Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Odot (Pennisetum purpureum cv. mott) Pada Level Yang Berbeda Rinaldi Mansur; Armayani M; Angga Nugraha
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v11i1.2857

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman odot (pennisetum purpureum cv.mott) pada level yang berbeda. Untuk mengetahui perbedaan signifikan dalam pertumbuhan dan produksi tanaman odot yang diberi pupuk kompos. Penelitian ini dilakukan di Kebun percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, pada rentang waktu bulan februari hingga maret 2025. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diterapkan meliputi P0: Tidak menggunakan pupuk kompos dan kulit kopi (control), P1: pupuk kompos 50 gram + kulit kopi/polybag, P2: pupuk kompos 100 gram + kulit kopi/polybag, P3: pupuk kompos 150 gram + kulit kopi/polybag. Ukuran polybag yang digunakan 35x40 dengan jumlah penanaman 1 stek perpolybag untuk memastikan pertumbuhan optimal dan ruang akar yang cukup. Analisis keragaman menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kompos berpengaruh yang sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, panjang daun, jumlah anakan, jumlah daun. Perlakuan terbaik terdapat pada dosis 100 gram pupuk kompos + kulit kopi (P2), yang menunjukkan hasil yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman odot.
Penambahan Fruktosa pada Semen terhadap Kualitas Motilitas dan Viabilitas Sperma Sapi Bali Reski Amalia Burhanuddin; Musdalifa Mansur; Armayani M; Dhian Ramadhanty
Jurnal Galung Tropika Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v15i1.1333

Abstract

This study aimed to analyze the effects of fructose administration and environmental conditions on the motility and viability of Bali cattle sperm. The study was conducted at the Artificial Insemination (AI) Service Unit over a two-month period, using an experimental method with a completely randomized design (CRD). Semen samples were collected from Bali bulls and then diluted using Andromed diluent at four different fructose concentrations: 0.1 ml, 0.3 ml, 0.4 ml, and 0.6 ml. Evaluations included analyses of sperm motility and viability before and after storage. The results showed no significant difference (p > 0.05) in sperm motility among the fructose treatments. The highest motility (70%) was recorded in the treatment with Andromed diluent + 0.4 ml of fructose; however, variations in fructose concentration did not significantly affect sperm motility. Furthermore, spermatozoa viability showed relatively similar results across all treatments, with the best viability observed at a 0.6 ml fructose concentration. Although fructose serves as an energy source for sperm, increasing the fructose concentration in the diluent did not significantly enhance motility. Environmental conditions such as temperature and humidity remain critical factors influencing sperm quality.
Analysis of nutritional content and heavy metals of suckermouth catfish (Pterygoplichthys pardalis) in Lake Sidenreng, South Sulawesi, Indonesia Hasrianti Hasrianti; Armayani M; Surianti Surianti; A Rini Sahni Putri; Abd Hakim Akbar
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 23 No. 7 (2022)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d230729

Abstract

Abstract. Hasrianti, Armayani M, Surianti, Putri ARS, Akbar AH. 2022. Analysis of nutritional content and heavy metals of suckermouth catfish (Pterygoplichthys pardalis) in Lake Sidenreng, South Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 23: 3539-3545. Suckermouth catfish (Pterygoplichthys spp.) is one type of freshwater fish that belongs to the category of invasive fish (invasive alien species) in Indonesia based on the regulation of the Indonesian Minister of Marine Affairs and Fisheries Number PER.17/MEN/2009. The presence of suckermouth catfish in Lake Sidenreng with a high population level and increasing over time has resulted in this species dominating the waters. The many impacts caused and the solution has not been found to eradicate the fish, so we need an alternative that can be used to utilize suckermouth catfish, for example, as food to be processed into fishery products. In order to be used as raw material for processed food, a study is needed to determine the nutritional content and heavy metal content in suckermouth catfish. Based on the results of the analysis of the content of crude protein, crude fat and carbohydrate content in the meat of a large (40.3 cm), the content values were 14.52%, 0.49% and 0.21%, while the crude protein, crude fat and fat content were Carbohydrates contained in the meat of suckermouth catfish which are smaller in size (21 cm) are 14.58%, 0.52% and 0.09%. Heavy metals Pb, As, Cd and Hg contained in the meat and scales of suckermouth catfish are also below the metal contamination threshold required based on SNI 2729:2013 so that the fish can be categorized as fish fit for consumption and can be processed into various fishery products with economic value.
Public Perception of Laying Hen Fecal Waste in Tanete Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency Agustan Saini; Angga Nugraha; Nurul Purnomo; Muh. Irwan; Musdalifa Mansur; Armayani M.
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 8 No. 2 (2026): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/influencejournal.v8i2.361

Abstract

This study aims to determine public perceptions of laying hen feces and the impacts felt by the community in Tanete Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. The study involved 36 respondents selected by purposive sampling from 203 residents living within a 500-meter radius of the farm. Data were collected through observation, interviews, and Likert-scale questionnaires, then analyzed using descriptive statistics. The results showed that public perception of laying hen feces was in the sufficient category (42%). The community is aware of the environmental impacts caused, but still accepts the existence of the farm because it provides economic benefits. The most perceived impacts include unpleasant odors (42%), disturbances in environmental cleanliness (47%), and an increase in the presence of flies (38%). In addition, waste also affects the comfort and daily activities of the community. In general, laying hen feces still cause environmental and social disturbances, so better waste management is needed to reduce the negative impacts felt by the community.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LAHAN TIDUR SEBAGAI SUMBER HIJAUAN PAKAN DALAM MENDUKUNG WIRAUSAHA PETERNAKAN PANTI ASUHAN Muh. Irwan; Angga Nugraha; Reza Asra; Armayani M; Aksal Mursalat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26432

Abstract

Abstrak: Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah Rappang telah lama berfungsi sebagai lembaga sosial yang menyediakan perlindungan dan pendidikan bagi anak-anak yatim dan kurang mampu. Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi serta mengembangkan keterampilan penghuninya, panti asuhan ini menginisiasi program wirausaha peternakan. Urgensi kegiatan pengabdian ini adalah terpenuhinya kebutuhan pakan secara berkelanjutan bagi Wirausaha Peternakan yang dijalankan Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah Sidenreng Rappang melalui pemanfaatan lahan tidur. Pengabdian ini berorientasi pada pemanfaatan lahan tidur dan dampaknya terhadap pengembangan wirausaha peternakan di panti asuhan. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill anak panti asuhan. Untuk mencapai tujuan kegiatan, maka metode yang digunakan adalah Focus Group Discussioan dan Praktik Langsung di lapangan. Adapun tahapan kegiatan meliputi: Observasi lapangan, perencanaan program, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 20 orang anak panti asuhan yang direkomendasikan oleh pengelola. Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan keterampilan penghuni panti asuhan terkait sektor peternakan masih rendah, minat dan dukungan mereka terhadap pengembangan wirausaha peternakan tergolong tinggi. Melalui pendampingan teknis dan pelatihan yang sistematis, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan penghuni panti asuhan dalam budidaya hijauan pakan. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan berada pada angka 70% dan 65%, pemanfaatan lahan tidur 60%, minat anak panti serta dukungan panti asuhan terhadap Wrausaha Peternakan adalah 98% dan 100%. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap keterbatasan sumber daya, tetapi juga membekali anak-anak panti asuhan dengan keterampilan dan pengetahuan yang bermanfaat untuk masa depan mereka, serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.Abstract: The Sejati Muhammadiyah Rappang Orphanage has long functioned as a social institution that provides protection and education for orphans and underprivileged children. In an effort to increase economic independence and develop the skills of its residents, this orphanage initiated a livestock entrepreneurship program. The urgency of this community service activity is to meet the sustainable feed needs for the Livestock Entrepreneurship run by the Sejati Muhammadiyah Sidenreng Rappang Orphanage through the utilization of idle land. This community service is oriented towards the utilization of idle land and its impact on the development of livestock entrepreneurship in the orphanage. In addition, this community service aims to improve the hard skills of the orphanage children. To achieve the objectives of the activity, the methods used are Focus Group Discussion and Direct Practice in the field. The stages of the activity include: Field observation, program planning, training, technical assistance, and evaluation. This activity involved 20 orphanage children recommended by the manager. The results of the observation showed that although the knowledge and skills of the orphanage residents related to the livestock sector were still low, their interest and support for the development of livestock entrepreneurship were relatively high. Through systematic technical assistance and training, there was an increase in the knowledge and skills of the orphanage residents in cultivating green fodder. The final evaluation showed that the level of knowledge and skills was at 70% and 65%, utilization of idle land was 60%, the interest of the orphanage children and the support of the orphanage for the Livestock Entrepreneurship was 98% and 100%. This program not only provides practical solutions to resource limitations, but also equips the orphanage children with skills and knowledge that are useful for their future, and contributes to the welfare of the community.
Rekonstruksi Nilai Tudang Sipulung Untuk Pencegahan Bullying Dalam Mewujudkan Sekolah Smart Handy Ferdiansyah; Jamaluddin Ahmad; Usman M; Armayani Armayani; Devy Febrianti; Sunandar Said; Ahmad Mustanir; Afrilia Cahyani; Suleha Suleha; Andi Nilwana; M. Nurzin R Kasau; Eka Eman Rosi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 4 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i4.2811

Abstract

The phenomenon of bullying in elementary schools increasingly threatens the learning environment and hinders early childhood character development. This Community Service (PKM) program aims to implement a bullying prevention model based on Bugis local wisdom, specifically the 'Tudang Sipulung' Focus Group Discussion to support the realization of SMART Schools (Maju, Aman, Ramah, dan Tangguh). The activity was conducted at SD Negeri 5 and SD Negeri 7 Watang Sidenreng, involving 60 participants including school principals, teachers, school committee members, and student representatives. The PKM methodology utilized Community Education, Training, and Advocacy approaches structured through socialization, workshops, and the 'Tudang Sipulung' dialogue forum. Program evaluation was conducted using pre- and post-tests to measure participant understanding and assess the establishment of a child-friendly school integrity pact. The results demonstrated a 34.1% increase in participants' understanding of bullying prevention, the establishment of 'Duta SMART' (Polite, Humanizing, Adaptive, Friendly, and Resilient) as peer educators, and the signing of the SMART School Integrity Pact. The integration of Tudang Sipulung values ​​(sipakatau, sipakalebbi, and sipakainge) through direct interaction has proven effective in creating a safe, inclusive, and conducive elementary school environment that supports character education.
TINGKAT MOTIVASI PETERNAK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA (Studi Kasus Kelompok Ternak Jaya Bersama Kelurahan Massepe Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang) Angga Nugraha; Armayani Armayani; Muhammad Rais Rahmat Razak; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.545

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pada tingkatan mana motivasi peternak dalam beternak sapi potong dengan mengukur kebutuhan hidup keluarga. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2020 pada kelompok ternak Jaya Bersama dengan total responden 30 anggota kelompok ternak dengan mengambil seluruh jumlah populasi peternak yang berada dalam kelompok ternak jaya Bersama. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frequensi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan di Kelurahan Massepe Kab. Sidenreng Rappang yaitu mendapatkan skoring 89, berada pada kategori Sedang. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa pemeliharaan sapi potong bukanlah pekerjaan pokok peternak melainkan hanya bersifat sampingan karena jika mengandalkan dari usaha pertanian yang merupakan usaha pokok tidaklah cukup. Usaha tani komoditi pertanian yang dikombinasikan dengan sistem usaha bagi hasil ternak sapi potong dapat menambah pendapatan petani/peternak sehingga kesejahteraannya dapat meningkat. Kata Kunci : Motivasi, peternak, sapi potong, kelompok ternak, kebutuhan
Tingkat Kemampuan Peternak dalam Pemeliharaan Sapi Potong di Desa Timoreng Panua, Kabupaten Sidenreng Rappang Ashar; Angga Nugraha; Armayani M
Jurnal Galung Tropika Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v15i2.1297

Abstract

Farmers’ capability determines the effectiveness of resource management and the sustainability of smallholder beef cattle enterprises. This study aimed to assess farmers’ capability in managing beef cattle among livestock groups in Timoreng Panua Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency. A survey was conducted from July to August 2024 involving 17 farmers selected from 116 members of eight livestock groups. Primary data were collected through structured interviews using a questionnaire and field observations, while secondary data were obtained from village records and relevant agencies. Five aspects were assessed: farming experience, husbandry performance, farming success, capacity to cope with production constraints, and access to capital. Each aspect was measured on a five-point Likert scale and analyzed descriptively using frequencies, scores, and achievement indices. All aspects were classified as moderate. Farming experience obtained the highest score of 57, equivalent to 67.1% of the maximum score, followed by husbandry performance at 53 (62.4%), farming success and capacity to cope with constraints at 52 each (61.2%), and access to capital at 50 (58.8%). The overall capability index was 62.1%. These findings indicate that relatively long farming experience has not been fully accompanied by stronger capital access and business management. Capacity-building programs should prioritize financing access, farm record keeping, feed management, animal health, and continuous group-based extension.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PEKARANGAN PRODUKTIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI KELUARGA Kamal Kamal; Jusrianto Jala; Muhammad Hanafi; Erwin Erwin; Ahmad Mustanir; Hartati Hartati; Armayani Armayani; Andi Nilwana; Syamsu T; Saifullah Saifullah; Jusman Tang; Muhammad Aksan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2026): Inpress Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i5.63336

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pekarangan Produktif sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dan Gizi Keluarga. Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga menjadi salah satu tantangan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keterbatasan akses terhadap pangan bergizi serta meningkatnya kebutuhan ekonomi rumah tangga mendorong perlunya strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga melalui konsep pekarangan produktif yang mendukung ketahanan pangan, pemenuhan gizi, dan kemandirian masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, edukasi pemanfaatan lahan pekarangan, pelatihan budidaya tanaman pangan dan hortikultura, pendampingan pengelolaan pekarangan, serta evaluasi keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pekarangan menjadi lahan produktif yang menghasilkan berbagai jenis tanaman pangan seperti sayuran, tanaman obat keluarga, dan komoditas hortikultura lainnya. Selain memberikan manfaat terhadap ketersediaan pangan rumah tangga, program ini juga mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan bergizi dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program pekarangan produktif menjadi salah satu alternatif solusi dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis hasil pekarangan. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui pekarangan produktif dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN AYAM KAMPUNG DI PASAR SENTRAL  PANGKAJENE KECAMATAN MARITENGNGAE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Muh Ikhlas Nasir; Angga Nugraha; Armayani Armayani
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8840

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi permintaan Ayam Kampung di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Ayam Kampung memiliki nilai ekonomi, budaya, dan tradisi yang tinggi, namun produktivitasnya masih rendah akibat sistem pemeliharaan tradisional. Permintaan terhadap ayam kampung terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pangan sehat serta kebutuhan dalam acara adat dan keagamaan. Penelitian dilaksanakan di Pasar Sentral Pangkajene selama 2 bulan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner tertutup kepada 30 responden yang dipilih secara accidental sampling kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan Faktor harga, budaya, tradisi, lokasi, serta kualitas terbukti memengaruhi permintaan. Analisis regresi menghasilkan nilai R = 0,302 dan R² = 0,091, dengan kualitas dan preferensi konsumen signifikan (p = 0,019). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa permintaan ayam kampung tidak hanya dipengaruhi harga, tetapi juga oleh budaya, tradisi, lokasi, dan kualitas produk, sehingga ayam kampung berperan sebagai sumber pangan sekaligus identitas sosial budaya masyarakat.