Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Women’s Social Movements, Land Conflict, and Ecofeminism: A Study in Jambi Province, Indonesia Muliono, Muliono; Sutrisno, Alya Triska; Qibtiyah, Mariatul; Pratama, Galank
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 20 No. 2 (2025): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v20i2.28456

Abstract

The continuation of land conflicts has ecological, economic, and social implications. This has motivated women survivors of conflict to organize movements. This study aims to explore the strategies, patterns, and forms of the movement and its meaning in relation to ecofeminism. This research uses qualitative methods. The results of the study show that, first, the women's movement is a reformative movement. Second, the movement's strategies involve protests and framing, mobilizing solidarity through religious activities, and environmental empowerment. These strategies affirm the value of ecofeminism in movements organized by local women. This study concludes that the movement of women survivors of land conflict reflects the ecofeminist movement, by voicing justice at the local level as well as an effort to deconstruct the legacy of agrarian colonialism, which is structurally unequal and gender biased. This study contributes to the study of ecofeminism in Indonesia by enriching the agrarian-based conceptual understanding and experiences of local women's movements.
Formulasi dan Evaluasi Bath Bomb Essential Oil Chamomile dan Susu Kambing Qibtiyah, Mariatul; Budi, Setia; Atmaja, Dewi Susanti; Noval, Noval
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3379

Abstract

Kulit rentan mengalami kerusakan akibat paparan polusi, sinar UV, dan stres oksidatif yang menyebabkan kekeringan serta penuaan dini. Penggunaan bahan kimia dalam produk perawatan kulit berpotensi menimbulkan iritasi, sehingga diperlukan alternatif alami yang aman. Chamomile (Matricaria chamomilla L.) memiliki efek antiinflamasi dan aromaterapi, sedangkan susu kambing (Capra aegagrus hircus) kaya akan vitamin dan asam lemak yang berfungsi melembapkan kulit. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi optimal Bath Bomb Chamomile dan Susu Kambing berdasarkan variasi rasio asam sitrat dan sodium bicarbonate melalui evaluasi fisik. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan tiga rumus, yaitu F1 (1:3), F2 (3:1), dan F3 (1:1). Evaluasi meliputi uji organoleptis, pH, waktu larut, tinggi busa, dan iritasi pada lima responden, analisis dengan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan seluruh formula memenuhi kriteria fisik dengan pH 4–7 dan waktu larut <5 menit tanpa menimbulkan iritasi. Formula 3 memberikan hasil paling optimal dengan keseimbangan pH, waktu larut, dan busa tinggi terbaik. Kesimpulannya menunjukkan bath bomb berbahan kamomil dan susu kambing dapat diformulasi dengan kualitas fisik yang memenuhi standar dan aman digunakan.
Analisis Framing Pemberitaan Terorisme pada Media Kompas Edisi November Tahun 2025 Auzar, Muhammad; Nasuhaidi; Qibtiyah, Mariatul
Jurnal Komunikasi dan Media (JKOMED) Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Jurnal Komunikasi dan Media (JKOMED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana media Kompas membingkai pemberitaan terorisme, khususnya terkait perekrutan anak dan pelajar melalui ruang digital. Pergeseran pola radikalisasi ke media sosial dan gim daring menjadikan anak sebagai kelompok yang rentan terhadap paparan ideologi ekstrem. Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana praktik komunikasi media membentuk konstruksi makna publik terhadap isu radikalisasi digital dan posisi anak dalam wacana terorisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing model Robert N. Entman. Data diperoleh dari enam berita Kompas.com yang terbit pada November 2025 dan membahas isu perekrutan anak oleh jaringan terorisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas secara konsisten membingkai radikalisasi digital sebagai ancaman serius, menempatkan anak sebagai korban yang harus dilindungi, serta menekankan tanggung jawab negara, keluarga, dan sekolah. Kompas juga menawarkan solusi yang bersifat kolaboratif melalui penguatan literasi digital, regulasi, dan pengawasan sosial.
DAMPAK SOSIAL PERDA SUMSEL NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN TERHADAP MASYARAKAT SUMATERA SELATAN Erik Darmawan; Mariatul Qibtiyah; Darmawan, Erik; Qibtiyah, Mariatul
JURNAL TAPIS Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Politik
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v14i1.3451

Abstract

Penelitian ini menganalisa dampak sosial peraturan daerah Sumatera Selatan nomor 8 tahun 2016 mengenai pengendalian kebakaran hutan dan atau lahan terhadap masyarakat Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan atau lahan yang sangat parah pada tahun 2015, yaitu seluas 736.587 Ha padahal hutan memiliki banyak manfaat untuk menjaga stabilitas iklim dunia. Kebakaran hutan dan atau lahan yang terus terjadi tiap tahunnya ini mendatangkan kerugian yang luar biasa sehingga pemerintah Sumatera Selatan mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan atau Lahan guna meminimalisir bencana kebakaran hutan yang ada di Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertipe komparatif. Teknik analisa datanya menggunakan Causal-Comparative Research (CCR) yang menyelidiki hubungan sebab akibat dari sebuah fenomena. Hasil penelitian dalam laporan ini menunjukkan bahwa perda ini telah mengakibatkan perubahan sosial bagi masyarakat dalam segala aspek. Meskipun sosialisasi terhadap perda ini masih kurang menyeluruh dan tidak menyentuh kelompok masyarakat sebagai sasaran utamanya namun pemberlakuan perda ini telah mengakibatan perubahan yang sangat mendasar pada kelompok masyarakat pertani dan pekebun dalam hal teknik membuka lahan. Kehadiran perda yang melarang membuka lahan dengan teknik membakar tidak diiringi dengan alternatif solusi teknik membuka lahan tanpa pembakaran sehingga masyarakat mengalami dampak kerugian dari adanya perda ini. Dengan adanya perda ini, diharapkan pemerintah provinsi Sumatera Selatan tidak hanya mengeluarkan regulasi pelarangan tanpa ada solusi alternatif yang membawa dampak negatif bagi masyarakat Sumatera Selatan.