Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Bath Bomb Essential Oil Chamomile dan Susu Kambing Qibtiyah, Mariatul; Budi, Setia; Atmaja, Dewi Susanti; Noval, Noval
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3379

Abstract

Kulit rentan mengalami kerusakan akibat paparan polusi, sinar UV, dan stres oksidatif yang menyebabkan kekeringan serta penuaan dini. Penggunaan bahan kimia dalam produk perawatan kulit berpotensi menimbulkan iritasi, sehingga diperlukan alternatif alami yang aman. Chamomile (Matricaria chamomilla L.) memiliki efek antiinflamasi dan aromaterapi, sedangkan susu kambing (Capra aegagrus hircus) kaya akan vitamin dan asam lemak yang berfungsi melembapkan kulit. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi optimal Bath Bomb Chamomile dan Susu Kambing berdasarkan variasi rasio asam sitrat dan sodium bicarbonate melalui evaluasi fisik. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan tiga rumus, yaitu F1 (1:3), F2 (3:1), dan F3 (1:1). Evaluasi meliputi uji organoleptis, pH, waktu larut, tinggi busa, dan iritasi pada lima responden, analisis dengan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan seluruh formula memenuhi kriteria fisik dengan pH 4–7 dan waktu larut <5 menit tanpa menimbulkan iritasi. Formula 3 memberikan hasil paling optimal dengan keseimbangan pH, waktu larut, dan busa tinggi terbaik. Kesimpulannya menunjukkan bath bomb berbahan kamomil dan susu kambing dapat diformulasi dengan kualitas fisik yang memenuhi standar dan aman digunakan.
DAMPAK SOSIAL PERDA SUMSEL NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN TERHADAP MASYARAKAT SUMATERA SELATAN Erik Darmawan; Mariatul Qibtiyah; Darmawan, Erik; Qibtiyah, Mariatul
JURNAL TAPIS Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Politik
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v14i1.3451

Abstract

Penelitian ini menganalisa dampak sosial peraturan daerah Sumatera Selatan nomor 8 tahun 2016 mengenai pengendalian kebakaran hutan dan atau lahan terhadap masyarakat Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan atau lahan yang sangat parah pada tahun 2015, yaitu seluas 736.587 Ha padahal hutan memiliki banyak manfaat untuk menjaga stabilitas iklim dunia. Kebakaran hutan dan atau lahan yang terus terjadi tiap tahunnya ini mendatangkan kerugian yang luar biasa sehingga pemerintah Sumatera Selatan mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan atau Lahan guna meminimalisir bencana kebakaran hutan yang ada di Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertipe komparatif. Teknik analisa datanya menggunakan Causal-Comparative Research (CCR) yang menyelidiki hubungan sebab akibat dari sebuah fenomena. Hasil penelitian dalam laporan ini menunjukkan bahwa perda ini telah mengakibatkan perubahan sosial bagi masyarakat dalam segala aspek. Meskipun sosialisasi terhadap perda ini masih kurang menyeluruh dan tidak menyentuh kelompok masyarakat sebagai sasaran utamanya namun pemberlakuan perda ini telah mengakibatan perubahan yang sangat mendasar pada kelompok masyarakat pertani dan pekebun dalam hal teknik membuka lahan. Kehadiran perda yang melarang membuka lahan dengan teknik membakar tidak diiringi dengan alternatif solusi teknik membuka lahan tanpa pembakaran sehingga masyarakat mengalami dampak kerugian dari adanya perda ini. Dengan adanya perda ini, diharapkan pemerintah provinsi Sumatera Selatan tidak hanya mengeluarkan regulasi pelarangan tanpa ada solusi alternatif yang membawa dampak negatif bagi masyarakat Sumatera Selatan.