Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Gizi Melalui Media Flashcard Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Overweight Mardiana, Mardiana; Yuspita, Rina; Sihite, Nathasa Weisdania; Nilawati, Nurul Salasa; Yulianto, Yulianto
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.11864

Abstract

Latar belakang: Overweight atau kegemukan ialah suatu penyakit yang dicirikan oleh akumulasi lemak tubuh yang berlebihan. Anak yang menderita kelebihan berat badan akan mempunyai risiko tinggi terjadinya obesitas. Analisis data Riskesdas (2018) mengenai status gizi anak usia 5-12 tahun mengungkapkan prevalensi overweight sebesar 10,8% dan obesitas sebesar 9,2% secara nasional. Di tingkat provinsi, Sumatera Selatan mencatat angka overweight 10,2% dan obesitas 9,1%. Lebih spesifik lagi, di Kota Palembang ditemukan prevalensi overweight 8,12% dan obesitas mencapai 11,59%.Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan flashcard tentang pencegahan obesitas anak dapat memperbaiki pemahaman dan perilaku siswa overweight.Metode penelitian: Penelitian ini mengadopsi pendekatan quasi-eksperimental dengan memberikan tes awal dan akhir pada satu kelompok sampel. Penelitian dilakukan sepanjang tahun 2024, mulai dari bulan kedua hingga bulan kelima. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non-parametrik Wilcoxon.Hasil: Nilai p yang diperoleh dari uji Wilcoxon lebih kecil dari 0.05, mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada kedua variabel yang diukur.Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi media flashcard “Pencegahan Overweight pada Anak” terhadap pengetahuan dan sikap siswa overweight di SD Negeri 126 Palembang.
Potensi Bahan Pangan Lokal Indonesia Sebagai Pangan Fungsional Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan :Review Sihite, Nathasa Weisdania; Hutasoit, Mina Sonita
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9488

Abstract

Background: Indonesia is a country known for its abundant natural resources. Recently, since the problem of the Covid-19 pandemic that has occurred in the world, functional food has begun to be studied and utilized in the health sector Functional food is a food or food ingredient that has a good function for public health in addition to the basic nutritional functions in the food. Local food ingredients in Indonesia have great potential that can be utilized to become functional food that will have a good effect on world health. Purpose: This article review aims to serve as a forum for information that discusses and analyzes the role and benefits of Indonesian functional food ingredients for health. Research Methods: The method used by a review of the literature from various scientific sources from several scientific journal articles related to functional food. Results: Functional food has an impactful role in the health sector associated with its bioactive components that are beneficial to health such as antihypertensive, antioxidant, and anti-anemia, which is why functional food was used in various industrial and health fields such as food products, food supplements, and medicine. Conclusion: The potential of available food is very beneficial for health in terms of its physiological function. Hopefully, this study on the role of functional food in the world of health can become a means and information to improve the level of public health, especially in Indonesia. 
Edukasi Gizi Melalui Media Flashcard Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Overweight Mardiana, Mardiana; Yuspita, Rina; Sihite, Nathasa Weisdania; Nilawati, Nurul Salasa; Yulianto, Yulianto
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.11864

Abstract

Latar belakang: Overweight atau kegemukan ialah suatu penyakit yang dicirikan oleh akumulasi lemak tubuh yang berlebihan. Anak yang menderita kelebihan berat badan akan mempunyai risiko tinggi terjadinya obesitas. Analisis data Riskesdas (2018) mengenai status gizi anak usia 5-12 tahun mengungkapkan prevalensi overweight sebesar 10,8% dan obesitas sebesar 9,2% secara nasional. Di tingkat provinsi, Sumatera Selatan mencatat angka overweight 10,2% dan obesitas 9,1%. Lebih spesifik lagi, di Kota Palembang ditemukan prevalensi overweight 8,12% dan obesitas mencapai 11,59%.Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan flashcard tentang pencegahan obesitas anak dapat memperbaiki pemahaman dan perilaku siswa overweight.Metode penelitian: Penelitian ini mengadopsi pendekatan quasi-eksperimental dengan memberikan tes awal dan akhir pada satu kelompok sampel. Penelitian dilakukan sepanjang tahun 2024, mulai dari bulan kedua hingga bulan kelima. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non-parametrik Wilcoxon.Hasil: Nilai p yang diperoleh dari uji Wilcoxon lebih kecil dari 0.05, mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada kedua variabel yang diukur.Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi media flashcard “Pencegahan Overweight pada Anak” terhadap pengetahuan dan sikap siswa overweight di SD Negeri 126 Palembang.
Edukasi Menu Sehat Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Masalah Gizi Anak Usia Dini di TK Anggrek Palembang Meilina, Ayu; Rotua, Manuntun; Sihite, Nathasa Weisdania
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1480

Abstract

Usia dini merupakan periode kritis tumbuh kembang oleh karena itu perlu asupan gizi dan nutrisi yang memadai, sehat dan seimbang. Hal ini mendukung perkembangan sumber daya manusia yang berkualitas sejak dini. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan soft skill dan pengetahuan gizi ibu serta meningkatkan keterampilan ibu dalam mempersiapkan menu sehat bergizi dan seimbang berbasis pangan lokal sesuai prinsip gizi seimbang dalam mencegah masalah gizi. Sasaran kegiatan adalah orangtua dan guru TK Anggrek, Kota Palembang. Edukasi diberikan dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta penyajian contoh menu seimbang untuk anak usia dini. Hasil edukasi didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan  orang tua dan Guru TK Anggrek Palembang dalam menyediakan menu seimbang untuk mencegah masalah gizi untuk usia dini.
Formulasi dan Evaluasi Organoleptik Cookies Tinggi Serat Berbasis Mocaf-Okara pada Diabetes Mellitus Tipe 2 Sihite, Nathasa Weisdania; Ramadhona, Anggun; Sriwiyanti, Sriwiyanti; Telisa, Imelda; Rotua, Manuntun
Jurnal Sehat Mandiri Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 21, No.1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v21i1.1700

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic hyperglycemic condition that requires appropriate dietary management, including the consumption of high-fiber foods. The utilization of modified cassava flour (mocaf) and okara in cookie production represents a potential alternative snack option for individuals with diabetes mellitus. This research aimed to develop cookies with a higher dietary fiber content compared to conventional cookies, thereby providing a suitable snack alternative for patients with Type 2 Diabetes Mellitus. This study employed a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The cookie formulations consisted of three treatments, namely F1, F2, and F3, with varying proportions of mocaf flour and okara as the primary ingredients. The results demonstrated that the formulations F1 (25:45), F2 (35:35), and F3 (20:50) produced distinct characteristics, with F3 identified as the optimal formulation. The nutritional composition of F3 per 100 g was as follows: energy 561.43 kcal, protein 8.48 g, fat 38.35 g, carbohydrates 45.60 g, and dietary fiber 43.25 g. Conclusion: Increasing the proportion of okara significantly enhances dietary fiber content without notably reducing panelists’ acceptance. It is recommended that future studies incorporate additional sources of complex carbohydrates and conduct glycemic index testing as well as direct intervention trials in Type 2 DM patients to ensure the product meets standards and is supported by stronger scientific evidence.