Claim Missing Document
Check
Articles

Revealing Local Knowledge of Sundanese People of Toponyms in The Western Bandung-North Area Fasya, Mahmud; Kurniawan, Eri; Nurhadi, Jatmika; Sudana, Undang; Gilang Sari, Dini; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Arbitrer Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.10.4.323-337.2023

Abstract

This study examines the classification and function of toponyms to reveal the local knowledge of Sundanese people in the western Bandung-North area. This research uses anthropological linguistic theory. The data of this research are lexicon in toponyms based on local knowledge in the western Bandung-North area. The data is sourced from several community components consisting of village elders and ordinary people. The study incorporates four methods for data collection, which are participant observation, participatory conversation observation, interviews, and documentation. These techniques are chosen based on their ability to gather comprehensive, accurate, and reliable data. The results show that there are five classifications of toponyms, namely (1) hydrological-biological characteristics, (2) hydrological-state characteristics, (3) geomorphological-biological characteristics, (4) geomorphological-state characteristics, and (5) state characteristics. This research also shows that the lexicon in toponyms in the western Bandung-North area portrays the closeness of humans to nature, humans to humans, and humans to their God. In addition, Sundanese people in the western Bandung-North area also have local knowledge about ethnoecology, which is recorded in the toponyms in the area. This local knowledge of ethnoecology has benefits as an effort to maintain the terrestrial ecosystem, which is one of the pillars of environmental development in the context of the Sustainable Development Goals (SDGs).
POSTINGAN CYBERBULLYING RUHUT SITOMPUL TERHADAP BACAPRES ANIES BASWEDAN: ANALISIS WACANA KRITIS Somantri, Wendra Riyadi; Nurhadi, Jatmika
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social media such as X is currently a common consumption for people to obtain and disseminate certain information. However, there are negative sides of social media such as hate speech and bullying which is commonly referred to as Cyberbullying. Based on the problem, the purpose of this research is to show the discourse of Cyberbullying in X posts from Ruhut Sitompul's account that are bullying presidential candidate Anies Baswedan. The method used in this research is Critical Discourse Analysis with data taken in the form of images and written discourse which are then analyzed using Teun A. Van Dijk's three dimensions. The results of this study will show how cyberbullying carried out by Ruhut Sitompul and netizen comments can be explained through Teun A. Van Dijk's three-dimensional Critical Discourse Analysis, namely: (1) Macrostructure Analysis (Thematic); (2) Superstructure Analysis (Schematic); and (3) Microstructure Analysis. Based on the findings, the conclusion that will be generated is that the discourse of Cyberbullying can be known the intent and purpose of the utterance through the discourse of Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model.
Kilir Lidah pada Produksi Ujaran dalam Akun Youtube Arief Muhammad Nurfaridah, Firly; Harras, Kholid Abdullah; Nurhadi, Jatmika
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1860

Abstract

Artikel ini akan membicarakan  kilir lidah dalam produksi ujaran pada akun Youtube Arief Muhammad. Kilir lidah merupakan fenomena kekeliruan wicara yang lumrah terjadi. Pada penelitian analisisnya fokus pada salah satu video Yotube Arief Muhammad yang berjudul “Tukar Nasib sama Omen”. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat. Temuan penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis kilir lidah yang muncul dalam video “Tukar Nasib sama Omen”. Tiga jenis kilir lidah itu meliputi (1) kekeliruan seleksi semantik, (2) kekeliruan assembling proposisi, dan (3) kekeliruan antisipasi.Kta kunci: kekeliruan wicara, kilir lidah, produksi ujaran ABSTRACTThis article will discuss the slip of the tongue in speech production on Arief Muhammad's Youtube account. Tongue slip is a common phenomenon of speech errors. In the research, the analysis focuses on one of Arief Muhammad's YouTube videos, entitled "Exchange Fate with Omen". The research was conducted using descriptive qualitative methods with listening and note-taking techniques. The findings of the study show that there are three types of tongue twisters that appear in the video "Exchange Fate with Omen". The three types of tongue twisters include (1) semantic selection errors, (2) propositional assembling errors, and (3) anticipation errors.Keywords: speech errors, sleep of the tongues, speech production
Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Anak Menggunakan Algoritma Aplikasi Tiktok, Instagram Reels, dan Youtube Shorts Malik, Rizaldi; Nurhadi, Jatmika
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.3224

Abstract

Fenomena yang sering terlihat adalah anak-anak sangat menyukai bermain dan menonton video melalui ponsel. Namun, aplikasi Tiktok dan sejenisnya bukanlah aplikasi khusus edukasi, ada banyak video yang ditampilkan tanpa adanya filter sehingga dapat menyebabkan kemungkinan video yang ditonton anak adalah video yang tidak baik dan belum pantas ditonton oleh anak-anak. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman dan trik pemanfaatan algoritma aplikasi agar strategi pembelajaran dapat berjalan dengan baik.Artikel ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan mengenai cara menggunakan aplikasi platform video pendek berupa Tiktok, Instagram Reels, Youtube Shorts untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak (membaca, menulis, menyimak, dan berbicara) melalui pemanfaatan algoritma aplikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Empathy Map pada lima orang ibu yang memiliki anak dibawah lima tahun dan analisis konten pada aplikasi untuk mengetahui strategi yang tepat dalam memanfaatkan algoritma aplikasi. Hasil penelitian ini berisi: 1) hasil analisis Empathy Map, 2) hasil analisis algoritma aplikasi, 3) memahami algoritma aplikasi, 4) strategi memanfaatkan algoritma aplikasi, dan 5) membangun akun aplikasi yang relevan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak.
Korelasi pola gerakan mata dengan kemampuan membaca pemahaman Rahma, Rosita; Nurhadi, Jatmika; Aswan, Aswan
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 49, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between eye movement patterns and reading comprehension skills. Data were collected from 20 participants during reading comprehension activities using the Tobii Eye Tracker. Hypothesis testing conducted using the Chi-square Test through Crosstabs analysis shows the value of Asymp. Sig. (2-sided) 0.788 > 0.05, which leads to a conclusion that Ho is accepted and Ha is rejected. Therefore, we conclude that there is no relationship between eye movement patterns and the reading comprehension ability among the participants. This is because eye movement patterns are visual technical in nature, while the ability to read comprehension is more likely to lead to one's cognition. Although there is no relationship between eye movement patterns and reading comprehension, eye movements can be used to identify cognitive processes during reading activities. For example, determining the time needed in the reading process, identifying the level of text familiarity, the reader's predictability, and a person's weakness in reading. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola gerakan mata dengan kemampuan membaca pemahaman. Pengambilan data terhadap 20 responden dilakukan pada saat aktivitas membaca pemahaman dengan menggunakan Tobii Eye Tracker. Uji hipotesis dengan menggunakan Chi-square Test melalui analisis Crosstabs menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2 sided) 0,788 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya, tidak terdapat hubungan antara pola gerakan mata dengan kemampuan membaca pemahaman responden. Hal ini disebabkan karena pola gerakan mata bersifat visual teknis, sedangkan kemampuan membaca pemahaman lebih cenderung ke arah kognisi seseorang. Meskipun tidak ada hubungan antara pola gerakan mata dengan membaca pemahaman, gerakan mata dapat digunakan untuk mengidentifikasi proses kognitif pada saat aktivitas membaca dilakukan. Misalnya, menentukan waktu yang diperlukan pada proses membaca, mengidentifikasi tingkat keakraban teks, kemampuan prediktabilitas pembaca, serta kelemahan seseorang dalam membaca.
TINGKAT KESANTUNAN BERBAHASA ADUAN DAN ASPIRASI DALAM LAPOR UNIT LAYANAN TERPADU UPI: KAJIAN PRAGMATIK Rahmawati Rahmawati; Undang Sudana; Jatmika Nurhadi; Karina Diah Rahmawati
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i2.739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesantunan berbahasa aduan dan aspirasi yang terdapat dalam LAPOR UPI. Tingkat kesantunan berbahasa yang terdapat dalam LAPOR UPI diklasifikasikan menjadi empat tingkatan, yaitu sangat santun, santun, tidak santun, dan sangat tidak santun. Untuk mendukung tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan bantuan analisis pragmatik. Penelitian ini memanfaatkan data korpus berupa aduan dan aspirasi yang berjumlah 47 teks di LAPOR UPI periode Januari 2019 sampai dengan Desember 2020 sebagai data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aduan dan aspirasi yang terdapat dalam LAPOR UPI memiliki tingkat kesantunan yang berbeda-beda. Penelitian ini menemukan 15 data aduan dan aspirasi kategori sangat santun dengan persentase 32%, 17 data aduan dan aspirasi kategori santun dengan persentase 36%, 11 data aduan dan aspirasi kategori tidak santun dengan persentase 23%, dan 4 data aduan dan aspirasi kategori sangat tidak santun dengan persentase hampir 9%. Besaran persentase menunjukkan bahwa pihak yang memberikan aduan dan aspirasi menyampaikan dengan cara yang santun. Hal itu dikarenakan pihak yang dituju dalam aduan dan aspirasi memiliki status sosial yang berbeda, sehingga terdorong untuk menyampaikan aduan dan aspirasi dengan cara yang santun. Tentu saja, sikap santun dalam berbahasa sangat bermanfaat untuk pendidikan karakter bagi masyarakat.