Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS VII SMP BERDASARKAN MODEL PEMBELAJARAN KOLB-KNISLEY BERBANTUAN GEOGEBRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HIGHER-ORDER THINKING SKILL DAN APRESIASI SISWA TERHADAP MATEMATIKA Fitriani Nur
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.829 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2017v5n1a7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar matematika kelas VIII SMP berdasarkan model pembelajaran Kolb-Knisley berbantuan geogebra untuk meningkatkan higher-order thinking skill dan apresiasi siswa kelas VIII SMP dengan menggunakan bahan ajar matematika berdasarkan model pembelajaran Kolb-Knisley. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar Kolb-Knisley yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran, berdasarkan penilaian dari validator diketahui bahwa secara keseluruhan bahwa bahan ajar ini tergolong dalam kategori sangat baik dengan persentase sebesar 88,33%, berdasarkan uji coba kelompok kecil higher order thinking skill siswa setelah menggunakan bahan ajar Kolb-Knisley meningkat dengan persentase ketuntasan sebesar 100%, beradasarkan uji coba kelompok kecil dapat diketahui bahwa rata-rata apresiasi siswa terhadap matematika sebelum menggunakan produk yang dikembangkan sebesar 73,66 dan berada pada kategori sedang. Sedangkan apresiasi siswa terhadap matematika setelah menggunakan produk yang dikembangkan sebesar 103,60 dan berada pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil angket respon siswa terhadap bahan ajar Kolb-Knisley diperoleh persentase sebesar 95%. Secara keseluruhan, bahan ajar Kolb-Knisley yang telah dikembangkan oleh pengembang diketahui sangat baik.
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENJAWAB SOAL PROGRAM LINEAR KELAS XII IPA MAN 1 MAKASSAR Wildana Wildana; St. Hasmiah Mustamin; Fitriani Nur
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2016): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2016v4n1a6

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesalahan peserta didik dalam menjawab soal program linear kelas XII IPA MAN 1 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi jenis kesalahan apa yang dilakukan peserta didik dalam menjawab soal program linear, dan ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 16 peserta didik. Subjek yang terpilih dalam wawancara adalah 7 peserta didik yang ditentukan dari tes diagnostiknya. Peserta didik yang terpilih sebagai subjek penelitian merupakan peserta didik yang memiliki kesalahan yang bervariatif dan lebih terkait pada pemahaman konsep, kesalahan prinsip dan kecerobohan dalam pengoperasian yang menarik untuk diteliti. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Metode analisis yang digunnakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dialami peserta didik dalam menjawab soal program linear kelas XII IPA MAN 1 Makassar yakni peserta didik belum terlalu memahamami kosep program linear, kesalahan prinsip dan juga sering melakukan keerobohan dalam penyelesaiannya. Faktor penyebab terjadinya hal tersebut berdasarkan hasil penelitian ini yaitu  berasal dari faktor intern yakni minat, motivasi, dan bakat peserta didik, dan dari foktor eksterm yaitu keadaan peserta didik yang tegang pada saat proses pembelajaran dan tempat duduk peserta didik.
MATHEMATICAL LEARNING OUTCOME DIFFERENCES THROUGH THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF THINK PAIR SHARE TYPE, TWO STAY TWO STRAY TYPE, AND NUMBER HEAD TOGETHER TYPE Fitriani Nur; Nur Khalisah Latuconsinah; Andi Ika Prasasti Abrar; Thamrin Tayeb; Ira Syamsuarni
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.65 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2018v6n2a6

Abstract

Abstract:The study aims to find out the students’ mathematical learning outcome differences through the implementation of cooperative learning model of Think Pair Share (TPS) type, Two Stay Two Stray (TSTS) type, and Numbered Heads Together (NHT) type. The study used quasi-experimental research design. The population of this study was all the second grade students of SMPN 1 Pallangga that consisted of 11 classes with the total number of 343 students. The sample was determined by using purposive sampling technique. The data analyses techniques used were descriptive and inferential statistics by using F one-way Anova test and follow-up testing by using Scheffe test. Based on the statistics analysis, it was found that there were the students’ mathematical learning outcome differences through the implementation of Think Pair Share (TPS) type, and Two Stay Two Stray (TSTS) type at the second grade of SMPN 1 Pallangga. Based on the mean scores, the highest score of the students’ learning outcomes was the experimental class implemented learning model of TPS type.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), Two Stay Two Stray (TSTS), dan Numbered Heads Together (NHT). Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 1 Pallangga yang terdiri dari 11 kelas, yang berjumlahkan 343 siswa. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji F one-way Anava dan uji lanjut dengan menggunakan uji Scheffe. Berdasarkan analisis statistika menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matemaika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), Two Stay Two Stray (TSTS), dan Numbered Heads Together (NHT) pada kelas VII SMPN 1 Pallangga. Berdasarkan nilai rerata, hasil belajar matematika siswa yang tertinggi adalah kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran tipe TPS.
EFFECTIVENESS OF DISCOVERY LEARNING MODEL ON STUDENTS' MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING ABILITY Fitriani Nur; Thamrin Tayeb; Virginia Meyka Widayanti; A. Sriyanti; Nurhidayah Nurhidayah
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 8 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.542 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2020v8n1a10

Abstract

Abstract:This study aims to determine the application of discovery learning model on students' mathematical problem solving abilities. This research is experimental research with a quasi experimental design. The population in this study were all students of grade VII SMPN 4 Sungguminasa with grade VII.A as samples an experimental class and grade VII.C as a control class. The research instruments used a test to solve mathematical problems. Data analysis techniques were descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. Based on the results of the analysis, it was found that the application of discovery learning model is effective on students' mathematical problem solving abilities.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian yaitu quasi eksperimental design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMPN 4 Sungguminasa dengan sampel pada kelas VII.A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.C sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PESERTA DIDIK YANG DIBERI TUGAS KELOMPOK DENGAN TUGAS INDIVIDU DI KELAS IX MTs. MADANI ALAUDDINPAOPAO KABUPATEN GOWA Sitti Mania; Fitriani Nur; Haeriyah Arianti Syahrir
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 20 No 1 (2017): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2017v20n1a6

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara peserta didik yang diberi tugas kelompok dengan peserta didik yang di­be­ri tugas individu. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam pe­nelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX. Sampelnya terdiri dari kelas IXB dan kelas IXC. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis data deskriptif menunjukkan bahwa pe­ser­ta didik kelas IXB memiliki nilai rata-rata kemampuan awal 66,57 dan nilai rata-ra­ta posttest 75,53. Sedangkan, kelas IXC memiliki nilai rata-rata kemampuan awal yaitu 72,97 dan nilai rata-rata posttest adalah 51,50. Hasil analisis data inferensial yaitu; normal dan homogen, sehingga untuk pengujian hipotesis digunakan uji t, dan diperoleh thitung = 6,194 > ttabel = 2,000 dengan nilai sig.(2-tailed) < α atau 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil be­la­jar matematika peserta didik kelas IX MTs. Madani Alauddin Paopao Kabupaten Go­wa antara yang diberi tugas kelompok dengan tugas individu. Temuan pe­ne­li­ti­an menunjukkan bahwa pemberian tugas kelompok lebih efektif dapat me­ning­katkan hasil belajar peserta didik.Abstract:This study aims to find out: differences in the learning outcomesamong learners who are given group assignments with learners given individual assign­ments.This type of research is a quasi experimental research. Population in this stu­dy were all students of class IX. The sample consisted of class IXBand class IXC. Data analysis techniques used are descriptive statistics and inferential statis­tics.The results of descriptive data analysis showed that the students of class IXB had an average initial ability score of 66,57 and a posttest average of 75,53. Mean­while, class IXC had an average initial ability score of 72,97 and a posttest average of 51,50. The result of inferential data analysis utilizing the normality and ho­mo­geneity test of both classes which were used as research sample proved to be nor­mal and homogeneous. Therefore, the hypothesis testing used t test whih resulted in tcount = 6,194> ttable = 2.000 with sig score. (2-tailed) <α or 0,000 <0,05. Therefore, the H0 is rejected which means that there is a significant difference between group work and individual work in mathematics learning outcome of the students in IX class Islamic junior high school of Madani Alauddin Paopao Gowa regency. Re­search findings indicate that giving group tasks more effectively can improve learners’ learning outcomes.
ANALISIS PENENTUAN STANDAR NILAI KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SMAN 17 MAKASSAR Muhammad Yusuf Hidayat; A. Nenyhindarwaty. A; Fitriani Nur
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 8 No 1 (2020): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.215 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v8i1.7837

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) Bagaimana tingkat kompleksitas penentuan standar nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI pada SMAN 17 Makassar, 2) Bagaimana tingkat daya dukung penentuan standar nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI pada SMAN 17 Makassar, 3) Bagaimana tingkat intake penentuan standar nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI pada SMAN 17 Makassar, 4) Seberapa besar kesesuaian perhitungan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI yang diukur dan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI yang ditetapkan SMAN 17 Makassar. Jenis penelitian ini adalah Mix Methods dengan menggunakan desain metode campuran sekuensial/ bertahap (sequential mixed methods) terutama strategi eksplonatoris sekuensal. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  kriteria kompleksitas KKM mata pelajaran fisika kelas XI SMAN 17 Makassar dikategorikan sedang dengan nilai  rata-rata 70, kriteria daya dukungnya dikategorikan tinggi dengan nilai 83 dan kriteria intakenya dikategorikan sedang dengan nilai 75. Selanjutnya, berdasarkan hasil  analisis  kuantitatif untuk penetuan standar nilai kriteria ketuntasan minimal menunjukkan adanya kesesuaian antara KKM yang ditetapkan sekolah dan KKM yang diukur oleh peneliti dengan persen beda sebesar 5%. Abstract:The purpose of this study was to find out: 1) What is the level of complexity in determining the minimum completeness criteria (KKM) grade XI physics subjects at SMAN 17 Makassar, 2) How does the level of carrying capacity determine the value standard of minimum completeness criteria (KKM) for grade XI physics subjects at SMAN 17 Makassar, 3) How does the intake level determine the minimum completeness criteria (KKM) grade XI physics subjects at SMAN 17  Makassar, 4) How much is the suitability of the calculation of the minimum completeness criteria (KKM) of the grade XI physics subjects measured and the minimum completeness criteria (KKM) of the grade XI physics subjects decided by SMAN 17 Makassar.  This type of research is Mix Methods using sequential mixed methods design, especially sequential exploratory strategies.  The results of qualitative research indicate that the criteria for the complexity of KKM physics subjects in class XI SMAN 17 Makassar are categorized as moderate with an average value of 70, the criteria for carrying capacity are categorized as high with 83 and the intake criteria are categorized as 75. Furthermore, based on the results of quantitative analysis  the minimum standard of completeness criteria indicates that there is a match between the KKM determined by the school and the KKM measured by the researcher with a percent difference of 5%.
META ANALISIS: PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Fitriani Nur; Andi Dian Angriani
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v8i1a9.2021

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terkait penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap hasil belajar matematika siswa di Sekolah Dasar (SD). Jenis penelitian yang digunakan yaitu meta analisis dengan mengumpulkan data non tes, yakni menelusuri terbitan berkala ilmiah atau jurnal melalui google scholar dan DOAJ. Dari hasil penelusuran diperoleh 25 artikel dari jurnal dengan beberapa kriteria, diantaranya: (1) artikel berkaitan dengan pengaruh RME terhadap hasil belajar siswa, (2) penelitian dilakukan dalam kurung waktu 2013-2020, (3) penelitian dilaksanakan jenjang sekolah dasar, (4) penelitian dilakukan di Indonesia, (5) jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control, (6) kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional, dan (7) data yang dibutuhkan untuk menentukan effect size lengkap pada artikel. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendekatan RME efektif digunakan ditinjau dari hasil belajar matematika siswa. Implikasi dari hasil temuan ini memberikan gambaran bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) memiliki kekuatan yang besar dalam meningkatkan hasil belajar matematika sehingga pendekatan tersebut menjadi pilihan yang tepat dalam proses pembelajaran matematika siswa sekolah dasar.AbstractThis study aimed to analyze the implementation of the Realistic Mathematics Education (RME) approach to students’ mathematics learning outcomes in elementary schools (SD). The research type used was a meta-analysis by collecting non-test data, namely periodical papers or journals through google scholar and DOAJ. The search results obtained 26 articles from journals with several criteria, including: (1) articles related to the effect of RME on students’ learning outcomes, (2) those researches were conducted in 2013-2020 periods, (3) those researches were carried out in elementary school level; (4) those researches were conducted in Indonesia, (5) the method used was experimental research involving two groups, namely experimental group and control group, (6) the control group used a conventional learning model, and (7) data were needed to determine the complete effect size of the articles. The data analysis techniques used in this study were descriptive and inferential statistics. Thus, this study found that the RME approach was effectively used for the students’ mathematics learning outcomes. The implications of this finding indicated that the Realistic Mathematics Education (RME) approach had great power in improving mathematics learning outcomes so that the approach is appropriately used in learning mathematics in elementary school.
The Cooperative Learning Comparison of Student Teams Achievement Division Type and Teams Assisted Individualization type Toward The Students’ Mathematical Communication Skill Mutmainnah Tahir; Thamrin Tayeb; Muh. Rusydi Rasyid; Fitriani Nur; munawarah munawarah
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v8i2.9148

Abstract

Abstract:The study aimed to compare the cooperative learning model of Student Team Achievement Division (STAD) and Team Assisted individualization (TAI) types on the mathematical communication skill of class VIII students of State Junior High School 3 Sungguminasa of Gowa Regency. It was quasi-experimental research with non-equivalent control group design. The study population was all the students of class VIII of State Junior High School 3 Sungguminasa. Descriptive and inferential statistical analysis with independent sample t-test were used in analysing the data. Based on the results of the descriptive statistical analysis, the mean score of the students' mathematical communication skill using cooperative learning model of STAD type was about 65.63% at the high category and the rest score was at the very high category; while the mean score of the students’ mathematical communication skill using the cooperative learning model of TAI type was about 62.5% at the high category and the rest score was at very high category. Based on the inferential analysis, it was obtained the results that there were the differences of the mean scores of the students’ mathematical communication skill who possessed the STAD and TAI learning types, and TAI learning type was more effective than the STAD learning type to enhance the students' mathematical communication skill.
PENGARUH MINAT BELAJAR DAN SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK Lisnasari Andi Mattoliang; Wanasari Wanasari; Fitriani Nur; Muhammad Rusydi Rasyid; Baharuddin Abbas
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 10, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v10i1.16606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan self-regulated learning terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Makassar dengan jumlah 280 peserta didik, sedangkan sampelnya sebanyak 98 peserta didik yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner minat belajar, kuesioner self-regulated learning, dan dokumentasi hasil belajar matematika. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa minat belajar dan self-regulated learning secara bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Makassar
EFEKTIVITAS PELATIHAN PENGENALAN DIRI MENGGUNAKAN KARTU POINTS OF YOU PADA REMAJA Eka Damayanti; Fitriani Nur; M. Shabir U; Rus’an Samad; Rezkianti Hasan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.766 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5801

Abstract

Abstrak: Pengenalan diri pada remaja menjadi tugas perkembangan utama karena jika tidak dapat diselesaikan maka akan menimbulkan difusi identitas yang dapat berdampak negatif, seperti kenakalan remaja. Salah satu cara membantu remaja di MAN 1 Enrekang dalam menemukan identitas dirinya dengan memberikan pelatihan pengenalan diri sendiri menggunakan bantuan kartu Points of You. Jumlah partisipan yang terlibat sebanyak 52 peserta didik yang berada pada usia remaja (15-17 tahun). Instrumen pelatihan yang digunakan yakni kartu Points of You jenis The Coaching Game dan Punctum dan Chart Finding Self Indentity. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dengan acara pembukaan, perkenalan narasumber lalu masuk ke sesi pelatihan. Pelatihan diawali dengan penyebaran angket untuk mengetahui pengenalan diri awal peserta. Lalu dilakukan tahapan sesuai prosedur penggunaan kartu Points of You: pertama Pause, kedua Expand, ketiga Focus, dan keempat Doing. Setelah itu maka disebarkan angket untuk mengetahui pengenalan diri peserta setelah mengikuti pelatihan. Pengumpulan data menggunakan angket pengenalan diri yang disusun sendiri oleh peneliti. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu rata-rata skor kemampuan mengenali diri sebelum pelatihan adalah 2.78 meningkat menjadi 4.12 (rentang skor 1-5). Selain itu, uji NGain Score telah memberikan bukti secara empiris bahwa kartu Points of You cukup efektif digunakan pada pelatihan pengenalan diri bagi remaja.Abstract: Self-recognition in adolescents is an important developmental task. It must be complished to hinder the identity diffusion to a negative impact, such as juvenile delinquency if it cannot be completed. One way to help teenagers at MAN 1 Enrekang find their self-identity is by providing self-recognition training using the Points of You card. The number of participants was 52 students between the ages of 15 to 17 years old. The training instruments used were Points of You cards of The Coaching Game and Punctum types and the Finding Self Identity Chart. The stages of service activities was started from the opening ceremony, after that the introduction of the resource persons and then the training session. The training was begun with distributing a questionnaire to determine the participants' initial self-introduction. Then the steps were carried out according to the procedure for using the Points of You card: first Pause, second Expand, third Focus, and fourth Doing. After that, a questionnaire was distributed to find out the participants' self-introduction after attending the training. Collecting data using a self-recognition questionnaire referred to the researcher. The results obtained from this study were the average score of self-recognition skills before training was 2.78, increasing to 4.12 (score range 1-5). In addition, the NGain Score test has provided empirical evidence that the Points of You card media is quite effective in being used in self-introduction training for adolescents.
Co-Authors A. Nenyhindarwaty. A A. Sriyanti A. Sriyanti Aditya Reinaldo Ahmad Farham Majid Ahmad Farham Majid Ahmad Farham Majid Ainul Uyuni Taufiq Andi Dian Angriani Andi Dian Angriani Andi Dian Angriani Andi Halimah Andi Halimah Andi Ika Prasasti Abrar Andi Kusumayanti Andi Surahma Halik Badaruddin Amin Baharuddin Abbas Baharuddin Baharuddin Dahlia Dahlia Dandi Ardiansyah Dian Magfirah Eka Damayanti Fitria Fitria Haeriyah Arianti Syahrir Ira Syamsuarni Ismail Ismail Ismawati Ismawati Lisnasari Andi Mattoliang Lisnasari Andi Mattoliang Lisnasari Andi Mattoliang Lisnasari Andi Mattoliang Lisnasari Andi Mattoliang M Amin M. Shabir U Mar Athul Wazithah T. mardhiah diah Mardhiah Mardhiah Misbahuddin Misbahuddin Muhammad Rusydi Rasyid Muhammad Rusydi Rasyid Muhammad Yusuf Hidayat Muliaty Amin Munawarah Munawarah Munawarah Mutmainnah Tahir Nazurah Jamaluddin Nidya Nina Ichiana Nur Aisyah Nur Khalisah Latuconsina Nur Khalisah Latuconsinah Nur Yuliani Nurfadila Ainun Nurhidayah Nurhidayah Nursalam Nursalam Rahmawati Nur Rasyid, Mahammad Rusydi Rezkianti Hasan Rezkianti Hasan Rifqa Nurul Fajriani Harmin Risma Ismail Rus&#039;an Samad Rus’an Samad Santih Anggereni Sitti Mania Sitti Mania Sitti Mania Sri Sulasteri Sri Sulasteri St. Hasmiah Mustamin St.Hasmiah Mustamin Suharti Suharti Suharti harti Suharti Suharti Suharti Suharti Suharti Suharti Thamrin Tayeb Thamrin Tayeb Thamrin Tayeb Thamrin Tayeb Titin Titin Virginia Meyka Widayanti Wahyuni Wanasari Wanasari Wildana Wildana Yusuf Tahir