Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH JENIS KAYU DAN SISTEM SAMBUNGAN TERHADAP DESAIN MEBEL KAYU Eko Agung Syaputra; Imam Damar Djati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2021.39.2.106-114

Abstract

Produk mebel kayu merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki kontribusi dominan dibandingkan material mebel lain bagi ekonomi Indonesia. Pada produk mebel, sistem sambungan merupakan titik terlemah dalam konstruksinya, sehingga diperlukan analisis terperinci faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas konstruksi serta efektifitas dalam sistem sambungan kayu. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jenis kayu dan sistem sambungan terhadap desain mebel kayu khususnya kekuatan tekan pada titik sambungan. Jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah jati (Tectona grandis L. f.), kapur (Dryobalanops sp.), meranti (Shorea sp.), manglit (Manglietia glauca Bl.), dan sengon (Falcataria moluccana L.), sedangkan sistem sambungan yang dibuat adalah sambungan purus lubang, pangkuan, dan ekor burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu jati memiliki kekuatan tekan tertinggi, sedangkan kayu sengon memiliki kekuatan tekan terendah pada semua sistem sambungan disbanding jenis kayu lainnya yang dipelajari. Sistem sambungan pangkuan memiliki kekuatan tekan tertinggi dan sambungan purus lubang memiliki kekuatan tekan terendah.
PENGARUH JENIS KAYU DAN SISTEM SAMBUNGAN TERHADAP DESAIN MEBEL KAYU Eko Agung Syaputra; Imam Damar Djati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2021.39.2.106-114

Abstract

Produk mebel kayu merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki kontribusi dominan dibandingkan material mebel lain bagi ekonomi Indonesia. Pada produk mebel, sistem sambungan merupakan titik terlemah dalam konstruksinya, sehingga diperlukan analisis terperinci faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas konstruksi serta efektifitas dalam sistem sambungan kayu. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jenis kayu dan sistem sambungan terhadap desain mebel kayu khususnya kekuatan tekan pada titik sambungan. Jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah jati (Tectona grandis L. f.), kapur (Dryobalanops sp.), meranti (Shorea sp.), manglit (Manglietia glauca Bl.), dan sengon (Falcataria moluccana L.), sedangkan sistem sambungan yang dibuat adalah sambungan purus lubang, pangkuan, dan ekor burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu jati memiliki kekuatan tekan tertinggi, sedangkan kayu sengon memiliki kekuatan tekan terendah pada semua sistem sambungan disbanding jenis kayu lainnya yang dipelajari. Sistem sambungan pangkuan memiliki kekuatan tekan tertinggi dan sambungan purus lubang memiliki kekuatan tekan terendah.
Pengembangan Produk Cinderamata dari Sisa Potongan Kayu Dan Kain Tenun sebagai Upaya Pemulihan Perekonomian Pasca Pandemi di Pasar Inpres Kota Balikpapan Eko Agung Syaputra; Olivia Febrianty Ngabito; Sasferi Yendra
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 3 (2021): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.3.429-438

Abstract

The Covid-19 pandemic has impacted traders and craftsmen at the Inpres Market Vegetable Garden, West Balikpapan Regency, experiencing difficulties in obtaining and producing their merchandise. As one of the largest islands in Indonesia, Kalimantan stores various types of wood-producing plants, especially wood from tropical forests. In the process of harvesting wood, it produces small pieces of residue that are underutilized. In addition, most of the products sold at the Inpres Market are woven fabrics with typical Kalimantan motifs. With these resources, of course, it is highly expected to be developed as a typical regional product. The purpose of this activity is to ignite diversity and improve the quality of souvenir products produced by the people of the Inpres Market area, through a social entrepreneurship approach based on the capabilities and resources of the region. Assistance activities for creative product development with a combination of wood pieces and woven fabrics are needed to initiate independent communities in the pandemic era through knowledge and skills in producing superior products from waste materials. To achieve these objectives, the methods of preparation, implementation and evaluation are used. With community service in the form of training in making creative products, traders and craftsmen in the Pasar Inpres area are able to increase independence in producing superior products that can rebuild people's income during the pandemic.
Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Masyarakat Pusung Terhadap Kearifan Budaya Lokal Eko Agung Syaputra; Widya Sartika; Olivia Febrianty Ngabito
Jurnal KARINOV Vol 5, No 3 (2022): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i3p218-223

Abstract

Semakin berkembangnya produk mebel di tanah air, baik lokal maupun impor, mengakibatkan industri mebel Jepara dituntut mampu bersaing dalam persaingan global yang tidak mudah. Menurut hasil survey, suatu produk mebel dipilih oleh konsumen berdasarkan pengamatan atas beberapa hal, yaitu kualitas bahan, ukuran, bentuk, warna, dan kesesuaian mebel dengan ruangan calon pembeli. Namun, proses pengamatan tersebut masih terbatas ketika membeli mebel kayu di pasar online, karena mayoritas masih menampilkan produk dalam bentuk 2D saja. Pengabdian masarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pelatihan terkait visualisasi 3D dan Augmented Reality (AR) sebagai optimalisasi media informasi dan promosi produk mebel kayu Jepara di pasar online. Visualisasi 3D dengan QR Code yang dipindai oleh kamera smartphone digunakan untuk melihat produk mebel secara detail dari berbagai sisi, yaitu detail bahan, bentuk, warna, sambungan, dsb. Sedangkan teknologi AR digunakan untuk melihat visual 3D mebel ke dalam ruangan dunia nyata sehingga calon pembeli memperoleh pengalaman simulasi penempatan produk mebel di lokasi yang diinginkan. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta 11 kali lebih memahami terkait implementasi visual 3D dan augmented reality bagi optimalisasi media promosi. Program pelatihan visualisasi 3D produk melalui AR ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pembangunan ekonomi nasional melalui optimalisasi produk daerah yang berdaya saing global. Selain itu, implementasi pengabdian masayarakat ini dapat diadopsi oleh produk daerah lain. Kata kunci— Augmented Reality, Jepara, Marketplace Online, Mebel Kayu, Visualisasi 3D Abstract Jepara's wood furniture industry is also required to be able to compete in the global competition. Before deciding to buy wooden furniture products, consumers need a direct experience to see the material, size, shape, color, and the suitability of the furniture with the room.  However, this experience still cannot be fulfilled when buying wooden furniture in the online marketplace, mostly just displaying products by 2-dimensional form. This community service aims to provide insight and training related to 3D visualization and Augmented Reality (AR) as an optimization of information media and promotion of Jepara wood furniture products in the online marketplace. 3-dimensional visualization with QR Code scanned by smartphone camera was used to products implementation. Customers can see product objects in detail from all sides, and perceive 3-dimensional visuals of furniture into the real world by AR technology. The results of this community service show that participants understand 11 times more about the implementation of 3D visuals and augmented reality for the optimization of promotional media. This 3D product visualization training program through AR can be a solution to improve national economic development through optimizing regional products with global competitiveness. Moreover, the implementation of this research can be adopted by other regions’s products. Keywords— Teach Augmented Reality, Jepara, Online Marketplace, Wood Furniture, 3D Visualization
Strategy for Environmental Preservation of Residential Areas over Water through Plastic Waste Management to Become Paving Blocks Arief Nugraha Pontoh; Raftonado Situmorang; Eko Agung Syaputra; Muhamad Fajrin Wahab
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 1 No. 5 (2022): December 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v1i5.1692

Abstract

The Kampung Atas Air area has a high level of activity and economy because of its location close to the Floating Market and Speedboat Harbor which connects Balikpapan City with North Penajam Paser Regency. The amount of garbage scattered in the area shows a lack of understanding and concern for the community about waste management. To overcome this problem, we need a strategy to protect the environment, especially the management of plastic waste. In this activity, community empowerment will be carried out through counseling and mentoring methods in order to process plastic waste into paving blocks that can be economically beneficial. Evaluations carried out on the implementation before and after the activity through distributing questionnaires revealed that people's understanding of environmental hygiene, types of plastic waste, and how to process plastic waste into paving blocks is increasing.
BRANDING PRODUK SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PEMASARAN PRODUK KERAJINAN KHAS KALIMANTAN DI PASAR INPRES KEBUN SAYUR Supratiwi Amir; Eko Agung Syaputra; Faisal Syamsuddin; Hesti Rosita Dwi Putri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Packaging design as product branding is one of the powerful things that can support product marketing. Often good packaging can represent a good product. the function of packaging is not only to maintain quality, but packaging can also be an attraction for consumers to buy the product. The Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan is a place for UMKM to introduce and distribute many handicraft products of East Kalimantan to global consumers and it's also an effort to protect and preserve local cultural wealth. Pasar Inpres is the one and only traditional market that sells various handicraft products of East Kalimantan and has become one of the icons of world tourist attractions for the city of Balikpapan, both for recreation and education. The handicraft products for sale at the Pasar Inpres haven't been packaged properly, this can be seen in the products for sale without a brand name and packaged only using clear plastic as simple. These things happen because of limited knowledge and skills in utilizing technology to optimize product branding and product marketing. One of the solutions to this problem is socializing and training small enterpreneurs of Pasar Inpres about product branding strategy and product marketing in the online marketplace. This activity is carried out using counseling, discussion, and training methods involving small enterpreneurs (UMKM) of Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Expected from this activity is small enterpreneurs (UMKM) of Pasar Inpres can understand that packaging design is an important thing to optimizing product branding and product marketing to increase product sales. Abstrak Desain kemasan sebagai branding produk merupakan salah satu hal yang ampuh yang dapat mendukung pemasaran produk. Seringkali kemasan yang baik dapat mewakili produk yang baik. fungsi kemasan tidak hanya untuk menjaga kualitas, tetapi kemasan juga dapat menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli produk tersebut. Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan merupakan wadah bagi UMKM untuk memperkenalkan dan mendistribusikan berbagai produk kerajinan Kalimantan Timur kepada konsumen global dan juga sebagai upaya untuk melindungi dan melestarikan kekayaan budaya lokal. Pasar Inpres merupakan satu-satunya pasar tradisional yang menjual berbagai produk kerajinan Kalimantan Timur dan menjadi salah satu ikon tempat wisata dunia bagi kota Balikpapan, baik untuk rekreasi maupun pendidikan. Produk kerajinan yang dijual di Pasar Inpres belum dikemas dengan baik, hal ini terlihat pada produk yang dijual tanpa nama merek dan dikemas hanya menggunakan plastik bening sesederhana mungkin. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan branding produk dan pemasaran produk. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah sosialisasi dan pelatihan kepada para pengusaha kecil Pasar Inpres tentang strategi branding produk dan pemasaran produk di pasar online. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan, diskusi, dan pelatihan yang melibatkan pengusaha kecil (UMKM) Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Diharapkan dari kegiatan ini para pengusaha kecil (UMKM) Pasar Inpres dapat memahami bahwa desain kemasan merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan branding produk dan pemasaran produk untuk meningkatkan penjualan produk.
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS BUDAYA DI DESA PAMPANG SAMARINDA Olivia Ngabito Febrianty Ngabito; Eko Agung Syaputra; Sasferi Yendra
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.247 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.485

Abstract

Desa Wisata Pampang adalah desa yang dihuni oleh masyarakat suku Dayak Kenyah. Desa ini disebut dengan desa budaya karena tata cara kehidupannya seperti bercocok tanam, adat istiadat hingga berkeseniannya masih menggunakan tata cara kehidupan dari nenek moyang suku Dayak Kenyah. Adanya desa budaya ini dapat menjadi suatu sarana pembelajaran sejarah suku Dayak Kenyah dan juga menjadi Desa Wisata berbasis Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kembali sektor pariwisata yang tidak berjalan selama pandemi. Covid-19 yang melanda hampir di selurh belahan dunia khususnya Desa Pampang sebagai desa wisata berbasis Budaya. Pengembangan Desa Wisata Pampang harus di perhatikan dari segi pengelolaan desa wisata berbasis budaya hingga pelestarian Desa wisata berbasis Budaya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif dengan analisis deskriptif dengan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengembangan Desa Wisata Pampang yang dapat dilakakukan pasca pandemi yaitu dengan cara menciptakan produk destinasi lebih unggul dari yang lain dan tampak unik dengan harga tinggi dan kualitas relatif tinggi.
Pengembangan Produk Kreatif dari Sisa Potongan Kayu dan Kain Tenun dalam Konteks Perancangan untuk Pengembangan Masyarakat berbasis Vernakular Pasar Inpres Kebun Sayur Kota Balikpapan Eko Agung Syaputra; Olivia Febrianty Ngabito; Sasferi Yendra
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.912 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.489

Abstract

Pasar Inpres Kebun Sayur Kota Balikpapan merupakan wadah bagi para pelaku usaha untuk mengenalkan dan mendistribusikan produk-produk kerajinan kreatif khas Kalimantan Timur sebagai sarana melestarikan produk khas budaya lokal. Sebagian besar produk yang dijual di Pasar Inpres adalah kain tenun dengan motif khas Kalimantan Timur. Di sisi lain, sebagai kota yang terletak di Kalimantan Timur, Kota Balikpapan memiliki kekayaan sumber daya alam berupa keanekaragaman jenis tumbuhan penghasil kayu, terutama kayu dari hutan tropis. Dalam proses pemanenan kayu tersebut menghasilkan sisa-sisa potongan kayu yang belum termanfaatkan secara optimal yaitu berkisar antara 0,548 – 0,664 m3/pohon atau rata-rata 0,564 m3/pohon. Secara umum, sisa potongan penebangan berupa kayu yang cacat sebesar (65,1%), pecah (23,3%), dan paling rendah adalah sisa potongan yang kondisinya masih baik (11,6%). Penelitian ini bertujuan untuk merespon sumber daya lokal yang berpotensi untuk dikembangkan dalam ranah produk kreatif sebagai upaya untuk memantik inovasi keragaman produk budaya khas daerah di masyarakat, terutama mengenai aspek desain produk, budaya visual, dan budaya. secara umum, dengan tujuan untuk mempertahankan unsur-unsur kearifan budaya lokal yang ada di daerah. Penelitian ini menghasilkan produk dengan bahan utama sisa potongan kayu dan kain tenun khas Kalimantan Timur. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghasilkan produk unggulan khas daerah serta memberikan nilai tambah pada sisa potongan kayu dan kain tenun Kalimantan Timur
Penerapan Inovasi Hijau dalam Perancangan Souvenir Wisata Berkelanjutan Menggunakan Material Biokomposit dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) untuk Mendukung Branding IKN sebagai Ibu Kota Negara Terhijau di Dunia Syaputra, Eko Agung; Parmita, Ade Wahyu Yusariarta Putra; Febrianti, Nia; Maharany, Gunanda Tiara; Rossalina, Novianti
SPECTA Journal of Technology Vol. 8 No. 3 (2024): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v8i3.1222

Abstract

Souvenirs have an important role in supporting regional economic development, souvenirs can also function as an important symbol of identity and culture because they can contribute to the preservation and promotion of local traditional heritage. But on the other hand, the souvenir industry also has the potential to damage the environment. Therefore, it is important to ensure that souvenir production and consumption practices use sustainable principles. The increasing level of deforestation and forest degradation in East Kalimantan due to IKN development needs to be balanced with green innovation. One of them is exploring renewable materials as raw materials for superior regional products. Indonesia has an abundance of empty oil palm fruit bunches (EFB), for every 1 ton of palm oil there is 23% or 230 kg of EFB waste. With its quality and uniqueness, this EFB biocomposite material is suitable as the basic material for sustainable tourism souvenirs as an Indonesian identity. This research aims to develop sustainable tourist souvenir designs made from EFB waste as one of the branding of IKN souvenirs for the international market. The identification in this research used the Design-driven Material Innovation (DDMI) method. DDMI is a product design design model that starts from material development from understanding material characteristics, and creating product lines, to communicating the uniqueness of materials to the market. This research produces designs and prototypes of tea sets as sustainable tourist souvenir products that are ready to be made on an industrial scale. Tea sets are often used as souvenirs in state agendas because they reflect a country's cultural identity and diplomatic status, as well as a way to strengthen relations between countries through appreciation and respect. This aligns with one of the goals to support the branding of the IKN as the greenest capital city in the world.
Turning Trash into Blessings: EcoBrick Impact Analysis Workshop for Teenagers at Miftakhul Huda Mosque, Balikpapan Pontoh, Arief Nugraha; Syaputra, Eko Agung; Arifuddin, Andi Mursid Nugraha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 3 No. 6 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v3i6.13009

Abstract

The EcoBrick program, a collaboration between Remaja Masjid Miftakhul Huda in Balikpapan and the Kalimantan Institute of Technology (ITK), aims to reduce plastic waste through training on converting waste into alternative building materials. The program includes socialization, theoretical training, production practices, discussions, and exhibitions. Evaluations using pre-tests and post-tests show significant improvements in participants' understanding, skills, and awareness of waste management. This program empowers communities while providing innovative solutions for reducing plastic waste. Consequently, EcoBrick has market potential as an eco-friendly product, enhancing environmental quality.
Co-Authors Achmad Ramadhani Saputra Aditya Narayana Aina Putri Nabilah Ainal Mardiah Azzahra Alif, Muh. Ikhsan Amalia, Khairunisa Amelia Khasanah Putri Amir, Supratiwi Anastasya Husnul Syauira Andi Naila Azra Izzati Aninditya Anggari Nuryono Arie Kurniawan Arief Nugraha Pontoh Arifin, Nico Arifuddin, Andi Mursid Nugraha Arista, Elsi Bowo Nugroho Budi Prayitno Diansyah, Senja Alfakori Dinar Amalia Kanthi Eka Santoso Endrawati, Budiani Fitria Faisal Syamsuddin Farida Putri Sunaryo Fatimah Nisrina Azzahrah Faustine, Evelyn Elaine Hesti Rosita Dwi Putri Hijrah, Dinda Sa’adatul Hijrah Imam Damar Djati Imam Damar Djati Kelana, Muhammad Raihan Wirayudra Kelana Khairunnisa, Shopy Farras Lelana, Juniardika Atha Lukito, Kanaya Anada Maharany, Gunanda Tiara Mochamad Fadil Afandi Muhammad Fajrin Wahab Muhammad Fanziya Muhammad Ikhsan Alif Muhammad Rendi, Muhammad muhammad rizky, muhammad Muhammad Rizqi Mulki, Muhammad Malikul Musyarofah Musyarofah Nabbila Salsa Ramadhani Naretha, Naretha Kawadha Pasemah Gumay Nasywaa Assyifa Nayla Hanan Ngabito, Olivia Febrianti Ngabito, Olivia Febrianty NIA FEBRIANTI, NIA Novianti Rossalina Nurmana, Fikrie Ari Nurmana Pangestu, Zakariya Yudha Paninggalih, Ramadhan Pasinggi, Kurnia Lapik Pontoh, Arief Nugraha Prabowo, I Putu Deny Arthawan Sugih Prabowo Prastio, Febriyanur Setiawan Purba, Arini Anestesia Putra, Ade Wahyu Yusariarta Putri, Amanda Sabina Raftonado Situmorang Rahma, Firdha Amalia Noor Rakha Dzaky Alfath Ramadani, Fasya Saffanah Ramadhan Paninggalih Ramadhana, Rizky Irswanda Ramadhanti, Aulia Azizah Ramadhanti Rino Mustofa Lutfi Riska Kurniyanto Abdullah Riyadi, Andrew Arief Riyadi Rizal Kusuma Putra Rossalina, Novianti Rulliannor Syah Putra Sartika, Widya Sartika, Widya Sartika Sasferi Yendra Sasferi Yendra Sasferi Yendra Sastrawan, Febrian Dedi Senduk, Arishty Cicilia Calista Siahaan, Axel Andrewilson Suliwardani, Dyah Ajeng Supratiwi Amir Syamsuddin, Faisal Syamsul Mujahidin, Syamsul Syauira, Anastasya Husnul Violincia Jelita Wahyu Aji Kurniawan Wahyuni, Margie Wibowo, Darrell Rajendra Wibowo Wibowo, Faqih Putra Wibowo Widya Sartika Yendra, Sasferi Yusufa, Muhammad Wildan Zhalifunnas, Muhammad Hibrizi