Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Kader Pembangunan Manusia Dalam Pencegahan Stunting di Desa Mekarjaya Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat Setiawan, Agustina; Rokhmat, Dicky Febriansyah; Ristala, Harky; Haikal, Ridwansyach As; Daeli, Panca Ricci Richardo Immanuel; Ramdani, Wisam
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Special Issue
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.726

Abstract

This study aims to analyze the role of Human Development Worker (Kader Pembangunan Manusia or KPM) in preventing stunting in Mekarjaya Village, where an effective strategy has not yet been fully established. Although the Mekarjaya Village Government has formed KPMs, their roles are considered suboptimal due to various constraints in planning, implementation, and evaluation. The research employs a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews and document analysis. The findings indicate that the role of KPMs in Mekarjaya Village has become increasingly optimal in efforts to prevent and address stunting. This optimal role is aligned with the duties and functions stipulated in the Village Decree of Mekarjaya No. 141.3/Kep-06/I/2025 concerning Human Development Worker. Empirically, KPMs play a vital role in stunting prevention by actively engaging in socialization, convergence, data collection, and facilitation of prevention and treatment efforts, resulting in no new stunting cases reported in 2025. The effectiveness of KPM performance is supported by strong coordination and collaborative networks involving the Family Assistance Team (TPK), Posyandu cadres, the Indonesian Ulema Council (MUI) representatives, midwives, the Health Office, the Family Planning Unit (UPTD KB), and neighborhood-level cadres (RT/RW). Furthermore, the Village Government provides intensive support, including IT facilities, updated health measurement tools, and capacity-building programs. However, despite these positive developments, challenges remain, particularly the limited number of KPM personnel currently only one person and the incomplete coverage of program socialization among school students.
PELATIHAN MANAJEMEN PARIWISATA UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI WISATA MELALUI DIGITALISASI DESA DI DESA SUMBERWETAN KECAMATAN JATITUJUH KABUPATEN MAJALENGKA Setiawan, Agustina; Fujilestari, Noer Apptika; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; Febriansyah, Dicky; Rochaeni, Atik; Yamardi; Wulandari, Widuri; Munawaroh, Siti; Siddha, Arlan; Sukma, Dahly; Munawar, Lukman; Aprimayanti, Risyah; Septiansyah, Bayu; Ristala, Harky; Zulfikar, Waluyo; Aprilia, Bunga
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18401

Abstract

Kondisi alam Desa Sumberwetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka memiliki potensi yang cukup menarik di wilayah Jawa Barat karena merupakan salah satu wisata budaya. Namun potensi wisata tersebut masih memerlukan pengelolaan dan promosi yang lebih optimal terutama bagi beberapa desa atau kecamatan yang objek wisatanya belum ada pengembangan dari pemerintah maupun swasta. Kondisi ini dikukung oleh potensi ekonomi berbasis lokal menunjang daya tarik tumbuhnya wisata desa. Namun demikian pengelolaan wisata dan promosi belum ditangani secara professional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan (1) Untuk memberikan pemahaman kepada pemerintah desa, pengelola objek wisata, kelompok sadar wisata dan karang taruna berkaitan dengan manajemen pariwisata untuk meningkatkan potensi wisata melalui digitalisasi desa di Desa Sumberwetan (2) Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi para pelaku usaha jasa usaha wisata di Desa Sumberwetan dengan meningkatkan manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendekatan individual, metode ceramah, metode diskusi/FGD. Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dan hasil pre test dan post tes setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan manajerial Pariwisata dalam menyusun rencana kegiatan jangka pendek, termasuk rencara promosi dengan bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk edukasi wisata. Pegiat ekonomi kreatif telah memahami strategi pemasaran kolaborasi dan penjualan online.