Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KADAR GLUTATION TEREDUKSI (GSH) PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Sianturi, Elaine Courtesy; Amat, Anita Lidesna Shinta; Wahyuningrum, Stefany Adi
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.507 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1804

Abstract

Gagal Ginjal memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap seperti hemodialisis. Pasien hemodialisis beresiko mengalami kelainan kardiovaskular lebih tinggi daripada populasi umum. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan resiko ini adalah stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan kadar radikal bebas dan antioksidan. Glutation tereduksi (GSH) adalah salah satu antioksidan penting dalam tubuh yang menurun. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh hemodialisis terhadap kadar GSH pasien gagal ginjal kronik di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah One-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan cara pemilihan sampel jenis Consecutive sampling. Kadar GSH pada sampel darah diuji menggunakan Elisa Reader. Hasil penelitian jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 31 orang. Rerata kadar GSH pada pre-hemodialisis lebih tinggi dari pada rerata kadar GSH pada post-hemodialisis. Pada pre-hemodialisis rerata kadar GSH yaitu 1,80 nmol/ml lebih tinggi daripada post-hemodialisis yaitu 1, 72 nmol/ml. Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan nilai p= 0,422 (>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar GSH pasien gagal ginjal sebelum dan sesudah hemodialysis. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh hemodialisis terhadap kadar GSH pada pasien gagal ginjal kronik
HUBUNGAN JENIS DAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN HASIL DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MENGGUNAKAN METODE PAP SMEAR DI PUSKESMAS BAKUNASE KUPANG Mau Meta, Maria Chrisanti; Br. Damanik, Efrisca Meliyuita; Shinta Amat, Anita Lidesna
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.262 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2638

Abstract

Penggunaan kontrasepsi yang telah digunakan oleh jutaan wanita diseluruh dunia meningkatkan risiko dari kanker serviks terkait dengan jenis dan lama penggunaannya. Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh human papillomaviruses (HPV) yang menginvasi melalui aktivitas seksual. HPV tidak cukup kuat untuk melakukan neoplasia dikarenakan progresifitas untuk terjadi kanker memungkinkan bila terjadi ketidakseimbangan hormonal yang bias didapat dari penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jenis dan lama penggunaan kontrasepsi dengan hasil deteksi dini kanker serviks menggunakan metode pap smear di wilayah kerja puskesmas Bakunase. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus proporsi binomial dalam populasi finit dimana didapatkan total sampe adalah 44 orang. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi-Square dengan uji alternative yakni fisher’s exact test untuk melihat ada tidaknya hubungan. Hasil dari 44 responden yang mengikuti pemeriksaan pap smear 41 responden yang menggunakan kontrasepsi jenis hormonal dan non hormonal memilikihasil yang abnormal. 24 responden yang menggunakan kontrasepsi< 5 tahun memiliki hasil abnormal dan 17 responden yang menggunakan kontrasepsi ≥ 5 tahun memiliki hasil abnormal. Hasil pemeriksaan pap smear yang abnormal dalam hal ini ditemukannya perubahan sel yang reaktif akibat adanya inflamasi dan lesi intra epitel derajat ringan. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui jenis dan lama penggunaan kontrasepsi tidak memiliki hubungan dengan hasil deteksi dini kanker serviks menggunakan metode pap smear
DETEKSI MALARIA ASIMPTOMATIK DI DESA MANUSAK KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG SECARA MIKROSKOPIS DAN ANALISIS MOLEKULER DENGAN PCR Lidia, Kartini; Wungouw, Herman P L; Shinta Amat, Anita Lidesna
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.38 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2644

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi parasit yang masih menjadi masalah kesehatan dunia, terutama di negara-negara beriklim tropis termasuk Indonesia. Pada daerah endemik malaria, proporsi terbesar malaria adalah malaria asimtomatik. Diagnosis malaria secara mikroskopis merupakan gold standard yang direkomendasikan oleh WHO. Tetapi karena parasitemia pada malaria asimtomatis sangat rendah dan sulit untuk diperiksa secara mikroskopis, maka diagnosis molekuler dengan single stepPCR dalam penelitian ini digunakan untuk mengkonfirmasi kebenaran diagnosis mikroskopis tersebut. Desa Manusak merupakan salah satu desa yang berada diwilayah kerja Puskesmas Naibona termasuk daerah endemis malaria di Kabupaten Kupang. Oleh karena itu, pada penelitian ini peneliti tertarik untuk mendeteksi malaria asimptomatik di Desa Manusak Kabupaten Kupang secara mikroskopik dan mengkonfirmasi hasil tersebut pada tingkat submikroskopik yakni dengan analisis molekuler dengan PCR. Penelitian menggunakan metode deskriptif intervensional. Hasil penelitian ini menunjukan perbedaan yang signifikan dimanapada hasil pemeriksaan mikroskopis tidak ditemukan parasit malaria pada semua apusan darah sedangkan pada pemeriksaan submikroskopis dengan metode PCR ditemukan 1,67% sampel positif mengandung gen malaria. Hasil pemeriksaan PCR dari 120 sampel didapatkan 0,83% positif mengandung gen P.vivax dan 0,83% positif mengandung gen P.malariae dan tidak ditemukan gen P.falciparum, P.ovale maupun gen mixed infection
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) URBAN) DENGAN SALEP GENTAMISIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS PUTIH Sprague dawley Anu, Helena Vaustina; Amat, Anita Lidesna Shinta; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.566 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2654

Abstract

Luka merupakan permasalahan medis yang sering kita temui. Masih sering didapatkan penggunaan obat tradisional untuk luka. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) atau yang sering dikenal dengan tanaman tapak kuda adalah satu dari beberapa tanaman di Indonesia yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak pegagan dengan salep gentamisin terhadap penyembuhan luka insisi tikus putih Sprague dawley. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Hewan percobaan dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (P1) diberi perawatan aquades, kelompok kontrol positif (P2) diberi perawatan salep gentamisin dan kelompok perlakuan (P3) diberi perawatan dengan ekstrak pegagan. Pengamatan proses penyembuhan luka secara makroskopis menggunakan kriteria Nagaoka. Analisis data mengunakan uji Anova dan Kruskall Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek penyembuhan luka secara makroskopis oleh esktrak pegagan dengan salep gentamisin tidak menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikan p > 0,05. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan ekstrak pegagan memberikan efek penyembuhan luka yang sama dengan salep gentamisin.
UJI EFEK ANTI DIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP TIKUS PUTIH SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN Toby, Tarsisius Ryang; Amat, Anita Lidesna Shinta; Artawan, I Made
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.311 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3336

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolik yang terjadi secara kronik atau menahun akibat kelainan dari produksi dan sifat insulin atau keduanya yang menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah diatas nilai normal atau hiperglikemia. Angka kejadian DM di dunia pada tahun 2017 berjumlah 424,9 juta jiwa, sedangkan di Indonesia berjumlah 10,3 juta jiwa yang menepati peringkat ke enam didunia dan provinsi NTT menepati peringkat ke empat di Indonesia. Pada daun kelor (Moringa oleifera) terkandung antioksidan flavonoid yang memiliki fungsi untuk meningkatkan sekresi insulin dan meningkatkan ambilan glukosa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya efek antidiabetika eksrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tikus putih Sprague dawley yang diinduksi aloksan. Metode penelititan eksperimental dengan desain true experimental-randomized pretest and post test with control group. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor tikus jantan dipilih secara acak ke dalam beberapa kelompok yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan), kontrol negatif (diberikan Na-CMC 0,5%),kontrol positif (diberikan glibenklamid 5 mg/kgBB) dan tiga kelompok perlakuan ekstrak yaitu dosis 1 (250 mg/kgBB), dosis 2 (450 mg/kgBB) dan dosis 3 (600 mg/kgBB). Berikutnya dilakukan pre-test untuk mengetahui keadaan awal sampel, kemudian dilanjutkan dengan post-test untuk melihat pengaruh pemberian perlakuan tersebut. Hasil ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam semua dosis memiliki nilai probabilitas <0,05 yang menunjukan penurunan kadar gula darah yang signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini didapat Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) memiliki efek anti diabetik
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT DAGING BUAH LONTAR (BORASSUS FLABELLIFER LINN) TERHADAP PERTUMBUHAN ESCHERICHIA COLI SECARAIN VIRTO Lenggu, Claritha Kaci Louis; Indriarini, Desi; Shinta Amat, Anita Lidesna
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.013 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3353

Abstract

Penyakit infeksi merupakan permasalahan besar di dunia walaupun telah banyak kemajuan dalam pengobatan dan pencegahannya pada era modern ini. Mikroorganisme yang ada mulai beradaptasi dengan lingkungan, sehingga kepekaan terhadap antibiotik mulai menurun dan menjadi patogen bagi manusia yang sulit di basmi. Salah satu bakteri patogen pada manusia yang sering ditemukan adalah Escherichia coli. Oleh karena itu diperlukan adanya penelitian untuk menciptakan antibiotik yang baru menggunakan bahan alami sebagai alternatif selain penggunaan antibiotik dari bahan kimia. Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang bisa dijadikan bahan untuk dibuat menjadi obat. Salah satu tanaman yang banyak tumbuh di dataran NTT adalah Lontar (Borassus flabellifer Linn) yang merupakan salah satu jenis palm (Arecaceae). Bahan aktif yang diduga berperan sebagai antimikroba dalam kulit daging buah Lontar (Borassus flabellifer Linn) adalah saponin, tanin, flavonoid, terpenoid. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit daging buah Lontar (Borassus flabellifer Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode penelitian ini merupakan penelitian True experimental dengan rancangan Post test only design with control. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Ekstrak kulit daging buah lontar diperoleh dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 100%, 75%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%. Ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan aquades steril sebagai kontrol negatif. Hasil dari penelitian ini yaitu tidak terbentuk zona hambat pada setiap kelompok perlakuan. Hal ini terkait perbedaan bakteri yang digunakan, rendahnya kadar senyawa aktif yang terkandung pada ekstrak dan laju difusi ekstrak pada media agar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan ekstrak etanol kulit daging buah lontar (Borassus flabellifer L.) tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI NUSA TENGGARA TIMUR Kapitan, Irene Krisanti; Kareri, Dyah Gita Rambu; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.527 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4937

Abstract

Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu yang tidak di sebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar sehingga di pandang sebagai bukti usaha yang diperoleh mahasiswa. Salah satu cara untuk meningkatkan prestasi seseorang adalah dengan meningkatkan motivasi belajar. Motivasi adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong seseorang untuk melakukan proses belajar. Motivasi yang tinggi diharapkan akan menimbulkan semangat untuk belajar dan akan menghasilkan prestasi yang baik yang pada akhirnya akan menjadi lulusan yang berkualitas dan professional. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran di Nusa Tenggara Timur, Universitas Nusa Cendana. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana angkatan 2019 berjumlah 56 responden. Motivasi belajar diukur dengan kuesioner motivasi belajar yang telah divalidasi dan prestasi belajar diambil dari Indeks Prestasi Kumulatif terakhir. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil pengukuran sebanyak 2 responden (3,6%) memiliki motivasi rendah, 29 responden (51,8%) memiliki tingkat motivasi yang cukup, 23 responden (41,1%) memiliki motivasi yang tinggi, dan 2 responden (3,6%) memiliki tingkat motivasi yang sangat tinggi. Hasil penelitian sebanyak 7 responden (12,5%) dengan IPK sangat memuaskan atau berada pada rentang 2,75 s/d 3,49, dan sebanyak 49 responden (87,5%) memiliki IPK dengan pujian atau berada pada rentang 3,50 s/d 4,00. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi akademik mahasiswa (p=0, 109).
HUBUNGAN INSOMNIA TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI KUPANG Gue, Ronaldo Osario Lau; Amat, Anita Lidesna Shinta; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.172 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4939

Abstract

Seseorang yang mengalami insomnia akan mengantuk pada siang hari, sehingga dapat menurunkan konsentrasi dan akan mengganggu aktivitas. Konsentrasi diperlukan agar dapat berpikir dan bertindak untuk memiliki perhatian terhadap objek yang dipelajari dengan mengesampingkan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan insomnia terhadap konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian kuntitatif. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KSPBJ-IRS untuk mengukur insomnia dan kuesioner Konsentrasi Belajar untuk mengukur kemampuan konsentrasi belajar. Analisis data yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil analisis bivariat pada 76 orang mahasiswa menunjukkan adanya hubungan signifikan (p=0,000) antara insomnia dengan konsentrasi belajar. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara insomnia dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kupang.
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Ballo, Natasya Detami Sheline; Indriarini, Desi; Amat, Anita Lidesna Shinta Shinta
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.192 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4940

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas penduduk dunia yang menyebabkan penurunan kualitas hidup penduduk di negara berkembang maupun di negara maju. Salah satu agen penyebab infeksi adalah bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus). Oleh sebab itu, dibutuhkan pengobatan terhadap infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dengan menggunakan antibiotik. Namun apabila penggunaan antibiotik tidak tepat maka akan menimbulkan resistensi antibiotik. Oleh sebab itu, diperlukan pengobatan alternatif lainnya yaitu pengobatan menggunakan tanaman herbal. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai tanaman obat adalah daun kemangi (Ocimum sanctum L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian True experiment design dengan rancangan penelitian Posstest Only Control Group Design. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun kemangi diuji menggunakan metode dilusi cair. Sampel penelitian terdiri dari 9 kelompok perlakuan terdiri atas kontrol positif (sefazolin), kontrol negatif (aquades),ekstrak etanol 70% daun kemangi dengan konsentrasi 100%, 80%, 70%, 40%, 20%, 10%, dan 5% dengan tiga kali pengulangan. Hasil Uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan p=0,194 yang berarti terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun kemangi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak etanol 70% daun kemangi (Ocimum sanctum L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) berturut-turut sebesar 80% dan 100%.
HUBUNGAN LAMA DUDUK DAN STRES KERJA DENGAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN BANK DI KOTA ATAMBUA Corputty, Dian Yelisa; Amat, Anita Lidesna Shinta; Kareri, Dyah Gita Rambu
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.856 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4941

Abstract

Low back pain sering diabaikan tetapi sangat mengkhawatirkan karena bisa menurunkan produktivitas seorang pekerja termasuk pekerja sektor formal seperti karyawan bank. Menurut Kumar (2015) gangguan muskuloskeletal yang paling banyak dialami karyawan bank adalah LBP. Faktor risiko LBP yang sering ditemui adalah lama duduk dan stres kerja. Pekerjaan yang banyak dan tuntutan yang besar untuk menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu mengharuskan karyawan bank duduk dalam waktu lama sekitar 7-8 jam perhari. Selain itu, kebiasaan ini terjadi setiap hari, jika tuntutan pekerjaan lebih besar dari kemampuan karyawan untuk bekerja, maka akan memicu stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dan stres kerja dengan low back pain pada karyawan bank di Kota Atambua. Metode yang gunakan desain penelitian analitik cross sectional dengan menggunakan data primer melalui kuesioner. Populasi penelitian ini adalah Karyawan Bank BRI, NTT, Mandiri Cabang Kota Atambua. Metode yang digunakan adalah cluster sampling sehingga menghasilkan 50 responden. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 20. Hasil analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa dari 2 variabel dependen yang dianalisis tidak berhubungan erat dengan kejadian low back pain yaitu lama duduk p=1,000 (p>0,05)dan stres kerja p=0,827 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara lama duduk dan stres kerja dengan low back pain pada karyawan bank di kota Atambua.
Co-Authors Abdullah, Fatih Aji Winarso, Aji Alifah Fatira Islamiyah Angelina Victoria Sihombing Anjani, Ratih Anu, Helena Vaustina Arley Sadra Telussa Artawan, I Made Asan, Maria Ignatia De Loyola Ina Peni Ballo, Natasya Detami Sheline Br Damanik, Efrisca Meliyuta Br. Damanik, Efrisca Meliyuita Corputty, Dian Yelisa Damanik, Efrisca M. Br. Deri Riskiyanti Tallo Manafe Desi Indria Rini Dewanti, Intan Putri Djahi, Sri Nur Nur Saidah Djunaidi, Savitry R. Maudy Dominikus Minggu E D, Maria Agnes Efrisca Damanik Efrisca Meliyuita Br. Damanik Elisabeth Levina Sari Setianingrum Folamauk, Conrad Liab Hendricson Gotfrieda Patiencia Taeng-Ob Adang Gue, Ronaldo Osario Lau Haning, Andre Januar Dwi Putra Helenri Juntari Salmay Herman Pieter Louis Wungouw Herman Pieter Wungouw Hutasoit, Regina Marvina Idawati Trisno Indriarini, Desi Kapitan, Irene Krisanti Kareri, Dyah Gita Rambu Kartini Lidia Kause, Marthen Keba, Diorita Sely Koamesah, S.M.J lai, gloria harpazo Lenggu, Claritha Kaci Louis Lidia, Kartini Liwu, Apolonia Nogo Ly, Elsye Jasicha Magdarita Riwu Maria Agnes Etty Dedy Maria Fransiska Priska Yulianti Martinus Ezra Sunarno Mau Meta, Maria Chrisanti Nevida Wiehelmina Fanggidae Ngara, Cydri Anggreny Rade Dendo Nurina, Rr. Listyawati PAKAN, PRISCA DEVIANI Pao, Ressa Patricia Patricia Flamli Uma Mukin Prisca Deviani Pakan Prisca Deviani Pakan Rahel Rara Woda Ratu, Kristian Regina Marvina Hutasoit Riky Alberth Lerrick Rini, Desi Indria Riwu, Magdarita Sangguana Marthen Jacobus Koamesah Sasputra, I Nyoman Setianingrum, Elisabeth Levina Sari Setiawan, I Made Buddy Sianturi, Elaine Courtesy So’o, Rosina Wiwin Suban, Irenne Sovia Lestari Syahrir Syahrir Tandang, Fransiskus Toby, Tarsisius Ryang Vania Carla Devina Wahyuningrum, Stefany Adi Wardani, Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Woda, Rahel Rara Wungouw, Herman P L Wungouw, Herman Pieter Louis