Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FILSAFAT IBNU KHALDUN: ANALISIS HISTORIS FILOSOFIS Widodo Hami
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ibn Khaldun (1332–1406 M) merupakan pemikir besar dalam tradisi Islam yang melalui karya monumentalnya al-Muqaddimah meletakkan dasar filsafat sejarah, sosiologi, dan teori peradaban. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk meninjau kembali pemikiran Ibn Khaldun secara filosofis, bukan sekadar sebagai “proto-sosiolog”, agar kontribusinya terhadap filsafat ilmu dan ilmu sosial global dapat dipahami secara komprehensif. Tujuan kajian ini adalah menguraikan konsep-konsep utama Ibn Khaldun, seperti ‘asabiyyah, teori siklus peradaban, epistemologi akal dan jiwa, serta gagasan pendidikan dan politik, sekaligus menilai relevansinya dalam konteks kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis historis-filosofis, yakni menelaah teks al-Muqaddimah dan literatur sekunder untuk menemukan kerangka epistemologis dan filosofis pemikirannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun menempatkan sejarah sebagai ilmu rasional-empiris, memperkenalkan kritik historiografi yang ketat, serta mengembangkan teori peradaban (al-‘umrān) yang menekankan interaksi sosial, ekonomi, dan politik sebagai faktor penentu dinamika masyarakat. Ia juga menegaskan peran akal sebagai watak alami manusia, namun tetap membatasi pada wilayah empiris dan rasional, sementara wahyu menjadi penuntun transenden. Kesimpulannya, filsafat Ibn Khaldun menghadirkan paradigma utuh tentang peradaban yang memadukan rasionalitas, moralitas, dan spiritualitas, serta tetap relevan untuk membaca fenomena sosial-politik modern. Kata Kunci: Ibnu Khladun, Filsafat, Sejarah
STRATEGI DAN TANTANGAN MENGATASI BEBAN KERJA GURU AKIBAT PERUBAHAN KURIKULUM DI MTS SUNAN KALIJAGA PEKALONGAN Rahma Alfina Maulidia; Erlinda, Citra; Widodo Hami
An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 02 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan serta tantangan yang dihadapi guru dalam mengatasi beban kerja akibat perubahan kurikulum di MTs Sunan Kalijaga Bojong Pekalongan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru menghadapi berbagai tantangan, seperti adaptasi terhadap materi baru, tuntutan administrasi yang meningkat, serta keterbatasan waktu untuk pengembangan kompetensi profesional. Namun, strategi yang diterapkan, seperti pelatihan intensif, kolaborasi antar guru, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran, mampu membantu mengurangi beban kerja dan meningkatkan efektivitas pengajaran. Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan institusi, baik dalam bentuk fasilitas maupun kebijakan yang memadai, memainkan peran penting dalam keberhasilan adaptasi guru terhadap perubahan kurikulum. Kesimpulannya, upaya untuk mengatasi beban kerja guru membutuhkan sinergi antara guru, lembaga, dan pemerintah guna menciptakan sistem pendidikan yang lebih responsif terhadap dinamika kurikulum. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi pengambil kebijakan dan pendidik dalam mendukung implementasi kurikulum secara efektif
MENUJU EKOTEOLOGI ISLAM DEKOLONIAL: MEREKONSTRUKSI ETIKA LINGKUNGAN DALAM KONTEKS INDONESIA Widodo Hami
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekologis yang semakin kompleks menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya disebabkan oleh perilaku individu, tetapi juga oleh struktur pengetahuan, kekuasaan, dan pembangunan yang bersifat eksploitatif. Dalam konteks Indonesia, berbagai persoalan seperti deforestasi, ekspansi industri ekstraktif, konflik agraria, pencemaran lingkungan, dan marginalisasi masyarakat adat memperlihatkan adanya ketidakadilan ekologis yang berakar pada warisan kolonialitas. Sementara itu, kajian ekoteologi Islam yang berkembang selama ini cenderung berfokus pada aspek normatif dan etika individual, sehingga belum sepenuhnya mampu menjelaskan dimensi struktural dari krisis lingkungan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma ekoteologi Islam melalui perspektif dekolonial dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber etika sekaligus kritik terhadap struktur yang menghasilkan kerusakan ekologis. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang memanfaatkan literatur tentang ekoteologi Islam, dekolonialitas, dan keadilan ekologis. Analisis dilakukan terhadap konsep-konsep Qur’ani seperti khalifah, amanah, mizan, dan fasad melalui perspektif dekolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoteologi Islam dekolonial menempatkan manusia sebagai penjaga keseimbangan ekologis, memandang lingkungan sebagai ruang keadilan, serta mendorong transformasi sosial yang berpihak kepada kelompok rentan dan keberlanjutan antargenerasi. Paradigma ini menawarkan kerangka alternatif bagi pengembangan etika lingkungan Islam yang lebih kontekstual dan transformatif dalam menghadapi krisis ekologis di Indonesia. Kata kunci: ekoteologi Islam, dekolonialitas, keadilan ekologis, Al-Qur’an, Indonesia.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran Fikih Di MA Hidayatul Athfal Nailatus Salma; Amalina Istiqomah; Nur Luluk Amalia; Nailatus Salma; Widodo Hami
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 01 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat pendidikan sangat penting bagi kelangsungan hidup individu dan masyarakat di masa depan, maka pendidikan harus dilaksanakan secara efektif di setiap daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kurikulum merdeka pada pembelajaran fiqih di MA Hidayatul Athfal dilaksanakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis deskriptif penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Hidayatul Athfal efektif dan sistematis, terutama kurikulum, metode pengajaran, bahan ajar, bahan kajian, fasilitas yang sesuai, dan sumber belajar yang sesuai menunjukkan ketersediaannya kebutuhan siswa. Terdapat pula kendala dalam pelaksanaannya di MA Hidayatul Athfal. Dua penyebabnya adalah belum tersedianya buku paket fiqih kurang lengkap sebagai sumber belajar di sekolah dan terbatasnya akses guru terhadap bahan referensi pembelajaran mandiri. Oleh karena itu, guru harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan sumber belajar dan beradaptasi dengan perubahan kurikulum.
STRATEGI INTERNALISASI NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN QUR’AN HADIS BERBASIS MEDIA SOSIAL Silna Farodis; Galang Eka Radito; Widodo Hami
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital memberikan tantangan sekaligus peluang dalam penanaman nilai moderasi beragama kepada peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadis, strategi internalisasi melalui media sosial, serta implikasinya terhadap sikap moderat peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i'tidal dapat diinternalisasikan melalui pembelajaran Al-Qur'an Hadis berbasis media sosial. Pemanfaatan media sosial mendukung penguatan sikap toleran, adil, dan menghargai perbedaan pada peserta didik. Kajian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran Al-Qur'an Hadis yang adaptif terhadap perkembangan digital. Namun, penelitian ini terbatas pada kajian kepustakaan sehingga belum mengkaji implementasi secara langsung di sekolah