Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

CENTRAL OBESITY AS A RISK FACTOR FOR TYPE 2 DIABETES MELLITUS. Rambe, Ismatul Fauziah; Fellani, Brizelia Fellani; Octavia, Meta; Salsabila, Shafa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v15i1.451

Abstract

Central Obesity, Characterized By The Accumulation Of Fat Around The Abdomen, Has Been Increasingly Recognized As A Significant Risk Factor For Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM). This Systematic Review Aims To Evaluate Between Central Obesity And The Incidence Of T2DM. A Literature Search Was Conducted In July 2025 Using Databases Such As Pubmed, Google Scholar, And Ebsco. The Inclusion Criterias Are: Studies Published In The Last 10 Years, Available In Full Text, And Accessible For Free. Five Relevant Studies Were Reviewed And Synthesized. The Results Consistently Show That Indicators Of Central Obesity, Including Waist Circumference, Waist-To-Hip Ratio, Weight-Adjusted Waist Index (WWI), And Triglyceridemic Waist Phenotype, Are Strongly Associated With The Risk Of T2DM, Outperforming General Obesity Metrics Like BMI. The Visceral Fat Accumulation Plays A Critical Role In Insulin Resistance And Metabolic Dysfunction. These Results Draw Attention To The Value Of Central Obesity Measurements As Essential Components Of Early Detection And Prevention Strategies Aimed At Combating The Global Diabetes Burden.
"ADOBO DIPLOMACY": LANGKAH BARU GASTRODIPLOMASI FILIPINA Salsabila, Shafa
Multikultura Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastrodiplomacy is a popular instrument in today's cultural diplomacy. This gastronomic diplomacy was first implemented by Thailand through the "Global Thai" program, which successfully introduced Thai cuisine and culture to the international community. Among ASEAN countries, the Philippines is one that currently engages in gastronomic diplomacy, led by adobo as a staple dish. This study examines the Philippines' efforts to conduct gastronomic diplomacy through the lens of gastrodiplomacy theory. This study uses a qualitative method and draws on a literature review of journal articles, books, news, and social media. In 2025, the Philippines will intensify its efforts in conducting gastronomic diplomacy, especially with countries with which it has established close relations, such as South Korea, Vietnam, Bangladesh, and Australia. This gastronomic diplomacy is referred to as "Adobo Diplomacy" because adobo is the primary food promoted by the Philippine government in diplomatic contexts. The results of this study indicate that the Philippines' gastronomic diplomacy efforts align with the practical methods identified by Rockower (2020) following a literature review of previous studies.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kedisiplinan Siswa Kelas IV di SD N 1 Penyangkringan Salsabila, Shafa; Arisyanto, Prasena; Wardana, M. Yusuf Setia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8j7cb886

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya permasalahan kedisiplinan siswa kelas IV di SD N 1 Penyangkringan, seperti datang terlambat, tidak mengerjakan tugas, tidak melaksanakan piket kelas, serta kurang mematuhi tata tertib sekolah. Permasalahan tersebut diduga berkaitan dengan perbedaan pola asuh yang diterapkan orang tua di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa dan menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan kedisiplinan siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas IV, siswa, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan member check. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa secara umum tergolong cukup baik, meskipun masih ditemukan beberapa pelanggaran ringan. Pola asuh demokratis menjadi tipe yang paling dominan dan terbukti paling efektif karena mampu menyeimbangkan aturan, pengawasan, komunikasi dua arah, serta pemberian tanggung jawab kepada anak, sehingga menghasilkan kedisiplinan berbasis kesadaran internal. Sebaliknya, pola asuh otoriter cenderung melahirkan kepatuhan semu berbasis ketakutan, sedangkan pola asuh permisif berkorelasi negatif terhadap kontrol diri siswa. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar orang tua lebih mengoptimalkan pola asuh demokratis dan menjalin komunikasi kolaboratif dengan pihak sekolah guna menyelaraskan pembiasaan disiplin di rumah dan di sekolah.