Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Effectiveness of Audiovisual and Posters on Increasing SADARI Behavior in Couples of Childbearing Age Desti Ria Fortuna Isatanto; Nana Usnawati; Agung Suharto; Suparji Suparji
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): August
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v6i4.637

Abstract

Low awareness of early detection of breast cancer causes SADARI practice to still not be optimal. This study aims to analyze the effectiveness of audiovisual media and posters in improving knowledge, attitudes, and practices of SADARI in Couples of Childbearing Age (PUS) aged 30–49 years. This quantitative research uses a quasi-experimental type with a pretest-posttest control group design. The study population amounted to 255 Couples of Childbearing Age (PUS), with a sample of 156 respondents determined using the Slovin formula and selected through purposive sampling techniques. The sample was divided equally into the audiovisual group (78 respondents) and the poster group (78 respondents). The independent variables of the research are health education media (audiovisual and posters), while the dependent variables include knowledge, attitudes, and practices of SADARI. Data were collected using a questionnaire that had met the validity and reliability test (Cronbach's Alpha). Data analysis was carried out using paired t-test and independent t-test with the help of SPSS software version 34.00. The results showed that the audiovisual group experienced a significant increase in knowledge, attitudes, and practices of SADARI (p<0.001). In the poster group, a significant increase occurred in knowledge and practice (p<0.001), but attitudes did not increase significantly (p=1,000). The results of the independent t-test confirmed that there was a significant difference in effectiveness between the two media on, attitudes, and practices of AWARENESS (p<0.001). Audiovisual media has been proven to be more effective than poster media in increasing knowledge, attitudes, and practices of SADARI in couples of childbearing age, so it is recommended as a health education medium to support early detection of breast cancer.
Effectiveness of Video and Leaflet to Improve Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Regarding Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Consumption Crysma Alfina Damayanti; Agung Suharto; Nana Usnawati; Tinuk Esti Handayani
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): August
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v6i4.639

Abstract

Multiple Micronutrient Supplements (MMS) are multimicronutrient preparations containing 15 essential vitamins and minerals that play a critical role in preventing anemia and supporting fetal growth and development during pregnancy. Inadequate knowledge and negative attitudes among pregnant women toward MMS consumption may compromise adherence to supplementation regimens. This study aimed to analyze and compare the effectiveness of video and leaflet educational media in improving pregnant women’s knowledge and attitudes regarding MMS consumption. This study employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group pretest–posttest approach. The study population consisted of 63 pregnant women in the working area of Sukomoro Primary Health Center (Puskesmas Sukomoro), Magetan Regency, East Java, with a sample of 60 respondents selected using simple random sampling, divided equally into a video group (n=30) and a leaflet group (n=30). Data were collected using validated knowledge and attitude questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann–Whitney U Test. Results showed that knowledge increased by 85.71% in the video group and 84.57% in the leaflet group, while attitudes improved by 67.55% in the video group and 103.71% in the leaflet group. Statistical analysis demonstrated significant improvements in both groups (p < 0.001). However, there was no significant difference in effectiveness between video and leaflet media in improving either knowledge (p = 0.059) or attitudes (p = 0.496) among pregnant women. Both video and leaflet educational interventions were effective in improving pregnant women’s knowledge and attitudes regarding MMS consumption, with no statistically significant difference between the two media types
DETERMINAN KESEHATAN MENOPAUSE PADA WANITA USIA PARUH BAYA: IMPLIKASI BAGI PENGEMBANGAN KELOMPOK PENDUKUNG KESEHATAN REPRODUKSI Astin Nur Hanifah; Nana Usnawati; Nuryani Nuryani
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 5 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, September 2026( In Press)
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i5.2887

Abstract

Menopause is a natural stage in a woman's life that is often accompanied by physical and psychological changes resulting from decreased estrogen levels. Limited knowledge of the factors influencing menopause may reduce women's readiness to cope with this transitional period. This community service program aims to improve women's knowledge and promote healthy lifestyle practices through research-based health education on the determinants of menopause. The methods employed include interactive health education sessions, group discussions, menopause exercise demonstrations, healthy nutrition education, distribution of educational leaflets, and the involvement of community health volunteers (Posyandu cadres) as facilitators. Program evaluation is conducted using pre-test and post-test questionnaires to assess participants' knowledge improvement. The expected outcomes include increased knowledge among menopausal women, the availability of sustainable educational materials for Posyandu cadres, and the establishment of a menopause support group to strengthen community empowerment.
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan Hipertensi Gestasional, Usia Maternal ≥ 35 Tahun, Grand Multiparitas, dan Ketidakpatuhan Antenatal Care Nabella Rahmadhani; Astuti Setiyani; Suparji Suparji; Nana Usnawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1193

Abstract

Hipertensi gestasional perlu dipantau secara berkelanjutan karena kondisi ibu dapat berubah meskipun keluhan sempat membaik. Risiko menjadi lebih kompleks ketika hipertensi terjadi pada ibu berusia lanjut, dengan riwayat persalinan berulang, dan kunjungan Antenatal Care (ANC) yang tidak teratur. Laporan kasus ini menggambarkan asuhan kebidanan pada Ny. M, usia 40 tahun, G5P4A0, usia kehamilan 28–29 minggu, yang dipantau dalam sembilan kunjungan selama Februari 2026. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan obstetri, telaah dokumentasi, serta pemantauan serial tekanan darah dan denyut jantung janin. Pada kunjungan pertama, tekanan darah ibu 160/100 mmHg, disertai pusing, edema tungkai + 1, varises vagina, riwayat ANC tidak lengkap, dan skor Kartu Skor Poedji Rochjati 10. Selama pemantauan, tekanan darah berada pada rentang 128–160/90–110 mmHg, sedangkan DJJ berkisar 132–161 kali/menit. Asuhan difokuskan pada pemantauan kondisi ibu dan janin, pengenalan tanda bahaya, pengurangan asupan garam, istirahat cukup, kepatuhan terhadap terapi dokter, persiapan persalinan, dan penguatan kunjungan ANC. Pada kunjungan terakhir, tekanan darah meningkat menjadi 155/100 mmHg, edema bertambah menjadi + 2, serta muncul sesak napas dan pandangan kabur. Ibu kemudian diarahkan ke fasilitas rujukan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pemantauan yang dilakukan secara berkesinambungan membantu mengenali pola perubahan klinis dan mendukung keputusan rujukan pada waktu yang tepat.
Perbaikan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Anemia Dengan KEK Dan ANC Tidak Adekuat Nur Khoirin Diah Kumalasari; Nana Usnawati; Nuryani; Suparji
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1244

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia, dan antenatal care (ANC) yang tidak adekuat dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin, terutama apabila baru terdeteksi pada trimester III. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan perubahan kondisi ibu hamil setelah asuhan kebidanan komprehensif. Subjek adalah Ny. “N”, 34 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 35 minggu, dengan LILA 21 cm, hemoglobin 9,40 g/dL, keluhan pusing dan mudah lelah, serta riwayat ANC yang baru dimulai pada trimester III. Asuhan dilakukan di wilayah kerja PMB Ny. “I”, Kabupaten Magetan, pada 2–14 Maret 2026 menggunakan pendekatan SOAP. Intervensi meliputi edukasi gizi, peningkatan frekuensi makan, tablet Fe 2 kali sehari, Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) 1 kali sehari, PMT, sari kacang hijau 2 × 250 mL per hari, pemantauan berat badan, LILA, tanda vital, dan kesejahteraan janin. Setelah 13 hari, kadar hemoglobin meningkat menjadi 11,0 g/dL, berat badan naik dari 51,70 kg menjadi 53,20 kg, serta keluhan berkurang. LILA tetap 21 cm sehingga KEK belum teratasi. Asuhan komprehensif menunjukkan respons klinis yang baik terhadap anemia, tetapi perbaikan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan satu intervensi karena seluruh tindakan diberikan secara bersamaan dan masa pemantauan singkat. Pemantauan nutrisi dan ANC berkelanjutan tetap diperlukan.
Pemantauan Dan Pengendalian Kenaikan Berat Badan Pada Kehamilan Dengan Obesitas Dan Riwayat Preeklamsia Belva Azzahra Syafiqni; Nana Usnawati; Nurweningtyas Wisnu; Astin Nur Hanifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1270

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang berperan dalam meningkatnya kejadian komplikasi selama kehamilan, terutama preeklamsia. Kondisi ini masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal sehingga memerlukan deteksi dini serta penatalaksanaan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan obesitas dan riwayat preeklamsia sebagai upaya mencegah komplikasi selama kehamilan. Penelitian menggunakan desain case report dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan. Subjek penelitian adalah Ny. H usia 23 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 17–21 minggu, dengan indeks massa tubuh 32,87 kg/m², riwayat preeklamsia, dan riwayat sectio caesarea sebanyak dua kali. Asuhan dilakukan selama 14 kali kunjungan di Praktik Mandiri Bidan Ny. "I" Kabupaten Magetan. Intervensi meliputi edukasi kehamilan risiko tinggi, pemantauan tekanan darah, pemantauan kenaikan berat badan, konseling gizi seimbang, aktivitas fisik ringan, dukungan psikologis, serta kolaborasi pemberian Multiple Micronutrient Supplement (MMS), aspirin dosis rendah, dan kalsium. Hasil menunjukkan tekanan darah tetap dalam batas normal, tidak ditemukan tanda maupun gejala preeklamsia, serta kenaikan berat badan sebesar 1,7 kg yang masih sesuai rekomendasi pada ibu hamil obesitas. Asuhan kebidanan komprehensif berperan dalam mengendalikan faktor risiko dan mendukung pencegahan komplikasi selama kehamilan. Kata kunci: obesitas, kehamilan risiko tinggi, preeklamsia, asuhan kebidanan.