Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Regulasi Emosi Terhadap Career Resilience Pada Karyawan Generasi Z Istiqamah, St Hadjar Nurul; Ismail, Ismalandari; Syam, Rahmawati
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2025): HUMAN: South Asian Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v5i1.74226

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi emosi dan career resilience pada karyawan Generasi Z dalam konteks dunia kerja yang terus berubah dan penuh tekanan. Generasi Z dikenal memiliki tantangan psikologis yang khas, termasuk tingkat kecemasan dan stres yang tinggi, serta kesulitan dalam regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan dari 85 responden karyawan Generasi Z menggunakan dua instrumen yang telah disesuaikan, yaitu Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan skala career resilience berbasis penelitian terbaru. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dan career resilience (r = 0,685, p < 0,01) yang berarti semakin baik kemampuan individu dalam mengelola emosi, semakin tinggi pula ketahanan karier yang dimilikinya. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap literatur psikologi kerja lintas generasi dan menunjukkan pentingnya pengembangan keterampilan emosional sebagai strategi adaptif dalam mendukung keberlanjutan karier Generasi Z. Penelitian ini merekomendasikan intervensi berbasis regulasi emosi dalam pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya tahan karier karyawan Generasi Z di era kerja modern. Kata kunci: regulasi emosi, career resilience, karyawan generasi Z
The Relationship Between Internship Satisfaction and Career Indecision in College Students Amaliah, Rizqi; Anwar, Hilwa; Syam, Rahmawati
卷 8 编号 1 (2025): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v8i1.540

Abstract

Career indecision is a normal phase experienced by individuals, especially for college students. Career indecision among college students is associated with uncertainty in choosing a career path to pursue in the future. Internships are one of the stages of career exploration conducted before making a career decision, allowing students to gain practical experience in the workforce. This study aims to determine the relationship between internship satisfaction and career indecision among college students. The sample in this study was obtained using an accidental sampling technique from participants who filled out the research scale via Google Forms. A total of 250 college students across Indonesia participated. Based on data analysis conducted using SPSS 27.0 software, Spearman's Rho correlation value was (r) = -0.142 with a significance level of p = 0.025 (p < 0.05), thus H0 was rejected and Ha was accepted. The results indicate a significant negative relationship between internship satisfaction and career indecision among college students. The implication of this study is that the higher the internship satisfaction, the lower the career indecision, and conversely, the lower the internship satisfaction, the higher the career indecision among college students. Satisfaction in internship experiences plays an important role in helping students reduce uncertainty in career decision-making, ultimately facilitating a smoother transition from education to the workforce.
Speak to Succeed: Psikoedukasi Pelatihan Presentasi untuk Meningkatkan Komunikasi Mahasiswa Akhir dalam Dunia Kerja Syam, Rahmawati; Bakar, Resekiani Mas; Zahrah, Zahrah; Zalsabila, Zeika; Singkali, Yemima Dirma
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i2.642

Abstract

Final year students or often referred to as final students are a group that is in an important transition period from the academic world to the world of work. This study aims to improve the communication skills of final year students in the world of work. The method used in this research is interactive lectures, with an experimental design of One Group Pre-test-Post-test Design, which is an activity that gives a pre-test before being given treatment and then gives a post-test after giving treatment to 23 final students of Makassar State University. The results showed that participants experienced an increase in knowledge, understanding, and confidence in making presentations, with significant differences (p<0.005) based on the Wilcoxon signed rank non-parametric test. This training can help final students in preparing themselves to compete professionally in the world of work.
Gambaran Presentasi Diri Pengemis Badut Dewasa di Kota Medan Armansyah, Armansyah; Syam, Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persentase penduduk kategori miskin tidak hanya terdapat di pedesaan, tetapi juga di perkotaan, termasuk Kota Medan, yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia. Data menunjukkan bahwa sekitar 8% penduduk Kota Medan hidup di bawah garis kemiskinan. Beberapa orang masyarakat mengemis untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memahami bagaimana seorang pengemis badut mempresentasikan dirinya di tempat umum dan faktor yang menyebabkan mereka memilih pekerjaan tersebut. Sampel penelitian terdiri dari tiga responden dewasa yang bertempat tinggal di Kota Medan. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemis badut di Kota Medan menggunakan strategi presentasi diri untuk mempresentasikan diri dan memengaruhi orang lain untuk mendapatkan belas kasihan dan memeroleh bantuan. Mereka memilih lokasi yang ramai seperti di jalan raya atau di depan mini market untuk menarik perhatian dan empati orang banyak.
Minat Pamong Belajar dan Tenaga Kependidikan SPNF SKB Sombaopu Mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kabupaten Gowa Gaffar, Syamsul Bakhri; Latang, Latang; Syam, Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus masalah penelitian ini ialah: (1) Bagaimana minat Pamong Belajar dan Tenaga Kependidikan SPNF SKB Sombaopu mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kabupaten Gowa; 2. Faktor apa saja yang merupakn penghambat minat Pamong Belajar dan Tenaga Kependidikan SPNF SKB Sombaopu mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui minat Pamong Belajar dan Tenaga Kependidikan SPNF SKB Sombaopu mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kabupaten Gowa; (2) Mengetahui faktor penghambat minat Pamong Belajar dan Tenaga Kependidikan SPNF SKB Sombaopu mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kabupaten Gowa. Subyek penelitian ini ialah Pamong Belajar dan Tenaga Kependidikan SPNF SKB Sombaopu. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada pihak yang terkait, yaitu: (1) Meningkatnya minat Pamong Belajar dan Tenaga Kependidikan SPNF SKB Sombaopu mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kabupaten Gowa; (2) Menjadi rujukan bagi instansi terkait yang berminat menyelenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat; dan (3) Menjadi rujukan pemerhati pendidikan Luar Sekolah dalam meyelenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dalam bentuk narasi dengan maksud dapat memberi informasi atau keterangan yang bermakna. Semua data yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui jawaban dari informan dideskripsikan dalam bentuk narasi. Begitu pula data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan dokumen yang berhubungan dengan tujuan penelitian yang ditemukan di lokasi penelitian.
Persepsi Tokoh Masyarakat terhadap Pemberdayaan Perempuan melalui Program Life Skills Pelatihan Menjahit Pakaian di Desa Belopa Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu Gaffar, Syamsul Bakhri; Sumiati, Sumiati; Syam, Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus masalah penelitian ini adalah bagaimana persepsi tokoh masyarakat terhadap pemberdayaan perempuan melalui program life skills pelatihan menjahit pakaian di Desa Belopa Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi tokoh masyarakat terhadap pemberdayaan perempuan melalui program life skill pelatihan menjahit pakaian di Desa Belopa Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif; Subyek penelitian ialah tokoh masyarakat yang berjumlah 12 orang yang ada di Desa Belopa. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer dikumpulkan melalui informan yang terdiri atas Sekertaris Desa, Pegawai Kantor Desa, Kepala Dusun, dan tokoh-tokoh masyarakat informal. Data sekunder dikumpulkan melalui dokumen literatur dan jurnal. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data dan analisis data dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi tokoh masyarakat terhadap pemberdayaan perempuan melalui pelatihan menjahit pakaian di Desa Belopa sangat membantu masyarakat dalam memberi pengetahuan dan keterampilan bagi anak-anak, mengurangi kecemasan terhadap masa depan anak/peserta; materi pelatihan yang akan diajarkan sangat baik; lokasi Pelatihan baik sekali karena berada di sekitar tempat tinggal peserta, keamanan, kebersihan dan suasana belajar sangat baik.
The Effectiveness of Art Therapy as a Therapeutic Method in Reducing Children's Mental Trauma in Broken Home Adolescents Syam, Rahmawati; Aulia Q. Jamil, Nafizah; Hasrinatha Tahir, Firza Soelistina; Febriani, Putri
卷 6 编号 2 (2023): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v6i2.393

Abstract

Divorce cases that occur in Indonesia continue to increase every year. This divorce not only has an impact on husband and wife, but there are people who are more affected, namely children. Children who are victims of divorce are often labeled as children from broken homes. Children who often witness their parents arguing, are neglected, receive less love and protection can have an impact on the emergence of emotional wounds which give rise to inner child trauma which, if not addressed immediately, will have an impact on the child's condition as an adult. This research aims to determine the effectiveness of art therapy in reducing inner child trauma in broken home teenagers. The method used is art therapy. Art therapy is a form of psychotherapy that uses art media as a medium for catharsis, emotional ventilation, getting to know oneself better through art media, being able to express oneself and explore life patterns effectively. Participants in this research were 3 teenagers who experienced a broken home. This intervention consists of 10 sessions. The results of this research show that the Z value obtained is -2.041 with a p-value (Asymp. Sig 2 tailed) of 0.041 < 0.05. So it can be interpreted that the alternative hypothesis (H1) states that there is a significant difference between the pretest and posttest groups. The conclusion in this research is that trauma to an individual's inner child can have a long-term impact so that treatment is needed, in this case the researcher used the Art Therapy method as an effort to reduce inner child trauma in broken home teenagers.
PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN TRADISIONAL ETNIK BUGIS DAN MOTIF BERPRESTASI TERHADAP KINERJA PENGELOLA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT DI SULAWESI SELATAN Gaffar, Syamsul Bakhri; Syam, Rahmawati
Social Landscape Journal Vol 4, No 3 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v4i3.54625

Abstract

The research aimed to find out the influence of the community learning centre organizers  traditional  leadership behavior and their achievement motive on performance. The method used in this study, was the survey method with the data collecting technique involving questionnaire, achievement motives scale, performance measurement scale, and documentation. The ordinal scaled data have to be converted into interval scale data with using the Successive Interval Method. The result of the analytical test, using through the path analysis, result are obtained, namely: (1) the traditional leadership behavior has a significant correlation with the achievement motive; (2) the traditional leadership behavior has direct  influence to the community learning centre organizers performance; (3) the achievement motive has direct influence to the community learning centre  organizers performance, and (4) the traditional leadership behavior and achievement motive are comprehensive influences to the community learning centre  organizers performance. The result of the analytical test, showed that they are partially related to the elements of the leadership behavior, namely: the lempu (fair), acca/kanawa-nawa (intelegence), warani (courage), and sugi/masempoi (wealthy), (which were) also explicitly influence the community learning centre  organizers performance, except the acca/kanawa-nawa (intelegence) element.
HUBUNGAN ANTARA SHYNESS DENGAN SELF-ESTEEM PADA DEWASA AWAL YANG TIDAK BEKERJA DI KOTA MAKASSAR Rezqyawan, Nandhika; Ridfah, Ahmad; Syam, Rahmawati
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3184

Abstract

ABSTRACTSelf-esteem really supports early adult individuals in getting a job, but most individuals who have entered the early adulthood phase still feel ashamed of themselves and their surroundings, making it difficult to get a job. This research aims to determine the relationship between shyness and self-esteem in young adults who do not work in Makassar City. The sample consisted of 402 respondents. The data collection technique was carried out using the instruments (1) shyness scale and (2) self-esteem scale. The technique used in hypothesis testing is the non-parametric statistic Kruskal-Wallis test. The results of the research show that 1) there is a negative relationship between shyness and self-esteem in young adults who do not work in the city of Makassar, 2) based on the results of hypothesis testing, the correlation coefficient value is -0.204 with a p value of 0.000, which means the shyness variable has a negative relationship with self-esteem. So the lower an individual's shyness, the greater the individual's self-esteem. Based on this, it can be concluded that there is a negative relationship between shyness and self-esteem in young adults who have not worked in Makassar City. The implications of this research provide a positive outlook for individuals who are not working so they can increase self-esteem and reduce shyness so they are more productive.Keywords: Self-esteem, Shyness, Young Adults ABSTRAKSelf-esteem sangat menunjang individu dewasa awal untuk mendapatkan pekerjaan namun kebanyakan individu yang sudah menginjak fase dewasa awal masih merasa malu dengan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar sehingga sulit mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang tidak bekerja di Kota Makassar. Sampel berjumlah 402 responden adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen (1) skala shyness dan (2) skala self-esteem. Teknik yang digunakan dalam uji hipotesis adalah statistik non parametrik uji kruskal-wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan negatif antara shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang tidak bekerja di kota Makassar, 2) berdasarkan hasil uji hipotesis nilai koefisien korelasi sebesar -0,204 dengan nilai p sebesar 0,000 yang berarti variabel shyness memiliki hubungan negatif dengan self-esteem. Sehingga semakin rendah shyness individu maka semakin meningkat self-esteem yang dimiliki oleh individu. Berdasarkan hal tersebut maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang belum bekerja di Kota Makassar. Implikasi penelitian ini memberikan pandangan positif bagi individu yang tidak bekerja agar mampu meningkatkan self-esteem dan menurunkan  shyness sehingga lebih produktif.Kata Kunci: Dewasa awal, Self-esteem, Shyness
PKM Pengembangan Positive Self-Talk dan Afirmasi Diri Pada Tunanetra di PERTUNI Sulawesi Selatan Istiqamah, St Hadjar Nurul; Syam, Rahmawati; Sulastri, Tri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat pengembangan positive self-talk dan afirmasi diri tunanetra di Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Sulawesi Selatan telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dengan hasil yang sangat memuaskan. Kegiatan yang melibatkan 17 peserta tunanetra dari berbagai kelompok usia dan latar belakang ini membuktikan bahwa pendekatan psikologis melalui pemberian edukasi dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup  tunanetra.Pencapaian utama program terlihat dari peningkatan kepercayaan diri peserta sebesar 75 persen dan penurunan kecenderungan bicara negatif pada diri sendiri sebesar 68 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pelaksanaan yang diterapkan, meliputi sesi psikoedukasi konsep positive self-talk, pelatihan teknik afirmasi diri, simulasi penerapan, dan evaluasi berkala, terbukti efektif dalam mengubah pola pikir dan perilaku peserta. Dokumentasi pratest dan pascates memperkuat validitas keberhasilan program dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan keyakinan diri peserta.Dampak jangka panjang program ini sangat bermakna bagi komunitas tunanetra, yaitu terbentuknya kesadaran kesehatan mental yang lebih baik, pengembangan keterampilan hidup berkelanjutan, dan sistem dukungan yang kuat antaranggota komunitas. Peserta tidak hanya memperoleh kemampuan mengatasi stigma sosial, tetapi juga mengembangkan strategi komunikasi yang lebih tegas dan optimisme dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Program ini dapat dijadikan model pemberdayaan yang dapat direplikasi untuk komunitas  disabilitas lainnya di Indonesia. Keberhasilan program membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan dukungan sistematis,  tunanetra dapat mencapai kemandirian psikologis serta partisipasi sosial yang lebih optimal sehingga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih inklusif. Kata kunci: positive self-talk, afirmasi diri, tunanetra