitian juga menemukan bahwa keterbatasan AI dalam mengekspresikan empati dan membangun koneksi emosional dengan pasien menjadi kendala utama dalam efektivitas terapi berbasis AI. Selain itu, tantangan terkait infrastruktur teknologi yang belum merata dan rendahnya literasi digital masih menghambat pemanfaatan AI secara optimal di berbagai wilayah, terutama di Indonesia.
Perbandingan Fonologi Bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi, Jawa Barat: Kajian Dialektologi Sudana, Undang; Nurhadi, Jatmika; Resmini, Novi; Wulandari, Diah; Andrian, Andrian
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fonologi antara bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi melalui pendekatan dialektologi. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan situasi kebahasaan di titik pengamatan (TP) berdasarkan penghitungan dialektometri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode cakap, simak, rekam, dan catat. Sumber data berasal dari penutur asli bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi berdasarkan daftar tanyaan berjumlah 200 kosakata Swadesh dan Budaya yang telah dimodifikasi. Analisis data menggunakan metode padan dan dialektometri. Hasil perbandingan titik pengamatan ditemukan 45 glosa variasi fonologi. Hasil perhitungan dialektometri variasi fonologi sebanyak 22,5% menunjukkan status adanya perbedaan kebahasaan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pertahanan identitas bahasa/dialek, prestise pemakaian bahasa/dialek, faktor kekeluargaan, faktor budaya, faktor sosial, dan letak geografi kedua TP yang berjauhan. Oleh karena itu, penelitian ini mengidentifikasi bahwa bahasa Sunda di Pangandaran dan Sukabumi memiliki status kekerabatan yang jauh.
Konstruksi Isu Dinasti Politik Jokowi dalam Tayangan Youtube Opini Tempo: Analisis Wacana Kritis Rahman, Gymnastiar; Nurhadi, Jatmika
An-Nas Vol. 8 No. 1 (2024): AN-NAS: JURNAL HUMANIORA
Publisher : Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/annas.v8i1.2681

Abstract

Abstract: “This research aims to determine the construction of the Jokowi political dynasty issue in Opini Tempo YouTube broadcasts using Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model in the form of analysis of text structure, cognition and social context. The approach used in this research is a qualitative approach by explaining the research data descriptively. The source of research data is Tempodotco's YouTube media video entitled "Jokowi's Political Dynasty Destroys Democracy | Opinion Tempo” which was uploaded on November 2 2023. The data described is the speaker's speech. Data collection was carried out by listening and taking notes. The data collection process was carried out by repeatedly listening to the data in the form of videos and then recording the parts analyzed. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusions. The research results showed that: 1) macrostructural, superstructural and microstructural elements were found which indicated the main issues raised, namely the issue of the Jokowi political dynasty; 2) social cognition which includes knowledge aspects in the discourse about the electoral system, opinions and attitudes in the discourse about Jokowi needing a president who can protect him from legal consequences, ideological aspects contained in the discourse which states that Tempo does not support dynastic politics because it can damage democracy; and 3) the social context that produces Jokowi's power practices and aspects that influence discourse through Tempodotco media.” Keywords: critical discourse analysis, Van Dijk, political dynasty, Jokowi, Tempo Abstrak: “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi isu dinasti politik Jokowi dalam tayangan Youtube Opini Tempo dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk berupa analisis struktur teks, kognisi dan konteks sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menjelaskan data penelitiannya secara deskriptif. Sumber data penelitian adalah video Youtube media Tempodotco berjudul “Dinasti Politik Jokowi Menghancurkan Demokrasi | Opini Tempo” yang diunggah pada tanggal 2 November 2023. Data yang dianalisis merupakan tuturan dari pembicara. Pengumpulan data dilakukan dengan cara simak, dan catat. Proses pengumpulan data tersebut dilakukan dengan cara menyimak secara berulang data berupa video tersebut kemudian mencatat bagian yang dianalisis. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan: 1) elemen makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur yang menunjukkan isu utama yang diangkat, yakni isu dinasti politik Jokowi; 2) kognisi sosial yang meliputi aspek pengetahuan dalam wacana tentang sistem pemilihan, opini dan sikap dalam wacana tentang Jokowi membutuhkan presiden yang dapat melindunginya dari konsekuensi hukum, aspek ideologi yang terdapat pada wacana yang menyebutkan bahwa Tempo tidak mendukung adanya politik dinasti karena dapat merusak demokrasi; dan 3) konteks sosial yang menghasilkan praktik kekuasaan Jokowi dan aspek yang mempengaruhi wacana berupa media Tempodotco.” Kata kunci : analisis wacana kritis, Van Dijk, dinasti politik, Jokowi, Tempo
Ecopedagogical Values in Traditional Idiomatics Yayat Sudaryat; Nurhadi, Jatmika
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i1.7

Abstract

The facts show that Nusantara (Indonesia) culture keeps a lot of local wisdom values. One of the cultural forms of Nusantara culture owned by Sundanese people is traditional expression. In the Sundanese language, traditional expression implied eco-pedagogical values. This research will comprehensively expose the eco-pedagogic values in the traditional Sundanese expression. This research used descriptive method and documentation technique or bibliographical study. The data was analyzed by immediate constituent analysis and hermeneutic analysis techniques. This research data is a number of traditional idiomatic Sundanese languages containing eco-pedagogical value. The result of the research showed that Sundanese traditional idiomatic contained eco-pedagogical values that can be used as the basis for local wisdom. The value of eco-pedagogic refers to real-life values based on the natural environment perspective. The eco-pedagogical aspect refers to the natural environment, flora, and fauna. So, this suggests that traditional idiomatics contain words that relate to nature, flora and fauna. For example, humans should not be separated from nature (Lamun diarah supana, kudu dipiara catangna). From time to time human civilization evolves from dependening on the nature stage (Bisa ngindung ka usum ngabapa ka jaman), managing the nature stage, to controlling the nature stage (Bisa ngigelan jeung ngigelkeun jaman). The ecopedagogical values which become the repertoire of local wisdom refers to the natural environment, time, flora, and fauna education.