Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIVITAS TEAM BASED PROJECT PADA MATA KULIAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR DI PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Nurmayani, Nurmayani; Halimatusakdiah, Halimatusakdiah; Siregar, Hapni Laila; Khairunnisa, Khairunnisa; Rahmilawati, Rahmilawati
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol. 15 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jh.v15i1.59541

Abstract

Pendidikan adalah proses yang kompleks dan dinamis yang memerlukan strategi belajar mengajar yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Penerapan pembalajaran team based project merupakan salah satu penerapan strategi pembelajaran yang digunakan saat ini untuk mengikuti pengembangan pembelajaran saat ini. Penulisan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca mengenai efektivitas pembelajaran Team Based Project sebagai kebijakan metode pembelajaran yang digunakan di Universitas Negeri Medan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan metode pembelajaran Team Based Project pada mata kuliah strategi belajar mengajar, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Team Based Project pada mata kuliah strategi belajar mengajar efektif digunakan dengan melihat hasil perhitungan posttest dari uji N-Gain Score sebesar 0,80 dengan kategori tinggi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes hasil belajar pada mata kuliah strategi belajar mengajar. Tes dilakukan dua kali yakni pada sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakukan (posttest). Tes yang diberikan berupa soal pilihan ganda sebanyak 50 soal. Perlakuan pembelajaran dikatakan efektif jika pemerolehan N-Gain Score yang diperoleh > 0,3. N-Gain Score diperoleh pada penelitian ini yaitu 0,80 pada kategori tinggi. Merujuk pada hasil N-Gain Score dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Team Based Project efektif digunakan pada mata kuliah strategi belajar mengajar.
Pandangan dan Respon Mahasiswa Muslim Unimed terhadap Normalisasi Living Together dalam Media dan Kehidupan Sosial di Kalangan Generasi Muda Siregar, Hapni Laila; Ritonga, Alda Khafifah; Pardede, Fadhylah Zaini; Lubis, Rahmi Anggita; Amelia, Uci
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan dan sikap mahasiswa Muslim Universitas Negeri Medan (UNIMED) terhadap fenomena normalisasi living together (kohabitasi) yang marak dipromosikan melalui media digital dan budaya populer. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan melibatkan 150 mahasiswa Muslim sebagai responden. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 68,4% mahasiswa menyadari bahwa praktik kohabitasi bertentangan dengan ajaran Islam dan norma moral masyarakat Indonesia, meskipun media sering menampilkan gaya hidup ini sebagai bagian dari tren modern dan kebebasan individu. Sebanyak 52,6% mahasiswa sangat setuju untuk menegur teman yang menormalisasi living together, dan 65,8% merasa tidak nyaman melihat konten media yang menampilkan kohabitasi. Faktor utama yang mempengaruhi pandangan mereka meliputi nilai agama (85%), pendidikan karakter melalui PAI (78%), serta lingkungan sosial dan paparan media digital (70%). Mahasiswa memandang kohabitasi sebagai perbuatan mendekati zina, dilarang dalam fiqh Islam, dan bertentangan dengan maqashid syariah, khususnya penjagaan kehormatan dan keturunan, sehingga berpotensi merusak moral pribadi, akademik, dan solidaritas sosial mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun media digital berperan dalam menormalisasi perilaku ini, ketahanan nilai moral mahasiswa tetap terjaga berkat penguatan pemahaman agama dan lingkungan religius di kampus. Secara umum, mahasiswa menunjukkan sikap penolakan yang konsisten terhadap praktik living together, yang didukung oleh norma agama dan budaya sosial, serta menunjukkan tanggung jawab moral dengan memberikan edukasi kepada teman sebaya. Hasil ini menegaskan pentingnya peran pendidikan agama dan media dalam memperkuat norma moral berbasis agama agar generasi muda tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dan moral. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pendidikan dan komunikasi yang efektif dalam menanggulangi normalisasi perilaku menyimpang di kalangan mahasiswa.
Persepsi Mahasiswa FMIPA Terhadap Etika Pergaulan Lawan Jenis Dalam Profesionalisme Dan Syariat Islam Zebua, Fadilla Saadha; Siregar, Rizki Aulia Rahma; Siregar, Nurul Sakinah; Abyansyah, Nathan; Siregar, Hapni Laila
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan terhadap dilema etika pergaulan antara lawan jenis di tengah tuntutan profesionalisme akademik dan batasan syariat Islam. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya intensitas interaksi lintas gender di lingkungan perguruan tinggi, yang menimbulkan ketegangan antara kebutuhan kolaborasi akademik dan norma etika Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 33 mahasiswa dari berbagai program studi di FMIPA yang dipilih melalui simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring berskala Likert dengan 15 butir pernyataan yang mengukur dua variabel: pemahaman normatif etika pergaulan dan perilaku aktual dalam situasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman normatif yang sangat tinggi terkait batasan etika pergaulan lawan jenis. Uji korelasi Pearson mengungkap adanya hubungan positif antara pemahaman normatif dan perilaku aktual mahasiswa. Meskipun demikian, tuntutan akademik seperti diskusi kelompok, praktikum laboratorium, dan koordinasi tugas digital mendorong mahasiswa melakukan penyesuaian perilaku tanpa sepenuhnya meninggalkan nilai syariat. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman etika Islam membentuk perilaku adaptif, bukan perilaku yang kaku. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program pembinaan karakter dan kebijakan kampus dalam membentuk budaya pergaulan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam di era modern.
Perubahan Fungsi dan Peran Keluarga dalam Masyarakat Perkotaan di Kelurahan Sidorejo Hilir Kota Medan Damanik, Agnes Elsonya; Pakpahan, Rachel Meilisa; Herlinda, Herlinda; Sinaga, Reylan Silverius; Siregar, Hapni Laila
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan fungsi dan peran keluarga dalam masyarakat perkotaan di Kelurahan Sidorejo Hilir Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keluarga di masyarakat perkotaan mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh tuntutan ekonomi, perkembangan teknologi, mobilitas sosial, serta perubahan peran gender. Perubahan tersebut memengaruhi pola komunikasi, pola pengasuhan anak, serta interaksi dalam keluarga. Meskipun demikian, keluarga tetap memiliki peran penting sebagai institusi utama dalam menanamkan nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat.
PENGELOLAAN UTANG DALAM PERPEKTIF ISLAM; STUDI KASUS PENGELOLAAN UTANG PADA MAHASISWA UNIMED JURUSAN KIMIA Widyaloka, Jahara; Khaira, Mutiah; Siregar, M. Andra Febrian; Siregar, Anggita Rahma; Marbun, Nova Fajria; Damanik, Syifa Namira; Siregar, Hapni Laila
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v6i1.226

Abstract

Debts are a common practice in daily life and are often considered trivial, especially if the amount is small. In fact, in Islamic teachings, debt is a mandate that must be fulfilled and has a moral responsibility for every individual. This research aims to find out students' views on debt practices that are considered trivial from an Islamic perspective. This study uses a quantitative descriptive approach with a survey method. The data was obtained through a questionnaire distributed online to students of the Chemistry Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Medan. The data obtained is then collected and analyzed descriptively. The results of the study show that there are still views that consider small debts as not very important, even though in Islam every debt must still be accounted for.
Konsumerisme sebagai gaya Hidup Mahasiswa di Era Modern Universitas Negeri Medan Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Stambuk 2025 Siahaan, Despri Mariyani; Tamba, Josua Armando; Bangun, Joy Prana; Margaretha, Stefy; Siregar, Hapni Laila
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v11i1.5077

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena konsumerisme sebagai bagian dari gaya hidup mahasiswa di masa kini. Perkembangan teknologi digital, media sosial, dan kemudahan pembayaran elektronik telah mengubah cara mahasiswa berbelanja, sehingga membuat mereka lebih sering berbelanja secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang masuk angkatan 2025 di Fakultas Ilmu Sosial, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, berbicara langsung, dan membaca berbagai bahan tertulis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa terlihat dari kebiasaan membeli produk yang sedang tren, sering melakukan belanja online, serta tertarik pada promosi yang ditampilkan di media sosial. Faktor utama yang memengaruhi perilaku itu adalah pengaruh media sosial, kemudahan bertransaksi secara digital, lingkungan pertemanan, gaya hidup yang modern, serta tingkat pengetahuan keuangan mahasiswa. Perilaku belanja berlebihan membuat lebih mudah mendapatkan barang yang mau dibeli, tetapi juga bisa menyebabkan pengeluaran meningkat dan kesulitan mengatur uang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman tentang keuangan dan kesadaran mahasiswa dalam mengelola uang mereka agar bisa hidup lebih bijak, lebih berproduksi, dan lebih kritis dalam menghadapi perubahan zaman.Abstrak harus berdiri sendiri, artinya tidak ada kutipan dalam abstrak. 
Pergeseran Nilai Gotong Royong di Era Modern Pada Masyarakat Perkotaan di Kecamatan Medan Tembung Josua Gea, Benediktus Josua Gea; Desinta, Desinta; Bago, Rhyfka Arlina; Rupma Riana Saragih; Siregar, Hapni Laila
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.25233

Abstract

Penelitian ini menganalisis pergeseran nilai gotong royong di tengah modernisasi pada masyarakat perkotaan Kecamatan Medan Tembung, Medan, Sumatera Utara. Latar belakang masalah mencakup dampak urbanisasi, individualisme, globalisasi, dan teknologi yang mengikis solidaritas sosial tradisional, menggantikannya dengan pola transaksional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpul melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen dari narasumber masyarakat setempat. Fokus pada identifikasi faktor penyebab seperti kesibukan kerja, sistem upah, dan interaksi virtual yang menurunkan partisipasi dalam kerja bakti dan tolong-menolong. Hasil menunjukkan gotong royong tidak hilang sepenuhnya, melainkan bertransformasi menjadi bentuk digital, finansial, atau kegiatan terorganisir seperti penggalangan dana daring, meskipun frekuensi aksi fisik menurun drastis akibat heterogenitas penduduk dan mobilitas tinggi. Kesimpulan menekankan urgensi revitalisasi melalui pendidikan karakter, kebijakan komunitas adaptif, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini berkontribusi pada sosiologi perkotaan dengan novelty analisis transformasi nilai budaya di konteks urban Indonesia.
Analisis Pelaksanaan dan Faktor Penentu Keberlanjutan Pembiasaan Shalat Fardu pada Mahasiswa UNIMED Limbong, Intan Ria Utami; Aulia, Ahmad Anjuma Hafiz; Chyntia, Jesica Dhea; Siregar, Hapni Laila
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5157

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan shalat fardu dan faktor-faktor yang menentukan keberlanjutan pembiasaan shalat fardu pada mahasiswa Muslim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Data diperoleh melalui angket tertutup skala Likert yang disebarkan secara daring kepada 19 mahasiswa Muslim FMIPA UNIMED yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui frekuensi, persentase, dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat fardu lima waktu berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 4,31. Namun, ketepatan waktu pelaksanaan shalat masih berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 3,21. Tugas kuliah bukan faktor utama yang menyebabkan mahasiswa meninggalkan shalat, dengan skor rata-rata 2,73. Sebaliknya, teman sebaya dan lingkungan kampus berperan cukup baik dalam mendukung keberlanjutan pembiasaan shalat, dengan skor rata-rata masing-masing 3,42 dan 3,78. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan pembiasaan shalat fardu pada mahasiswa dipengaruhi oleh regulasi diri, lingkungan sosial, dan dukungan kampus.
Penguatan Nilai Toleransi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Di-Era Digital Putri, Fasya Nabilah; Ramadhani, Nofa Nasywa; Aziz, Dzar Dzahira; Siregar, Hapni Laila
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5163

Abstract

Pendidikan Islam sangat penting untuk memberikan pengetahuan normatif-teoretis dan membangun karakter yang toleran dan mampu menyelesaikan konflik. Ide tentang toleransi beragama dalam PAI belum banyak digunakan untuk mengukur metrik sikap di perguruan tinggi. Sementara dinamika konflik digital membutuhkan pendekatan yang lebih aplikatif secara kontekstual. Tujuan penelitian adalah untuk memeriksa pentingnya sikap toleran mahasiswa di era digital, mempelajari pendekatan pembelajaran PAI kontekstual-integratif, dan membuat model penguatan toleransi untuk mahasiswa di Medan yang didasarkan pada kerangka UNESCO. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif untuk menggambarkan sikap responden terhadap toleransi beragama dalam menghadapi berbagai fenomena sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah kalangan mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran pendidikan agama Islam dan aktif menggunakan media digital. Teknik pengumpulan data menggunakan Google Form untuk menyebarkan kuesioner secara online. Setelah itu, analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data kuesioner. Hasil Penelitian adalah tingkat toleransi beragama responden berada pada kategori yang baik, seperti yang ditunjukkan oleh dominasi jawaban yang sangat setuju dan setuju pada indikator menghormati, menghargai, dan menerima keberagaman agama. Penelitian menunjukkan pendidikan agama Islam memainkan peran penting dalam membentuk sikap toleransi beragama di kalangan generasi muda.
Co-Authors Abyansyah, Nathan Amelia, Bella Amelia, Uci Andini, Salwa Andriani, Anjelika Anindya, Zahra Aulia, Ahmad Anjuma Hafiz Aulia, Dilla Ulfa Aziz, Dzar Dzahira Bago, Rhyfka Arlina Bangun, Joy Prana Chairun Nisa Chyntia, Jesica Dhea Damanik, Agnes Elsonya Damanik, Naila Ghinaya Damanik, Syifa Namira Dani, Muhammad Riyan Desinta, Desinta Halimatusakdiah, Halimatusakdiah Hamida, Firda Novi Harahap, Dian Maharani Hasibuan, Najwa Aulia Putri Herlinda Herlinda, Herlinda Josua Gea, Benediktus Josua Gea Julianti, Vina Khairunnisa Khairunnisa Limbong, Intan Ria Utami Lubis, M. Ghafur Rahman Lubis, Nayla Apriani Lubis, Rahmi Anggita Manullang, Jojor Mindo Marbun, Nova Fajria Margaretha, Stefy Maulida, Nadia Muhammad Ridho Munthe, Carlo Mutiah Khaira Sihotang Nasution, Adzkia Nur NURMAYANI NURMAYANI Pakpahan, Rachel Meilisa Pardede, Fadhylah Zaini Pasaribu, Nazwa Salsabila Philia, Ivana Theo Pitaloka, Dora Prasiska, Gadis Putri, Fasya Nabilah Rahmilawati, Rahmilawati Raja, Raudhatul Jannah Ramadhani, Nofa Nasywa Ridho, M. Ritonga, Alda Khafifah Rupma Riana Saragih Saragih, Jekson Sati, Laras Sembiring, Talita Siahaan, Despri Mariyani Siahaan, Ruth Yessika Sidabutar, Hikmah Ramayana Sihombing, Novita Sari Silalahi, Marly Meani Simangunsong, Al Firman Simanjuntak, Johan Pardamean Sinaga, Reylan Silverius Sir, Faizah Khairani Siregar, Anggita Rahma Siregar, Doly Siregar, M. Andra Febrian Siregar, Nadhifa Rizky Zahira Siregar, Nurul Sakinah Siregar, Rizki Aulia Rahma Situmeang, Ture Ayu Soraya, Hanifah Subhan, Fiqri Susanto, Nazwa Rizka Tamba, Josua Armando Tania, Nabilla Syalita Tinambunan, Dewi Romantika Wardaniah, Sabina Widyaloka, Jahara Zebua, Fadilla Saadha