Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ECOBOO: INOVASI PRODUK BAMBU MELALUI WORKSHOP BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI PILAR BRANDING EKOWISATA BAMBOE WANADESA BALIKPAPAN Syaputra, Eko Agung; Amir, Supratiwi; Paninggalih, Ramadhan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i5.11334

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan bambu sebagai produk unggulan yang dapat memperkuat identitas Ekowisata Bamboe Wanadesa. Tujuannya adalah meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bambu menjadi produk kreatif yang bernilai jual dan mendukung branding ekowisata. Workshop yang diselenggarakan mencakup pelatihan keterampilan dasar pengolahan bambu, mulai dari pemilihan bahan, pembelahan, perakitan, finishing, hingga strategi branding dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan lahirnya produk bambu inovatif sebagai cenderamata, peningkatan keterampilan masyarakat, serta keterlibatan wisatawan dalam pengalaman kreatif. Program ini berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif lokal dan mendukung terwujudnya ekowisata berkelanjutan.
Platform Visualisasi 3d Imersif Untuk Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Di Kalimantan Timur Syaputra, Eko Agung; Paninggalih, Ramadhan; Putri, Hesti Rosita Dwi; Rossalina, Novianti
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.16016

Abstract

Perkembangan teknologi imersif telah mengubah cara pelestarian dan diseminasi warisan budaya, memungkinkan museum menghadirkan pengalaman interaktif dan personal di luar batas ruang dan waktu. Penelitian ini memperkenalkan serta mengevaluasi Lamiang Nusantara, sebuah platform visualisasi 3D imersif yang dirancang untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Kalimantan Timur melalui representasi digital yang dinamis. Dengan menggunakan metode design sprint yang mengintegrasikan prototyping iteratif dan keterlibatan pemangku kepentingan, penelitian ini berfokus pada peningkatan akurasi render, responsivitas sistem, dan interaktivitas pengguna. Uji kinerja komparatif menunjukkan bahwa Luma AI memberikan fidelitas visual tertinggi dengan nilai RMS serendah 0,00063, jauh lebih unggul dibandingkan Polycam (0,01275) dan LiDAR (0,05245). Meskipun LiDAR kurang sesuai untuk digitalisasi artefak detail karena tingkat error yang tinggi (CMDM 0,378595), metode ini tetap efektif untuk pemetaan ruang berskala besar. Sementara itu, Polycam menawarkan keseimbangan optimal antara kualitas dan aksesibilitas sehingga praktis untuk digitalisasi massal. Evaluasi pengguna menghasilkan skor rata-rata 2,317 pada kategori “sangat setuju”, yang menegaskan bahwa visualisasi 3D imersif mampu meningkatkan pemahaman artefak budaya sekaligus kesadaran terhadap pelestarian warisan budaya. Hasil ini menegaskan signifikansi ilmiah dan praktis teknologi imersif dalam memperluas akses publik serta mendorong pelestarian budaya berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Transformation of East Kalimantan Batik into Ready-to-Wear Fashion with Augmented Reality for Creative Economy IKN Putri, Hesti Rosita Dwi; Yendra, Sasferi; Syaputra, Eko Agung
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The uniqueness of East Kalimantan batik lai in its motifs and colors which are influenced by motif designs inspired by the Dayak tribe, local flora, and fauna.  The transformation of East Kalimantan batik into ready-to-wear fashion is a strategic initiative to combine cultural heritage with modern design trends, and contribute to the creative economy in Indonesia's new capital city. This research explores the development of batik from a traditional fabric into a contemporary fashion product, with the aim of strengthening local identity so as to expand market reach. Augmented reality technology is used to enhance the consumer experience through a virtual try-on feature, allowing users to view batik clothing in real time. The problem formulation in this research is how the transformation process of East Kalimantan Batik into ready-to-wear fashion products, and how the use of Augmented Reality technology can provide solutions to improve user experience in trying and deciding product purchases effectively. The method used is the Design Thinking method which is carried out with 4 stages namely discover, define, develop and deliver. The results obtained Augmented Reality  in the promotion of ready-to-wear batik not only supports the preservation of local culture, but also strengthens the competitiveness of batik products in the modern era. This is an important step in making batik a highly competitive ready-to-wear fashion product in supporting IKN's creative economy.
STRATEGI DESAIN PRODUK PACKAGING UNTUK MENDUKUNG PEMASARAN PRODUK UMKM KOTA PONTIANAK Syaputra, Eko Agung; Amir, Supratiwi; Syamsuddin, Faisal; Paninggalih, Ramadhan; Rossalina, Novianti
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 4 No. 2 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i2.1076

Abstract

Partisipasi sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dalam perekonomian Indonesia dapat diukur melalui kapasitasnya dalam menyerap lebih dari 95% dari total tenaga kerja yang tersedia, serta kontribusinya terhadap PDB sebesar lebih dari 60%. Dalam hal ini packaging produk memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi daya tarik dan kesuksesan bisnis UMKM. Tujuan kegiatan ini adalah mengoptimalkan potensi produk-produk UMKM melalui desain packaging yang menarik dan strategis. Pelatihan strategi desain packaging menjadi aspek yang krusial dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar global yang semakin kompetitif. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dengan porsi penekanan yang lebih mendalam pada strategi desain packaging, yang mencakup pemahaman yang komprehensif terhadap konsep desain packaging yang efektif, peran pentingnya dalam menciptakan branding yang kuat, pemilihan bahan packaging, serta teknik membuat desain grafis packaging yang menarik. Metodologi kegiatan ini mencakup tahap analisis pasar, identifikasi masalah, perumusan solusi desain, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing mereka di pasar domestik dan internasional melalui desain packaging yang menarik, efektif, dan berkelanjutan. Pelatihan ini juga dapat memacu inovasi dalam industri kreatif UMKM dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Sehingga akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di Kota Pontianak.
REVITALISASI PASAR GUNUNG PARMAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN FUNGSI PASAR DI RT 35 KELURAHAN KARANG JOANG Putra, Rulliannor Syah; Amir, Supratiwi; Syaputra, Eko Agung; Siahaan, Axel Andrewilson; Rahma, Firdha Amalia Noor
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1341

Abstract

Gunung Parman Market RT 35 Karang Joang Balikpapan is a market that residents used to sell, but because it was not maintained and there was a lack of interest, this market became neglected. Competition with the night market which operates every Wednesday night is also the cause of the lack of interest, the merchandise is more complete and there are lots of visitors. This causes the attractiveness of Gunung Parman Market to decrease and the building to become increasingly neglected and damaged. The aim of this community service activity is to rebuild the dead market and then revive RT 35's trading activities while improving the community's economy. The method for implementing the activities carried out is Participatory Action Research (PAR), this approach is oriented towards community empowerment. The flow of implementing community empowerment activities starts from a location survey, then collecting primary and secondary data, gathering opinions, design, market development and promotion. The results obtained during the activity were an increase in solidarity between communities, community understanding and knowledge. Solidarity or togetherness was achieved during the construction of the physical market building which was carried out during holidays and even at night. The community is more united because this service is a means to gather and express creativity. The topography of the market land is quite sloping so creativity is needed so that the market can still be built and make things easier for consumers. Achieving knowledge about market design planning through joint discussions, knowledge about market promotion through social media and increasing the spirit of mutual cooperation in building markets. Therefore, it is necessary to revitalize the market as a form of increasing the value and function of the RT 35 Karang Joang Village market.
PENGARUH JENIS KAYU DAN SISTEM SAMBUNGAN TERHADAP DESAIN MEBEL KAYU Eko Agung Syaputra; Imam Damar Djati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 39 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2021.39.2.106-114

Abstract

Wooden furniture is one of strategic commodities that have a dominant contribution to Indonesian economy compared to otherfurniture material. Joining system in the wooden furniture is the weakest construction point, therefore detail analysis is needed tostudy factors affecting construction capacity and effectiveness of wooden joining system. The aim of this research was to determine theeffect of wood species and joining system on wooden furniture design especially compression strength on joining point. The wood speciesused were jati (Tectona grandis L. f.), kapur (Dryobalanops sp.), meranti (Shorea sp.), manglit (Manglietia glauca Bl.),and sengon (Falcataria moluccana L.). The joining system applied in this study were tenon and mortise, lap, and dovetail joints.The results showed that teak wood exhibited the highest compression strength, while sengon wood exhibits the lowest compressionstrength on all wood joining systems compared to other wood species studied. In term of wood joining systems, the lap joint exhibitedthe highest compression strength, whereas tenon and mortise joint exhibited the lowest performance.
STRATEGI PENGUATAN EKONOMI KREATIF IKN MELALUI PELATIHAN DIGITALISASI DAN INOVASI PRODUK BATIK Putri, Hesti Rosita Dwi; Syaputra, Eko Agung; Purba, Arini Anestesia; Khairunnisa, Shopy Farras; Rizqi, Muhammad; Lukito, Kanaya Anada; Senduk, Arishty Cicilia Calista
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35952

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian Komunitas Batik Tiga Zaman, yang terdiri dari 14 pengrajin batik di Balikpapan dan Penajam Paser Utara, dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan inovasi produk. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan kemampuan digitalisasi desain, kurangnya inovasi produk sesuai tren pasar, serta rendahnya literasi digital dan kewirausahaan kreatif di kalangan anggota yang sebagian besar ibu rumah tangga. Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), program ini memanfaatkan potensi lokal seperti keterampilan membatik dan jejaring sosial untuk pengembangan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sekitar 75% peserta naik dari pemahaman rendah menjadi tinggi dalam penggunaan Generative AI untuk desain batik, 20% stabil pada tingkat baik, dan hanya 5% masih rendah. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi digital dan inovasi desain batik berbasis teknologi.Kata kunci: Batik; Generative AI; digitalisasi; inovasi produk; ABCD. ABSTRACTThis Community Service Program (PkM) aims to improve the capacity and independence of the Tiga Zaman Batik Community, which consists of 14 batik artisans in Balikpapan and Penajam Paser Utara, in facing the challenges of digitization and product innovation. The main issues faced by partners include limited digital design capabilities, a lack of product innovation in line with market trends, and low digital literacy and creative entrepreneurship among members, most of whom are housewives. Through an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, this program utilizes local potential such as batik skills and social networks for sustainable development. Activity results show significant improvement, with approximately 75% of participants advancing from low to high proficiency in using Generative AI for batik design, 20% remaining at a good level, and only 5% still at a low level. The program has proven effective in strengthening digital literacy and technology-based batik design innovation.Keywords: Batik; Generative AI; digitization; product innovation; ABCD.
PENDEKATAN DESAIN BERKELANJUTAN PADA PLATFORM 3D IMERSIF UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI WARISAN BUDAYA KALIMANTAN TIMUR Syaputra, Eko Agung; Paninggalih, Ramadhan; Putri, Hesti Rosita Dwi; Rossalina, Novianti
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 12, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v12i3.76937

Abstract

Perkembangan teknologi imersif telah membuka peluang baru dalam pelestarian dan diseminasi warisan budaya, memungkinkan pengalaman museum yang interaktif dan inklusif melampaui batas ruang dan waktu. Penelitian ini mengusulkan dan mengevaluasi pendekatan desain berkelanjutan melalui pengembangan platform museum digital Lamiang Nusantara, yang mengintegrasikan metodologi design sprint dan evaluasi kinerja kuantitatif. Fokus penelitian mencakup perbandingan tiga teknik pemodelan 3D — Luma AI berbasis NeRF, fotogrametri Polycam, dan pemindaian LiDAR — untuk menilai akurasi representasi artefak, ketajaman tekstur, dan kesesuaian untuk konservasi budaya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Luma AI menghasilkan fidelitas visual tertinggi, Polycam menawarkan kompromi optimal antara kualitas dan aksesibilitas untuk digitalisasi massal, sedangkan LiDAR lebih cocok untuk pemetaan ruang berskala besar daripada detail artefak. Uji coba pengguna yang melibatkan 50 responden menghasilkan tingkat kepuasan rata-rata 2.317 pada kategori “sangat setuju”, menegaskan efektivitas platform dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan budaya. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model visualisasi imersif yang dapat diskalakan dan mendukung tujuan pelestarian budaya digital serta strategi Smart City. Namun, keterbatasan penelitian mencakup jumlah artefak yang terbatas, ketergantungan pada perangkat pemindaian berbasis ponsel, dan pemrosesan berbasis cloud. Studi selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan artefak, mengintegrasikan teknologi pemindaian yang lebih canggih, serta mengeksplorasi real-time rendering untuk meningkatkan autentisitas dan keberlanjutan platform.
Integration of 3D Scanning and Augmented Reality (AR) Technology in East Kalimantan Furniture Products in E-Commerce Syaputra, Eko Agung; Mujahidin, Syamsul; Sartika, Widya; Rossalina, Novianti
VCD: Journal of Visual Communication Design Vol. 8 No. 2 (2023): VCD: Journal of Visual Communication Design
Publisher : Universitas Ciputra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/vcd.v8i2.4242

Abstract

The creative furniture industry in East Kalimantan faces the challenge of less effective online marketing in e-commerce. In 2018, there were more than 370 furniture entrepreneurs in the region, but only 37% of their total production managed to reach the market. According to projections from Markets and Markets, the market value of Augmented Reality (AR) in e-commerce is expected to grow by 34% between 2020 and 2025. To overcome this problem, the use of 3D object configuration visual technology and AR presents a better solution. promising solution. This technology can improve product presentation, create a more interactive and realistic shopping experience, and reduce the environmental impact of e-commerce due to the re-shipment of non-conforming products. The main objective of the research is to assess the effectiveness of product communication, the ease of the purchasing process, and the level of consumer trust in the product. This visual method of 3D object configuration combines 3D scanning to produce detailed and realistic 3D images. This research uses a sprint design method based on design thinking, which involves co-creation to refine ideas. Next, a prototype design was developed with a focus on aspects of the user interface and user experience, fostering intelligent interaction between users and their environment, thus contributing to the progress of the Smart City concept in IKN Nusantara.