Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perempuan dan Budaya Patriarki terhadap Angka Putus Sekolah (Studi Kasus Di Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan) Gallex Simbolon; Benny Ady Sunbanu
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i10.5196

Abstract

Budaya Patriarki adalah budaya yang mengacu pada kondisi sosial budaya yang memberikan pandangan bahwa posisi laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Sehingga menjadi salah satu faktor penyumbang angka putus sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perempuan dan budaya patriarki terhadap angka putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi, dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data,redukasi data, penyajian data dan verifikasih data. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab perempuan putus sekolah yaitu, faktor ekonomi (biaya anak sekolah), teman sebaya dan kehidupan budaya patriarki yang masih kentara serta laki-laki dan perempuan tidak memiliki kesederajatan.
Entrepreneurial mindset transformation: Synergy of entrepreneurship and creativity education for female students in Malaka Regency Fernando Saragih; Emilia Gie; Gallex Simbolon
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i10.780

Abstract

This study aims to analyze the influence of entrepreneurship education and creativity on the entrepreneurial interest of female students in Malaka Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia. The background of this study is based on the high poverty rate and suboptimal utilization of entrepreneurial potential in the area. The study used a quantitative approach with a survey method of 72 respondents selected incidentally. The research instrument was a questionnaire with a five-point Likert scale, including 20 statements for the entrepreneurship education variable and 30 statements for the creativity variable. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the classical assumption test, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results show that entrepreneurship education has a positive but insignificant effect on entrepreneurial interest, whereas creativity has a positive and significant effect. Simultaneously, both variables had a significant effect, contributing 51.2% to the variation in entrepreneurial interest. These findings indicate that creativity is a dominant factor in shaping the entrepreneurial interest of female students, while entrepreneurship education requires strengthening methods and contextual support to be effective. This study recommends the development of an applicable curriculum, business incubation programs, and funding and mentoring support to build an adaptive and inclusive entrepreneurial ecosystem in the local area.
Pendampingan Peningkatan Mutu Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Di Kabupaten Malaka Gallex Simbolon; Ambara S Mardani; Erni Raster Klau; Samrid Neonufa; Mariana Ikun R.D Pareira; Margaretha Maya; Angelina Martha Makin
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi PKBM di Kabupaten Malaka yaitu kurangnya kemampuan PKBM untuk mengembangkan program-program Pendidikan Luar Sekolah yang sesuai dengan kebutuhan setempat, dan hampir seluruh PKBM hanya melaksanakan program-program pembelajaran yang ditawarkan oleh pemerintah, Beberapa pedoman penyelenggaraan dan pelaksanaan program Pendidikan Luar Sekolah yang telah disediakan jarang dilaksanakan sesuai dengan yang seharusnya mengakibatkan munculnya permasalahan dalam pelaksanaan program jangka panjang, Tingkat pencapaian mutu minimal penyelenggaraan PKBM belum tercapai baik pada kegiatan pelaksanaan program pendidikan dan pembelajaran, pemberian layanan informasi, perluasan jaringan kerjasama, maupun pada kegiatan pembinaan tenaga kependidikan dan tutor. Tujuan pendampingan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menanggapi permasalahan-permasalahan yang ditemui dalam mempersiapkan di lembaga PKBM untuk ikut ambil bagian dalam proses akreditasi di tahun 2024, khususnya di Kabupaten Malaka. Kegiatan pendampingan peningkatan mutu lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Malaka akan diselenggarakan dalam tiga sesi yang terdiri atas sesi materi dan sesi praktek dengan pemateri yang berasal dari akademi dan praktisi, serta didampingi oleh fasilitator pada sesi praktek. Tiga sesi tersebut terdiri atas (1) Identifikasi, Assesmen Permasalahan dan Dasar Pengelolaan Lembaga; (2) Petunjuk Teknis Akreditasi Lembaga PKBM berdasarkan Ketentuan BAN-PDM, (3) Praktek Pemenuhan Dokumen dan Pengisian Aplikasi SISPENA BAN-PDM. Hasilnya Pengelola PKBM dapat menjalankan tugas pengelolaan sesuai dengan standar-standar pengelolaan PKBM yang tercantum dalam Standar Nasional Pendidikan yang sudah ditetapkan. PKBM yang berada di Kabupaten Malaka dapat menjalankan perencanaan, pengelolaan, pembelajaran dan program-program berbasis masyarakat sesuai dengan ketentuan PERMENDIKNAS Nomor 49 Tahun 2007 dan DAPODIK. PKBM dapat langsung membuat pengajuan untuk mendapatkan akreditasi dari BAN-PDM.