Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Ballo, Natasya Detami Sheline; Indriarini, Desi; Amat, Anita Lidesna Shinta Shinta
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.192 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4940

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas penduduk dunia yang menyebabkan penurunan kualitas hidup penduduk di negara berkembang maupun di negara maju. Salah satu agen penyebab infeksi adalah bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus). Oleh sebab itu, dibutuhkan pengobatan terhadap infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dengan menggunakan antibiotik. Namun apabila penggunaan antibiotik tidak tepat maka akan menimbulkan resistensi antibiotik. Oleh sebab itu, diperlukan pengobatan alternatif lainnya yaitu pengobatan menggunakan tanaman herbal. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai tanaman obat adalah daun kemangi (Ocimum sanctum L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian True experiment design dengan rancangan penelitian Posstest Only Control Group Design. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun kemangi diuji menggunakan metode dilusi cair. Sampel penelitian terdiri dari 9 kelompok perlakuan terdiri atas kontrol positif (sefazolin), kontrol negatif (aquades),ekstrak etanol 70% daun kemangi dengan konsentrasi 100%, 80%, 70%, 40%, 20%, 10%, dan 5% dengan tiga kali pengulangan. Hasil Uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan p=0,194 yang berarti terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun kemangi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak etanol 70% daun kemangi (Ocimum sanctum L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) berturut-turut sebesar 80% dan 100%.
HUBUNGAN LAMA DUDUK DAN STRES KERJA DENGAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN BANK DI KOTA ATAMBUA Corputty, Dian Yelisa; Amat, Anita Lidesna Shinta; Kareri, Dyah Gita Rambu
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.856 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4941

Abstract

Low back pain sering diabaikan tetapi sangat mengkhawatirkan karena bisa menurunkan produktivitas seorang pekerja termasuk pekerja sektor formal seperti karyawan bank. Menurut Kumar (2015) gangguan muskuloskeletal yang paling banyak dialami karyawan bank adalah LBP. Faktor risiko LBP yang sering ditemui adalah lama duduk dan stres kerja. Pekerjaan yang banyak dan tuntutan yang besar untuk menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu mengharuskan karyawan bank duduk dalam waktu lama sekitar 7-8 jam perhari. Selain itu, kebiasaan ini terjadi setiap hari, jika tuntutan pekerjaan lebih besar dari kemampuan karyawan untuk bekerja, maka akan memicu stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dan stres kerja dengan low back pain pada karyawan bank di Kota Atambua. Metode yang gunakan desain penelitian analitik cross sectional dengan menggunakan data primer melalui kuesioner. Populasi penelitian ini adalah Karyawan Bank BRI, NTT, Mandiri Cabang Kota Atambua. Metode yang digunakan adalah cluster sampling sehingga menghasilkan 50 responden. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 20. Hasil analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa dari 2 variabel dependen yang dianalisis tidak berhubungan erat dengan kejadian low back pain yaitu lama duduk p=1,000 (p>0,05)dan stres kerja p=0,827 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara lama duduk dan stres kerja dengan low back pain pada karyawan bank di kota Atambua.
HUBUNGAN PENGGUNAAN TELEPON SELULER DENGAN NYERI KEPALA PRIMER PADA MAHASIWA KEDOKTERAN UNDANA Haning, Andre Januar Dwi Putra; Artawan, I Made; Amat, Anita Lidesna Shinta Shinta; Kareri, Dyah Gita Rambu
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.714 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4949

Abstract

Nyeri kepala adalah nyeri yang dirasakan di bagian kepala atau disebut juga sefalgia. Nyeri kepala secara umum dibedakan atas dua yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016 secara global sekitar 50% dari orang dewasa berumur 18-65 tahun pernah menderita nyeri kepala. Jenis nyeri kepala yang paling sering dialami adalah nyeri kepala primer yaitu Tension-type headache (TTH), Migren, dan Klaster. Salah satu faktor penyebab terjadinya nyeri kepala adalahan penggunaan media elektronik dan telepon seluler adalah media elektronik yang paling banyak dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara penggunaan telepon seluler dengan nyeri kepala primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana. Metode penelitian ini termasuk penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional .Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 orang diperoleh dengan teknik propotionate stratified ramdom sampling. Hasil dari 69 responden didapati 43 orang mengalami nyeri kepala dan 26 orang tidak mengalami nyeri kepala. Didapati juga penggunaan telepon seluler yang sedang 1 orang dan tinggi 68 orang. Pada penelitian ini diperoleh hasil p= 0,181, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan telepon seluler dengan nyeri kepala primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana dengan penilaian menggunakan uji chi-square. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara penggunaan telepon seluler dengan nyeri kepala primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana.
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR Ngara, Cydri Anggreny Rade Dendo; Amat, Anita Lidesna Shinta Shinta; Manafe, Derri Tallo; Koamesah, S.M.J
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.183 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4954

Abstract

Tuntutan akademik yang tinggi berupa tugas-tugas yang banyak dan deadline yang singkat dapat menyebabkan depresi pada mahasiswa Arsitektur. Depresi tersebut dapat menyebabkan gangguan dalam pengolahan informasi sehingga dapat mengakibatkan kesulitan dalam proses belajar dan pelaksaaan tugas akademik. Kesulitan dalam proses belajar tersebut dapat mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dengan Indeks Prestasi Kumulatif. Metode yang digunakan adalah analitikal observasional dengan rancangan cross sectional pada mahasiswa Aristektur UNDANA yang dilakukan dengan pengisian kuesioner BDI II dan data sekunder diperoleh melalui nilai IPK terakhir mahasiswa Arsitektur UNDANA yaitu angkatan 2016, 2017, 2018, dan 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 154 orang yang memenuhi kriteria inklusi,ekslusi dan dropout. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji somer’d. Hasil dari 154 responden, kategori normal sebanyak 24 orang (15,6 %), derpesi ringan sebanyak 41 orang (26,6%), depresi sedang sebanyak 59 orang (38,3%) dan depresi berat sebanyak 30 orang (19,5%). Hasil uji analisis bivariat pada penelitiaan ini diperoleh hasil p = 0,847 (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara depresi dengan IPK pada mahasiswa Arsitektur UNDANA
Uji Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Sereh (Cymbopogon Citratus) Terhadap Penurunan Glukosa Darah Tikus Putih Sprague Dawley Diinduksi Aloksan Djahi, Sri Nur Nur Saidah; Lidia, Kartini; Pakan, Prisca Deviani; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.616 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5981

Abstract

Peningkatan jumlah penyandang Diabetes Mellitus (DM) telah menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Angka kejadian DM di dunia pada tahun 2017 adalah sebesar 425 juta jiwa, dimana Indonesia menempati peringkat ke-6 dengan jumlah sebesar 10,3 juta jiwa. Provinsi NTT sendiri memiliki presentase terendah yakni sebesar 0,9 %. Keadaan hiperglikemia yang terjadi pada pasien DM dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh, disabilitas dan komplikasi kesehatan yang mengancam jiwa. Ada berbagai pengobatan untuk pasien DM, termasuk pengobatan dengan ramuan obat tradisional. Tanaman sereh merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antidiabetes yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya efek antidiabetes ekstrak etanol daun sereh (Cymbopogon citratus) terhadap penurunan glukosa darah tikus putih Sprague Dawley yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan true experimental-randomized pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor tikus jantan Sprague Dawley yang sebelumnya telah dirandomisasi ke dalam enam kelompok yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan), kontrol negatif (diinjeksi aloksan), kontrol positif (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi glibenklamid 0,45 mg/KgBB), kelompok perlakuan I (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 250 mg/KgBB), kelompok perlakuan II (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 500 mg/KgBB), kelompok perlakuan III (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 650 mg/KgBB). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi 0,000, dimana p< 0,05 yang artinya pemberian ekstrak daun sereh dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun sereh memiliki aktivitas antidiabetes dengan dosis minimal 250 mg/KgBB.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG MENGENAI COVID-19 So’o, Rosina Wiwin; Ratu, Kristian; Folamauk, Conrad Liab Hendricson; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6809

Abstract

Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan penyakit yang dapat menular sehingga jumlah kasus terus mengalami peningkatan. Pengobatan yang spesifik untuk COVID-19 belum ditemukan. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya pencegahan. Pengetahuan mengenai COVID-19 diperlukan selama masa pandemi karena berpengaruh pada sikap pencegahan COVID-19. Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan umur, pendidikan terakhir, dan pekerjaan dengan pengetahuan mengenai COVID-19 pada masyarakat di Kota Kupang. Metode penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada masyarakat di Kota Kupang yang berusia 17-55 tahun, memiliki akses internet dan mampu menggunakan google form, berdomisili di Kota Kupang. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner pengetahuan mengenai COVID-19 yang berisi 15 pertanyaan. Teknik pengambilan sampel yaitu kombinasi conveninence sampling dan snowball sampling dan total sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah 275 orang. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Contingency Coefficient. Hasil penelitian dari 275 responden, terdapat 138 orang (50,2%), dengan pengetahuan mengenai COVID-19 dalam kategori baik, cukup 114 orang (41,5%) dan pengetahuan kurang 23 orang (8,4%). Hasil analisis bivariat dengan uji Contingency Coefficient didapatkan tidak ada hubungan umur (p=0,258), pendidikan terakhir (p=0,332), pekerjaan (p=0,194) dengan pengetahuan mengenai COVID-19. Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara usia, pendidikan terakhir, pekerjaan dengan pengetahuan masyarakat di Kota Kupang mengenai COVID-19.
UJI AKTIVITAS ANTIBATERI EKSTRAK DAUN GINSENG JAWA (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.) TERHADAP Escherichia coli Pao, Ressa Patricia; Nurina, Rr. Listyawati; Riwu, Magdarita; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6820

Abstract

Escherichia coli adalah bakteri gram negatif yang bersifat fakultatif aerob atau anaerob dan banyak ditemukan didalam usus besar manusia sebagai flora normal, dapat menyebabkan infeksi pada gastrointestinal, infeksi traktus urinarius, saluran empedu dan traktus respiratorius bawah. Banyak penyakit infeksi yang belum bisa disembuhkan karena resistensi terhadap antibiotik, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif dalam meminimalisirkan dampak negatif tersebut.Dalam daun ginseng jawa(Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.)terdapat kandungan zat kimia aktif yakni flavonoid, tanin, saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.)terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro dan kandungan kimia yang terdapat didalam ekstrak daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.). Metode penelitian ini menggunakan uji eksperimental secara in vitro dengan metode pengujian aktivitas antibakteri dan sampel terdiri dari 24 sampel terbagi dalam 6 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol dengan 3 kali pengulangan. Hasil Uji Kruskal-Wallismenunjukkan nilai p = 0,002 yang berarti terdapat aktivitas antibakteri ekstrak daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.)terhadap pertumbuhanEscherichia coli. Kesimpulan hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak daun ginseng jawa(Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan diameter daya hambat ekstrak daun ginseng jawa teergolong sangat kuat pada konsentrasi 80%dan 60% serta kategori kuat pada konsentrasi 40%,20%,10% dan 5%.
Effect Of Garlic Extract (Allium sativum) Histopathology Description Of The Breast In Female White Rats Sprague-Dawley Strain Induced 7,12 Dimetilbenz(a)antrasen (DMBA) Dewanti, Intan Putri; Damanik, Efrisca M. Br.; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10727

Abstract

Background: Cancer is one of leading cause of death number 2 in the world,or one of the six deaths in the 2018. The incidance of breast cancer as much as 11,6% and the number of death are 6,6% in 2018. Medical plant be expacted has potential as an anticancer with minimal side effects when used at the correct dosage, timing and when used it properly. Objectives: To determine the effect of garlic extract on the histopathological picture of female Sprague-Dawley rats induced DMBA. Methodology: This study used an experimental method with a post test only control group design approach using 6 treatment groups. The number of samples was 30 rats with each group containing 5 rats. All data were analyzed using the Shapiro- Wilk normality test followed by the Kruskal Wallis non-parametric test. Results: The results showed that there was no effect on the administration of garlic extract on the histopathological picture of female Sprague-Dawley rats induced DMBA. Group 1 there was no change in the ductal epithel. Group 2 there were changes in the ductal epithelium to hyperplasia with atypia. Group 3, group 4, group 5, group 6 there were changes in the epithelial ducts up to severe hyperplasia. The results of the Kruskall-Wallis statistical test showed that there were no significant differences between groups (p> 0.05). The results of the Mann-Whitney post hoc test in groups 1 and 2 showed a significant difference (p <0.05). Conclusion: DMBA induced can cause changes in the histopathological picture of female Sprague-Dawley rats breast. There was no effect of garlic extract on the histopathological picture of the female Sprague-Dawley rats breasts induced by DMBA.
Savitry Rambu Maudy Djunaidi Djunaidi, Savitry R. Maudy; Amat, Anita Lidesna Shinta; Rini, Desi Indria; Dedy, Maria Agnes Etty
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10759

Abstract

Background: Hyperuricemia is a condition where there is a metabolic disorders shown by increased of uric acid levels in the serum, such excessive amount of uric acid can manifest as gout. Soursop leaf (Annona muricata L.) contains active compounds that has the potential to reduce uric acid levels in rats. Research purposes: To determine the dose of ethanol extract of Soursop leaves that can reduce uric acid levels in rat’s blood. Method: This research was a true experimental, 24 white rats (Rattus novergicus) of Sprague Dawley were divided into 6 groups consisting of the normal control group without any treatment. the negative control group was induced by chicken liver juice, the positive control group was given allopurinol 18 mg /200gBB, and the 3 treatment groups that was given soursop extract with leveled dosage (10, 40 and 70 mg/200gBW) for 12 days. The difference between uric acid before and after the treatment of each group was done using One Way Annova, followed by Post hoc analysis. The changes in uric acid levels per day of observation, were analysis using Repeated Anova, followed by Post hoc analysis. Results: Ethanol extract of soursop leaves can reduce uric acid levels in the blood and is not significantly different from allopurinol (p>0.05). Doses of 10, 40 and 70 mg/200gBW had the same effect in reducing uric acid levels in rats, with the peak of decrease occurring on day 26, specificly 1.58 mg/dl (p<0.05) Conclusion: The ethanol extract of soursop leaves (Annona muricata L.) can reduce uric acid levels in rats. Doses of 10, 40 and 70 mg/200gBW had the same effectiveness as allopurinol in lowering the levels of uric acid in rats
Hubungan Durasi Dan Posisi Penggunaan Smartphone Terhadap Nyeri Leher Pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana lai, gloria harpazo; Kareri, Dyah Gita Rambu; Amat, Anita Lidesna Shinta; Setiawan, I Made Buddy; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 11 No 2 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i2.13907

Abstract

Background : Neck pain is an uncomfortable and painful feeling on the neck and the upper back. Neck pain are generally known by two definition, spesific neck pain and non spesific neck pain. Non spesific neck pain is caused by an injured muscle, joints, or bone in the neck area due to bad posture. Medical students used smartphones in a long duration for social media activities and learning purposes. Smartphone usage in a long duration with static and non ergonomic body position is one of the factors causing non spesific neck pain. Objective : This research’s objective is to analyze the correlation of duration and position of smartphone usage on preclinical students of The Faculty of Medicine, Universitas Nusa Cendana. Methods : This research is an analytical observational research with cross sectional approach. The samples on this research was 179 people that was obtained using stratified random sampling technique. The data was analyzed using Spearman correlation test. Results : Data from 179 respondents showed that 45.8% experienced mild neck pain, 33.0% experienced moderate neck pain, 5.0% experienced severe neck pain and 16.2% did not experience neck pain. For the duration of smartphone use, 97.8% had a high duration of smartphone use, 2.2% had a moderate duration of smartphone use and none had a low duration of smartphone use. For the position of smartphone use, 1.1% have a very high risk level, 7.8% have a high risk level, 91.1% have a medium risk level and none have a low risk level. The results of the bivariate analysis with the Spearman correlation test showed p value = 0.162 for the relationship between the duration of smartphone use and neck pain, and p = 0.538 for the relationship between the position of smartphone use and neck pain. Conclusion: There is no significant relationship between duration and position of smartphone usage on preclinical students of The Faculty of Medicine, Universitas Nusa Cendana
Co-Authors Aji Winarso, Aji Amapiran, Renya Rosari Amiroh, Jasmine Kiran Anjani, Ratih Anu, Helena Vaustina Arley Sadra Telussa Artawan, I Made Asan, Maria Ignatia De Loyola Ina Peni Ballo, Natasya Detami Sheline Br Damanik, Efrisca Meliyuta Br. Damanik, Efrisca Meliyuita Corputty, Dian Yelisa Damanik, Efrisca M. Br. Damanik, Efrisca Meliyuita Br. Daruranto, Bryan Davidson Deri Riskiyanti Tallo Manafe Devina, Vania Carla Dewanti, Intan Putri Djahi, Sri Nur Nur Saidah Djunaidi, Savitry R. Maudy E D, Maria Agnes Efrisca Damanik Folamauk, Conrad Liab Hendricson Gue, Ronaldo Osario Lau Haning, Andre Januar Dwi Putra Herman Pieter Louis Wungouw Hibur, Grasia Intan Praskawati Hietingwati, Syeben HE Idawati Trisno Indriarini, Desi Iswaningsih, Iswaningsih Jumba, Cynthia Benedikta Kapitan, Irene Krisanti Kareri, Dyah Gita Rambu Kause, Marthen Keba, Diorita Sely Koamesah, S.M.J lai, gloria harpazo Lenggu, Claritha Kaci Louis Lerrick, Riky Alberth Lidia, Kartini Lie, Melania Liwu, Apolonia Nogo Ly, Elsye Jasicha Magdarita Riwu Maria Agnes Etty Dedy Maria Fransiska Priska Yulianti Mau Meta, Maria Chrisanti Minggu, Dominikus Mukin, Patricia Flamli Uma Ngara, Cydri Anggreny Rade Dendo Nikita, Hyasinta Arlette Nugraheni, Tri Nurina, Rr. Listyawati PAKAN, PRISCA DEVIANI Pao, Ressa Patricia PRISCA DEVIANI PAKAN Prisca Deviani Pakan Ratu, Kristian Regina Marvina Hutasoit Rini, Desi Indria Riwu, Magdarita Salmay, Helenri Juntari Sasputra, I Nyoman Setianingrum, Elisabeth Levina Sari Setiawan, I Made Buddy Sianturi, Elaine Courtesy So’o, Rosina Wiwin Suban, Irenne Sovia Lestari Sunarno, Martinus Ezra Tandang, Fransiskus Telussa, Arley Toby, Tarsisius Ryang Wahyuningrum, Stefany Adi Wardani, Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Woda, Rahel Rara Wungouw, Herman P L Wungouw, Herman Pieter Wungouw, Herman Pieter Louis