Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peran Pendidikan Profesi Advokat Dalam Memahami Dan Mengaplikasikan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Asyiah, Ai Kusmiati; Arif; Karmila, Mila
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JUPENGEN - Februari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jupengen.v3i1.1258

Abstract

The dynamic development of regulations in Indonesia, particularly in the field of Intellectual Property Rights (IPR), demands preparedness from future law enforcers, including prospective advocates. Prospective advocates in Tasikmalaya, as part of the next generation of legal professionals, require a comprehensive and up-to-date understanding of IPR to contribute to creating legal certainty and fostering innovation in the digital era. The aim of this community service program is to enhance the general understanding and practical capacity of prospective advocates in Tasikmalaya regarding IPR through an intensive online training program. The partners in this activity were a number of prospective advocates undergoing the Special Education for Advocate Profession (Pendidikan Khusus Profesi Advokat - PKPA). The methods used included literature study for material preparation, initial needs assessment, interactive online training via Zoom, group discussions, collaborative case analysis using Google Docs, and evaluation through pre-tests, post-tests, and legal document drafting projects. The training results showed a significant improvement in participants' understanding, with the average post-test score (82.4) far exceeding the pre-test (58.5), reflecting a 40.9% increase in comprehension. Participants also demonstrated improved practical skills in drafting legal opinions and electronic lawsuit drafts. The satisfaction survey recorded a score of 4.6 out of 5. This program successfully equipped prospective advocates with a strong and relevant IPR foundation, which is expected to improve the quality of legal services and IPR enforcement in Indonesia in the future. This activity underscores the importance of continuous IPR education from an early stage in the legal profession curriculum.
Sosialisasi Potensi Pasir Kuarsa dalam meningkatkan Literasi Pertambangan di Desa Petudua, Tanggetada, Kabupaten Kolaka Syahrul; Rizki Kumalasari; Arif; Nurfasiha; Hasriyanti; Sahrul Poalahi Salu; Rina Rembah; Isramyano Yatjong; Musnajam; La Ode Dzakir; Rizkal
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.90

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan literasi pertambangan masyarakat Desa Petudua, Kabupaten Kolaka, melalui program sosialisasi yang berfokus pada penambangan pasir kuarsa. Pasir kuarsa merupakan mineral sedimen yang didominasi oleh silika (SiO₂) dan memiliki peran penting dalam berbagai industri, seperti konstruksi, pembuatan kaca, refraktori, hingga pengecoran logam. Meskipun memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pemahaman masyarakat mengenai keberadaan endapan pasir kuarsa, prosedur penambangan yang benar, dasar hukum pertambangan, serta potensi dampak lingkungan masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini dirancang untuk memberikan informasi ilmiah yang mudah dipahami, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sembilanbelas November Kolaka melalui beberapa tahapan, yaitu pengecekan potensi endapan pasir kuarsa, koordinasi dengan aparat desa, persiapan materi dan logistik, hingga penyampaian materi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Peserta kegiatan meliputi aparat desa, masyarakat lokal, serta mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, yang tercermin dari banyaknya pertanyaan mengenai regulasi penambangan, potensi cadangan, serta isu lingkungan yang mungkin timbul akibat aktivitas pertambangan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat terkait sumber daya pasir kuarsa dan tata kelola penambangan. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang untuk melaksanakan program lanjutan, seperti pelatihan pemetaan geologi, analisis laboratorium terhadap karakteristik pasir kuarsa, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Program lanjutan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis dan pemahaman masyarakat dalam mengoptimalkan potensi mineral secara berkelanjutan.