Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strengthening Career Adaptability through Hardiness: A Study on New Employees Jefriansyah, Jefriansyah; Syam, Rahmawati; Istiqamah, St. Hadjar Nurul
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v11i1.77116

Abstract

Career adaptability is an essential ability required by employees to face dynamics and changes in the workplace. Employees with low career adaptability tend to experience psychological distress, difficulties in adjustment, and decreased self-confidence. This study aimed to examine the effect of hardiness on career adaptability among employees. The participants were 385 employees who were in their adaptation period, defined as having worked for less than six months, selected using convenience sampling. Career adaptability was measured using the Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), while hardiness was measured with the Revised Dispositional Resilience Scale. Confirmatory factor analysis supported the construct validity of both instruments (CAAS: CFI = 0.93; TLI = 0.91; RMSEA = 0.074; Hardiness: CFI = 0.996; TLI = 0.992; RMSEA = 0.034). Data were analyzed using bootstrap regression. The results showed a significant effect of hardiness on career adaptability with a significance value of 0.003 (p < 0.05) and a contribution of 25.8%. Two dimensions of hardiness, namely control and commitment, had a significant effect on career adaptability, while the challenge dimension did not show a significant effect. In conclusion, the higher the level of employee hardiness, the higher their career adaptability.
Dinamika Kepemimpinan dan Feedback Seeking Behavior: Perspektif Karyawan Generasi Z dalam Adaptasi Kerja Modern Istiqamah , St Hadjar Nurul; Ismail, Ismalandari; Syam, Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hubungan antara gaya kepemimpinan dan feedback seeking orientation pada karyawan Generasi Z dalam konteks adaptasi kerja modern. Transformasi lingkungan kerja yang ditandai dengan digitalisasi, fleksibilitas, dan perubahan ekspektasi karyawan menuntut pemahaman baru tentang bagaimana kepemimpinan mempengaruhi perilaku pencarian umpan balik. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan melibatkan 175 karyawan Generasi Z yang bekerja di berbagai sektor industri. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden lahir tahun 1997-2012 dan memiliki atasan langsung. Instrumen penelitian menggunakan Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) untuk mengukur persepsi terhadap gaya kepemimpinan (45 item, α = 0,92) dan Feedback Orientation Scale (FOS) untuk mengukur feedback seeking orientation (20 item, α = 0,89) yang terdiri dari empat dimensi: utility, accountability, social awareness, dan self-efficacy. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan feedback seeking orientation pada karyawan Generasi Z (r = 0,562; p < 0,001) dengan kategori kekuatan hubungan sedang menuju kuat. Gaya kepemimpinan memberikan kontribusi sebesar 31,6% terhadap feedback seeking orientation. Analisis per dimensi menunjukkan self-efficacy memiliki korelasi tertinggi (r = 0,578), diikuti utility (r = 0,524), social awareness (r = 0,513), dan accountability (r = 0,487). Implikasi penelitian ini merekomendasikan organisasi untuk mengembangkan praktik kepemimpinan yang adaptif terhadap karakteristik Generasi Z, memanfaatkan teknologi untuk memfasilitasi komunikasi umpan balik, serta menciptakan budaya organisasi yang mendorong pembelajaran berkelanjutan dalam menghadapi dinamika kerja modern.
Perceived Parental Expectations sebagai Prediktor Career Self-Efficacy pada Mahasiswa Disabilitas Syam, Rahmawati; Istiqamah, St. Hadjar Nurul; Rahmat, Abdul
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 5, No 2 (2025): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v5i2.81057

Abstract

 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Perceived Parental Expectations (PPE) terhadap Career Self-Efficacy pada mahasiswa disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui analisis regresi linear sederhana. Sampel berjumlah 53 mahasiswa disabilitas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala PPE dan skala Career Self-Efficacy yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal (p = 0,072) dan hubungan kedua variabel linear (p = 0,230). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa PPE berpengaruh positif dan signifikan terhadap Career Self-Efficacy (β= 0,220; p = 0,012), dengan kontribusi sebesar 11,8% (R² = 0,118). Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi mahasiswa terhadap ekspektasi orang tua berperan dalam membentuk keyakinan diri terhadap kemampuan mengelola perencanaan dan pengambilan keputusan karier. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya dukungan dan ekspektasi positif keluarga dalam penguatan kesiapan karier mahasiswa disabilitas. Implikasi praktis penelitian ini mendorong integrasi peran keluarga dalam program pengembangan karier berbasis layanan pendidikan tinggi inklusif.Kata Kunci: Career Self Efficacy, Perceived Parental Expectatio, Mahasiswa Disabilitas
Mapping Work–Family Conflict As An Indicator Of Work–Life Balance Among Indonesian Employees Rahmat, Abdul; Syam, Rahmawati; Jufri, Muhammad; Zakiyah, Siti Nur’ainun
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 5, No 2 (2025): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v5i2.81042

Abstract

This study aims to describe employees’ work–life balance profiles by measuring work–family conflict (WFC) using the unidimensional scale developed by Gutek et al. (1991). A total of 118 employees participated in an online survey. The results show that 70% of respondents were categorized as experiencing high WFC, 28% moderate WFC, and only 2% low WFC. Female employees and those who were married appeared more frequently in the moderate and high conflict categories, indicating a greater tendency to experience interrole strain compared to other groups. These findings highlight that work–family conflict remains a prominent and substantial experience among employees in the increasingly flexible and digitalized post-pandemic work context