Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL SEBAGAI BENTUK PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA NEGERI 1 STM HILIR) Barus, Depitaria Br; Keliat, Venia Utami
Jurnal Mitra Prima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Mitra Prima
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/mitraprima.v5i2.4296

Abstract

Fungsi pendidikan seksual sejak dini memberikan pemahaman tentang seksualitas yang berguna dan bermanfaat bagi anak -anak generasi penerus bangsa, sebagai upaya meminimalisir dan mencegah perbuatan menyimpang. Sosialisasi akan bahasa pelecehan seksual sangat penting karena bisa terjadi dimana saja, salah satunya di lingkungan sekolah. Beberapa temuan masalah yang kami survey pada SMA Negeri 1 STM Hilir yaitu 1) Minimnya pengetahuan terkait pendidikan seks serta bahaya pelecehan seksual. 2) Minimnya pengetahuan mengenai Undang-Undang Perlindungan Hukum pada korban pelecehan seksual, 3) Kurangnya pembekalan etika dan moral terhadap siswa sebagai bentuk pendidikan karakter. Metode kegiatan ini yaitu ceramah dan pembekalan. Hasil dari kegiatan ini yaitu berupa kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh sekolah sebagai upaya pencegahan kasus pelecehan seksual. Kata Kunci: Pelecehan Seksual,Pendidikan Karakter,Digitalisasi
MENUMBUHKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) PADA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA RAKYAT PANCUR BATU): Meningkatkan Kesadaran dan Cinta Tanah Air melalui Gerakan Literasi Sekolah Br Barus, Depitaria; Perangin-angin, Esra; Indriyanto, Kristiawan; Keliat, Venia Utami; Napitupulu, Lilis Handayani; Perkasa, Anggada; Tarigan, Beby Astri
Jurnal Mitra Prima Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Literasi merupakan salah satu upaya untuk melakukan revolusi karakter dan memperkuat kebhonekaan serta memperkuat restorasi sosial Indonesia. Salah satu program Gerakan Literasi sekolah yaitu menanamkan rasa kepakaan dan wujud cinta tanah air. Temuan di sekolah SMA Rakyat Pancur Batu yaitu 1).Gerakan literasi dilakukan hanya bentuk literasi baca dan hitung, 2). Minimnya usaha yang dilakukan guru untuk membuat Gerakan literasi kepekaan terhadap cinta tanah air. Tujuan Gerakan literasi dalam wujud cinta tanah air yaitu sebagai penguatan mental, rasa bangaa terhadap tanah air, Pendidikan karakter. Hasil kegiatan ini nantinya menambah referensi dan kebijakan baru terhadap sekolah sebagai upaya untuk menanamkan karakter cinta tanah air melalui Gerakan literasi sekolah. Kata Kunci: Pendidikan Karakter,Gerakan Literasi.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA BAKU YANG DIGUNAKAN KONTEN KREATOR TIKTOK Barus, Depitaria Br; Nasution, Izmawal Pebriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25907

Abstract

Saat ini, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat pesat. Hal tersebut memberikan peluang yang luas terhadap kontent kreator untuk menyampaikan pesan atau mendengarkan pesan atau keluh kesah para pendengar yang menonton video konten kreator. Kemajuan IPTEK saat ini menjadi penompang dalam kegiatan video tiktok. Dalam kegiatan video ini yang harus memperhatikan sifat komunikasinya dan bahasa baku yang digunakan konten kreator dalam video. Sifat komunikasi yang terjadi dalam interaksi manusia merupakan komunikasi yang bersifat verbal dan non verbal. Komunikasi bersifat verbal adalah komunikasi yang terjalin antara manusia dilakukan secara lisan atau tulisan, sedangkan komunikasi bersifat non verbal adalah komunikasi yang terjadi antara manusia melalui bahasa isyarat atau dengan simbol-simbol.Hasil dari penelitian ini dapat kalian lihat kalau didalam sebuah video dalam platfrom tiktok akun lendra cikicow. Lendra cikicow adalah seorang konten kreator yang memiki 3,7 M pengikut, dari semua video yang peneliti ambil dapat ditemukan adanya kesalahan berbahasa indonesia yaitu penggunaan bahasa baku. kesalahan berbahasa tersebut meliputi penggunaan istilah asing,bahasa daerah dan bahasa gaul.
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL ‘INGKAR KARYA BOY CANDRA’ DI SMP SWASTA CENDERAMATA MEDAN Barus, Depitaria Br; Nduru, Happy Y.; Sitompul, Dini Putri Anggraini; Sidebang, Nur Indah; Siahaan, Perida Roma Asi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel ‘Ingkar’ karya Boy Candra untuk memberikan pembelajaran tentang nilai-nilai pendidikan kehidupan di dalam dan di sekitar masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel berkontribusi terhadap pendidikan karakter dengan menggambarkan nilai-nilai seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, toleransi, kemandirian, rasa ingin tahu, dan keramahan/komunikatif. Relevansi novel dalam pengajaran nilai-nilai pendidikan dalam konteks pendidikan sekolah menengah pertama cukup besar karena mencerminkan realitas kehidupan siswa dan menjadikan pembelajaran nilai-nilai pendidikan lebih relevan dan mudah dipahami.
EKSPLORASI PENGGUNAAN BAHASA SLANK DALAM PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI INSTAGRAM UNPRI: DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMAN DAN APRESIASI MATERI PELAJARAN barus, Depitaria Br; Valencia, Morsauli; Lubis, Ramadhan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.26013

Abstract

Pengajaran bahasa dan sastra Indonesia mempunyai peranan strategis dalam meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya dan sastranya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perubahan gaya komunikasi, khususnya melalui media sosial, telah menciptakan tantangan baru dalam penggunaan bahasa formal. Fenomena penggunaan Slank yang dulunya hanya sebatas percakapan informal, kini semakin merambah ke dunia pendidikan. Slank merupakan fenomena kebahasaan yang semakin meluas dalam berbagai setting komunikasi, seperti Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaDengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara menyeluruh penggunaan bahasa Slank dan bagaimana hal itu berdampak pada pemahaman dan apresiasi materi pembelajaran di kalangan mahasiswa UNPRI yang menggunakan Instagram.- Rata-rata, mahasiswa yang menggunakan bahasa Slank membuat posting sebanyak dua hingga tiga kali seminggu. - Aktivitas tersebut terutama terkait dengan pengalaman belajar, tanya jawab terkait mata kuliah, dan diskusi informal mengenai topik kuliah. - Profil pengguna bahasa Slank mencakup mahasiswa dari berbagai tingkatan semester, menciptakan suatu ekosistem yang inklusif dan dinamis. - Bahasa Slank lebih umum digunakan oleh mahasiswa dengan latar belakang kehidupan sehari-hari yang lebih santai dan akrab. 1. Bahasa Slank sering digunakan di Instagram UNPRI dalam konteks pendidikan, terutama saat berbicara tentang materi pembelajaran dan pengalaman belajar. 2. Profil pengguna bahasa Slank sebagian besar terdiri dari mahasiswa dari berbagai tingkatan semester, yang membuat komunitas menjadi hidup dan menarik. 3. Bahasa Slank menambah warna pada diskusi tentang materi pembelajaran dan pengalaman belajar di kampus. 4. Penggunaan bahasa yang sederhana dapat membantu mahasiswa berinteraksi satu sama lain, tetapi juga dapat menyulitkan mereka untuk memahami materi pembelajaran
PERAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MENDORONG APRESIASI TERHADAP KARYA SASTRA LOKAL DI SD NEGERI 060911 Monica, Cindy; Annisa, Annisa; Barus, Depitaria Br
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru di SD 060911 dalam meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya sastra lokal. Studi kasus kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, serta menyebarkan angket kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, yaitu guru membacakan cerita rakyat dari karya sastra lokal secara nyaring di depan kelas. Setelah itu, guru mengajak siswa berdiskusi tentang isi cerita, tokoh-tokoh, dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Guru Menggunakan Media Visual dan Audio dalam pembelajaran. Media ini dapat membantu siswa untuk memahami dan membuat pembelajaran lebih menarik. Strategi ini berhasil meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam karya sastra lokal. Selain itu, guru membuat sudut perpustakaan di kelas yang khusus menyediakan koleksi buku karya sastra lokal, sehingga siswa bisa membaca dan meminjam buku dengan mudah. Penelitian ini memberikan pendekatan efektif dalam menumbuhkan apresiasi siswa terhadap karya sastra lokal, dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui pendidikan sastra, serta menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif dapat meningkatkan minat dan apresiasi siswa terhadap karya sastra lokal. Peran aktif guru juga penting dalam merancang kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna.
Pengaruh Literasi Bahasa Dan Kecemasan Berbicara Terhadap Keterampilan Berbicara Dengan Resiliensi Sebagai Variabel Mediasi Ayu Sriningsih; Delyanti Azzumarito Pulungan; Depitaria Br Barus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi belajar sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey terhadap 120 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sunggal tahun ajaran 2025–2026. Data dikumpulkan melalui tes literasi bahasa, kuesioner kecemasan berbicara dan resiliensi belajar, serta rubrik penilaian keterampilan berbicara. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan berbicara berpengaruh negatif dan signifikan terhadap resiliensi belajar dan keterampilan berbicara, sedangkan literasi bahasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi belajar namun tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap keterampilan berbicara. Resiliensi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan berbicara serta memediasi pengaruh literasi bahasa dan kecemasan berbicara. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi penguatan literasi, pengelolaan kecemasan, dan pengembangan resiliensi belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
ANALISIS PENGARUH BULLYING TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SMP SWASTA HOSANA MEDAN Depitaria Barus; Chatrine Chatrine; Berliana Febriyanti Manalu; Elza Leyli Lisnora Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bullying terhadap prestasi belajar dan pendidikan karakter siswa di SMP Swasta Hosana Medan. Bullying yang terjadi di sekolah, baik verbal, fisik, psikis, maupun cyberbullying, merupakan masalah serius yang berdampak pada proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas VII hingga IX serta guru mata pelajaran dan guru bimbingan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban bullying mengalami penurunan motivasi, gangguan konsentrasi, dan prestasi akademik yang menurun. Dampak juga tampak pada aspek karakter, seperti rendahnya kepercayaan diri, meningkatnya kecemasan, dan sulit bersosialisasi. Dari sisi pelaku, bullying dipicu oleh faktor internal seperti kurangnya empati dan eksternal seperti pola asuh serta pengawasan sekolah yang lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Penanaman nilai karakter secara berkelanjutan serta program pencegahan bullying yang jelas menjadi langkah penting untuk mendukung perkembangan akademik dan moral siswa.
PERAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN Perida Roma Asi Siahaan; Mitha Rani Octavia Br Gultom; Sonya Valentina Siagian; Nurhikmah Sasna Junaidi; Depitaria Br Barus
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.721

Abstract

Urgensi studi kasus ini ialah guna menyelidiki bagaimana Model Pembelajaran Cooperative Learning membantu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Medan meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan mereka. Kemampuan pemahaman teks tertulis yang rendah merupakan hambatan utama bagi kesuksesan siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia. Pengamatan di kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta pencatatan hasil belajar merupakan bagian dari proses pengumpulan data dalam studi kualitatif deskriptif ini. Siswa berpartisipasi dalam percakapan kelompok kecil, bergantian memerankan peran, serta membaca secara bergiliran sebagai kelas guna menerapkan pendekatan Copperative Learning. Berdasarkan temuan, metode ini berhasil meningkatkan minat siswa dalam belajar, memperdalam pemahaman mereka terhadap materi, serta mendorong interaksi positif antar teman sekelas. Temuan ujian pemahaman membaca juga meningkat, serta motivasi siswa guna belajar pun bertambah. Dengan demikian, peningkatan pemahaman membaca siswa dalam kelas bahasa Indonesia melalui penerapan model Cooperative Learning telah terbukti berhasil dan bermanfaat.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN DI ERA DIGITAL Perida Roma Asi Siahaan; Setia Dela Rosa Simamora; Novia Anjani; Nurhikmah Sasna Junaidi; Depitaria Br Barus
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.722

Abstract

Tujuan riset ini ialah mengkaji penerapan media sosial, khususnya Instagram, dalam mengoptimalkan keterampilan menulis teks deskripsi murid kelas VIII di SMP Negeri 18 Medan. Latar belakang riset ini merujuk kepada kurangnya kecakapan menulis siswa serta dominannya penggunaan media sosial dalam kehidupan mereka sehari-hari. Metode yang diterapkan ialah riset kualitatif melalui pendekatan studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara, tes, juga dokumentasi. Penelitian dilakukan didalam tiga tahap: pra-siklus, siklus 1, serta siklus 2. Studi ini membuktikan adanya lonjakan yang berarti terhadap kemampuan menulis murid setelah memanfaatkan Instagram sebagai media pembelajaran. Rata-rata nilai murid naik dari 71,40 dalam pra-siklus berubah 76,31 dalam siklus 1, serta 82,12 di siklus 2. Dan juga, siswa menunjukkan peningkatan dalam struktur kalimat, penggunaan tanda baca, dan pilihan kata yang sesuai. Instagram bukan sekedar mengembangkan kemampuan menulis, tapi juga motivasi dan kepercayaan diri murid. Penelitian ini menyarankan integrasi media sosial secara bijak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai strategi pembelajaran kreatif dan sesuai di dunia digital.