Claim Missing Document
Check
Articles

Eksitensi Guru Sebagai Model Dalam Meningkatkan Civic Disposition Siswa di SMP Kristen Adodo Fordata Kabupaten Kepulauan Tanimbar Walun, Desiana; Tutuarima, Fricean; Abas, Aisa
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i2.3063

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karakter kedisiplinan (Civic Disposition) dari siswadi SMP Kristen 4 Tanut yang sangat mengalami penurunan. Semakin banyaknya siswa yangtidak menaati aturan sekolah yang telah dibuat misalnya seperti; masih banyak siswa yang seringterlambat masuk sekolah, tidak berseragam sesuai dengan aturan sekolah, siswa sering bolossekolah, bahkan diketahui siswa keluar kelas tidak memberi izin gurunya. Masalah yangdijelaskan tersebut, didasarkan pada indikator pada perilaku kedisiplinan yaitu: (1), ketaatanterhadap peraturan dalam hal peraturan sekolah. Peraturan mengatakan kepada anak apa yangharus dan mesti dilakukan, dan apa yang tidak boleh dilakukan anak. (2), kepedulian terhadaplingkungan. (3), partisipasi di dalam proses belajar mengajar. dan (4), kepatuhan menjauhilarangan.Untuk mengatasi masalah rendahnya karakter kedisiplinan siswa, maka eksitensi ataukeberadaan guru sangat diperlukan dalam meningkatkan karakter kedisiplinan siswa. Gurumemikul tugas serta tanggung jawab yang sangat berat, yaitu di samping guru harus mampu danbisa membuat pandai muridnya secara akal (mengasah secara IQ) guru juga harus dapatmenanamkan nilai-nilai iman dan akhlak yang mulia bagi siswa. Untuk itu semua guru harusmemahami peran dan tugasnya masing-masing, memahami kendala-kendala pendidikan dan caramengatasinya. Guru juga harus mempunyai sifat-sifat yang positif dan menjauhi sifat-sifatnegatif agar guru juga bisa sepenuhnya memainkan peranannya dalam memberi pengaruhpositif pada anak didiknya.Hasil penelitian yang dilakukan dapat dijelaskan bahwa di SMP Kristen 4 Tanut guru telahmelakukan perannya di dalam pembentukan karakter displin siswa dengan baik. Peran tersebutsudah sesuai dengan teori dari peran guru, yaitu; sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, modeldan teladan, penasehat, dan motivator. Kendala-kendala yang dihadapi guru dari segi internalbeupa kesadaran siswa itu sendiri, sedangkan dari segi eksternal berupa kurangnya perhatian dariorang tua siswa, sehingga guru kesulitan dalam membentuk karakter siswa. Solusi yang dilakuanyaitu dengan menerapkan pembinaan-pembinaan seperti pembinaan keteladanan, pembiasaan,dan nasehat yang baik
Problematika Penetapan Provinsi Kepulauan Maluku Sebagai Provinsi Kepulauan Aldin, La; Tutuarima, Fricean; Tuharea, Jumiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1810

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji problematika penetapan provinsi kepulauan maluku sebagai provinsi kepulauan. Provinsi Maluku semestinya memiliki hak untuk berstatus sebagai Provinsi Kepulauan, secara Provinsi Maluku mempunyai karakteristik yang unggul dan berbeda dari daerah lain pada umumnya. Seperti : karakteristik wilayah Maluku yang lautnya lebih besar dibanding daratan (akuatik terestrial), penduduk yang tidak terlalu padat dan tersebar dipulau-pulau kecil mengalami keterbatasan aktivitas ekonomi yang produktif yang disebabkan jaringan distribusi yang tidak memadai serta pola pengembangan perekonomian yang terbatas pada masyarakat Maluku.  Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pustaka, di mana sumber utama berasal dari bahan perpustakaan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan yuridis-normatif dengan tujuan mengkaji peraturan hukum yang telah ada mengenai desentralisasi asimetris, khususnya dalam konteks pemerintahan di daerah kepulauan. Data yang digunakan pada penulisan ini diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan (library research) berupa data sekunder antara lain: Buku, Bahan ajar berupa buku sejarah, atau literatur dari majalah koran ataupun berita-berita dari internet. Hasil penelitian bahwa. Dalam berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Maluku memperjuangkan undang-undang kepulauan sampai sekarang nyatanya belum membuahkan hasil yang maksimal. Sebab terdapat Suatu tantangan utama yang menjadi faktor terkendalanya perjuangan ini yaitu mengenai Ekonomi Politik. Ekonomi politik adalah bidang studi yang mempelajari interaksi antara kekuasaan politik dan ekonomi dalam suatu masyarakat. Presiden sudah mengeluarkan SuPres dengan menetapkan 9 kementerian menjadi leading sektor untuk menetapkan pembahasan RUU kepulauan sampai selesai, Akan tetapi dari 9 kementerian tersebut tidak ada satu pun yang sepakat dengan mempertahankan ego sektoral dan kewenangan masing-masing. Inilah yang kemudian menjadi masalah dan tantangan besar bagi provinsi Maluku dalam memperjuangkan undang-undang kepulauan ini.  Solusi untuk dapat mensukseskan perjuangan undang-undanh Kepulauan ialah dengan mengadopsi cara berjuang dari masyarakat sipil dalam memperjuangkan RUU tindak pidana kekerasan seksual menjadi undang-undang tindakan negara kesatuan. Pemerintah provinsi Maluku harus mampu menghadirkan negara dalam perjuangan ini.
Peran Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Dalam Mengontrol Kinerja Guru Sertifikasi Dikaji Dari Permendikbud Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tasidjawa, Krismon E.; Tutuarima, Fricean; Soumokil, Agustinus
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1847

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji peran dinas pendidikan kabupaten buru dalam mengontrol kinerja guru sertifikasi dikaji dari permendikbud nomor 5 tahun 2012 tentang sertifikasi guru dalam jabatan. Sertifikasi pendidik diperoleh melalui program pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi.Program sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah untuk mengidentifikasikan guru-guru  berkualitas.guru yang memperoleh tunjangan profesi dikatagorikan sebagai  guru professional. Berdasarkan jenisnya, penelitian ini tergolong pada penelitian yang bersifat kualitatif. Subjek dalam peneliatian ini adalah kepala dinas Pendidikan, staf atau bagian pelayanan, pegawai Pendidikan dan guru. Teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa upaya dinas pendidikan kabupaten buru dalam mengontrol kinerja guru bersertifikasi yaitu Upaya yang dilakukan oleh dinas Pendidikan Kabupaten Buru dengan mengadakan kegiatan yang dilakukan oleh dalam mengontrol kinerja guru bersertifikasi yaitu melalui kegiatan-kegiatan worshop, pelatihan, seminar dan adanya bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Buru. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru bersertifikasi menjadi menurun yaitu permasalahan yang terjadi di sekolah sehingga memperlambat terjadinya pertumbuhan kinerja guru dapat dilihat dari masalah internal guru disekolah namun masalah eksternal seperti sarana dan prasarana pendukung pembelajaran di sekolah namun letak geografis yang menjadi masalah dan dapat memperhambat kinerja guru di sekolah. Sanksi dari dinas pendidikan dalam menangani guru-guru bersertifikasi yang kinerjanya tidak memenuhi syrat dan ketentuan gruru professional  bahwa guru sertifikasi mempunyai kinerja kerja yang buruk maka akan diberikan sanksi misalnya tidak melaksanakan tugas dengan baik maka guru tersebut akan dikenahkan sanksi baik dari sekolah maupun dari dinas. Sanksi yang diberikan tetpa mengacu pada peraturan pemerintah sehingga terdapat tiga jenis sanksi yaitu sanksi ringan, sanksi sedang dan sanksi berat berupa pemecatan.
Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Budaya Perkawinan Adat Masyarakat Desa Gomar Sungai Kecamatan Aru Selatan Timur Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku Binar, Minggu; Tutuarima, Fricean; Sialana, Fatimah
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1852

Abstract

Penelitian ini membahas proses perkawinan adat di Desa Gomar Sungai melalui empat tahapan, menunjukkan penghidupan tradisi sebagai wujud kearifan lokal. Keanekaragaman budaya, terutama dalam konteks perkawinan, mencerminkan identitas dan kekayaan masyarakat Indonesia. Proses ini, seperti dalam perkawinan adat di Maluku, melibatkan ritual khas, seperti Masuk Minta, yang tak hanya mencerminkan romantisme tetapi juga melibatkan nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan. Namun, tantangan terhadap keberlanjutan nilai budaya adat menuntut peran penting pendidikan kewarganegaraan dalam membangun kesadaran dan pelestarian nilai-nilai lokal sebagai landasan identitas bangsa Indonesia. Penelitian dilakukan di Desa Gomar Sungai, Provinsi Maluku, dengan pendekatan kualitatif pospositivis. Peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data, fokus pada analisis induktif dan kualitatif tanpa generalisasi. Metode ini memahami fenomena secara holistik dengan mendalam melalui interpretasi. Teknik pengumpulan data mencakup observasi dan wawancara untuk gambaran komprehensif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses perkawinan adat di Desa Gomar Sungai melibatkan empat tahapan, mencerminkan kesakralan dan kompleksitas tradisi masyarakat adat. Penerimaan surat bertamu, proses masuk minta, antar mahar, dan basumpah kawin menandai perjalanan panjang yang dihormati oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya. Nilai-nilai kearifan lokal seperti Tambaroro, Samra, dan qasidah menjadi perekat yang menguatkan hubungan antarindividu dan kontribusi pada pendidikan kewarganegaraan. Keseluruhan, nilai-nilai kearifan lokal menjadi landasan kuat dalam mempertahankan tradisi dan menciptakan harmoni dalam kehidupan masyarakat Desa Gomar Sungai.
Efektivitas Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan (Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara) Seleky, Wandry; Tutuarima, Fricean; Gaite, Titus
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1848

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan (Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara). Penelitian ini dilaksanakan di Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Fena Fafan Kabupaten Buru Selatan. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara terhadap sejumlah informan yang melakukan efektifitas kinerja di Kantor UPTD Pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Efektifitas Kinerja pegawai Dinas UPTD  tetap berjalan seperti biasa yaitu setiap jam kerja dan pegawai melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung Jawab. selanjutnya  Upaya dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan saya selaku kepala Dinas Pendidikan melakukan pembinaann kepada pegawai yang tidak bekerja secara efektif serta membuat aturan kedisplinan kepada mereka sehingga selama saya bertugas pegawai tetap bekerja. Dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan kepala Dinas Pendidikan melakukan pembinaann kepada pegawai yang tidak bekerja secara efektif serta membuat aturan kedisplinan kepada pegawai yang ada.
The Role of the Regional Government of Tual City in Resolving Social Conflicts Between Communities in Tual City (Case Study of the Yarler Complex and the Bandaeli Complex) Marthin Fians Renoat; Fricean Tutuarima; Marlen S Sapulette
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3164

Abstract

This research aims to find out the policies taken by the Regional Government in resolving social conflicts in Tual City, as well as finding out the obstacles faced by the regional government in resolving social conflicts in Tual City. This research is a qualitative research with a phenomenological research type, using primary data and secondary data with several informants from the Tual City Government, residents in conflict, as well as people who saw/know about the conflict events in question. Data collection was carried out through interviews, field observations, and documentation. Meanwhile, the data analysis used in this research is qualitative descriptive to describe in detail the reality found in the field. The research results show that the factors that cause social conflict between Yarler residents and Banda Eli residents in Tual City are due to alcohol, the problem of lack of employment opportunities, the spread of hoax information via social media. Based on the results of interviews and observations at the research location, it can be concluded that in handling social conflict between residents of the Yarler complex and residents of the Banda Eli complex, the Tual City Government has handled and resolved it well, but it has not been optimal as mandated in Law Number 7 of 2012
The Role of the Principal as a Supervisor on Teacher Performance at SMP Negeri 6 Tanimbar Utara Delce Kainama; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3250

Abstract

Professional teachers will carry out their duties properly and correctly to produce higher quality graduates. This is supported by the role of the school principal as a supervisor who has the task of improving teacher performance in an effort to realize a better learning process through more efficient teaching methods, the ability to master a wide range of material which makes it possible to guide students to meet competency standards. This research aims to describe the role of the principal as a supervisor in improving teacher performance. A teacher has an important role in forming the knowledge, skills and character of students. This research is a qualitative descriptive study using a special study approach. By observing the role of the principal as a supervisor in improving teacher performance at SMP Negeri 6 Tanimbar Utara. The subjects of this research were the principal and 7 teachers. The object of this research was the role of the principal as a supervisor in improving teacher performance at SMP Negeri 6 Tanimbar Utara. This research uses data collection techniques by means of observation, interviews and documentation. Primary data was selected directly from respondents, while secondary data consisted of theories from books and journals and other support obtained from school documentation. Meanwhile, data validity testing was carried out by source triangulation. Data analysis 95in this study used data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the research results, it can be concluded that the role of the principal as supervisor in improving teacher performance at SMP Negeri 6 North Tanimbar has not carried out his role properly and correctly as a supervisor.  This is indicated by the decline in teacher awareness in developing performance and in-depth mastery of the material, as well as increasing teacher indiscipline in carrying out their duties and responsibilities
Penerapan Program Desa “Kursus Komputer Loruhu” Dalam Membentuk Generasi Digital Yang Berkeadaban Tuharea, Rosdiana; Tutuarima, Fricean; Sapulette, Marlen S
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang etika digital dalam pemanfaatan teknologi di kalangan generasi muda. Etika digital mencakup prinsip dan nilai yang mengatur perilaku individu saat menggunakan teknologi, internet, serta berbagai platform digital. Penggunaan perangkat dan platform digital harus dilakukan secara bertanggung jawab agar dapat mengurangi risiko penyalahgunaan serta menjaga efektivitas dan integritas dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi dampak negatif yang muncul akibat teknologi digital, muncul konsep kewarganegaraan digital. Konsep ini berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dalam kehidupan masyarakat. Kewarganegaraan digital merupakan upaya untuk membentuk warga negara yang cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi digital. Peran kewarganegaraan digital sangat penting dalam era digitalisasi karena bertujuan menanamkan sikap bertanggung jawab dan bijaksana dalam pemanfaatan teknologi. Topik kewarganegaraan digital menjadi sangat relevan dalam kajian Pendidikan Kewarganegaraan, terutama untuk membangun karakter warga negara yang bijak dalam menggunakan teknologi.
Pelestarian Bahasa Daerah Sebagai Penguatan Civic Culture pada Masyarakat Negeri Keffing Kabupaten Seram Bagian Timur Rumonin, Siti Sari; Tutuarima, Fricean; Patmawati, Susi Anita
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pelestarian Bahasa Daerah  Sebagai Penguatan Civic Culture  Pada Masyarakat Negeri Keffing Kabupaten Seram Bagian Timur. Pelestarian bahasa daerah sangat penting karena merupakan bagian dari warisan budaya lokal, terutama dalam menghadapi dominasi bahasa internasional. Namun,kurangnya pemahaman dan minat masyarakat terhadap bahasa daerah menjadi tantangan di berbagai wilayah,termasuk dinegeri keffing, Seram Bagian Timur. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe deskriptif kualitatif, Subjek dalam penelitian ini adalah 10 informan . Teknik pengumpulan data adalah, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan model interaksi dari miles dan Huberman dapat di gambarkan sebagia berikut  Reduksi data (data reduction ) Penyajian data (data display ) dan Penarikan kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian bahwa salah satu tantangan dalam mempertahankan bahasa daerah pada masyarakat Negeri Keffing adalah kuranya konsistensi dalam penerapanya, tantangan yang sering  di hadapi meliputi kesadaran  masnyarakat terhadap penting menjaga mengembangkan dan melestarikan bahasa daerah oleh karena itu,diperlukan upaya untuk memberikan pemaham yang mendalam tentang pentinya pelestaraian bahasa daerah sebagai warisan budaya yang harus di jaga bersama. Keberadaan bahasa daerh di masyarakat Negeri Keffing hingga saat ini masi terjaga dan terus dilaksanakan oleh masyarakat setempat bahasa daerah merupakan sala satu bahasa yang di wariskan secara turun temurun menjadi kewajiban bagi masyarakat Negeri Keffing untuk di gunakan.
Sasi Sebagai Instrumen Kewarganegaraan Lingkungan: Studi Etnografi di Negeri Haruku Ferdinandus, Andre Salli; Tutuarima, Fricean; Litualy, Jurgen R
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.6015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji sasi sebagai instrumen kewarganegaraan lingkungan: studi etnografi di Negeri Haruku. Sasi merupakan sistem pengelolaan sumber daya alam, khususnya laut, yang berbasis adat dan tradisional yang terhubung dengan Kewarganegaraan lingkungan yang merujuk pada kesadaran dan tanggung jawab warga negara terhadap lingkungan hidup. Kurangnya kesadaran warga Negara dalam menjaga lingkungan hidup menyebabkan penebangan hutan sepihak oleh warga dengan dalih untuk menunjang hidup sehari-hari berakibat terjadinya bencana banjir. Tipe pada penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskripsi dan akan menggunakan Pendekatan Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 orang, Analisa data dalam penelitian menggunakan analisa data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Sasi berkontribusi pada pembentukan kesadaran kewarganegaraan lingkungan masyarakat Negeri Haruku. Nilai-nilai yang terkandung dalam sasi, seperti tanggung jawab kolektif, kepatuhan terhadap hukum adat, dan keberlanjutan, berperan besar dalam membentuk kesadaran kewarganegaraan lingkungan di kalangan masyarakat. Konsep sasi ini mendorong masyarakat untuk bertindak secara bertanggung jawab terhadap alam dan ekosistemnya. Tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan nilai-nilai Sasi ke dalam pendekatan kewarganegaraan lingkungan di era modern dalam konteks masyarakat Negeri Haruku Seiring berjalannya waktu, penegakan aturan sasi cenderung lebih longgar, dengan pelanggaran terhadap aturan sasi kini lebih sering mendapatkan pembinaan dan teguran dari pada sanksi atau denda yang tegas.