Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dalam Pencegahan Penyebaran Covid 19 Di Masyarakat Kota Malang Bintari Ratih Kusumaningrum; Ayunda Dewi Jayanti Jilan Putri; Aurick Yudha Nagara; Akhiyan Hadi Susanto; Ika Setyo Rini; Ikhda Ulya; Eriko Prawestiningtyas; Muhammad Satria Herdiyono; Agustinus Lorensa Krisyanto; Mutiaranti Nainggolan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.088 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i1.1157

Abstract

Pencegahan penyebaran Covid-19 ini tidak bisa hanya dengan tenaga kesehatan saja yang berperan, namun dibutuhkan kerjasama lintas sector. Unsur yang terlibat adalah pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Agar pencegahan di masyarakat dapat berjalan dengan baik maka harus ada tokoh atau kader kesehatan yang aktif melakukan promosi kesehatan pencegahan Covid-19. Program pengabdian masyarakat kampong tangguh ini bertujuan untuk memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan COVID-19 kepada kader kesehatan di masyarakat. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah pemberian intervensi pada masyarakat dengan pendekatan post tes only terhadap 76 partisipan kader kesehatan di 8 kelurahan di Kota Malang. Media yang digunakan untuk edukasi adalah poster PHBS dan praktik langsung. Hasil yang didapatkan yaitu skor pengetahuan PHBS 74,21 dari skor maksimal 100dan skor observasi perilaku 26,53 dari skor maksimal 30. Sebagian besar sudah ada sarana untuk PHBS namun dalam pelaksanaan protocol kesehatan masih kurang. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi kader dan masyarakat luas karena akademisi turun langsung memberikan contoh PHBS.
HUBUNGAN PENGGUNAAN WAKTU PERILAKU KURANG GERAK (SEDENTARY BEHAVIOUR) DENGAN OBESITAS PADA ANAK USIA 9-11 TAHUN DI SD NEGERI BEJI 02 KABUPATEN TULUNGAGUNG Setyoadi Setyoadi; Ika Setyo Rini; Triana Novitasari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.82 KB)

Abstract

Obesitas pada anak merupakan keadaan patologis ditandai dengan penimbunan lemak berlebih daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh akibat konsumsi energi terlalu berlebih dibandingkan dengan pemakaian energi yang ditandai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur ≥ 2 SD. Sedentary behavior merupakan sekelompok perilaku yang terjadi saat duduk atau berbaring yang membutuhkan pengeluaran energi yang sangat rendah. Sebanyak 21.08% siswa obesitas di SD Negeri Beji 02 Tulungagung usia 9-11 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan waktu perilaku kurang gerak (sedentary behaviour) dengan obesitas pada anak usia 9-11 tahun di SD Negeri Beji 02 Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian ini adalah case control dengan kohort retrospektif, menggunakan sampel sejumlah 34 siswa yang terdiri dari 17 anak obesitas dan 17 anak berat badan normal yang dipilih dengan uji hipotesis perbedaan 2 proporsi. Penelitian menggunakan timbangan injak pegas, microtoise, dan kuesioner. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan significancy sebesar 0,000 dengan value sebesar 0.589. Terdapat 14 (82.4%) anak obesitas sering melakukan sedentary behaviour dan 4 (23.5%) pada anak berat badan normal dengan total rata-rata keduanya 8.5359±1.05233 jam/minggu. Hal ini menunjukkan bahwa anak obesitas lebih sering melakukan sedentary behaviour dibandingkan dengan anak berat badan normal dengan nilai efektivitas 58.9% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain, mengingat bahwa obesitas sebabkan oleh mulitifaktorial. Kata Kunci : Obesitas Anak, Sedentary Behaviour
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI GEJALA NYERI DADA KARDIAKISKEMIK PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG Ika Setyo Rini; Dini Widya Ayuningtyas; Retty Ratnawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.06 KB)

Abstract

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian dan kecacatan nomor satu pada laki-laki dan perempuan di negara maju. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam penanganan. Salah satu faktor tersebut yaitu ketidaktepatan pasien dalam mempersepsikan gejala nyeri dada yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi gejala nyeri dada kardiak iskemik pada pasien infark miokard akut di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling sebanyak 60 pasien (53,97+10,75 tahun) selama 2 bulan di ruang Instalasi Rawat Inap I (IRNA I). Setelah dilakukan uji Chi-square, didapatkan hasil bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor demografi. Hubungan yang signifikan ditunjukkan dari faktor risiko dislipidemia (p<0,012) dan faktor risiko riwayat keluarga (p<0,009). Berdasarkan riwayat penyakit sebelumnya didapatkan hubungan yang signifikan yaitu nyeri dada sebelumnya (p<0,007) dan penyakit infark miokard sebelumnya (0,000). Faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi gejala nyeri dada kardiak iskemik pada pasien infark miokard akut ditentukan secara signifikan oleh faktor risiko dilipidemia, riwayat keluarga, nyeri dada sebelumnya dan infark miokard sebelumnya.Kata kunci: demografi, faktor risiko, riwayat penyakit sebelumnya, persepsi pasien
GETTING READY FOR EARTHQUAKE DISASTER WITH TABLETOP EXERCISE FOR DISASTER MANAGEMENT Ikhda Ulya; Bintari Ratih Kusumaningrum; Ika Setyo Rini
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.544 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2020.008.01.4

Abstract

Disaster is an event that can destruct the community living. Malang is a city which have an active seismic, that have high potential of earthquake. To reduce the risk or effect of disaster we need tabletop exercise for disaster management as a mitigation activity. The purpose of this study was to knowing the effect of tabletop exercise on staff readiness once deal with earthquake disaster. This study was quasy experimental with purposivesampling technique. We obtained 24 respondents from administrative staff of medical Faculty Universitas Brawijaya. They were devided into intervention group (n=12) dan control group (n=12). The readiness was measured with knowledge and attitude score pre and post table top exercise. Wilcoxon signed rank test showed that there were significant differences between score pre and post test of knowledge about disaster management in control group (p value= 0.033) and in intervention group (p value=0.005). Dependent Ttest showed that there were significant effect on attitude pre and post table top exercise for disaster management simulation (p value =0,001), but no significant effect in control group (p value =0.376). Independent T-test for attitude and mann whitney test showed that there is no difference between intervention and control group in attitude (p value= 0.318) and knowledge (p value =0.680). In conclusion there is significant effect of tabletop exercise to readiness of the staff medical faculty Universitas Brawijaya once deal withearthquake disaster. But there is no difference in both method of education
RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL OF DISASTER KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF LANDSLIDE DISASTER PREPAREDNESS IN VOLUNTEERS "KELURAHAN TANGGUH” IN MALANG CITY Ika Setyo Rini; Niko Dima Kristianingrum; Rizka Widyastikasari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.171 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2019.007.02.3

Abstract

Indonesia is located between the Eurasian Continent Plate, the Indian-Australian Plate and the Pacific Ocean Plate. It is passed through a series of Mediterranean Circuits and the Pacific Circum. The process of plate and volcanic activity results in natural disasters including landslides. Indonesia has 918 vulnerable location points that are spread in various parts of Indonesia which cause natural disasters in Indonesia to increase every year. BPBD of Malang Citymade a program “Kelurahan Tangguh” to improve community preparedness against disasters. The purpose of this study was to explore the relationship between landslide disaster preparedness knowledge andattitude on volunteers of “Kelurahan Tangguh” in KotaLama, Bandungrejosari and Polehan because these three villages experienced the most landslides during 2018. The design of this research is observational correlational analytic with cross sectional research. The research respondents were 39 volunteers in Kotalama, Bandungrejosari and Polehan with a total sampling method. Data were collected using a questionnaire to determine the level of knowledge and attitudes of preparedness. Data analysis used Spearman’s rank correlation test. The results of the study state that there is a relationship between the level of knowledge and attitudes of preparedness. There is a positive relationship between the level of knowledge with landslide preparedness attitudes (p = 0.000, α = 0.05), r = 0.610. There is a undirectional relationship between the level of knowledge and attitudes of preparedness for landslides. Health workers, especially nurses and other professionals can partner with BPBD to actively conduct education, motivation and various training for volunteer empowerment in disaster preparedness in Malang City
Design and Build Educational Vest for Cardiopulmonary Resucitation as an Emergency Treatment for Cardiac Arrest Agwin Fahmi Fahanani; Nabila Nur Fitriani; Ika Setyo Rini; Aurick Yudha Nagara; Sevito Fernanda Pambudi; Monifa Arini; Mohammad Fahri Ferdiansyah
Jurnal KARINOV Vol 5, No 2 (2022): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i2p75-79

Abstract

Prevalensi kejadian henti jantung yang tidak tertangani dengan adekuat terbilang besar. Menurut American Heart Association (AHA), dari 70% kasus henti jantung di luar rumah sakit, sebanyak 50% tidak diketahui oleh masyarakat sekitar sedangkan hanya 10,8% yang dapat bertahan hidup setelah dibawa ke layanan gawat darurat. Hal tersebut diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat awam terkait tindakan CPR/ resusitasi jantung paru. VECPRI (Vest with CPR Instruction) merupakan sebuah inovasi rompi yang didesain untuk orang awam melakukan CPR. Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa operasional rompi VECPRI telah sesuai dan memenuhi untuk dilakukannya high quality CPR. Selain itu, dari hasil uji subsistem EKG diperoleh akurasi sebesar 86,5% karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kata kunci— Henti Jantung, Resusitasi, Rompi Edukatif Abstract Prevalence of cardiac arrest cases that is not handled adequately are quite large. According to American Heart Association (AHA), there are 70% cases of out of hospital cardiac arrest where 50% isn’t known by people around the scene and only 10,8% survive after being taken to emergency service. This problem is due to the lack of people knowledge about Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR). VECPRI (Vest with CPR Instruction) is an innovative vest designed for non-medical people to perform CPR. The result of tests that have been carried out shows that the operation of VECPRI is appropriate and fulfill for high quality CPR. In addition, the EKG subsystem test obtained an accuracy of 86,5% because it is influenced by several factors. Keywords— Cardiac Arrest, Resuscitation, Educative Vest
INCREASING CLINICAL PRECEPTOR COMPETENCE THROUGH PRECEPTORSHIP METHOD TRAINING IN BANGIL HOSPITAL, PASURUAN REGENCY Sholihatul Amaliya; Rinik Eko Kapti; Muladefi Choiriyah; Efris Kartika Sari; Ikhda Ulya; Ika Setyo Rini
Caring : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): CARING Jurnal Pengabdian Masyarakat (Agustus 2022)
Publisher : Caring : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.caringjpm.2022.002.02.3

Abstract

The Preceptorship method facilitates students to develop their cognitive, affective, and psychomotor abilities. Through Preceptorship, clinical instructors/preceptors become role models as tutors, leaders, supervisors, and mentors for students. Furthermore, nursing staff who meet the qualifications of a preceptor need Preceptorship training. The Pasuruan District Hospital is one of the network hospitals where nursing students practice the nursing profession, and there are only a few preceptors have attended Preceptorship training. Therefore, it is necessary to conduct Preceptorship training for preceptors. This activity aims to achieve preceptor competence with the Preceptorship method. The respondents were health care staff from Bangil Hospital, such as nurses, midwives, nutritionists, radiographers, medical recorders clerks, and physical therapists. The activity included training for three days from 19-21 November 2019 by providing material, demonstrating, and simulating the Preceptorship method in several rooms at Bangil Hospital. The data collection to measure the level of knowledge used pre-test and post-test questionnaires, while for skills using observation in the implementation of simulations directly to students in the hospital room. Forty-seven respondents participating in this training were male (32%) and female (68%). The results of the level of knowledge were pre-test mean 47.74 and post-test 88.85 with p-value paired t-test results 0.001. Observation results show that the preceptor can practice the Preceptorship method well with students. In conclusion, this training activity increases the knowledge and skills of Preceptorship clinical education methods for preceptors.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN DO NOT RESUSCITATE (DNR) DI RUANG ICU RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Tia Asmetiasih; Retty Ratnawati; Ika Setyo Rini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.011 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.98

Abstract

Latar belakang : DNR merupakan satu tindakan yang belum lama dilegalkan di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Berdasarkan hasil wawancara pada analisa data sebelum lapang di ketahui bahwa selama melakukan perawatan pada pasien yang didiagnosa DNR perawat mengalami empati dan perasaan bersalah, perawat juga memiliki pengalaman kegagalan komunikasi kepada pihak keluarga sehingga pernah pula mendapatkan penolakan dari keluarga, dan partisipan mengatakan bahwa pasien DNR di RS tersebut tidak diberikan perlakuan khusus terkait kunjungan karena pasien dengan DNR belum berhak ditemani keluarganya selama 24 jam setiap harinya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam merawat pasien dengan  DNR di ruang ICU RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro KlatenMetode : Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Peneliti melakukan wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara yang berisi pertanyaan semi terstruktur dengan melibatkan 5 orang perawat di ruang ICU RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Data yang sudah terkumpul dianalisa menggunakan analisis tematik menggunakan pendekatan Braun and Clarke. Hasil : Penelitian menghasilkan 10 tema yaitu (1) kesesuaian penerapan prosedur DNR, (2) sumber informasi DNR inadekuat, (3) penolakan labelling, (4) strategi penerimaan labeling, (5) kompleksitas eksistensi hak keluarga-pasien, (6) perawatan bermartabat, (7) dilema psikis, (8) empati, (9) inkonsistensi iklim kolaborasi, (10) perlindungan legalitas.Kesimpulan : DNR merupakan satu tindakan yang tidak mudah untuk diputuskan. Banyak faktor yang terkait dengan keputusan DNR. Informasi DNR yang dimiliki perawat haruslah adekuat agar keputusan tindakan DNR dilakukan dengan tepat. Adanya penolakan labelling oleh keluarga, empati dan dilema yang dirasakan perawat, iklim kolaborasi inkonsisten, ternyata tidak mengahalangi perawat untuk tetap mendapatkan perawatan bermartabat dengan tetap melihat kompleksitas eksistensi hak pasien-keluarga. Hal yang lebih penting lagi adalah bahwa setiap keputusan yang diambil haruslah dilegalkan dalam bentuk dokumentasi dan saksi diperlukan sebagai penguat jaminan perlinduungan legalitas. Kata kunci: fenomenologi, DNR
GLASGOW COMA SCALE (GCS), TEKANAN DARAH DAN KADAR HEMOGLOBIN SEBAGAI PREDIKTOR KEMATIANPADA PASIEN CEDERA KEPALA S Sumarno; Moch. Hidajat; Ika Setyo Rini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 12, No 3 (2016): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v12i3.162

Abstract

The number of incidence and mortality of patients with traumatic brain injury (TBI) is high, so it is called for better service, on the other hand healthcare care facilities, particularly bed of intensive care unit (ICU) limited. So often the hospital should perform a selection against patients. Mortality predictors can be used as tool for selection. The aims of this research is to gain a predictive model of mortality in isolativeTBI patients using a standardized examination in Emergency Department. Design of this study is a observational study with prospective approach. Respondents totaled 49 person byconsecutive sampling.The results of this research show that there is a correlation between all the independence variables with mortality of the patient.GCS (p<0,001, r=0,732), TDS (p=0,005, r=0,420), MAP (p=0,005, r=0,429), Hb (p=0,048, r=0,272). The result of logistic regression showed that GCS is the most dominant factor related to patient mortality is GCS (p=0,002, correlation coefisient = - 0,906). Keywords : Traumatic brain injury, mortality predictor, GCS, components of GCS
OBESITAS TIDAK HANYA DITENTUKAN OLEH PERILAKU MELEWATKAN SARAPAN (SKIPPING BRAKFAST) PADA ANAK : OBESITY IS NOT ONLY DETERMINED BY THE BEHAVIOR OF SKIPPING BREAKFAST IN CHILDREN Setyoadi; Marina Sandy, Fitria; Setyo Rini, Ika; Sartika Lestari Ismai, Dina Dewi
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i2.34843

Abstract

Pendahuluan: Melewatkan sarapan berhubungan dengan kualitas pola makan yang buruk, indeks masa tubuh yang lebih tinggi, dan hasil kardiometabolik yang lebih buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku melewatkan sarapan dengan kejadian obesitas pada anak. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas 1 sampai kelas 6. Variabel dalam penelitian ini adalah perilaku melewatkan sarapan dan status nutrisi yang diukur menggunakan Student Breakfast Questionnaire (SBQ) dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) yang diukur menggunaan timbangan berat badan, dan pengukur tinggi badan (microtoise). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 208 responden yang diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Analisa data penelitian menggunakan SPSS versi 21yaitu Spearman rank test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebagian besar (55,3%) responden sarapan setiap hari. Sebanyak 53,8% responden memiliki berat badan kategori “normal” yang dapat diketahui melalui pengukuran IMT. Hasil uji Spearman rank menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara melewatkan sarapan dengan kejadian obesitas (n=208;p= 0,524;α=0,05). Kesimpulan: Sarapan pada anak usia sekolah dasar pada umumnya dilakukan, tetapi masih ditemukan tidak secara teratur sarapan setiap hari. Sangat penting untuk menciptakan kesadaran di kalangan siswa sekolah dan memotivasi mereka untuk sarapan secara teratur.