Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Fiqh siyasah dalam Penerapan Demokrasi di Indonesia Nurokhman, Nurokhman; Mulyani, Nisa Putri
Edulaw : Journal of Islamic Law and Yurisprudance Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal EduLaw:Journal of Islamic Law and Yurisprudance
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Bunga Bangsa Cirebon Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Democracy is a form of two words demos (the people) and cratein or cratos (power and sovereignty). The combination of the words demos and cratein or cratos forms the word democracy which has a general understanding as a form of government of the people (government of the people) in which the highest power lies in the hands of the people carried out directly by the people or through their representatives through direct and indirect election mechanisms. freely. For this study, the authors used qualitative data. In a systematic and standard procedure to obtain the required data there is always a relationship between the data collection method and the research problem to be solved, the data collection method used in this research is the study method or (library). Democratic ethics can simply be understood as a political ethic that adheres to the existential principles of democracy. Democratic ethics is part of political ethics that places democracy as an ethical measuring tool. If political ethics questions the legitimacy factor that is the basis of power, while political ethics emphasizes more on how to do politics. The problem of the way, the making, or the behavior to express the attitude of political action by referring to the elements of democratic values ​​is what is referred to as democratic political ethics. So the ethics of democracy is a democratic way of doing politics. What is the democratic way of doing politics? Theoretically, democratic ethics is a moral teaching in acting that prioritizes the will of the people through equal respect for the rights to be able to freely express choices and opinions. Abstrak Demokrasi berasal dari dua kata yaitu demos (rakyat) dan cratein atau cratos (kekuasaan dan kedaulatan). Gabungan kata demos dan cratein atau cratos membentuk kata demokrasi yang mempunyai pengertian umum sebagai bentuk pemerintahan dari rakyat (government of people) dimana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat yang dilaksanakan langsung oleh rakyat. atau melalui perwakilannya melalui mekanisme pemilihan langsung. dengan bebas. Untuk penelitian ini, penulis menggunakan data kualitatif. Dalam suatu prosedur yang sistematis dan baku untuk memperoleh data yang dibutuhkan selalu ada hubungan antara metode pengumpulan data dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi atau (perpustakaan). Etika demokrasi secara sederhana dapat dipahami sebagai etika politik yang menganut prinsip-prinsip eksistensial demokrasi. Etika demokrasi merupakan bagian dari etika politik yang menempatkan demokrasi sebagai alat ukur etis. Jika etika politik mempersoalkan faktor legitimasi yang menjadi dasar kekuasaan, sedangkan etika politik lebih menekankan pada bagaimana berpolitik. Masalah cara, pembuatan, atau perilaku untuk mengungkapkan sikap tindakan politik dengan mengacu pada unsur-unsur nilai demokrasi inilah yang disebut dengan etika politik demokrasi. Jadi etika demokrasi adalah cara berdemokrasi dalam berpolitik. Bagaimana cara demokrasi dalam berpolitik? Secara teoritis, etika demokrasi adalah ajaran moral dalam bertindak yang mengutamakan kehendak rakyat melalui penghormatan yang sama terhadap hak untuk dapat bebas berekspresi. pilihan dan pendapat.
Pendampingan Penerapan Work-Life Balance Islami Bagi Tenaga Kerja Muslim di Industri Kreatif Mulyani, Panca Dina Ayu; Nurokhman, Nurokhman; Al-Fatih, Gilang Fajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.752

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja Muslim di industri kreatif melalui penerapan Work-Life Balance Islami. Pendampingan dilakukan sebagai respon terhadap tingginya tekanan kerja, jam kerja panjang, dan rendahnya integrasi nilai-nilai spiritual dalam aktivitas profesional. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan interaktif, mentoring, implementasi lapangan, serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep Work-Life Balance Islami dengan kenaikan rata-rata nilai dari 65,4 menjadi 84,4. Observasi perilaku juga mencatat peningkatan kedisiplinan ibadah, manajemen waktu, dan ketenangan emosional sebesar 31%. Survei pasca-kegiatan mengindikasikan penurunan tingkat stres kerja sebesar 18% serta peningkatan kepuasan kerja sebesar 22%. Secara keseluruhan, program pendampingan ini terbukti efektif dalam menguatkan keseimbangan profesional dan spiritual tenaga kerja, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hubungan kerja di lingkungan industri kreatif.
PENGARUH PENAMBAHAN GROLEN TYPE D TERHADAP PERKEMBANGAN KUAT TEKAN AWAL BETON Nurokhman, Nurokhman; Hery, Kristiyanto
CivETech: Civil Engineering and Technology Journal Vol. 8 No. 1 (2026): CivETech (in Progress)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kuat tekan beton sebelum umur 28 hari berperan penting dalam percepatan pelaksanaan konstruksi perkerasan kaku. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan admixture Grolen Type D terhadap perkembangan kuat tekan awal beton. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium melalui trial mix di batching plant dengan mutu rencana 15 MPa. Variasi kadar Grolen Type D sebesar 0,5% terhadap berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari sesuai SNI 1974:2011. Hasil menunjukkan bahwa pada kadar 0,5%, kuat tekan rata-rata mencapai 17,35 MPa (7 hari), 19,88 MPa (14 hari), dan 24,90 MPa (28 hari). Pada kadar 0,7%, kuat tekan umur 7 dan 14 hari masing-masing mencapai 69% dan 89% dari kuat tekan 28 hari. Nilai kuat tekan umur 7 hari telah melampaui mutu rencana. Penambahan Grolen Type D terbukti efektif dalam meningkatkan perkembangan kuat tekan awal beton tanpa menurunkan workability secara signifikan.