Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EVALUASI EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Fadeli; Hafidz
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 6: November 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI)di sekolah umum maupun di madrasah, media pembelajaran digital menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media pembelajaran digital dalam PAI dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Fokus pembahasan meliputi kelebihan, tantangan, dan kriteria evaluasi media pembelajaran digital dalam konteks pendidikan agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital mampu meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan motivasi peserta didik. Namun, tantangan seperti tidak meratanya sarana teknologi di sekolah-sekolah dan kurangnya kompetensi digital guru di sekolah-sekolah masih menjadi hambatan yang perlu diatasi.
Eksplorasi Pengalaman Siswa dalam Pembelajaran PAI Berbasis Media Audio Visual Awwaliyah, Nasywa Safira; Hafidz
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2024): Pendidikan Dasar Anak
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v7i2.874

Abstract

The purpose of this study is to understand students' experiences with the audiovisual-based Islamic Religious Education (PAI) curriculum at SMK Muhammadiyah 1 Sragen. Educational media plays an important role in the learning process as it can attract students' attention and increase their participation. In this era of rapidly advancing technology, students are encouraged to be creative and innovative in choosing the right teaching methods and media to improve their learning outcomes. The findings of this study show that the use of audiovisual materials in PAI learning helps create an engaging and interactive learning environment. Unlike conventional methods that tend to be monotonous, students who consistently attend classes using this media are more focused and have better comprehension. Additionally, the use of PowerPoint presentations and videos provided by the instructor helps students understand the material. However, there are still certain challenges in the use of educational media, such as limited time for learning, difficulty in finding the right media models, and costs. Therefore, it is important for students to understand the lesson plan (RPP) and choose the appropriate media so that the learning process can run smoothly and effectively. In summary, this study highlights the importance of using audiovisual materials in PAI instruction to improve student motivation and learning outcomes and offers recommendations to students on how to better utilize media in the teaching process. This study provides important implications for the development of curricula and teaching methods in schools. The use of audiovisual media in PAI learning can be an effective alternative to increase student engagement, especially in creating a more interactive and enjoyable learning experience. Therefore, it is essential for teachers to further develop their ability to effectively utilize technology media, as well as to provide training for students to maximize the use of such media. Furthermore, schools need to consider allocating a larger budget for providing adequate learning media and allowing time for preparing materials that align with the curriculum.
Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital dalam Pembelajaran PAI Zendi Ahmad Maghrobi; Hafidz
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v2i1.378

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbandingan media pembelajaran konvensional dan digital dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan pendekatan literature review komparatif-analitis. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah dan penelitian empiris 5 tahun terakhir. Hasil menunjukkan media konvensional unggul dalam aksesibilitas universal, biaya terjangkau, dan kesesuaian tradisi Islam melalui interaksi personal. Media digital menawarkan interaktivitas tinggi, fleksibilitas akses, dan visualisasi yang sesuai generasi digital. Implementasi optimal memerlukan pendekatan blended learning yang mengintegrasikan kelebihan kedua media. Masa depan pembelajaran PAI terletak pada harmonisasi tradisi dan inovasi untuk transfer ilmu agama yang efektif sambil mempertahankan nilai spiritual Islam.
Pemanfaatan Movie Learning sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Archie Hardinagoro, Mohammad; Hafidz
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v2i1.388

Abstract

Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sering dipandang monoton dan membosankan bagi siswa ketika hanya menggunakan metode ceramah konvensional. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas Movie Learning sebagai media pembelajaran SKI untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber pustaka relevan. Hasil analisis menunjukkan Movie Learning memberikan dampak positif signifikan dengan meningkatkan antusiasme siswa hingga 81% dan menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis. Metode ini efektif mengatasi permasalahan pembelajaran SKI yang monoton melalui stimulasi visual dan audio yang merangsang aspek emosional, intelektual, dan psikomotorik siswa, serta memperdalam pemahaman konsep materi sejarah kebudayaan Islam. Movie Learning terbukti sebagai alternatif solusi efektif dengan keunggulan menciptakan kesan kuat tentang peristiwa bersejarah, kemudahan pemahaman konsep, dan fleksibilitas akses pembelajaran, meskipun implementasinya memerlukan strategi bijak dari guru agar siswa dapat mengambil manfaat optimal untuk perkembangan akademik dan karakter mereka.
Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT RAUDHATUS SALAAM Mega, Mega; Hafidz
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v2i1.396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI yang disampaikan secara konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen, melibatkan dua kelompok siswa kelas VIII sebagai subjek penelitian: kelompok eksperimen yang menggunakan media interaktif seperti video animasi, kuis digital, dan presentasi multimedia; serta kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa, yang ditunjukkan dengan perbedaan skor pre-test dan post-test antara kedua kelompok. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media interaktif dalam proses pembelajaran PAI untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan siswa.
FAKTOR-FAKTOR PERNIKAHAN DINI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMASLAHATAN KELUARGA DI DESA RAJUN KECAMATAN PASONGSONGAN KABUPATEN SUMENEP Kulsum, Ummi; Hafidz
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This reseach discusses the early marriage is a marriage between adolescents who are still below the legal age limit set by the government. Early marriage is prevalent in Madurese communities, specifically in Rajun Village, Pasongsongan District, Sumenep Regency. These marriages are driven by several factors, including education, economic factors, parental encouragement, and customs/culture. To address these factors, researchers need to dig deeper to obtain accurate data based on the available facts. Therefore, the researchers employed a qualitative method (field research) with a descriptive approach. The data collection procedures included direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. The techniques used were data analysis, data reduction, data presentation, data verification, and drawing conclusions. Triangulation was used. The researchers found that early marriage has been shown to impact family structure, including communication, role allocation, and emotional stability, which can trigger arguments and problems within the household and make it difficult for couples to resolve these issues effectively. Abstrak Pene litian ini membahas tentang pernikahan dini yang dilakukan oleh remaja yang masih dalam kategori belum mencapai batas umur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pernikahan dini marak terjadi di masyarakat Madura, tepatnya di Desa Rajun Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Pernikahan ini terjadi dilatar belakangi beberapa faktor. Misalnya, faktor pendidikan, faktor ekonomi, faktor dorongan orang tua, dan faktor adat istiadat/budaya. Dari faktor-faktor ini, peneliti perlu menggali informasi lebih lanjut agar mendapatkan data yang akurat sesuai dengan fakta yang ada. Maka dengan ini, peneliti menggunakan metode kualitatif (field riseach) dengan pendekatan diskriptif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan melalui: Observasi langsung/pengamatan, wawancara secara mendalam (indepht interview), studi dokumentasi. Teknik analisis data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan menarik kesimpulan. Dengan menggunakan triangulasi. Temuan peneliti bahwa terjadinya pernikahan dini terbukti berdampak terhadap keluarga yang dibangun, baik secara komunikasi, pembagian peran, dan stabilitas emosional pasangan sehingga dapat memicu pertengkaran dan masalah dalam rumah tangga, serta membuat pasangan tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR PERNIKAHAN DINI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMASLAHATAN KELUARGA DI DESA RAJUN KECAMATAN PASONGSONGAN KABUPATEN SUMENEP Kulsum, Ummi; Hafidz
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This reseach discusses the early marriage is a marriage between adolescents who are still below the legal age limit set by the government. Early marriage is prevalent in Madurese communities, specifically in Rajun Village, Pasongsongan District, Sumenep Regency. These marriages are driven by several factors, including education, economic factors, parental encouragement, and customs/culture. To address these factors, researchers need to dig deeper to obtain accurate data based on the available facts. Therefore, the researchers employed a qualitative method (field research) with a descriptive approach. The data collection procedures included direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. The techniques used were data analysis, data reduction, data presentation, data verification, and drawing conclusions. Triangulation was used. The researchers found that early marriage has been shown to impact family structure, including communication, role allocation, and emotional stability, which can trigger arguments and problems within the household and make it difficult for couples to resolve these issues effectively. Abstrak Pene litian ini membahas tentang pernikahan dini yang dilakukan oleh remaja yang masih dalam kategori belum mencapai batas umur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pernikahan dini marak terjadi di masyarakat Madura, tepatnya di Desa Rajun Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Pernikahan ini terjadi dilatar belakangi beberapa faktor. Misalnya, faktor pendidikan, faktor ekonomi, faktor dorongan orang tua, dan faktor adat istiadat/budaya. Dari faktor-faktor ini, peneliti perlu menggali informasi lebih lanjut agar mendapatkan data yang akurat sesuai dengan fakta yang ada. Maka dengan ini, peneliti menggunakan metode kualitatif (field riseach) dengan pendekatan diskriptif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan melalui: Observasi langsung/pengamatan, wawancara secara mendalam (indepht interview), studi dokumentasi. Teknik analisis data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan menarik kesimpulan. Dengan menggunakan triangulasi. Temuan peneliti bahwa terjadinya pernikahan dini terbukti berdampak terhadap keluarga yang dibangun, baik secara komunikasi, pembagian peran, dan stabilitas emosional pasangan sehingga dapat memicu pertengkaran dan masalah dalam rumah tangga, serta membuat pasangan tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.
KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF PURITAN TEOLOGIS Hafidz; Inka Dinda Thiara Qurrotunnisa; Nurmashinta Fadhilah
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 Desember (2020): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v2i2.42

Abstract

Makalah ini menjelaskan konsep pendidikan orang tua dalam keluarga dalam sudut pandang kaum puritan teologis. Dari kajian literatur diketahui bahwa lingkungan keluarga menjadi tempat yang pertama dan utama orangtua memberikan pendidikan dan anggota keluarga menerima pendidikan, disini terjadi proses take and give. Ayah dan ibu dalam keluarga menjadi pendidik pertama dalam proses perkembangan kehidupan anak. Orang tua tidak sekedar membangun silaturahmi dan melakukan berbagai tujuan berkeluarga untuk reproduksi, meneruskan keturunan, dan menjalin kasih sayang. Akan tetapi, tugas utama keluarga adalah menciptakan bangunan dan suasana proses pendidikan keluarga sehingga melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia sebagai pijakan yang kokoh dalam menapaki kehidupan dan perjalanan anak manusia. Kenyataan tersebut ditopang temuan teori-teori yang mendukung pentingnya pendidikan keluarga sebagai dasar pertama pendidikan anak-anak. Pada sisi ini kaum puritan teologis mempunyai konsep pendidikan keluarga yang berbeda dari pendidikan mainstream yang ada saat ini. Disinilah fokus penelitian ini akan diarahakan.
Co-Authors Achmad, Alfian Afifah Azahra Prihasti Ahmad Dimas Fahrezy Aisha Rahmawati Aisyah Azzahra Angel Laveda Winsome Permata Samudra Anugerah Gelora Saputra Aqgit Qizty Muriska Aqila Fauziah Arimbi Archie Hardinagoro, Mohammad Ardha Zahro Nareswari As Salma Qindi Al Farisi Aulia Desti Awwaliyah, Nasywa Safira Az Zuhdi, Muhammad Abdul Wahab Azzah Shafa Bagas Faiz Rizky Bambang Sumardjoko Dewi Fitriah Khusnul Khotimah Dina Arifatul Husna Dwi Bagus Santoso Setiawan Eka Febriyani Ence Raisha Renaldi Erwin Hermawan Fadeli Farhan Mahara Fariha Fatimah Azzahra Ayu Sandera Firdaus Munif Qasthalani Hadar Azizi Hanif Najmi Hildan Ramadhan Husna Nashihin Inka Dinda Thiara Qurrotunnisa Isnadia Wilda Hanifah Isnaya Arina Hidayati Istanto Jennygiyanadivaa Julianda Kania Rahma Kharisma Dikta Kurnia Ahmad, Rizky Kurniawan, Desma Lailatul Hanifah Lutfia Nazella Ulya Malik Ibrahim ‘Aliyuddin Ma’ruf Ardiyanto Mega, Mega Miftahul Huda Irfansyah Mohammad Zakki Azani Mugsith Ariyanto Muh Nur Rochim Maksum Muhammad Dzaky Hilmi Muhammad Gibran Naufali Muhammad Hanan Imaduddin Muhammad Hilmi Farras Muhammad Malik Fikry Al Farros Muhammad Ridlo Muhammad Wildan Shohib Muhammad Yahya Azzam Muhammad Yazid Ilhami Muthoharun Jinan Nabila Sagita Nadhine Nadhira Naura Rezelia Najwa Nailah Salsabila Nur Farid Khoiruddin Nur Sahlul Mubarok Nurli Nurlinda Nurmashinta Fadhilah Nurul Latifatul Inayati Nuzulia Mustika Dhani Olyvia Nanda Armila Rafa Hanif Maulida Rizal Arfan Mah’ruf Rizqi Hidayati Samsudin Amir Satria Arif Wicaksono Suci adelia Pratiwi Sumayyah Syafarani Sucifirdiasti Triono Ali Mustofa Ummi Kulsum Ummu Izzatul Uswatun Khalisah Vivi Santika, Ajeng Wachidi Wais Alqorni Warisi, Danil Yuka Afilsa Zaenal Abidin Zahra Dian Zahrina Wardah Zaky Hafidz Abdillah Zendi Ahmad Maghrobi