Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Digitalisasi UMKM Siammasei Pembuatan Kerupuk Mangrove oleh Masyarakat Desa Laliko Risal; Hamsah
Macoa : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2024): Macoa : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/macoajurnalpkm.v1i3.250

Abstract

Digitalisasi UMKM Siammasei Pembuatan Kerupuk Mangrove Oleh Masyarakat Desa Laliko bertujuan untuk mengkaji pentingnya penerapan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Laliko, khususnya dalam industri pembuatan kerupuk mangrove oleh kelompok usaha Siammasei. Desa Laliko, yang terletak di daerah pesisir, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah mangrove, yang selama ini digunakan oleh masyarakat untuk menghasilkan kerupuk mangrove sebagai produk unggulan lokal. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai sektor yang dominan, UMKM berkontribusi signifikan terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mendukung pemerataan pembangunan di berbagai daerah. UMKM juga dikenal sebagai sektor yang tangguh, mampu bertahan bahkan dalam kondisi ekonomi yang sulit, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Digitalisasi UMKM kerupuk mangrove merujuk pada penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha kecil dan menengah (UMKM) yang berfokus pada produk berbahan baku mangrove. Potensi ekonomi mangrove dapat dimanfaatkan melalui pengolahan produk-produk bernilai tinggi, seperti madu mangrove, buah mangrove, kerupuk mangrove, serta produk olahan lainnya yang dapat dijual baik di pasar lokal maupun internasional. Selain itu, kawasan mangrove juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata, yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan dari sektor pariwisata.
Pengaruh Pengendalian Internal, Literasi Pajak Terhadap Keberlanjutan UMKM Kabupaten Kubu Raya Dimoderasi Oleh Digitalisasi Chairunisa; Risal; Afif, Ali
Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Vol. 10 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ijoieb.v10i2.3722

Abstract

MSMEs are profitable companies that are either sole proprietorships or owned by individuals. However, many MSMEs in Kubu Raya are not yet sustainability-oriented, as they are still simply run and run by their owners. Internal control, which should make business operations more effective and efficient, has proven to be inadequate. However, as demonstrated by the less than ideal tax collection, tax literacy which ought to be a motivator for timely tax payment and reporting has not been entirely achieved. This research aims to examine how digitization functions as a moderating factor inĀ  Kubu Raya Regency, as well as Internal control and tax literacy's effects on MSMEs' sustainability. 99 respondents in Kubu Raya Regency were selected using a straightforward random sample procedure in a quantitative study. With the aid of Multiple SPSS version 25 was utilized to analyze the data using linear regression, descriptive statistics, data quality testing (validity and reliability), traditional assumption testing, and Moderated Regression Analysis (MRA). The sustainability of MSMEs is significantly impacted by internal control. Furthermore, tax literacy significantly improves MSMEs' capacity to survive. Additionally, the impact of internal control on MSMEs' sustainability can be mitigated via digitization. With the aid of digitization, internal control and tax literacy contribute significantly to Kubu Raya Regency's MSMEs' sustainability.