Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Phytochemical test of ketapang leaf (Terminalia catappa) with age variation and its application with EM4 on the growth of tilapia (Oreochromis niloticus) Miska Sanda Lembang; Syarifatul Jannah; Christine Dyta Nugraeni; M. Gandri Haryono
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 1: Mei 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i1.1757

Abstract

Tilapia is a much-loved source of animal protein. The success of tilapia production is characterized by optimal fish growth. The process of growing tilapia has several problems including water quality. Fluctuating water quality causes fish to be easily stressed and susceptible to attack by pathogenic bacteria. Ketapang leaves have antibacterial properties because they contain metabolites. This research was conducted to determine the content of active compounds from variations in the age of ketapang leaves including young, old, and dry ages and their effect with EM4 on the growth and survival of tilapia (Oreochromis niloticus). This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Phytochemical tests on three types of ketapang leaves showed that dried ketapang leaves contained more metabolites, namely alkaloids, flavonoids, tannins and phenols. Based on the statistic analysis (ANOVA) showed that variations in each control treatment, young, old, and dry ketapang leaves had a significant effect on the absolute length growth and growth rate (SGR), but had no significant effect on the absolute weight and survival (SR) of tilapia (Oreochromis niloticus). However, from the three age variations of ketapang leaves, it was found that dry ketapang leaves were the best species for growing tilapia.
Pengenalan Budi Daya Ikan dalam Ember untuk Kemandirian Pangan di Kampung Enam, Kota Tarakan Miska Sanda Lembang; Rukisah Rukisah; Jimmy Cahyadi; Heppi Iromo; Azis Azis; Nuril Farizah; Muhammad Amien; Diana Maulianawati; Zainuddin Zainuddin; Awaludin Awaludin; Burhanuddin Ihsan; Ricky Febrinaldy; Kartina Kartina; Santria Santria; Patrice Sevania
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.3.262-268

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a major impact on society, such as job losses, rising staples, and economic hardship. Prices of food needs that continue to increase and are not affordable have resulted in food problems, one of which is protein. One of the high-quality protein is protein from fish. Fish as a fishery commodity that is relatively easy to cultivate on a large industrial scale and household scale for food self-sufficiency is catfish (Clarias sp). The purpose of this activity is to add insight and knowledge of the community about budikdamber for food self-sufficiency. The method of implementing community service activities in Kampung Six is carried out by counseling and training methods on Budikdamber. In this training activity, a bucket with 40 liters of water and 20 catfish seeds was used. Maintenance was carried out for 60 days with ad satiation feeding three times a day. Observations were made on growth, survival and water quality. The results of the activity found that 93% of the community partners had understood about Budikdamber. Budikdamber maintenance by partner communities gets an absolute weight growth value of catfish of 14 g, catfish survival value of 75%, and 1 bunch of kale per bucket. Based on the results of this activity, it is hoped that there will be the provision of special land for Budikdamber as an example for people who want to develop in their respective yards.
STUDI PERFORMA FILTER TERHADAP PARAMETER FISIK KIMIA AIR PADA SISTEM RESIRKULASI BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Miska Sanda Lembang; Santria; Tuty Alawiyah; Tri Paus Hasiholan Hutapea
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila mempunyai nilai ekonomis dan gizi tinggi sehingga berkorelasi terhadap permintaan pasar. Proses penyediaan benih dilakukan dengan kegiatan budidaya benih ikan nila. Namun proses kegiatan ini mengalami permasalah utama yaitu kematian benih akibat penurunan kualitas air. Recirculating Aquaculture System (RAS) menjadi solusi alternatif dalam menjaga kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu kinerja optimal filter terhadap parameter fisik kimia air serta kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilakukan di Usaha Perikanan Rakyat (UPR) Progosari Kota Tarakan selama 42 hari. Titik sampling dilakukan pada inlet dan outlet dari rangkaian sistem RAS. Metode Pengukuran menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Parameter fisik antara lain warna dan suhu, sedangkan parameter kimia antara lain pH, DO, amonia, nitrit, dan nitrat. Hasil penelitian menunjukkan parameter kualitas air saling mempengaruhi satu sama lain serta masih sesuai dengan standar baku mutu budidaya ikan nila. Titik sampling pada inlet (hasil filterisasi) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pada titik outlet (sebelum filterisasi). Hasil pengamatan waktu kinerja filter terhadap reaksi nitrifikasi diamati dengan melihat nilai konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat. Berdasarkan pengamatan waktu optimum kinerja filter terhadap parameter fisik kimia air ditunjukan pada maksimal hari ke-35. Pengukuran kelangsungan hidup ikan nila selama 42 hari menunjukkan nilai 97,57%.
EFEKTIVITAS SUSUNAN FILTER SISTEM RESIRKULASI TERHADAP KUALITAS AIR BUDIDAYA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Miska Sanda Lembang; Christian Tandi Arung; Muh. Rusli
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas ekspor utama. Salah satu kendala dalam budidaya ikan nila adalah penurunan kualitas air signifikan akibat pencemaran dari aktivitas lingkungan dan metabolisme ikan itu sendiri. Untuk meningkatkan kualitas air, salah satu solusi yang diterapkan adalah penggunaan sistem resirkulasi. Sistem resirkulasi memanfaatkan filter yang memiliki peran penting dalam menjaga mutu air. Filter ini terdiri dari tiga jenis, yaitu fisik, kimia, dan biologi, yang disusun pada media filter tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan susunan filter terbaik dalam menjaga kualitas air, baik dari segi parameter fisika maupun kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dibedakan berdasarkan susunan filter dari atas ke bawah, yaitu: (P1) sebagai kontrol tanpa filter, (P2) susunan sabut kelapa, koral, spons; (P3) koral, spons, sabut kelapa; dan (P4) spons, sabut kelapa, koral. Parameter kualitas air fisika yang diamati meliputi suhu dan pH, sedangkan parameter kimia meliputi oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada parameter fisika antar perlakuan. Namun, pada parameter kimia, penggunaan sistem resirkulasi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa resirkulasi, dan susunan filter yang berbeda menunjukkan variasi hasil yang signifikan. Perlakuan dengan susunan filter pada P4 memberikan hasil terbaik baik pada parameter fisika maupun kimia.