Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) URBAN) DENGAN SALEP GENTAMISIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS PUTIH Sprague dawley Anu, Helena Vaustina; Amat, Anita Lidesna Shinta; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.566 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2654

Abstract

Luka merupakan permasalahan medis yang sering kita temui. Masih sering didapatkan penggunaan obat tradisional untuk luka. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) atau yang sering dikenal dengan tanaman tapak kuda adalah satu dari beberapa tanaman di Indonesia yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak pegagan dengan salep gentamisin terhadap penyembuhan luka insisi tikus putih Sprague dawley. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Hewan percobaan dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (P1) diberi perawatan aquades, kelompok kontrol positif (P2) diberi perawatan salep gentamisin dan kelompok perlakuan (P3) diberi perawatan dengan ekstrak pegagan. Pengamatan proses penyembuhan luka secara makroskopis menggunakan kriteria Nagaoka. Analisis data mengunakan uji Anova dan Kruskall Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek penyembuhan luka secara makroskopis oleh esktrak pegagan dengan salep gentamisin tidak menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikan p > 0,05. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan ekstrak pegagan memberikan efek penyembuhan luka yang sama dengan salep gentamisin.
UJI EFEK ANTI DIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP TIKUS PUTIH SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN Toby, Tarsisius Ryang; Amat, Anita Lidesna Shinta; Artawan, I Made
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.311 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3336

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolik yang terjadi secara kronik atau menahun akibat kelainan dari produksi dan sifat insulin atau keduanya yang menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah diatas nilai normal atau hiperglikemia. Angka kejadian DM di dunia pada tahun 2017 berjumlah 424,9 juta jiwa, sedangkan di Indonesia berjumlah 10,3 juta jiwa yang menepati peringkat ke enam didunia dan provinsi NTT menepati peringkat ke empat di Indonesia. Pada daun kelor (Moringa oleifera) terkandung antioksidan flavonoid yang memiliki fungsi untuk meningkatkan sekresi insulin dan meningkatkan ambilan glukosa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya efek antidiabetika eksrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tikus putih Sprague dawley yang diinduksi aloksan. Metode penelititan eksperimental dengan desain true experimental-randomized pretest and post test with control group. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor tikus jantan dipilih secara acak ke dalam beberapa kelompok yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan), kontrol negatif (diberikan Na-CMC 0,5%),kontrol positif (diberikan glibenklamid 5 mg/kgBB) dan tiga kelompok perlakuan ekstrak yaitu dosis 1 (250 mg/kgBB), dosis 2 (450 mg/kgBB) dan dosis 3 (600 mg/kgBB). Berikutnya dilakukan pre-test untuk mengetahui keadaan awal sampel, kemudian dilanjutkan dengan post-test untuk melihat pengaruh pemberian perlakuan tersebut. Hasil ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam semua dosis memiliki nilai probabilitas <0,05 yang menunjukan penurunan kadar gula darah yang signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini didapat Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) memiliki efek anti diabetik
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI NUSA TENGGARA TIMUR Kapitan, Irene Krisanti; Kareri, Dyah Gita Rambu; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.527 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4937

Abstract

Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu yang tidak di sebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar sehingga di pandang sebagai bukti usaha yang diperoleh mahasiswa. Salah satu cara untuk meningkatkan prestasi seseorang adalah dengan meningkatkan motivasi belajar. Motivasi adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong seseorang untuk melakukan proses belajar. Motivasi yang tinggi diharapkan akan menimbulkan semangat untuk belajar dan akan menghasilkan prestasi yang baik yang pada akhirnya akan menjadi lulusan yang berkualitas dan professional. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran di Nusa Tenggara Timur, Universitas Nusa Cendana. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana angkatan 2019 berjumlah 56 responden. Motivasi belajar diukur dengan kuesioner motivasi belajar yang telah divalidasi dan prestasi belajar diambil dari Indeks Prestasi Kumulatif terakhir. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil pengukuran sebanyak 2 responden (3,6%) memiliki motivasi rendah, 29 responden (51,8%) memiliki tingkat motivasi yang cukup, 23 responden (41,1%) memiliki motivasi yang tinggi, dan 2 responden (3,6%) memiliki tingkat motivasi yang sangat tinggi. Hasil penelitian sebanyak 7 responden (12,5%) dengan IPK sangat memuaskan atau berada pada rentang 2,75 s/d 3,49, dan sebanyak 49 responden (87,5%) memiliki IPK dengan pujian atau berada pada rentang 3,50 s/d 4,00. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi akademik mahasiswa (p=0, 109).
HUBUNGAN INSOMNIA TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI KUPANG Gue, Ronaldo Osario Lau; Amat, Anita Lidesna Shinta; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.172 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4939

Abstract

Seseorang yang mengalami insomnia akan mengantuk pada siang hari, sehingga dapat menurunkan konsentrasi dan akan mengganggu aktivitas. Konsentrasi diperlukan agar dapat berpikir dan bertindak untuk memiliki perhatian terhadap objek yang dipelajari dengan mengesampingkan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan insomnia terhadap konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian kuntitatif. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KSPBJ-IRS untuk mengukur insomnia dan kuesioner Konsentrasi Belajar untuk mengukur kemampuan konsentrasi belajar. Analisis data yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil analisis bivariat pada 76 orang mahasiswa menunjukkan adanya hubungan signifikan (p=0,000) antara insomnia dengan konsentrasi belajar. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara insomnia dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kupang.
HUBUNGAN LAMA DUDUK DAN STRES KERJA DENGAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN BANK DI KOTA ATAMBUA Corputty, Dian Yelisa; Amat, Anita Lidesna Shinta; Kareri, Dyah Gita Rambu
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.856 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4941

Abstract

Low back pain sering diabaikan tetapi sangat mengkhawatirkan karena bisa menurunkan produktivitas seorang pekerja termasuk pekerja sektor formal seperti karyawan bank. Menurut Kumar (2015) gangguan muskuloskeletal yang paling banyak dialami karyawan bank adalah LBP. Faktor risiko LBP yang sering ditemui adalah lama duduk dan stres kerja. Pekerjaan yang banyak dan tuntutan yang besar untuk menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu mengharuskan karyawan bank duduk dalam waktu lama sekitar 7-8 jam perhari. Selain itu, kebiasaan ini terjadi setiap hari, jika tuntutan pekerjaan lebih besar dari kemampuan karyawan untuk bekerja, maka akan memicu stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dan stres kerja dengan low back pain pada karyawan bank di Kota Atambua. Metode yang gunakan desain penelitian analitik cross sectional dengan menggunakan data primer melalui kuesioner. Populasi penelitian ini adalah Karyawan Bank BRI, NTT, Mandiri Cabang Kota Atambua. Metode yang digunakan adalah cluster sampling sehingga menghasilkan 50 responden. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 20. Hasil analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa dari 2 variabel dependen yang dianalisis tidak berhubungan erat dengan kejadian low back pain yaitu lama duduk p=1,000 (p>0,05)dan stres kerja p=0,827 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara lama duduk dan stres kerja dengan low back pain pada karyawan bank di kota Atambua.
Uji Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Sereh (Cymbopogon Citratus) Terhadap Penurunan Glukosa Darah Tikus Putih Sprague Dawley Diinduksi Aloksan Djahi, Sri Nur Nur Saidah; Lidia, Kartini; Pakan, Prisca Deviani; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.616 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5981

Abstract

Peningkatan jumlah penyandang Diabetes Mellitus (DM) telah menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Angka kejadian DM di dunia pada tahun 2017 adalah sebesar 425 juta jiwa, dimana Indonesia menempati peringkat ke-6 dengan jumlah sebesar 10,3 juta jiwa. Provinsi NTT sendiri memiliki presentase terendah yakni sebesar 0,9 %. Keadaan hiperglikemia yang terjadi pada pasien DM dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh, disabilitas dan komplikasi kesehatan yang mengancam jiwa. Ada berbagai pengobatan untuk pasien DM, termasuk pengobatan dengan ramuan obat tradisional. Tanaman sereh merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antidiabetes yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya efek antidiabetes ekstrak etanol daun sereh (Cymbopogon citratus) terhadap penurunan glukosa darah tikus putih Sprague Dawley yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan true experimental-randomized pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor tikus jantan Sprague Dawley yang sebelumnya telah dirandomisasi ke dalam enam kelompok yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan), kontrol negatif (diinjeksi aloksan), kontrol positif (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi glibenklamid 0,45 mg/KgBB), kelompok perlakuan I (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 250 mg/KgBB), kelompok perlakuan II (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 500 mg/KgBB), kelompok perlakuan III (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 650 mg/KgBB). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi 0,000, dimana p< 0,05 yang artinya pemberian ekstrak daun sereh dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun sereh memiliki aktivitas antidiabetes dengan dosis minimal 250 mg/KgBB.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG MENGENAI COVID-19 So’o, Rosina Wiwin; Ratu, Kristian; Folamauk, Conrad Liab Hendricson; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6809

Abstract

Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan penyakit yang dapat menular sehingga jumlah kasus terus mengalami peningkatan. Pengobatan yang spesifik untuk COVID-19 belum ditemukan. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya pencegahan. Pengetahuan mengenai COVID-19 diperlukan selama masa pandemi karena berpengaruh pada sikap pencegahan COVID-19. Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan umur, pendidikan terakhir, dan pekerjaan dengan pengetahuan mengenai COVID-19 pada masyarakat di Kota Kupang. Metode penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada masyarakat di Kota Kupang yang berusia 17-55 tahun, memiliki akses internet dan mampu menggunakan google form, berdomisili di Kota Kupang. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner pengetahuan mengenai COVID-19 yang berisi 15 pertanyaan. Teknik pengambilan sampel yaitu kombinasi conveninence sampling dan snowball sampling dan total sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah 275 orang. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Contingency Coefficient. Hasil penelitian dari 275 responden, terdapat 138 orang (50,2%), dengan pengetahuan mengenai COVID-19 dalam kategori baik, cukup 114 orang (41,5%) dan pengetahuan kurang 23 orang (8,4%). Hasil analisis bivariat dengan uji Contingency Coefficient didapatkan tidak ada hubungan umur (p=0,258), pendidikan terakhir (p=0,332), pekerjaan (p=0,194) dengan pengetahuan mengenai COVID-19. Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara usia, pendidikan terakhir, pekerjaan dengan pengetahuan masyarakat di Kota Kupang mengenai COVID-19.
UJI AKTIVITAS ANTIBATERI EKSTRAK DAUN GINSENG JAWA (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.) TERHADAP Escherichia coli Pao, Ressa Patricia; Nurina, Rr. Listyawati; Riwu, Magdarita; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6820

Abstract

Escherichia coli adalah bakteri gram negatif yang bersifat fakultatif aerob atau anaerob dan banyak ditemukan didalam usus besar manusia sebagai flora normal, dapat menyebabkan infeksi pada gastrointestinal, infeksi traktus urinarius, saluran empedu dan traktus respiratorius bawah. Banyak penyakit infeksi yang belum bisa disembuhkan karena resistensi terhadap antibiotik, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif dalam meminimalisirkan dampak negatif tersebut.Dalam daun ginseng jawa(Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.)terdapat kandungan zat kimia aktif yakni flavonoid, tanin, saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.)terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro dan kandungan kimia yang terdapat didalam ekstrak daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.). Metode penelitian ini menggunakan uji eksperimental secara in vitro dengan metode pengujian aktivitas antibakteri dan sampel terdiri dari 24 sampel terbagi dalam 6 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol dengan 3 kali pengulangan. Hasil Uji Kruskal-Wallismenunjukkan nilai p = 0,002 yang berarti terdapat aktivitas antibakteri ekstrak daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.)terhadap pertumbuhanEscherichia coli. Kesimpulan hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak daun ginseng jawa(Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan diameter daya hambat ekstrak daun ginseng jawa teergolong sangat kuat pada konsentrasi 80%dan 60% serta kategori kuat pada konsentrasi 40%,20%,10% dan 5%.
Effect Of Garlic Extract (Allium sativum) Histopathology Description Of The Breast In Female White Rats Sprague-Dawley Strain Induced 7,12 Dimetilbenz(a)antrasen (DMBA) Dewanti, Intan Putri; Damanik, Efrisca M. Br.; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10727

Abstract

Background: Cancer is one of leading cause of death number 2 in the world,or one of the six deaths in the 2018. The incidance of breast cancer as much as 11,6% and the number of death are 6,6% in 2018. Medical plant be expacted has potential as an anticancer with minimal side effects when used at the correct dosage, timing and when used it properly. Objectives: To determine the effect of garlic extract on the histopathological picture of female Sprague-Dawley rats induced DMBA. Methodology: This study used an experimental method with a post test only control group design approach using 6 treatment groups. The number of samples was 30 rats with each group containing 5 rats. All data were analyzed using the Shapiro- Wilk normality test followed by the Kruskal Wallis non-parametric test. Results: The results showed that there was no effect on the administration of garlic extract on the histopathological picture of female Sprague-Dawley rats induced DMBA. Group 1 there was no change in the ductal epithel. Group 2 there were changes in the ductal epithelium to hyperplasia with atypia. Group 3, group 4, group 5, group 6 there were changes in the epithelial ducts up to severe hyperplasia. The results of the Kruskall-Wallis statistical test showed that there were no significant differences between groups (p> 0.05). The results of the Mann-Whitney post hoc test in groups 1 and 2 showed a significant difference (p <0.05). Conclusion: DMBA induced can cause changes in the histopathological picture of female Sprague-Dawley rats breast. There was no effect of garlic extract on the histopathological picture of the female Sprague-Dawley rats breasts induced by DMBA.
Savitry Rambu Maudy Djunaidi Djunaidi, Savitry R. Maudy; Amat, Anita Lidesna Shinta; Rini, Desi Indria; Dedy, Maria Agnes Etty
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10759

Abstract

Background: Hyperuricemia is a condition where there is a metabolic disorders shown by increased of uric acid levels in the serum, such excessive amount of uric acid can manifest as gout. Soursop leaf (Annona muricata L.) contains active compounds that has the potential to reduce uric acid levels in rats. Research purposes: To determine the dose of ethanol extract of Soursop leaves that can reduce uric acid levels in rat’s blood. Method: This research was a true experimental, 24 white rats (Rattus novergicus) of Sprague Dawley were divided into 6 groups consisting of the normal control group without any treatment. the negative control group was induced by chicken liver juice, the positive control group was given allopurinol 18 mg /200gBB, and the 3 treatment groups that was given soursop extract with leveled dosage (10, 40 and 70 mg/200gBW) for 12 days. The difference between uric acid before and after the treatment of each group was done using One Way Annova, followed by Post hoc analysis. The changes in uric acid levels per day of observation, were analysis using Repeated Anova, followed by Post hoc analysis. Results: Ethanol extract of soursop leaves can reduce uric acid levels in the blood and is not significantly different from allopurinol (p>0.05). Doses of 10, 40 and 70 mg/200gBW had the same effect in reducing uric acid levels in rats, with the peak of decrease occurring on day 26, specificly 1.58 mg/dl (p<0.05) Conclusion: The ethanol extract of soursop leaves (Annona muricata L.) can reduce uric acid levels in rats. Doses of 10, 40 and 70 mg/200gBW had the same effectiveness as allopurinol in lowering the levels of uric acid in rats