Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Hukum Tata Negara Terhadap Peran Saniri Negeri dalam Pemerintahan Adat di Maluku Studi Pemerintahan Negeri Sameth: Penelitian Reksi Giovani Amahoru; Fricean Tutuarima; Jurgen R Litualy
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.784

Abstract

This study aims to examine and analyze the meaning of Constitutional Law on the Role of Saniri Negeri in Customary Government in Maluku Study of Sameth State Government. Saniri negeri has functions, legal, obligations that must be carried out. As a representation of citizens in government, Saniri together with the government of the sameth state must pay attention to various problems that occur in the country. This study uses a qualitative descriptive research type (field research). The research subjects selected in this study include state government officials, members of Saniri Negeri and elements in the youth community and community leaders of the sameth state. Among others, saniri negeri 7-10 people. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation and data retrieval. The results of the study are that. The results of the study indicate a positive relationship and influence between saniri and the community, meaning that the role of saniri negeri in channeling community aspirations has a positive role in influencing the preparation of development programs in Negeri Sameth. Strengthening Saniri also includes bottom-up relations where Saniri can develop their capacity and empower themselves as actors of social reconstruction by inviting the widest possible community participation through all initiatives and decisions they make. The integration of research conducted aims to restore and develop the capacity of Saniri, both the capacity of their institutions and the capacity of their members. In addition, strengthening the capacity of Saniri members is also carried out through education and training, socialization, and technical guidance by synergizing with a community institution (Tifa Damai Maluku Institute) which already has long experience in providing assistance to the community in Negeri Sameth.
Pemanfaatan Situs Online Terhadap Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Solimbona, Wa Jatia; Tutuarima, Fricean; Hatala, Ridwan
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6141

Abstract

Pendidikan merupakan hak mutlak setiap warga negara yang bertujuan untuk menghasilkan individu berkualitas dan bertanggung jawab. Dalam ranah pendidikan di SMAN 37 Maluku Tengah, Pemanfaatan teknologi, khususnya situs online menjadi fokus utama dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Situs online menawarkan akses yang luas dan mudah ke berbagai sumber belajar, dari kursus daring hingga artikel, video tutorial, dan forum diskusi. Keunggulan utama dari situs pembelajaran online adalah fleksibilitasnya, yang dimana platform pembelajaran online adalah manfaat utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan situs online terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMAN 37 Maluku Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendeskripsikan data dalam bentuk lisan maupun tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan situs online memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman siswa secara komprehensif. Aksebilitas tanpa batas ke berbagai sumber informasi digital memperluas wawasan siswa mengenai nilai-nilai Pancasila serta hak dan kewajiban sebagai warga negara. Namun, efektivitas pemanfaatan situs online sangat bergantung pada litersi digital siswa, yang mencangkup kemampuan untuk menyaring informasi yang akurat dan terpercaya. Selain itu terdapat hambatan utama dalam mengakses situs online yakni koneksi internet yang kurang stabil, koneksi yang lemah dapat menyebapkan kesulitan dalam mengakses materi pembelajaran, hal ini dapat mengurangi efektivitas pembelajaran.
Pemanfaatan Situs Online Terhadap Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Solimbona, Wa Jatia; Tutuarima, Fricean; Hatala, Ridwan
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6141

Abstract

Pendidikan merupakan hak mutlak setiap warga negara yang bertujuan untuk menghasilkan individu berkualitas dan bertanggung jawab. Dalam ranah pendidikan di SMAN 37 Maluku Tengah, Pemanfaatan teknologi, khususnya situs online menjadi fokus utama dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Situs online menawarkan akses yang luas dan mudah ke berbagai sumber belajar, dari kursus daring hingga artikel, video tutorial, dan forum diskusi. Keunggulan utama dari situs pembelajaran online adalah fleksibilitasnya, yang dimana platform pembelajaran online adalah manfaat utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan situs online terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMAN 37 Maluku Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendeskripsikan data dalam bentuk lisan maupun tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan situs online memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman siswa secara komprehensif. Aksebilitas tanpa batas ke berbagai sumber informasi digital memperluas wawasan siswa mengenai nilai-nilai Pancasila serta hak dan kewajiban sebagai warga negara. Namun, efektivitas pemanfaatan situs online sangat bergantung pada litersi digital siswa, yang mencangkup kemampuan untuk menyaring informasi yang akurat dan terpercaya. Selain itu terdapat hambatan utama dalam mengakses situs online yakni koneksi internet yang kurang stabil, koneksi yang lemah dapat menyebapkan kesulitan dalam mengakses materi pembelajaran, hal ini dapat mengurangi efektivitas pembelajaran.
Pelestarian Bahasa Daerah Sebagai Penguatan Civic Culture pada Masyarakat Negeri Keffing Kabupaten Seram Bagian Timur Rumonin, Siti Sari; Tutuarima, Fricean; Patmawati, Susi Anita
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pelestarian Bahasa Daerah  Sebagai Penguatan Civic Culture  Pada Masyarakat Negeri Keffing Kabupaten Seram Bagian Timur. Pelestarian bahasa daerah sangat penting karena merupakan bagian dari warisan budaya lokal, terutama dalam menghadapi dominasi bahasa internasional. Namun,kurangnya pemahaman dan minat masyarakat terhadap bahasa daerah menjadi tantangan di berbagai wilayah,termasuk dinegeri keffing, Seram Bagian Timur. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe deskriptif kualitatif, Subjek dalam penelitian ini adalah 10 informan . Teknik pengumpulan data adalah, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan model interaksi dari miles dan Huberman dapat di gambarkan sebagia berikut  Reduksi data (data reduction ) Penyajian data (data display ) dan Penarikan kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian bahwa salah satu tantangan dalam mempertahankan bahasa daerah pada masyarakat Negeri Keffing adalah kuranya konsistensi dalam penerapanya, tantangan yang sering  di hadapi meliputi kesadaran  masnyarakat terhadap penting menjaga mengembangkan dan melestarikan bahasa daerah oleh karena itu,diperlukan upaya untuk memberikan pemaham yang mendalam tentang pentinya pelestaraian bahasa daerah sebagai warisan budaya yang harus di jaga bersama. Keberadaan bahasa daerh di masyarakat Negeri Keffing hingga saat ini masi terjaga dan terus dilaksanakan oleh masyarakat setempat bahasa daerah merupakan sala satu bahasa yang di wariskan secara turun temurun menjadi kewajiban bagi masyarakat Negeri Keffing untuk di gunakan.
Penerapan Program Desa “Kursus Komputer Loruhu” Dalam Membentuk Generasi Digital Yang Berkeadaban Tuharea, Rosdiana; Tutuarima, Fricean; Sapulette, Marlen S
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang etika digital dalam pemanfaatan teknologi di kalangan generasi muda. Etika digital mencakup prinsip dan nilai yang mengatur perilaku individu saat menggunakan teknologi, internet, serta berbagai platform digital. Penggunaan perangkat dan platform digital harus dilakukan secara bertanggung jawab agar dapat mengurangi risiko penyalahgunaan serta menjaga efektivitas dan integritas dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi dampak negatif yang muncul akibat teknologi digital, muncul konsep kewarganegaraan digital. Konsep ini berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dalam kehidupan masyarakat. Kewarganegaraan digital merupakan upaya untuk membentuk warga negara yang cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi digital. Peran kewarganegaraan digital sangat penting dalam era digitalisasi karena bertujuan menanamkan sikap bertanggung jawab dan bijaksana dalam pemanfaatan teknologi. Topik kewarganegaraan digital menjadi sangat relevan dalam kajian Pendidikan Kewarganegaraan, terutama untuk membangun karakter warga negara yang bijak dalam menggunakan teknologi.
Sasi Sebagai Instrumen Kewarganegaraan Lingkungan: Studi Etnografi di Negeri Haruku Ferdinandus, Andre Salli; Tutuarima, Fricean; Litualy, Jurgen R
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.6015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji sasi sebagai instrumen kewarganegaraan lingkungan: studi etnografi di Negeri Haruku. Sasi merupakan sistem pengelolaan sumber daya alam, khususnya laut, yang berbasis adat dan tradisional yang terhubung dengan Kewarganegaraan lingkungan yang merujuk pada kesadaran dan tanggung jawab warga negara terhadap lingkungan hidup. Kurangnya kesadaran warga Negara dalam menjaga lingkungan hidup menyebabkan penebangan hutan sepihak oleh warga dengan dalih untuk menunjang hidup sehari-hari berakibat terjadinya bencana banjir. Tipe pada penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskripsi dan akan menggunakan Pendekatan Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 orang, Analisa data dalam penelitian menggunakan analisa data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Sasi berkontribusi pada pembentukan kesadaran kewarganegaraan lingkungan masyarakat Negeri Haruku. Nilai-nilai yang terkandung dalam sasi, seperti tanggung jawab kolektif, kepatuhan terhadap hukum adat, dan keberlanjutan, berperan besar dalam membentuk kesadaran kewarganegaraan lingkungan di kalangan masyarakat. Konsep sasi ini mendorong masyarakat untuk bertindak secara bertanggung jawab terhadap alam dan ekosistemnya. Tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan nilai-nilai Sasi ke dalam pendekatan kewarganegaraan lingkungan di era modern dalam konteks masyarakat Negeri Haruku Seiring berjalannya waktu, penegakan aturan sasi cenderung lebih longgar, dengan pelanggaran terhadap aturan sasi kini lebih sering mendapatkan pembinaan dan teguran dari pada sanksi atau denda yang tegas.
Akses dan Kesetaraan Pendidikan di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Selama Pemberlakuaan Otonomi Khusus Elopere, Person; Tutuarima, Fricean; Ratuanak, Andreas MD
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i2.7171

Abstract

Penelitian ini mengkaji akses dan kesetaraan pendidikan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, selama pemberlakuan Otonomi Khusus. Kajian difokuskan pada rasio sekolah dan guru, kondisi sarana prasarana, serta faktor sosial, ekonomi, geografis, dan budaya yang memengaruhi pemerataan pendidikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa meski jumlah sekolah dan alokasi Dana Otsus meningkat, pemerataan akses belum optimal. Ketimpangan guru dan fasilitas, sulitnya akses geografis, kemiskinan, rendahnya kesadaran pendidikan, serta lemahnya pengawasan kebijakan menjadi kendala utama. Otsus dinilai belum signifikan meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan. Disarankan reformulasi kebijakan berbasis konteks lokal, alokasi anggaran tepat sasaran, dan penguatan peran masyarakat adat.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA EDUKASI DALAM MENANGGULANGI PERUNDUNGAN DI KALANGAN SISWA SMP NEGERI 1 KAIRATU Tuharea, Jumiati.; Tutuarima, Fricean; Litualy, Jurgen R.; Nindatu, Agustinus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29574

Abstract

Proposal ini bertujuan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang efektif dalam menanggulangi perundungan di kalangan pelajar SMP. Perundungan, atau sering disebut sebagai bullying, adalah masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan siswa, baik secara fisik maupun mental. Mengembangkan strategi edukasi yang berfokus pada penggunaan media sosial sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perundungan dengan menggunakan metode kampanye online, konten edukatif, dan pelatihan untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya menghormati perbedaan, membangun empati, dan mempromosikan kebaikan di lingkungan sekolah. Menjalin kerja sama dengan pihak sekolah, guru, orang tua, dan komunitas lokal untuk memastikan keberhasilan proyek ini. Selanjutnya data yang dikumpulkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mengukur dampak dari penggunaan media sosial dalam upaya menanggulangi perundungan di kalangan siswa SMP Negeri 1 Kairatu Seram Bagian Barat. Diharapkan kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi perundungan dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung bagi para siswa SMP Negeri 1 Seram Bagian Barat.
Era Revolusi Industri 4.0 dan Realita Masyarakat Adat di Negeri Soya, Kota Ambon Rihya, Jhody Charlosye; Tutuarima, Fricean
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 13 No 1 (2024): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.13.1.1-10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realita kehidupan masyarakat adat Negeri Soya pada era Revolusi Industri 4.0 serta dampak yang mereka rasakan akibat perkembangan tersebut. Revolusi Industri 4.0 dikenal sebagai era yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital, otomatisasi, dan konektivitas yang sangat cepat. Kondisi ini membawa pengaruh yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk komunitas adat yang selama ini dikenal memiliki tatanan nilai, norma, dan tradisi yang kuat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara mendalam mengenai keadaan nyata di lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung dan wawancara dengan tokoh adat serta masyarakat setempat, sehingga peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai situasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Negeri Soya merupakan komunitas adat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan warisan leluhur mereka. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin pesatnya perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0, pola kehidupan mereka mengalami perubahan. Perubahan tersebut terlihat pada cara berkomunikasi, mencari informasi, hingga pola kerja yang mulai memanfaatkan teknologi modern. Meskipun demikian, masyarakat Negeri Soya tetap berupaya mempertahankan tradisi dan kearifan lokal sebagai identitas yang membedakan mereka dari masyarakat umum. Dengan demikian, modernisasi dan adat istiadat berjalan berdampingan, meskipun tantangan untuk menjaga keseimbangannya semakin besar.
Larangan Perkawinan dalam Perjanjian Pela Darah antara Abio, Ahiolo, Walakone, dan Rumbelu Ditinjau dari UU. Nomor 39 Tahun 1999 Reane, Markus; Tutuarima, Fricean; Tuharea, Jumiati
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 13 No 2 (2025): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.13.2.66-73

Abstract

Tradisi pela darah di Maluku merupakan perjanjian persaudaraan antar-negeri yang mengatur kewajiban sosial dan larangan perkawinan antar-negeri se-Pela. Penelitian ini bertujuan menganalisis larangan perkawinan dalam pela darah dari perspektif hak asasi manusia (HAM) dan mekanisme penyelesaian pelanggaran adat yang diterapkan masyarakat. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, dengan lokasi di Negeri Abio, Ahiolo, Walakone, dan Rumbelu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Subjek penelitian meliputi tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga yang terikat tradisi pela darah. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pela darah lahir dari kesepakatan damai pascaperang antara suku Alune dan Wemale, dengan ketentuan utama berupa kewajiban saling tolong-menolong, menjamu tamu, dan larangan perkawinan antar-negeri se-Pela. Larangan perkawinan ini, meski berpotensi bertentangan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, namun berfungsi menjaga perdamaian, identitas kolektif, dan stabilitas sosial. Penyelesaian pelanggaran dilakukan melalui musyawarah adat, ritual, dan sosialisasi kepada generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa hukum adat seperti pela darah tidak bertentangan dengan prinsip HAM, melainkan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat solidaritas sosial, menjaga keharmonisan antar-negeri, dan melestarikan tradisi budaya lokal.