Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Status Gizi, Kadar Albumin, Asupan Energi, dan Protein dengan Lama Hari Rawat pada Pasien Pneumonia: (Studi di Ruang Paru RSUD Brigjend. H. Hasan Basry Kandangan) Prakoso, Ibnu; Magdalena; Anwar, Rosihan
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1602

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi, kadar albumin, asupan energi, dan asupan protein dengan lama hari rawat pasien pneumonia di Ruang Paru RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 41 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-November 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri, dan studi dokumentasi rekam medis. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berstatus gizi sangat kurus (41,5%), memiliki kadar albumin rendah (70,7%), asupan energi defisit berat (31,7%), dan asupan protein defisit berat (41,5%), serta mengalami lama hari rawat yang panjang (78,0%). Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, kadar albumin, asupan energi, dan asupan protein dengan lama hari rawat (p = 0,001 < α). Kesimpulannya, keempat faktor tersebut berhubungan erat dengan lama hari rawat pasien pneumonia sehingga intervensi gizi diperlukan untuk mempercepat penyembuhan. Disarankan agar dilakukan skrining status gizi dan pemberian intervensi gizi secara tepat sejak awal perawatan sebagai bagian dari tatalaksana pasien pneumonia.
Hubungan Impresi Cita Rasa Makanan dan Motivasi Makan terhadap Sisa Makanan pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Ratu Zalecha Martapura Putri, Windi Anggi Tiara; Magdalena; Dewi, Zulfiana; Yanti, Rusmini
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.925

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan berisiko menimbulkan komplikasi. Menurut profil kesehatan Kabupaten Banjar, kasus diabetes melitus di Kabupaten Banjar selama 3 tahun terakhir menempati urutan ke-2 dari 10 penyakit terbanyak tidak menular di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara impresi cita rasa makanan dan motivasi makan terhadap sisa makanan pada pasien Diabetes Mellitus di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional, menggunakan populasi seluruh pasien DM dengan sampel 39 orang, dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 – November 2025. Data karakteristik responden, impresi makanan, motivasi makan, dan sisa makanan dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan virtual comstock selama 2 hari. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sisa makanan rendah (56,4%), impresi cita rasa makanan puas (56,4%), dan motivasi makan baik (92,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara impresi cita rasa makanan dengan sisa makanan (p = 0,001 < α). Terdapat juga hubungan yang signifikan antara motivasi makan dengan sisa makanan (p = 0,04 < α). Impresi cita rasa makanan dan motivasi makan berhubungan dengan sisa makanan, sehingga diharapkan responden dapat meningkatkan kepuasan terhadap cita rasa makanan dan motivasi makan untuk mengurangi sisa makanan yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.
Efektivitas Metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) dan Daily Log dalam Menganalisis Beban Kerja di Penyelenggaraan Makanan Instalasi Gizi RSUD dr. H. Moch. Ansari saleh Banjarmasin Nuzulurrohmana, Yunda; Dewi, Zulfiana; Magdalena; Hariati, Niken Widyastuti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1658

Abstract

Ketidakseimbangan beban kerja tenaga gizi berdampak pada mutu pelayanan. Instalasi Gizi RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin menggunakan dua perhitungan yang berbeda sehingga gambaran kebutuhan beban kerja belum menyeluruh. Penelitian ini menganalisis efektivitas metode WISN dan Daily Log dalam menganalisis beban kerja di penyelenggaraan makanan dengan Time Motion Study sebagai gold standard. Jenis penelitian ini adalah analitik komparatif cross-sectional terhadap 45 tenaga menggunakan triangulasi data. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan ICC. WISN menunjukkan kebutuhan 51 tenaga, tiga jabatan manajerial tepat (rasio=1,0), Pengawas Pengolah Makanan berlebih (rasio=0,77), Pranata Jamuan dan Pramubakti kekurangan (rasio 1,25 dan 1,42). Daily Log menghasilkan 66 tenaga (29% lebih tinggi), seluruh kategori kekurangan. Time Motion menunjukkan kebutuhan 45 tenaga dengan pola serupa WISN. WISN tidak berbeda signifikan dengan Time Motion, Daily Log berbeda signifikan. Metode WISN lebih efektif karena menghasilkan estimasi akurat dan konsisten. Diperlukan evaluasi untuk mengatasi ketidakseimbangan beban kerja.
The Relationship Between Dietary Patterns, Nutritional Knowledge, and Early Marriage With the Incidence of Chronic Energy Deficiency Among Pregnant Women Asnawati; Yanti, Rusmini; Nurhamidi; Magdalena
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v8i1.288

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers that remains prevalent and can be influenced by factors starting from pregnancy until the child’s history of illness. This study aimed to determine the relationship between low birth weight (LBW), maternal nutritional status during pregnancy, and history of infectious diseases with the incidence of stunting among toddlers aged 6–59 months in the work area of UPTD Puskesmas Wanaraya. This research used an analytic observational method with a cross-sectional design. The study population consisted of 727 toddlers, with a total sample of 125 toddlers selected using proportionate sampling. The dependent variable was stunting incidence, while the independent variables were LBW, maternal nutritional status during pregnancy (CED based on MUAC), and infectious disease history (illness within the last month). Data were analyzed using the Spearman Rank test with α = 0.05. The results showed that 44.8% of toddlers were stunted and 55.2% were not stunted. Toddlers with a history of LBW were 9.6%, mothers with CED history during pregnancy were 35.2%, and toddlers with a history of infectious diseases were 47.2%. Statistical analysis indicated no relationship between LBW and stunting (p = 0.325), and no relationship between maternal nutritional status during pregnancy and stunting (p = 0.631). However, there was a relationship between infectious diseases and stunting (p = 0.018). It is expected that parents improve prevention and management of infectious diseases in toddlers to reduce the risk of stunting.