Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI AUDIO VISUAL PADA MATERI IMAN KEPADA MALAIKAT Hafsah
Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2024): Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi iman kepada malaikat kelas VII D di SMP Negeri 1 Eremerasa melalui media Audio visual. Media ini mengacu pada strategi pembelajaran dengan menggunakan media yang mengandung unsur suara dan gambar, dimana dalam proses penyerapan materi melibatkan indra penglihatan dan indra pendengaran, Kepada peserta didik dalam memahami materi iman kepada malaikat. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes praktik, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam memahami materi iman kepada malaikat setelah penerapan media Audio visual.Pada siklus pertama, banyak peserta didik yang masih kurang memahami materi iman kepada malaikat, namun di siklus kedua terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam aspek ketepatan dalam memahami materi iman kepada malaikat .Dengan demikian, penerapan metode Audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik dalam memahami makna iman kepada malaikat
ANALISIS ETNOBOTANI TANAMAN OBAT DAUN BINAHONG PADA MASYARAKAT DESA ANGKUE KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONE wanda, Julia; Hasmatang; Darojat , Annisa Zakiyah; Hafsah
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7370

Abstract

Daun binahong merupakan tanaman obat yang dimanfaatkan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada masyarakat Desa Angkue Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Pengetahuan tersebut diperoleh secara turun temurun dan belum pernah didokementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etnobotani tanaman binahong meliputi habitat, morfologi, kandungan senyawa aktif dan pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Angkue Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah Random Purposive Sampling meliputi observasi, wawancara terhadap 100 informan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman binahong tumbuh pada habitat pekarangan rumah (budidaya) dan tumbuh liar. Morfologi batang tanaman binahong ini memiliki warna hijau kemerahan, daun berbentuk jantung, dan bunga majemuk kecil berwarna putih. Kandungan senyawa aktifnya meliputi flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, triterpenoid, dan polifenol. Pemanfaatan daun binahong dengan cara rebus, dihaluskan dan digunakan secara langsung untuk pengobatan luka luar, asam urat, hipertensi, dan jerawat. Pengetahuan pemanfaatan tanaman binahong didominasi oleh generasi orang tua (88%) dibandingkan remaja (14%).
KAJIAN ETNOBOTANI TANAMAN OBAT TRADISIONAL DI DESA ANCU KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONEThe diversity of medicinal plants in Indonesia reflects the biological and cultural wealth that has been passed down from generation to generation. This study aims to Nuraeni; Darojat, Annisa Zakiyah; Hafsah; Nurlaeliana
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7472

Abstract

The diversity of medicinal plants in Indonesia reflects the biological and cultural wealth that has been passed down from generation to generation. This study aims to identify the types of medicinal plants, the parts that are used, how they are obtained, and the methods of processing medicinal plants used in traditional medicine in Ancu Village, Kajuara District, Bone Regency. The research method used was descriptive qualitative with an ethnobotanical approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation of 45 respondents consisting of sanro, community leaders, and local residents. The results showed that there were 55 species of medicinal plants from 35 families, with the Myrtaceae and Zingiberaceae families being the most widely used. The most commonly used parts of the plants were leaves (57%), followed by fruit (16%), rhizomes (11%), and stems (7%). The methods of obtaining medicinal plants included cultivation (67%), wild growth (15%), purchase at the market (11%), and collection from gardens (7%). Knowledge about medicinal plants is mostly obtained from traditional healers (83%) and neighbors/relatives (17%). This study is expected to serve as a basis for the preservation of local knowledge and the sustainable development of medicinal plants. Keywords: Ethnobotany, medicinal plants, traditional medicine, sanro, biodiversity.
STUDI ETNOBOTANI TERHADAP PENGETAHUAN DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT KELURAHAN AWANG TANGKA, KECAMATAN KAJUARA, KABUPATEN BONE Restu Fadilah; Hafsah; Nurlaeliana
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7469

Abstract

This ethnobotanical study investigates traditional medicinal plant knowledge and practices in Awang Tangka Village, Kajuara Subdistrict, Bone Regency. Using qualitative methods, data were collected through interviews, observations, and documentation from 29 participants comprising local residents, community leaders, and traditional healers (tabib). The study documented 34 plant species from 22 families used for medicinal purposes. Leaves were the most utilized plant part, followed by fruits, stems, rhizomes, flowers, bark, sap, and gel. Plants were sourced through cultivation, wild collection, or market purchase, and processed via boiling, pounding, extraction, or direct application. Findings demonstrate that ethnobotanical knowledge in Awang Tangka persists and transfers intergenerationally despite modern medicine's growing influence. This research provides scientific documentation, educational resources for biology teaching, and a basis for preserving indigenous knowledge and conserving medicinal plant biodiversity. Keywords: Ethnobotany, traditional medicine, medicinal plants, indigenous knowledge, Bone Regency
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Frekuensi Kunjungan Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Makassar Tahun 2025 Sulistyowati, Endang; Hafsah; Nirwana
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1798

Abstract

Posyandu merupakan tempat kegiatan terpadu KB Kesehatan ditingkat desa karena dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai instansi. Upaya peningkatan peran dan fungsi posyandu bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di masyarakat termasuk kader.  Posyandu menyediakan layanan untuk seluruh sasaran siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, anak prasekolah, usia sekolah dan remaja usia dewasa dan lansia. Diharapkan melalui posyandu masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang paripurna berupa kesehatan ibu dan anak (KIA), pelayanan Keluarga Berencana, perbaikan gizi dan penanggulangan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan frekuensi kunjungan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kassi – Kassi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu rumah tangga binaan posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki balita dan terdaftar pada setiap posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, jumlah sampel sebanyak 235 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara langsung kepada ibu yang mempunyai balita dengan menggunakan kuesioner yang telah disediakan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan program komputer SPSS dengan menggunakan uji Chi Square, sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel disertai penjelasan.Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang posyandu maka semakin tinggi pula frekuensi kunjungan posyandu, semakin ramah kader dalam memberikan  pelayanan di posyandu maka semakin tinggi pula frekuensi kunjungan posyandu, dukungan yang diberikan oleh suami terhadap ibu dan jumlah anak balita dalam keluarga tidak mempunyai hubungan dengan frekuensi kunjungan ibu ke posyandu.
Pengaruh Terapi Bermain dengan Bahan Alam Berupa Batu dan Ranting untuk Meningkatkan Keterampillan Matorik Halus dan Kreatifitas Anak Usia Dini di TK Hikmah Jl Minasa Upa Blok AB 2 Makassar Hafsah; Suryani, Lilis; Sulistyowati , Endang
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1856

Abstract

Perkembangan motorik halus dan kreativitas merupakan dua aspek penting dalam menunjang kesiapan belajar anak usia dini. Namun, stimulasi yang diberikan di lembaga PAUD sering kali masih terbatas pada media buatan sehingga anak kurang terekspos pada pengalaman eksploratif berbasis alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi bermain dengan bahan alam berupa batu dan ranting terhadap peningkatan keterampilan motorik halus dan kreativitas anak usia dini di TK Hikmah, Jl. Minasa Upa Blok AB 2 Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest one group. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun yang terlibat dalam sesi terapi bermain menggunakan batu dan ranting selama beberapa kali pertemuan terstruktur. Instrumen penilaian mencakup lembar observasi perkembangan motorik halus (menggunting, memegang, menyusun, dan mengoordinasi gerak jari) serta indikator kreativitas (kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua aspek tersebut setelah anak mengikuti terapi bermain. Aktivitas manipulatif menggunakan bahan alam mendorong anak berlatih ketepatan gerak sekaligus memicu imajinasi dalam menciptakan bentuk-bentuk baru. Dengan demikian, terapi bermain berbasis bahan alam dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus dan kreativitas anak usia dini.
HAMBATAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS DARUSALLAM KOTA MEDAN (POTRET KOMUNITAS) Mey Elisa Safitri; Hafsah
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 20 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Dsember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v20i3.2349

Abstract

Exclusive breastfeeding during the first six months of life has been proven to significantly reduce infant morbidity and mortality while contributing to the improvement of human resource quality. However, the coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia, including Medan City, remains below the national target. This study aimed to identify barriers to exclusive breastfeeding among breastfeeding mothers at Darusallam Public Health Center, Medan. A quantitative descriptive survey design was applied, involving 140 mothers with infants aged 0–6 months. Data were collected using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis included univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple logistic regression). The results showed that only 39.29% of respondents practiced exclusive breastfeeding, while 60.71% did not. The main barriers identified were lack of maternal knowledge (35.0%), employment factors (32.1%), and low family support (18.6%). Bivariate analysis revealed significant associations between maternal education, employment status, family support, and knowledge with exclusive breastfeeding practice (p<0.05). Multivariate analysis demonstrated that maternal knowledge was the most dominant factor with OR=8.17 (p=0.001), followed by family support (OR=5.93), education (OR=3.38), while maternal employment was found to be a barrier (OR=0.23). It can be concluded that maternal knowledge is the most dominant barrier to exclusive breastfeeding practice, along with family support and employment. Therefore, public health interventions should focus on improving maternal knowledge through education and lactation counseling, strengthening family support, and implementing mother-friendly workplace policies that provide adequate lactation facilities.
Strategies to improve teacher competence in elementary schools through information technology-based learning Hafsah; Ismail; Usman, Nasir; Murniati; Fajri, Munawar
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 4 (2026): February 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i4.5678

Abstract

This study aims to explain IT Training for teachers, the availability of adequate facilities and infrastructure, and Structural support from the school. This study uses a descriptive qualitative approach to map the competencies of elementary school teachers in information technology. Primary data in this study were obtained through observations in schools and through internet searches (Google). This research was conducted at SDN 2 Sampoiniet. The population used in this study totaled 10 (ten) people, consisting of the principal and teachers. The object of this research is Information Technology-Based Learning. Data analysis techniques using the Miles and Huberman approach, which consists of three steps: (1) presenting findings, (2) describing patterns and trends, and (3) understanding the underlying meaning. The research results show that improving teacher competence in Elementary Schools is crucial. Improving teacher competence cannot be done carelessly. A sustainable strategy is needed, such as training programs that focus on using technology in education, professional development, and teacher collaboration. Access to digital resources and institutional support is also very important for ensuring that teachers can adapt to change and use technology to the fullest.