Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Sosialisasi Pentingnya Desain Kemasan terhadap Peningkatan Nilai Jual Produk Pangan A. Hermina Julyaningsih; Irmayani Irmayani; Ibnu Mansyur Hamdani
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i2.189

Abstract

Kemasan bagi produk utamanya produk pangan bukan hanya berperan sebagai pelindung produk yang dikemasnya namun juga berperan sebagai sarana promosi dan pencantuman informasi mengenai identitas produk. Salah satu cara sederhana dalam meningkatkan nilai tambah atau nilai jual suatu produk adalah dengan memiliki desain kemasan yang tidak hanya aman bagi produknya namun juga menarik minat konsumennya. Seorang pendesain kemasan pangan tidak hanya menguasai nilai seni, tata letak dan komposisi layaknya seorang designer pada umumnya namun paham menganai filosofi warna, bentuk dan simbol yang digunakan serta karakteristik fisik, biologi dan kimia dari produk ataupun kemasannya. Ilmu dasar ini sebaiknya dipahami dan dikuasai oleh para pengusaha muda yang ingin merintis bisninya utamanya di bidang bisnis kuliner. Mengingat pentingnya peran desain kemasan bagi nilai jual suatu produk utamanya produk pangan, kami mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya desain kemasan terhadap peningkatan nilai jual produk pangan sehingga kelak baik calon pebisnis ataupun yang telah menjadi pebisnis dapat memanfaatkan informasi ini dan menerapkannya dalam pengembangan bisnis mereka.
Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan "Bakso Ikan Tuna" di Kelurahan Ponjalae, Kota Palopo A. Hermina Julyaningsih; Thitin Binalopa; Ibnu Mansyur Hamdani
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i2.225

Abstract

Salah satu komuditas yang sangat melimpah di wilayah Indonesia adalah produk hasil perikanan. Menyandang julukan Negara Maritim dan Nusantara membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di bidang hasil laut dengan luas wilayah perairan mencapai 70% dari total luas wilayah negara Indonesia. Besarnya wilayah perairan ini tentu saja berbanding lurus dengan banyaknya jumlah hasil laut dari berbagai komuditas, salah satunya ikan air laut yaitu ikan tenggiri. Ikan tenggiri sudah sangat dikenali oleh masyarakat Indonesia. Selain dijual secara luas di pasar-pasar tradisional, umumnya ikan laut ini diolah menjadi beberapa bentuk olahan pangan salah satunya adalah bakso ikan tuna. Bakso Ikan memiliki daya jual yang tinggi karena selain rasanya yang enak, kandungan gizinya yang melimpah membuat produk olahan ini disukai oleh berbagai kalangan. Oleh karena itu, bakso ikan tuna memiliki potensi yang besar untuk diproduksi dalam jumlah besar sebagai produk bisnis olahan pangan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan meningkatkan skill peserta menganai cara mengolah ikan tuna menjadi bakso ikan yang berdaya jual tinggi.
Analisis Mitigasi Risiko Bisnis Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Kelompok Tani Salonro Jaya Dengan Pendekatan House Of Risk (Hor): Risk Mitigation Analysis of Bird’s Eye Chili (Capsicum frutescens L.) Agribusiness in the Salonro Jaya Farmer Group Using the House of Risk (HOR) Approach Andi Hermina Julyaningsih; Ibnu Mansyur Hamdani; Irmayani
Jurnal Agritechno Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agritechno
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v19i1.2212

Abstract

Bird’s eye chili is one of the food commodities that is consistently available and highly demanded, particularly by consumers in the Indonesian market. However, the unstable supply of chili causes significant price fluctuations in the market. The Salonro Jaya Farmer Group is one of the farmer groups cultivating bird’s eye chili as their main commodity in Bantaeng Regency. Price fluctuations of bird’s eye chili in the market result in uncertain income for the Salonro Jaya Farmer Group. During simultaneous harvest seasons across several regencies, the selling price of bird’s eye chili drops drastically to as low as IDR 5,000 per kilogram, while the normal price is approximately IDR 20,000 per kilogram. Farmers who sell their produce during this period experience substantial losses, as production costs exceed the revenue obtained from chili sales. Several strategies can be implemented to minimize losses and maximize farmers’ income. However, limitations in resources such as labor, financial capacity, and technology require farmers to prioritize the most urgent problems and mitigation strategies. The House of Risk (HOR) method is used to analyze potential risk events and risk agents and to determine priority mitigation strategies. The analysis of 25 risk events and 24 risk agents identified 14 major risk agents and corresponding mitigation strategies. The final results of the HOR analysis indicate three priority strategies that should be immediately implemented by the Salonro Jaya Farmer Group: (1) conducting training on value-added processing of bird’s eye chili, (2) establishing a Zero Energy Cool Chamber (ZECC) to extend the shelf life of bird’s eye chili, and (3) diversifying marketing channels through e-commerce and HORECA (hotel, restaurant, and café) markets.
Focus Group Discussion (FGD) Analisis Pasar dan Strategi Pemasaran UMKM Radja Nanas Bantaeng, Dampang, Kel. Gantarangkeke, Kec. Gantarangkeke, Kab. Bantaeng A.Hermina Julyaningsih; Wiwin Reski Windarsari; Ibnu Mansyur Hamdani; Andi Nur Faidah Rahman
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.579

Abstract

UMKM Radja Nanas Bantaeng merupakan salah satu KUB (Kelompok Usaha Bersama) yang bergerak di sektor pertanian utamanya komunitas buah nanas madu. UMKM ini mampu membudidayakan buah nanas secara kontinu sepanjang tahun sehingga dapat menjaga stock buah nanas tetap tersedia. Namun, sebagian besar profit yang diperoleh UMKM Radja Nanas Bantaeng ini berasal dari penjualan buah nanas segar semata, padahal dengan menjual produk olahan buah nanas dapat meningkatkan harga jual dan mendapatkan keutungan yang lebih besar. Walaupun UMKM Radja Nanas Bantaeng telah mulai mengolah buah nanasnya menjadi sari buah dan selai, tetapi metode pemasaran yang kurang tepat mengakibatkan angka penjualan produk-produk tersebut belum maksimal. Berdasarkan hal tersebut, UMKM Radja Nanas Bantaeng perlu melakukan analisis pasar terlebih dahulu sehingga dapat merumuskan strategi pemasaran yang tepat dan sesuai bagi kondisi UMKM Radja Nanas Bantaeng. Hasil FGD (Focus Group Discussion) yang dilakukan merumuskan beberapa strategi pemasaran yang sesuai untuk mitra yaitu: (1) menetapkan segmentasi dan target pasar berdasarkan preferensi konsumen terhadap produk berbasis buah lokal; (2) menguatkan brand positioning UMKM Radja Nanas melalui perbaikan kemasan dan narasi produk; (3) mengoptimalkan strategi harga berdasarkan struktur biaya dan harga pesaing (4) meningkatkan promosi digital melalui media sosial dan e-commerce; serta (5) melakukan diversifikasi saluran distribusi salah satunya membangun kemitraan dengan toko oleh-oleh dan pasar modern. Hasil FGD ini menjadi dasar penyusunan business plan UMKM Radja Nanas dan menjadi landasan penting dalam merancang intervensi tahap berikutnya.
Diversifikasi Dan Peningkatan Mutu Organoleptik Selai Nanas Melalui Formulasi Inovatif Pada Umkm Radja Nanas Bantaeng Andi Hermina Julyaningsih; Andi Nur Faidah Rahman; Ibnu Mansyur Hamdani; Wiwin Reski Windarsari
Abdi Techno Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Abditechno
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v6i2.2249

Abstract

Radja Nanas MSME is a local enterprise in Bantaeng Regency engaged in the cultivation of pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) and the production of its processed products. One of its leading products is pineapple jam. However, the organoleptic quality of the pineapple jam produced by this MSME still requires improvement, particularly in terms of color and texture. The resulting jam tends to have a darker color, and its consistency is excessively thick compared to commercial pineapple jam standards. In addition, the selling price of the product is relatively high and lacks variation, as the jam formulation relies solely on pineapple without incorporating other potential raw material substitutions that could enhance product quality and market value. This community service program aimed to diversify pineapple jam products and improve their organoleptic quality, enabling Radja Nanas MSME to introduce new product variants with enhanced quality and greater consumer acceptance. The implementation methods included the transfer of appropriate technology in the form of an automatic jam stirrer to improve both production quality and quantity. Furthermore, educational sessions were provided on proper jam-processing techniques to ensure the production of high-quality pineapple jam. Finally, hands-on training was conducted to develop new pineapple jam variants by incorporating dragon fruit, papaya, and carrot into the formulation. This innovation was intended to enhance organoleptic properties and nutritional value while simultaneously reducing production costs. The community service activities were successfully implemented, marked by the delivery of the automatic jam stirrer to Radja Nanas MSME. Moreover, there was a measurable improvement in participants’ knowledge regarding proper pineapple jam processing methods and the development of three new pineapple jam variants.