Hanuf, Atiqah Aulia
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penererapan Teknologi LRBB (Lubang Resapan Biopori Berkompos) di Kebun Kopi Milik Masyarakat Desa Bambang, Kecamatan Wajak Soemarno, Soemarno; Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahadika; Syarof, Zahrotun Naylis Syarof; Ifadah, Nisfi Fariatul; Lutfi, M Wasilul; Mustofa, Haidar Jundi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.03

Abstract

Rendahnya produktivitas  kebun kopi rakyat di wilayah Wajak disebabkan oleh kondisi tanah berpasir yang miskin bahan organic, sehingga tanah tidak mampu mendukung pertumbuhan tanaman kopi secara optimal. Teknologi yang dianggap aman dan efisien adalah penempatan kompos organic di zona perakaran tanaman kopi melalui lubang resapan biopori (LRB). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendesain dan menerapkan teknologi LRB berkompos di kebun kopi rakyat Desa Bambang Kecamatan Wajak. Teknologi LRB ini dirakit dengan menggunakan pipa PVC diameter 15 cm dan panjangnya 40 cm, pipa ini dilubangi dindingnya dan kemudian dimasukkan ke dalam tanah di sekitar pohon kopi produktif, ada empat LRB di setiap pohon. Kompos yang telah matang dimasukkan ke dalam LRB sesuai dengan dosis rekomendasi. Dosis kompos dalam kegiatan ini sebesar 5 kg per pohon dan kemudian dimasukkan ke dalam LRB. Teknologi LRB berkompos ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tanah menyimpan air tersedia, meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan memperbaiki ketersediaan unsur hara dalam tanah di zona perakaran kopi.
Pendampingan Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Pada Petani Cabai Rawit Di Desa Sukoharjo, Kabupaten Tuban Lutfi, M. Wasilul; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Suyadi, Suyadi; Siswantoro, Ajik
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.09

Abstract

Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh petani cabai rawit di Desa Sukoharjo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, serta memberikan pelatihan dan pendampingan melalui sekolah lapang untuk penerapan GAP. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan diskusi dengan petani untuk mengidentifikasi tantangan utama, seperti serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan kelangkaan pupuk bersubsidi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa hama dan penyakit merupakan masalah utama pada musim kemarau dan hujan, serta kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas. Dalam upaya mengatasi masalah ini, petani diberi pelatihan tentang teknik pengelolaan hama terpadu dan penggunaan pupuk organik. Selain itu, kegiatan demonstrasi penerapan GAP menunjukkan bahwa penggunaan metode budidaya yang lebih ramah lingkungan dapat meningkatkan hasil panen. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam penerapan GAP dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang pada gilirannya berdampak positif pada produktivitas dan kesejahteraan petani. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam mendorong adopsi praktik pertanian berkelanjutan di sektor pertanian cabai rawit, khususnya di Desa Sukoharjo.
Pengelolaan Kebun Jeruk Manis (Citrus Sinensis L. Osbeck) Lahan Pekarangan Di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang: Sweet Orange (Citrus sinensis L. Osbeck) Management in Homeyard Land, Karangploso District, Malang Regency Lestari, Nina Dwi; Maulana Iksan, Ridho; Debora, Defrina Amanda; Mahdiyyah, Refi Erika; Tri Pamungkas, Rigel Ramadhan; Nopriani, Lenny Sri; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Desa Karangploso merupakan salah satu sentra produksi jeruk di wilayah penelitian yang menunjukkan variasi produktivitas antar kebun. Perkebunan jeruk berproduktivitas tinggi menghasilkan 52,9 ton ha⁻¹ tahun⁻¹, sedangkan perkebunan berproduktivitas rendah hanya mencapai 21,4 ton ha⁻¹ tahun⁻¹. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan produktivitas jeruk melalui analisis sifat tanah dan sistem pengelolaan kebun. Survei dilakukan pada 15 kebun jeruk milik masyarakat yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Karangploso. Pengamatan lapangan meliputi observasi tanaman, deskripsi dan pengambilan sampel tanah, serta wawancara dengan pemilik kebun mengenai praktik pengelolaan. Dua lokasi pengamatan dipilih sebagai perwakilan lahan berproduktivitas tinggi (High Productivity Field/HPF) dan lahan berproduktivitas rendah (Low Productivity Field/LPF). Sampel tanah dari setiap lokasi dianalisis untuk parameter kapasitas tukar kation (KTK), kandungan karbon organik (C-organik), kejenuhan basa, tekstur, dan pH tanah guna mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap pertumbuhan jeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tanah pada kedua lokasi relatif serupa, sehingga nutrisi tanah bukan merupakan faktor dominan yang membedakan produktivitas jeruk. Perbedaan utama ditemukan pada kandungan C-organik, yaitu 0,94–1,12% pada HPF dan 0,72–0,98% pada LPF. Hasil evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan bahwa HPF termasuk kelas S3eh, sedangkan LPF termasuk kelas S3eh.nr. Dengan demikian, kandungan C-organik tanah, kemiringan lahan, dan praktik pengelolaan tanaman merupakan faktor utama yang menentukan produktivitas kebun jeruk di Desa Karangploso.