Claim Missing Document
Check
Articles

POSTINGAN CYBERBULLYING RUHUT SITOMPUL TERHADAP BACAPRES ANIES BASWEDAN: ANALISIS WACANA KRITIS Somantri, Wendra Riyadi; Nurhadi, Jatmika
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social media such as X is currently a common consumption for people to obtain and disseminate certain information. However, there are negative sides of social media such as hate speech and bullying which is commonly referred to as Cyberbullying. Based on the problem, the purpose of this research is to show the discourse of Cyberbullying in X posts from Ruhut Sitompul's account that are bullying presidential candidate Anies Baswedan. The method used in this research is Critical Discourse Analysis with data taken in the form of images and written discourse which are then analyzed using Teun A. Van Dijk's three dimensions. The results of this study will show how cyberbullying carried out by Ruhut Sitompul and netizen comments can be explained through Teun A. Van Dijk's three-dimensional Critical Discourse Analysis, namely: (1) Macrostructure Analysis (Thematic); (2) Superstructure Analysis (Schematic); and (3) Microstructure Analysis. Based on the findings, the conclusion that will be generated is that the discourse of Cyberbullying can be known the intent and purpose of the utterance through the discourse of Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model.
Kilir Lidah pada Produksi Ujaran dalam Akun Youtube Arief Muhammad Nurfaridah, Firly; Harras, Kholid Abdullah; Nurhadi, Jatmika
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1860

Abstract

Artikel ini akan membicarakan  kilir lidah dalam produksi ujaran pada akun Youtube Arief Muhammad. Kilir lidah merupakan fenomena kekeliruan wicara yang lumrah terjadi. Pada penelitian analisisnya fokus pada salah satu video Yotube Arief Muhammad yang berjudul “Tukar Nasib sama Omen”. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat. Temuan penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis kilir lidah yang muncul dalam video “Tukar Nasib sama Omen”. Tiga jenis kilir lidah itu meliputi (1) kekeliruan seleksi semantik, (2) kekeliruan assembling proposisi, dan (3) kekeliruan antisipasi.Kta kunci: kekeliruan wicara, kilir lidah, produksi ujaran ABSTRACTThis article will discuss the slip of the tongue in speech production on Arief Muhammad's Youtube account. Tongue slip is a common phenomenon of speech errors. In the research, the analysis focuses on one of Arief Muhammad's YouTube videos, entitled "Exchange Fate with Omen". The research was conducted using descriptive qualitative methods with listening and note-taking techniques. The findings of the study show that there are three types of tongue twisters that appear in the video "Exchange Fate with Omen". The three types of tongue twisters include (1) semantic selection errors, (2) propositional assembling errors, and (3) anticipation errors.Keywords: speech errors, sleep of the tongues, speech production
Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Anak Menggunakan Algoritma Aplikasi Tiktok, Instagram Reels, dan Youtube Shorts Malik, Rizaldi; Nurhadi, Jatmika
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.3224

Abstract

Fenomena yang sering terlihat adalah anak-anak sangat menyukai bermain dan menonton video melalui ponsel. Namun, aplikasi Tiktok dan sejenisnya bukanlah aplikasi khusus edukasi, ada banyak video yang ditampilkan tanpa adanya filter sehingga dapat menyebabkan kemungkinan video yang ditonton anak adalah video yang tidak baik dan belum pantas ditonton oleh anak-anak. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman dan trik pemanfaatan algoritma aplikasi agar strategi pembelajaran dapat berjalan dengan baik.Artikel ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan mengenai cara menggunakan aplikasi platform video pendek berupa Tiktok, Instagram Reels, Youtube Shorts untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak (membaca, menulis, menyimak, dan berbicara) melalui pemanfaatan algoritma aplikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Empathy Map pada lima orang ibu yang memiliki anak dibawah lima tahun dan analisis konten pada aplikasi untuk mengetahui strategi yang tepat dalam memanfaatkan algoritma aplikasi. Hasil penelitian ini berisi: 1) hasil analisis Empathy Map, 2) hasil analisis algoritma aplikasi, 3) memahami algoritma aplikasi, 4) strategi memanfaatkan algoritma aplikasi, dan 5) membangun akun aplikasi yang relevan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak.
Korelasi pola gerakan mata dengan kemampuan membaca pemahaman Rahma, Rosita; Nurhadi, Jatmika; Aswan, Aswan
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 49, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between eye movement patterns and reading comprehension skills. Data were collected from 20 participants during reading comprehension activities using the Tobii Eye Tracker. Hypothesis testing conducted using the Chi-square Test through Crosstabs analysis shows the value of Asymp. Sig. (2-sided) 0.788 > 0.05, which leads to a conclusion that Ho is accepted and Ha is rejected. Therefore, we conclude that there is no relationship between eye movement patterns and the reading comprehension ability among the participants. This is because eye movement patterns are visual technical in nature, while the ability to read comprehension is more likely to lead to one's cognition. Although there is no relationship between eye movement patterns and reading comprehension, eye movements can be used to identify cognitive processes during reading activities. For example, determining the time needed in the reading process, identifying the level of text familiarity, the reader's predictability, and a person's weakness in reading. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola gerakan mata dengan kemampuan membaca pemahaman. Pengambilan data terhadap 20 responden dilakukan pada saat aktivitas membaca pemahaman dengan menggunakan Tobii Eye Tracker. Uji hipotesis dengan menggunakan Chi-square Test melalui analisis Crosstabs menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2 sided) 0,788 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya, tidak terdapat hubungan antara pola gerakan mata dengan kemampuan membaca pemahaman responden. Hal ini disebabkan karena pola gerakan mata bersifat visual teknis, sedangkan kemampuan membaca pemahaman lebih cenderung ke arah kognisi seseorang. Meskipun tidak ada hubungan antara pola gerakan mata dengan membaca pemahaman, gerakan mata dapat digunakan untuk mengidentifikasi proses kognitif pada saat aktivitas membaca dilakukan. Misalnya, menentukan waktu yang diperlukan pada proses membaca, mengidentifikasi tingkat keakraban teks, kemampuan prediktabilitas pembaca, serta kelemahan seseorang dalam membaca.
TINGKAT KESANTUNAN BERBAHASA ADUAN DAN ASPIRASI DALAM LAPOR UNIT LAYANAN TERPADU UPI: KAJIAN PRAGMATIK Rahmawati Rahmawati; Undang Sudana; Jatmika Nurhadi; Karina Diah Rahmawati
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i2.739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesantunan berbahasa aduan dan aspirasi yang terdapat dalam LAPOR UPI. Tingkat kesantunan berbahasa yang terdapat dalam LAPOR UPI diklasifikasikan menjadi empat tingkatan, yaitu sangat santun, santun, tidak santun, dan sangat tidak santun. Untuk mendukung tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan bantuan analisis pragmatik. Penelitian ini memanfaatkan data korpus berupa aduan dan aspirasi yang berjumlah 47 teks di LAPOR UPI periode Januari 2019 sampai dengan Desember 2020 sebagai data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aduan dan aspirasi yang terdapat dalam LAPOR UPI memiliki tingkat kesantunan yang berbeda-beda. Penelitian ini menemukan 15 data aduan dan aspirasi kategori sangat santun dengan persentase 32%, 17 data aduan dan aspirasi kategori santun dengan persentase 36%, 11 data aduan dan aspirasi kategori tidak santun dengan persentase 23%, dan 4 data aduan dan aspirasi kategori sangat tidak santun dengan persentase hampir 9%. Besaran persentase menunjukkan bahwa pihak yang memberikan aduan dan aspirasi menyampaikan dengan cara yang santun. Hal itu dikarenakan pihak yang dituju dalam aduan dan aspirasi memiliki status sosial yang berbeda, sehingga terdorong untuk menyampaikan aduan dan aspirasi dengan cara yang santun. Tentu saja, sikap santun dalam berbahasa sangat bermanfaat untuk pendidikan karakter bagi masyarakat.
Ecopedagogical Values in Traditional Idiomatics Yayat Sudaryat; Jatmika Nurhadi
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i1.7

Abstract

The facts show that Nusantara (Indonesia) culture keeps a lot of local wisdom values. One of the cultural forms of Nusantara culture owned by Sundanese people is traditional expression. In the Sundanese language, traditional expression implied eco-pedagogical values. This research will comprehensively expose the eco-pedagogic values in the traditional Sundanese expression. This research used descriptive method and documentation technique or bibliographical study. The data was analyzed by immediate constituent analysis and hermeneutic analysis techniques. This research data is a number of traditional idiomatic Sundanese languages containing eco-pedagogical value. The result of the research showed that Sundanese traditional idiomatic contained eco-pedagogical values that can be used as the basis for local wisdom. The value of eco-pedagogic refers to real-life values based on the natural environment perspective. The eco-pedagogical aspect refers to the natural environment, flora, and fauna. So, this suggests that traditional idiomatics contain words that relate to nature, flora and fauna. For example, humans should not be separated from nature (Lamun diarah supana, kudu dipiara catangna). From time to time human civilization evolves from dependening on the nature stage (Bisa ngindung ka usum ngabapa ka jaman), managing the nature stage, to controlling the nature stage (Bisa ngigelan jeung ngigelkeun jaman). The ecopedagogical values which become the repertoire of local wisdom refers to the natural environment, time, flora, and fauna education.