Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN ES YOGHURT TALAS BENENG PADA MASYARAKAT KAMPUNG CIBORANG, KABUPATEN SERANG-BANTEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MELALUI PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL Winda Nurtiana; Septariawulan Kusumasari; Vega Yoesepa Pamela
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.108-113.2022

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pelatihan pembuatan es yoghurt talas beneng dilakukan oleh dosen Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dilakukan kepada masyarakat Kampung Ciborang, Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang yang diwakili oleh anggota UMKM Karisma Creativa. Talas beneng dipilih karena umbi indigenous Banten yang kaya akan pati dan serat pangan akan tetapi belum termanfaatkan. Es yoghurt talas beneng dipilih karena bisa berfungsi sebagai pangan sinbiotik yang dapat bermanfaat bagi kesehatan, akan tetapi harganya sangat terjangkau. UMKM Karisma Creativa adalah UMKM yang mengolah pangan lokal seperti keripik umbi-umbian sehingga cocok untuk dilakukan hilirisasi penelitian yoghurt talas beneng yang dilakukan oleh dosen Program Studi Teknologi Pangan Untirta. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu identifikasi masalah, survey ke tempat secara langsung, penyuluhan oleh narasumber, dan praktek langsung pembuatan es yoghurt talas beneng oleh masyarakat. Hasil yang diperoleh yaitu masyarakat Kampung Ciborang khususnya anggota UMKM Karisma Creativa sangat antusias dalam pelatihan dan diskusi. Hasil pelatihan ini diharapkan masyarakat Kampung Ciborang khususnya UMKM Karisma Creativa dapat mengembangkan pangan lokal indigenous Banten yang sehat dan dapat dipasarkan dengan harga terjangkau sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Kata kunci: Kampung Ciborang Pabuaran, diversifikasi, talas beneng, yoghurt, peningkatan ekonomi ABSTRACT Training on making talas beneng yogurt ice, carried out by lecturers of the Food Technology Department, University of Sultan Ageng Tirtayasa, were conducted for the people of Ciborang Village, Kadubeureum Village, Pabuaran District, Serang Regency, represented by members of MSME Karisma Creativa. Talas beneng was chosen because the indigenous tuber of Banten is rich in starch and dietary fiber but has not been utilized yet. Taro Beneng yogurt ice was chosen because it can function as a synbiotic food that can be beneficial for health, but the price is very affordable. MSME Karisma Creativa is an MSME that processes local food such as tuber chips so that it is suitable for downstream research on talas beneng yogurt conducted by lecturers of the Food Technology Department Untirta. The stages carried out in this activity are identification of problems, direct site surveys, community service, and direct practice of making talas beneng yogurt ice by the community. The results obtained are that the people of Kampung Ciborang, especially members of MSME Karisma Creativa, are very enthusiastic in training and discussions. The results of this training are expected that the people of Kampung Ciborang, especially MSME Karisma Creativa, can develop local indigenous Banten food that is healthy and can be marketed at affordable prices so that it can improve the community's economy. Keywords: Ciborang Village Pabuaran, diversification, talas beneng, yoghurt, economic improvement
Digital Marketing Training for MSMEs to Increase Marketing Channel of Local Banten Product Septariawulan Kusumasari; Fitria Riany Eris; Yudi LA Salampessy; Anggoro Suryo Pramudyo; Ratna Mega Sari; Bayu Meindrawan; Vega Yoesepa Pamela; Winda Nurtiana; Nezly Nurlia Putri; Karmelia Nurrohmah
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 2 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v2i2.145

Abstract

This community service activity is a digital marketing training conducted by a lecturer of Food Technology Study Program, Sultan Ageng Tirtayasa University to the people of Ciborang Village, Kadubeureum Village, Pabuaran District, Serang Regency. The purpose of this service activity is to provide training and practical knowledge of management knowledge in helping the people of Ciborang Villages represented by MSMEs Karisma Creativa, to improve the marketing of Banten local products with digital marketing strategies. The methods used are survey and direct material delivery, as well as simulations and discussions on digital marketing strategies. The results obtained were that the people of Ciborang Village, especially MSMEs Karisma Creativa member, were very enthusiastic in training and discussions. The results of this training are expected that the people of Ciborang Village, especially MSMEs Karisma Creativa, can optimize the use of the marketplace as a marketing tool to Increase Marketing Channel of Local Banten Product.
Pemanfaatan Sumber Pangan Lokal Khas Provinsi Banten (Talas Beneng Sebagai Bahan Baku Produk Keripik): Pengabdian Pengolahan kripik talas beneng Nezly Nurlia Putri; Nia Ariani Putri; Fitria Riany Eris; Vega Yoesepa Pamela; Septariawulan Kusumasari; Tubagus Bahtiar Rusbana; Puji Wulandari; Winda Nurtiana; Rifqi Ahmad Riyanto; Zulfatun Najah; Ainun Nafisah; Mohamad Ana Syabana; Muhammad Dhabit Dzikribillah; Rahma Hariyanti
Abdi-mesin: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2022): Abdimesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v2i2.58

Abstract

Pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan oleh program Studi Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang merupakan salah satu perwujudan dan pengaplikasian bidang ilmu atau kajian pada bidang rekayasa dan pengolahan pangan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh program studi teknologi pangan berkerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pabuaran dalam bentuk pelatihan pengolahan kripik talas beneng yang difokuskan pada penurunan kadar oksalat. Batas konsumsi kalsium oksalat adalah 71mg / 100g berat basah talas. Apabila terkonsumsi dapat menimbulkan pembengkakan pada bibir dan mulut atau rasa gatal pada lidah dan tenggorokan.Kadar kalsium oksalat tepung talas varietas beneng, mentega, semir dan hijau berkisar antara 219.3 - 759.9 ppm. Umbi talas beneng dapat meningkatkan potensi sumber pangan lokal dan pendapatan masyarakat setempat. Salah satunya kandungan karbohidrat yang tinggi dan mensubstitusi beras. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemanfaatan sumber pangan lokal talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, memberikan informasi dan solusi cara menurunkan kandungan oksalat serta meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat tentang teknologi pengolahan pangan. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tujuh tahapan dengan pendekatan partisipatif. Hasil pengabdian di Desa Telaga Warna adalah Ibu-ibu mampu menjelaskan sumber pangan lokal dan pemanfaatan talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, mendapatkan solusi alternatif dari kendala yang ditemukan dilapangan dan kegiatan ini berjalan dengan lancer dimana terlihat antusias dan semangat ibu-ibu mengikuti kegiatan ini
MSME Financial Recording Training in The Karisma Creativa Group of Kadubeureum Village Intan Puspanita; Winda Nurtiana; Septariawulan Kusumasari; Rifqi Ahmad Riyanto
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v3i1.262

Abstract

This community service initiative aims to introduce the concept of basic financial recording and assist MSME business owners in recording their business activity transactions. The service activity is carried out in several stages, starting with identifying priority problems that need to be resolved. The next stage is to conduct socialization and training to help MSMEs in Kadubeureum Village with their financial recording. Through this activity, it was discovered that many MSME players do not separate their personal money from their business activities, making it difficult to determine their operational costs. With this activity, micro business owners in Kadubeureum Village can better understand the importance of financial recording for their business and are encouraged to record every business transaction on a daily basis.
Application of Taro Beneng Inulin and Red Dragon Fruit Peel Extract in Making Ice Cream Pamela, Vega Yoesepa; Eris, Fitria Riany; Kusumasari, Septariawulan; Riziani, Dina
Journal of Nutrition Science Vol 4, No 2 (2023): November, 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jns.v4i2.8332

Abstract

The characteristics of ice cream with the addition of beneng taro inulin and red dragon fruit extract were evaluated in this study. Various concentrations of beneng taro inulin (3%, 4%, and 5%) and dragon fruit extract (25%, 30%, and 35%) were added as fat substitutes and natural dyes, respectively. The results showed that the addition of 4% taro beneng inulin had a significant effect on the overrun value, melting time, and fat content of ice cream. The addition of 30% red dragon fruit peel extract significantly affected the color of ice cream, fat content, antioxidant activity, and total plate number. There is an interaction between the treatment of the addition of taro beneng inulin and red dragon fruit peel extract on color analysis, namely the L* notation (brightness) and a* notation (redness). A3B3 ice cream was selected as the best ice cream formula based on existing criteria
Pemanfaatan Sumber Pangan Lokal Khas Provinsi Banten (Talas Beneng Sebagai Bahan Baku Produk Keripik) Putri, Nezly Nurlia; Putri, Nia Ariani; Eris, Fitria Riany; Pamela, Vega Yoesepa; Kusumasari, Septariawulan; Rusbana, Tubagus Bahtiar; Wulandari, Puji; Nurtiana, Winda; Riyanto, Rifqi Ahmad; Najah, Zulfatun; Nafisah, Ainun; Syabana, Mohamad Ana; Dzikribillah, Muhammad Dhabit; Hariyanti, Rahma
abdimesin Vol. 2 No. 2 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v2i2.32

Abstract

Pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan oleh program Studi Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang merupakan salah satu perwujudan dan pengaplikasian bidang ilmu atau kajian pada bidang rekayasa dan pengolahan pangan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh program studi teknologi pangan berkerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pabuaran dalam bentuk pelatihan pengolahan kripik talas beneng yang difokuskan pada penurunan kadar oksalat. Batas konsumsi kalsium oksalat adalah 71mg / 100g berat basah talas. Apabila terkonsumsi dapat menimbulkan pembengkakan pada bibir dan mulut atau rasa gatal pada lidah dan tenggorokan.Kadar kalsium oksalat tepung talas varietas beneng, mentega, semir dan hijau berkisar antara 219.3 - 759.9 ppm. Umbi talas beneng dapat meningkatkan potensi sumber pangan lokal dan pendapatan masyarakat setempat. Salah satunya kandungan karbohidrat yang tinggi dan mensubstitusi beras. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemanfaatan sumber pangan lokal talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, memberikan informasi dan solusi cara menurunkan kandungan oksalat serta meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat tentang teknologi pengolahan pangan. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tujuh tahapan dengan pendekatan partisipatif. Hasil pengabdian di Desa Telaga Warna adalah Ibu-ibu mampu menjelaskan sumber pangan lokal dan pemanfaatan talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, mendapatkan solusi alternatif dari kendala yang ditemukan dilapangan dan kegiatan ini berjalan dengan lancer dimana terlihat antusias dan semangat ibu-ibu mengikuti kegiatan ini.
Dextrose Equivalent (DE) Variation and Maltodextrin Concentration Effects in Yoghurt Powder Characteristics Using Foam-mat Drying Eris, Fitria Riany; Pamela, Vega Yoesepa; Kusumasari, Septariawulan; Febriansah, Muhammad Rizal; Riyanto, Rifqi Ahmad
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 7 No. 1: Volume 7. Number 1, December 2023 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v7i1.30152

Abstract

Lactic Acid Bacteria (LAB) in yoghurt is a probiotic bacteria which potentially improves intestinal health. Yoghurt has a high moisture content. Thus, storing it at low temperatures can maintain the stability of microbes in the yoghurt. Yoghurt stored in the refrigerator has a maximum shelf life of 10 days. Yoghurt powder is one of the alternative solutions to prolong the shelf life. This study used a randomized design of factorial groups with variations of dextrose equivalent (DE) values of 10-12 and 18-20, as well as variations of maltodextrin concentrations of 10, 15, and 20%. The study aimed to determine the DE value and maltodextrin concentration which can produce the best quality synbiotic yoghurt powder. The quality of this synbiotic yoghurt was assessed by the highest yield, lowest water content, highest solubility, highest water absorption, highest acidic titrated total, highest total of lactic acid bacteria, and highest organoleptic. The study obtained that the DE value of maltodextrin affected the total LAB. Meanwhile, the concentration of maltodextrin affected the yield, moisture content, solubility, acidic titrated total, and total of LAB. The interaction between the DE value and the concentration of maltodextrin did not affect all the parameters of this study.
Characteristics of Milkfish (Chanos chanos) Bone Gelatin Using Bromelain Enzyme Hydrolysis Method Fitriyani, Fitriyani; Najah, Zulfatun; Kusumasari, Septariawulan
Food ScienTech Journal Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/fsj.v6i2.28751

Abstract

Gelatin is a product obtained through partial hydrolysis of collagen from animal skin and bones. Milkfish is a type of fish that contains high protein, milkfish bones have 32% protein which can be used as an alternative for gelatin production. The purpose of this research was to determine the effect of soaking time and soaking temperature on the characteristics of milkfish bone gelatin. This research used the Split Plot Randomized Block Design method which consisted of 2 factors. The first factor was soakingĀ  time with 3 levels, namely (1) 12 hours (2) 16 hours and (3) 20 hours. The second factor was soaking temperature consisting of 3 levels (1) 25o (2) 35oC (3) 45oC. The research results showed that soaking time had a significant effect on yield, ash content, pH, viscosity, L*, a*, b*, chroma and clarity. Soaking temperature has a significant effect on yield, ash content pH, viscosity, L*, a*, b*, 0Hue, chroma and clarity. There was an interaction of soaking time and temperature on yield, ash content, viscosity, L*, a*, b*, 0Hue, chroma and clarity.
Characterization of Reduced Fat Mayonnaise with Variations of Oil and Porang Flour (Amorphophallus Muelleri Bl.) Concentration Fakhira, Nadya; Wulandari, Puji; Kusumasari, Septariawulan; Syabana, Mohamad Ana
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci2626

Abstract

Commercial mayonnaise currently available is full fat mayonnaise with high oil content (70-80%) which can be harmful to health when consumed in the long time. Reduced fat mayonnaise (RFM) as an alternative mayonnaise, which reduces the oil content causes the emulsion changes so a stabilizer is needed. The stabilizer that can be used is porang flour which rich in glucomannan. This study aimed to determine the physicochemical and sensory of RFM with variations in oil (M) (40%, 50%, and 60%) and porang flour concentration (P) (0.1%, 0.2%, and 0.3%). This study used a Completely Randomized Design. Physicochemical parameters include water content, ash content, fat content, protein content, pH, viscosity, emulsion stability, color and emulsion droplets. The result showed that RFM has water content content 26,14 - 44,25%, ash content 0,52% - 0,60%, fat content 37,61% - 64,11%, protein content 3,35% - 3,76%, pH 4,07 - 4,17, viscosity 639,90 cP - 9250,00 cP, emulsion stability 99,98% - 100%, and color L* 83,92 - 85,72, a* 2,67 - 5,92, b* 20,28 - 29,25, and chroma 20,75 - 29,48. M2P3 was the selected formulation with higher acceptance for parameters such as color, aroma, texture, taste, and overall compared to the control mayonnaise.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga pada Pembuatan Kerupuk Bawang Kusumasari, Septariawulan; Syabana, Mohamad Ana; Pamela, Vega Yoesepa; Puspanita, Intan; Riziani, Dina
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 1 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v1i2.16

Abstract

Buah naga merupakan tanaman berjenis kaktus yang kini banyak dibudidayakan sebagai tanaman pertanian. Sebanyak 30-35% bagian buah naga merupakan kulit buah yang seringkali hanya dibuang sebagai sampah dan jarang dimanfaatkan sehingga diperlukan suatu alternatif dalam pemanfaatannya. Salah satu pemanfaatan kulit buah naga yaitu dapat dijadikan pewarna alami yang diaplikasikan pada produk pangan, salah satunya kerupuk bawang. Kerupuk bawang merupakan salah satu olahan pangan tradisional yang digemari oleh masyarakat di Indonesia. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan produk olahan dengan memanfaatkan limbah kulit buah naga sebagai pewarna alami pada kerupuk bawang