Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Use of Google Meet Media in Online Learning for Islamic Religious Education at SMA Negeri 5 Kupang City-NTT for the 2020/2021 Academic Year Samsudin Amir; Bambang Sumardjoko; Hafidz
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i3.1136

Abstract

Online learning is a learning method that is carried out by not carrying out teaching and learning activities directly face to face but by utilizing internet-based information media using communication tools such as cellphones and laptops using the Google Meet application remotely. Google Meet is a videoconference application that can connect many people in one online space and can communicate and see each other virtually. Learning using Google Meet can affect students' liveliness levels during online learning. Learning effectiveness is an activity carried out by a teacher who motivates students by using special approaches and strategies to achieve a learning goal well. A lesson can be said to be effective if it is carried out well and achieved in accordance with the expected goals.
Problems of Decreasing Student Morals Towards Teachers: Challenges and Solutions As Salma Qindi Al Farisi; Mohammad Zakki Azani; Hafidz
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i3.1563

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana problematika menurunnya adab murid terhadap guru: tantangan dan solusinya. Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa adab buruk seorang murid kepada gurunya disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: (1)Latar Belakang Keluarga, (2) Cara Bicara dan Muamalah Guru, (3) Lingkungan Pertemanan. Adapun hal yang mungkin dapat menjadi solusi dalam menangani masalah adab murid terhadap guru diantaranya : (1) Memperdalam Ilmu dalam pembinaan anak, (2) Menjaga Wibawa, (3) Menjaga Lisan, (4) Menjadi Teladan Bersama, (5) Mendo’akan Murid.
ICT-Based Tafsir PAI Learning and Its Implications for Class XA Santri Learning Interests at MA Muwahidun Pati Nur Farid Khoiruddin; Hafidz
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i3.1573

Abstract

This research aims to examine the implementation of Islamic Religious Education (PAI) Tafsir learning based on Information and Communication Technology (ICT) and its implications for the learning interests of class XA students at Madrasah Aliyah (MA) Muwahidun Pati. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The research results show that the use of ICT in learning PAI Tafsir can significantly increase students' interest in learning. Students become more active and motivated in participating in learning, and find it easier to understand the material presented. ICT-based learning also provides an interesting and interactive variety of teaching methods, creating a fun learning atmosphere. The implications of this research show that the integration of ICT in learning PAI Tafsir can be an effective strategy in improving the quality of religious education at MA Muwahidun Pati. In addition, this research suggests that teachers use ICT more in the learning process to maximize the potential of technology in the world of education.
Concept of Islamic Education Perspective KH. Ahmad Dahlan and Buya Hamka (Comparative Study) Nur Sahlul Mubarok; Muhammad Wildan Shohib; Hafidz
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i3.1574

Abstract

This article discusses the concept of Islamic education from the perspective of two important figures in the history of Islamic education in Indonesia, namely KH. Ahmad Dahlan and Buya Hamka. Through a comparative study approach, this article aims to identify similarities and differences in the educational views and practices held by the two figures. KH. Ahmad Dahlan, founder of Muhammadiyah, is known for his modern and progressive educational concept, which integrates religious knowledge with general knowledge. Meanwhile, Buya Hamka, a Muslim scholar, writer and thinker, emphasized the importance of morals and spirituality in education. This research uses qualitative methods with descriptive analysis to explore the thoughts and works of these two figures, including their writings, lectures and educational practices. The results of the study show that although there are differences in their approaches, they both have the same goal, namely to form Muslim individuals who are faithful, knowledgeable and have noble character. It is hoped that this article can contribute to the development of Islamic education in Indonesia by integrating the values promoted by these two figures.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Jujur Di SMK Muhammadiyah 6 Simo Az Zuhdi, Muhammad Abdul Wahab; Hafidz
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16619

Abstract

Honesty is one aspect that needs to be considered and taught to students. Being honest will be a valuable lesson for their future life. Honesty is very important in various aspects of life. In more specific aspects such as at school, honesty makes students more disciplined in learning and facilitates their social interactions. Instilling honesty at school is an important value that must be taught to students, both through classroom learning and extracurricular activities. This is intended to make students understand the importance of this value in every aspect of life. Honesty is an essential asset for students to become the next generation of the nation in the future. Islamic Religious Education is one of the subjects that can teach honesty. It contains materials that teach noble attitudes, one of which is honesty. Teachers must also actively build honest character in students, such as exemplifying good behavior, because students are very sensitive to the behavior of their teachers. Every observation by students of their teachers greatly influences the students' behavior. A teacher's success can be seen when the teacher is able to instill the character of honesty in school. If this criterion of instilling honesty is achieved, then a teacher can be considered to have good and professional work quality. The aim of this research is to understand how Islamic Religious Education teachers develop honest character in students at SMK Muhammadiyah 06 Simo. This research uses a descriptive qualitative method through a case study. The research was conducted in the teacher's office during the 2023/2024 academic year. The main subjects of this research are the Islamic Religious Education teachers at SMK Muhammadiyah 06 Simo. The results of the research show that teachers approach students who have low honesty and give them extra attention during both formal and non-formal Islamic Religious Education learning sessions. Abstrak Kejujuran merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dan diajarkan pada peserta didik. Bersikap dan berlaku jujur akan menjadi pembelajaran yang berguna untuk kehidupannya ke depan. Sikap jujur sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Pada aspek yang lebih mengerucut seperti disekolah, sikap jujur membuat peserta didik akan lebih disiplin dalam pembelajaran dan memudahkan peserta didik dalam bersosialisasi. Penanaman sikap jujur pada sekolah merupakan nilai penting yang harus diajarkan kepada peserta didik di sekolah, baik melalui pembelajaran dalam kelas ataupun luar kelas. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik memahami pentingnya nilai tersebut dalam setiap aspek kehidupan. Kejujuran merupakan modal penting bagi para peserta didik untuk menjadi generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang bisa mengajarkan sikap jujur. Di dalamnya terkandung materi-materi yang mengajarkan tentang sikap luhur, salah satunya adalah sikap jujur. Guru juga harus aktif dalam membangun karakter jujur pada peserta didik, seperti mencontohkan sikap-sikap yang baik, karena peserta didik sangat peka dengan tingkah laku guru. Setiap pengamatan peserta didik kepada gurunya sangat mempengaruhi tingkah laku peserta didik tersebut. Keberhasilan seorang guru bisa dilihat ketika guru mampu menanamkan sikap atau karakter kejujuran di sekolah, jika kriteria penanaman itu berhasil maka seorang guru bisa dianggap memiliki kualitas kerja yang baik dan profesional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana cara Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter jujur pada siswa di SMK Muhammadiyah 06 Simo. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di ruang guru pada tahun 2023/2024. Adapun subjek utama dari penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 06 Simo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan pendekatan pada siswa yang sikap jujurnya rendah dan memberi perhatian lebih kepada mereka saat berlangsungnya Pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara formal maupun non-formal.
Al-Islam and Kemuhammadiyahan Curriculum in Muhammadiyah Secondary School: An Analysis of Implementation and Development Material Muhammad Ridlo; Hafidz
Ta'dib Vol 29 No 1 (2024): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v29i1.23797

Abstract

This study aims to analyze the implementation and development of the Al-Islam and Muhammadiyah (AIK) curriculum at SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. This research approach uses a descriptive qualitative method with a focus on evaluating curriculum implementation and material development. Data collection was carried out through in-depth interviews, classroom observations, and analysis of curriculum documents. The results of the study show that although the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) curriculum at SMP Muhammadiyah 7 Surakarta has been going well, there are several challenges that need to be overcome, such as limited time in the implementation of classroom learning and the need to innovate teaching methods so that students are more interested. Not only that, the quality of teachers is a crucial fact in the implementation of the curriculum. This research provides insight into the importance of developing a curriculum that is adaptive to the changing times and student needs, as well as improving teacher competence in teaching Al-Islam and Muhammadiyah subjects.
Analysis of the Influence of Audio Visual Media in Increasing Student Motivation and Learning Outcomes in Islamic Education and Character Subjects (Field Study of PAI and Character Learning at SMPN 2 Blora) Dwi Bagus Santoso Setiawan; Wachidi; Hafidz
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i4.1141

Abstract

The aim of this research is the influence of the use of audio-visual media in increasing motivation and learning outcomes in PAI and Character Education at SMPN 2 Blora.  Education is an effort to develop the potential and talents of students and must be carried out with planned and conscious efforts to make it happen in accordance with educational goals. To achieve maximum learning results, one of the learning strategies is using audio-visual media. This media will make learning more effective, interesting and not boring. The development of audio-visual media in learning has been widely used by PAI teachers in schools. There are various forms, including audio only, visual only or a combination of both in the form of moving films. Learning methods using audio-visual media will encourage changes in the role of teachers as centers of information in learning. If teachers are good at using audio-visual media in the learning process, it will influence student motivation and learning outcomes, both visual, auditory and kinesthetic. Effectiveness of using audio media. This visual will create learning motivation and student learning outcomes in Islamic Education and Character subjects at SMPN 2 Blora.
Pengembangan Media Pembelajaran Kreatif Dan Interaktif Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan Dewi Fitriah Khusnul Khotimah; Hafidz
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.433

Abstract

Pendidikan sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa karena memberikan masyarakat nilai-nilai, pengetahuan, dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran kreatif dan interaktif melalui teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, dimana seluruh data diambil melalui buku, jurnal dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa inovasi media pembelajaran berbasis TIK sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan menggunakan berbagai alat dan teknologi, seperti platform e-learning, video pembelajaran, gamifikasi, dan AR/VR, proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menarik. Pendekatan ini membantu siswa meningkatkan keterampilan digital mereka sekaligus memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel. Hasilnya, penggunaan TIK dalam pendidikan dapat berkontribusi pada pengembangan lingkungan belajar yang lebih efisien dan kontemporer.
Integrasi Teknologi Informasi Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia; Pendekatan Teori Difusi Inovasi M.Rogers Ardha Zahro Nareswari; Hafidz
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.437

Abstract

Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manusia dan pelaksanaannya akan selalu berdampak pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan integrasi teknologi informasi dalam kurikulum pendidikan agama Islam di Indonesia dengan menggunakan pendekatan teori difusi inovasi M. Rogers. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana teknologi informasi dapat diadopsi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia. Teori difusi inovasi digunakan untuk memahami proses penyebaran dan penerimaan teknologi dalam pendidikan agama, dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi adopsi teknologi oleh guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi informasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, tantangan seperti kesesuaian materi dengan nilai-nilai Islam, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan perlu diatasi. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru dalam memfasilitasi adopsi teknologi dan memastikan penerapannya sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam.
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Muhammadiyah di Surakarta melalui Pelatihan dan Pendampingan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Achmad, Alfian; Maksum, Muh Nur Rochim; Wachidi; Hafidz; Mustofa, Triono Ali; Muthoharun Jinan; Istanto; Abidin, Zaenal
Abdi Psikonomi Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v5i1.4454

Abstract

This community service activity was motivated by the fact that Muhammadiyah Elementary/MI, SMP, and SMK/SMA teachers in Kartasura did not fully understand PTK. The aim of this community service is that it is hoped that: Elementary/MI/SMP/SMA/SMK Muhammadiyah teachers in Kartasura have the knowledge, skills, values, and attitudes in making PTK proposals, formulating problems, looking for a theoretical basis, collecting data, analyzing data, making PTK reports, and able to submit articles to accredited national journals. This community service is carried out using the approach: (1) Lecture; (2) Discussion; (3) Questions and Answers; (4 Tasks; (5) FGD (Forum Group Discussion). Participants in this training and mentoring are 30 teachers from SD/MI, SMP, and SMA/SMK Muhammadiyah in Kartasura. The place for PTK mentoring and training is in the Muhammadiyah University Postgraduate Building Surakarta. Follow-up training and mentoring PTK teachers were divided into three groups, namely the SD/MI teacher group; (2) the Middle School teacher group, and (3) the SMA/SMK teacher group. Each group made proposals and carried out research. The results of PTK training and mentoring are (1) PTK reports; and (3) Articles submitted to accredited national journals.
Co-Authors Achmad, Alfian Afifah Azahra Prihasti Ahmad Dimas Fahrezy Ahsan, Ahmad Nur Aisha Rahmawati Aisyah Azzahra Angel Laveda Winsome Permata Samudra Anugerah Gelora Saputra Aqgit Qizty Muriska Aqila Fauziah Arimbi Archie Hardinagoro, Mohammad Ardha Zahro Nareswari As Salma Qindi Al Farisi Aulia Desti Auliya Putri Awwaliyah, Nasywa Safira Az Zuhdi, Muhammad Abdul Wahab Azzah Shafa Bagas Faiz Rizky Bambang Sumardjoko Dewi Fitriah Khusnul Khotimah Dina Arifatul Husna Dwi Bagus Santoso Setiawan Eka Febriyani Ence Raisha Renaldi Erwin Hermawan Fadeli Farhan Mahara Fariha Fatimah Azzahra Ayu Sandera Firdaus Munif Qasthalani Hadar Azizi Hanif Najmi Hildan Ramadhan Husna Nashihin Inka Dinda Thiara Qurrotunnisa Isnadia Wilda Hanifah Isnaya Arina Hidayati‎ Istanto Jennygiyanadivaa Julianda Kania Rahma Kharisma Dikta Kristanto, Danang Kurnia Ahmad, Rizky Kurniawan, Desma Lailatul Hanifah Lutfia Nazella Ulya Malik Ibrahim ‘Aliyuddin Ma’ruf Ardiyanto Mega, Mega Miftahul Huda Irfansyah Mohammad Zakki Azani Mugsith Ariyanto Muh Nur Rochim Maksum Muhammad Dzaky Hilmi Muhammad Gibran Naufali Muhammad Hanan Imaduddin Muhammad Hilmi Farras Muhammad Malik Fikry Al Farros Muhammad Ridlo Muhammad Wildan Shohib Muhammad Yahya Azzam Muhammad Yazid Ilhami Mustofa, Triono Ali Muthoharun Jinan Nabila Sagita Nadhine Nadhira Naura Rezelia Najwa Nailah Salsabila Nur Farid Khoiruddin Nur Sahlul Mubarok Nurli Nurlinda Nurmashinta Fadhilah Nurul Latifatul Inayati‎ Nuzulia Mustika Dhani Olyvia Nanda Armila Rafa Hanif Maulida Rizal Arfan Mah’ruf Rizqi Hidayati Samsudin Amir Satria Arif Wicaksono Suci adelia Pratiwi Sumayyah Syafarani Sucifirdiasti Ummi Kulsum Ummu Izzatul Uswatun Khalisah Vivi Santika, Ajeng Wachidi Wais Alqorni Warisi, Danil Yuka Afilsa Zaenal Abidin Zahra Dian Zahrina Wardah Zaky Hafidz Abdillah Zendi Ahmad Maghrobi