Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN ANATOMI FISIOLOGI KELAS X DI SMK NEGERI 2 JOMBANG WULANDARI, NILA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan sintak, aktivitas siswa, peningkatan hasil belajar dan respon siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran Anatomi Fisiologi kelas X di SMK Negeri 2 Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan mengikuti desain penelitian model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Tata Kecantikan SMK Negeri 2 Jombang sejumlah 28 siswa dan 3 observer. Data dikumpulkan menggunakan observasi untuk keterlaksanaan sintak dan aktivitas, tes untuk hasil belajar, angket untuk respon dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Siklus I dari hasil observasi keterlaksanaan sintak secara keseluruhan mendapat kategori baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan 3,63. Aktivitas siswa rata-rata persentase keseluruhan sebesar 89% , Hasil belajar siswa secara individual yang memperoleh nilai ? 75 sebanyak 6 siswa (21%), sedangkan 22 siswa (79%) mendapat nilai ?75. Hasil belajar secara klasikal bahwa 21% siswa dinyatakan Tidak Tuntas, Respon siswa termaksud dalam kategori sangat baik dengan persentase yang diperoleh secara keseluruhan 88% . Siklus II dari hasil observasi keterlaksanaan sintaks rata-rata keseluruhan sebesar 3,93 kategori sangat baik. Aktivitas siswa dengan rata-rata persentase keseluruhan 95% kategori sangat baik, hasil belajar siswa mengalami peningkatan, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 84,4 serta nilai secara individual 100% dinyatakan tuntas, respon siswa termaksud dalam kategori sangat baik, dengan persentase yang diperoleh secara keseluruhan 98% pada siklus 2. Kata Kunci: kooperatif, stad, hasil belajar
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KONSUMEN PADA BODY SPA DENGAN KOSMETIKA BERBAHAN GREEN TEA DI ALESYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA SYAFIRA PRAMESWARI, MARISTANIA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen pada perawatan body spa dengan kosmetika berbahan green tea di Alesya Salon dan Spa Muslimah Surabaya, dengan 3 aspek, yaitu faktor budaya, faktor pribadi, dan faktor sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor budaya terdiri dari unsur melestarikan budaya, ritual, norma dan tradisi, dan agama, berpengaruh sebesar 21% yang artinya berkategori rendah. Faktor pribadi terdiri dari unsur usia, bakat, jenis kelamin, gaya hidup, perbedaan pekerjaan, ekonomi dan kepuasan pelayanan jasa, berpengaruh sebesar 58%, yang artinya berkategori sedang. Faktor sosial terdiri dari unsur keluarga, tempat tinggal/lingkungan, pergaulan/kelas sosial, dan pendidikan, berpengaruh sebesar 38% yang artinya berkategori rendah. Faktor pribadi berpengaruh yang paling tinggi terhadap minat konsumen pada perawatan body spa dengan kosmetika berbahan green tea di Alesya Salon dan Spa Muslimah Surabaya, diikuti oleh faktor sosial, dan yang paling rendah adalah faktor budaya. Kata Kunci: body spa, green tea, minat konsumenAbstractThis study aims to search factors that influence consumer interest in body spa with-based cosmetics green tea at Alesya Salon and Spa Muslimah Surabaya. The research method is quantitative descriptive. Data analysis techniques use a descriptive statistic. The results of the research that cultural factors consist of elements of preserving culture, rituals, norms and traditions, and religion, affecting 21% which means low category. Personal factors consist of age, talent, gender, lifestyle, job differences, economy and service satisfaction, affecting 58%, which means that it is in the middle category. Social factors consist of elements of family, place of residence/environment, social/social class, and education, affecting 38% which means low category. Personal factors have the highest affect on consumer interest for body spa treatments with cosmetics based green tea in Alesya Muslimah Salon and Spa Surabaya, followed by social factors, and the lowest is cultural factor. Keywords: body spa, consumer interest, green tea
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR-CHECK PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA DWI SUSANTI, WHIKA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Model pembelajaran kooperatif tipe pair check merupakan model pembelajaran yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan. Model ini juga melatih tanggung jawab sosial siswa, kerjasama, dan kemampuan memberi penilaian. Tujuan penelitian ini 1) mengetahui keterlaksanaan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe pair check pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check, 3) mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check, 4) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check. Jenis penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research dilakukan di kelas X Kecantikan 1 SMK Negeri 3 Kediri dengan 35 siswa yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar dan angket. Data yang diperoleh dalam penelitaian ini berupa data kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Keterlaksanaan sintaks pembelajaran pair check pada siklus I diperoleh rata-rata 3.42 (sangat baik), sedangkan pada siklus II 3.74 (sangat baik). Aktivitas siswa mencapai rata-rata 79,35% (baik) pada siklus I, dan siklus II dengan rata-rata aktivitas siswa mencapai 93,62%( sangat baik). Hasil belajar siswa pada siklus I scara klasikal 82,86% dinyatakan tuntas dan pada siklus II secara klasikal 100% dinyatakan tuntas. Hasil respon siswa pada siklus II mencapai 93,6% (sangat baik). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terjadi peningkatan dari siklus I ke Siklus II pada keterlaksanaan sintaks pembelajaran pair check meningkat 0,29, aktivitas siswa meningkat 14,27%, dan hasil belajar siswa meningkat 17,14%. Kata Kunci : Model Pembelajaran Pair Check, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Abstract: Cooperative learning of Pair Check is a learning model that demands the independence and ability of the student in resolving the issue. This model is also to train the students social responsibility, cooperation, and the ability to give an assessment. The purpose this research 1) knowing the syntax of cooperative learning model of pair check on the competency base of applying safety, 2) knowing the activities of students during the learning process using a model of learning pair check, 3) know the learning outcomes student after participating in cooperative learning pair check, 4) know the response of the students towards learning using learning pair check. The type of research used in this research is the Research Action class or Classroom Action Research conducted in class X Beauty 1 SMK Negeri 3 Kediri with 35 students was implemented in 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection methods used are observation, tests the research results of the study and the now. Data obtained in this in the form of quantitative data and analyzed are descriptive. The results showed that: realization learning pair syntax check on cycle I obtained mean 3.42 (very good), while on cycle II 3.74 (very good). The activity of students achieved mean 79.35% (good) on the cycle I and cycle II with an average student activity achieved mean 93.62%(very good). The results of student learning on a cycle I classical 82.86% expressed satisfaction and cycle II in classical 100% expressed satisfaction. The results of student response in cycle II reached 93.6% (very good). Based on the results of the study, there was an increase from cycle to Cycle I and II on realization learning pair check syntax increased 0.29, student activities improved 14.27% , student learning outcomes and increased 17.14%. Keywords: Model of learning Pair Check, Activities and Student Learning Outcomes
PENCIPTAAN HAIR ORNAMENT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RAMBUT UNTUK PENATAAN RAMBUT FREE STYLE OEMARYOGA, CHINDRAKASIH; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENCIPTAAN HAIR ORNAMENT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RAMBUT UNTUK PENATAAN RAMBUT FREE STYLE Nama : Chindrakasih Oemaryoga NIM : 13050634003 Program studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Limbah rambut dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan hair ornament untuk penataan rambut free style. Penelitian inibertujuan untuk (1) mencipta hair ornament berbahan limbah rambut berdasarkan prinsip desain, dan untuk (2) mengetahui tanggapan panelis mengenai hasil jadi bentuk hair ornament berbahan limbah rambut pada penataan rambut free style. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data yang dikumpulan menggunakan lembar observasi yang melibatkan 30 observer. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) limbah rambut dengan berbagai macam kondisi, diantaranya rambut lurus, rambut keriting dan rambut yang telah melalui proses pewarnaan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hair ornament. Kondisi limbah rambut yang dinilai tidak layak untuk digunakan adalah damage hair atau rambut yang rusak karena treatment tertentu, serta rambut dengan panjang kurang dari 2 cm, dan(2)hair ornament yang memperoleh tanggapan positif oleh panelis adalah hair ornament A1, yang memiliki rata-rata nilai meliputi aspek kesatuan (2,83), aspek keseimbangan (2,83), aspek irama (2,83), aspek pusat perhatian (2,83), aspek kontras (2,67) dan aspek proporsi (2,9). Hair ornament A1 dengan panjang 28 cm dinilai memiliki proporsi ukuran yang sesuai dengan bentuk penataan rambut dan pemakainya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah rambut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hair ornament untuk penataan rambut free style, dan ukuran hair ornament yang dianggap sesuai adalah dari ukuran panjang wajah pemakainya. Kata kunci: hair ornament, limbah rambut, free style.
MINAT KONSUMEN TERHADAP NAIL ART HALAL DI COUNTER HALAL NAIL GRESIK DONASAGITA, AMELLIA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK MINAT KONSUMEN TERHADAP NAIL ART HALAL DI COUNTER HALAL NAIL GRESIK Nama : Amellia Donasagita NIM : 14050634016 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah M.Kes Perkembangan dunia kecantikan semakin berkembang, terdapat berbagai macam produk yang hadir dalam kosmetik perawatan. Salah satunya dengan perawatan kuku, muslimah hanya menggunakan nail art pada saat ?halangan? atau sedang menstruasi, dengan adanya inovasi baru yaitu nail art halal atau kuteks ?wudhu-friendly?, nail art kaum wanita yang beragama Islam dapat menggenakan cat kuku setiap harinya, dikarenakan nail art halal terbuat dari bahan polimer istimewa yang dapat tembus udara dan mempunyai pori-pori yang dapat menembus air, sehingga pada saat wudhu air masuk ke pori-pori cat kuku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang minat konsumen terhadap nail art halal di counter halal nail Gresik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cara teknik pengumpulan data wawancara, sebar kuesioner/ angket, dan dokumentasi. Pengambilan data wawancara di Counter halal nail terhadap 50 responden. Hasil penelitian adalah minat konsumen terhadap nail art halal dapat diliat dari faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologi. (1) Faktor budaya meliputi 2 unsur yaitu unsur melestarikan budaya dan agama yang mempengaruhi responden untuk melakukan perawatan nail art halal dengan memilih cukup setuju pada unsur melestarikan budaya dengan presentase tertinggi yaitu sebesar 80%. (2) Faktor sosial mempengaruhi minat konsumen dalam pemilihan nail art halal karena rekomondasi teman, keluarga dan tempat tinggal, unsur yang paling tinggi adalah unsur keluarga yaitu presentase setuju sebesar 52% (3) Faktor pribadi yang terdiri dari 5 unsur yaitu unsur minat, usia, pekerjaan,ekonomi dan gaya hidup yang mempengaruhi minat konsumen dari presentase yang tertinggi adalah unsur gaya hidup yaitu setuju presentase 60%. (4) Faktor psikologi dinyatakan berperan penting sangat mempengaruhi minat konsumen terhadap nail art halal adalah di counter halal nail terbukti baik dalam pelayanan dan profesional yaitu presentase tertinggi yaitu pada unsur presepsi yaitu presentase sangat setuju sebesar 72%. Semua faktor mempengaruhi minat konsumen terhadap nail art halal di counter halal nail Gresik dengan perolehan nilai presentase tertinggi adalah pada faktor budaya unsur melestarikan budaya. Kata kunci : Minat konsumen, Nail art halalABSTRACTCONSUMER INTEREST ON HALAL ART NAIL IN HALAL NAIL GRESIK COUNTER Name : Amellia DonasagitaNIM : 14050634016Study Program : S1 Undergraduate Education CosmetologyDepartment : PKKFaculty : EngineeringInstitution : Universitas Negeri SurabayaAdvisor : Dr. Maspiyah M. Kes The development of the world of beauty growing, there is a wide range of products are present in cosmetic treatments. One of them with nail care, nail art using only a Muslim at a time when "hitch" or is menstruating, a new innovation that is halal or nail art kuteks "user-friendly" ablution, nail art a Muslim women can paint menggenakan Nail Polish every day, because the nail art halal made from a special polymer that can be translucent and has pores that can penetrate water, so at the moment the ablution water enters into the pores of the nail polish. This research aims to find out about consumer interest against nail art nail in the halal halal counter Gresik. Type of this research is a descriptive quantitative data collection techniques by means of interviews, questionnaires spread/question form, and documentation. Data retrieval interview in kosher Counter nail against 50 respondents. The research results are of interest consumers against halal nail art can diliat from the cultural factors, social, personal and psychological. (1) cultural factors include 2 elements i.e. the elements of preserving culture and religion influence the respondent to do nail art kosher to pick enough to agree on elements of preserving culture with the highest percentage of IE of 80%. (2) Social Factors affect the consumer interest in the selection of nail art lawful because the rekomondasi friends, family and a place to live, the most high elements are elements family i.e. percentage agree of 52% (3) personal Factors which consists of 5 elements that is the element of interest, age, employment, economy and lifestyle that affect the consumer interest is the highest percentage of elements of the lifestyle that is a percentage of 60% agreed. (4) psychological Factors stated instrumental greatly affect consumer interest against the nail art is lawful in the proven nail kosher counter in both the professional services and that is the highest percentage in presepsi elements i.e. the percentage of the very agree of 72%. All factors affecting consumer interest against halal in nail art nail Gresik kosher counter with the highest percentage of the value of the acquisition is on preserving cultural elements of cultural factors. Keywords: Consumer interest, Halal nail art
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR PERAWATAN KULIT KEPALA DAN RAMBUT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MEDIA VIDEO NINDYA NINGTYAS HUTAMI, LAKSHITA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran langsung dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural sehingga membantu siswa mempelajari keterampilan dasar. Tujuan penelitian ini: 1) mengetahui keterlaksanaan sintaks model pembelajaran langsung dengan media video, 2) mengetahui aktivitas siswa, 3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, dan 4) mengetahui respon siswa pada penerapan model pembelajaran langsung dengan media video pada kompetensi dasar perawatan kulit kepala dan rambut di SMKN 2 Jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan subyek siswa kelas X Kecantikan 2 SMK Negeri 2 Jombang sebanyak 27 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar dan angket. Hasil penelitian pada menunjukkan: 1) keterlaksanaan sintaks model pembelajaran langsung dengan media video mendapatkan nilai rata-rata 35,67 (sangat baik), 2) aktivitas siswa pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 89% (sangat baik) dan pada siklus II mendapatkan 97% (sangat baik), 3) hasil belajar siswa pada siklus I terdapat siswa yang tidak tuntas sebanyak 11 siswa dengan nilai rata-rata 76,2 dan pada siklus II memiliki nilai rata-rata 81,6 dengan ketuntasan 100%, 4) respon siswa mendapat presentase sebesar 90% (sangat baik). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terjadi peningkatan pada aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 8%, dan hasil belajar siswa sebesar 5,4. Kata kunci: penerapan model pembelajaran langsung, media video.
PELATIHAN KETERAMPILAN MEMBUAT HEADPIECE UNTUK PENATAAN SANGGUL DAN HIJAB DI PONDOK PESANTREN MANBA’UL HIKAM TANGGULANGIN SIDOARJO IZZA AL HAKIM, AMILA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan pelatihan membuat headpiece, 2) aktivitas peserta pelatihan membuat headpiece, 3) hasil keterampilan peserta pelatihan membuat headpiece, dan 4) respon peserta pelatihan keterampilan membuat headpiece. Jenis penelitian ini yaitu pre experimental design dengan rancangan penelitian One Shoot Case Study. Subyek penelitian ini yaitu 20 santri Pondok Pesantren Manba?ul Hikam Tanggulangin Sidoarjo. Metode Pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi untuk mengumpulkan data keterlaksanaan pelatihan dan aktivitas peserta pelatihan, metode tes peserta untuk mengumpulkan hasil keterampilan, dan metode angket untuk respon peserta. Teknik analisis data menggunakan Statistik Deskriptif Kuantitatif menggunakan rumus rata-rata untuk keterlaksanaan, persentase untuk aktivitas dan respon peserta, rata-rata untuk hasil tes keterampilan membuat headpiece. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Keterlaksanaan pelatihan membuat headpiece didapatkan nilai rata-rata 3,8 dengan kriteria sangat baik, 2) Aktifitas peserta pelatihan sebesar 94,2% dengan kriteria sangat baik, 3) Hasil membuat headpiece mendapatkan nilai rata-rata mencapai 81,01 dengan kriteria baik, dan 4) Respon peserta pelatihan Ponpes Manba?ul Hikam pada pelatihan, menyatakan hand out mudah dipahami, pelatihan membuat headpiece merupakan hal baru, membuat headpiece merupakan suatu keterampilan yang tidak sulit dikerjakan, metode demonstrasi dapat membantu dalam melakukan praktik, pelatih menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami, dengan rata-rata 93% dalam kategori sangat baik. Kata Kunci : Pelatihan, Headpiece, Pondok Pesantren Manba?ul Hikam. ABSTRACT The purpose of this study was to find out 1) the implementation of the training in making a headpiece, 2) the activity of the trainees making a headpiece, 3) the results of the skills of the training participants in making a headpiece, and 4) the response of the headpiece skills training participants. Type of this study were pre experimental design with one shoot case study design. The subject of this study were 20 santri boarding schools in Manba?ul Hikam Tanggulangin Sidoarjo. Data collected by observing, test, and questionaire method. Data analysis technique used were statistic deskriptif kuantitatif using formulas the average for training management, the percentage for the activity and response participants , the average for the results of the skill test for making a headpiece. The result of this study showed that 1) the implementation of management training in making a headpiece obtained an average value of 3,8 with very good criteria, 2) The percentage score aimed from activity of the participants were 94,2%, 3) The average score of participant skill 81,01 and 4) Response of participants at Manbaul Hikam of training , said hand out understandable , training make a headpiece was something new, make a headpiece is a skill that is not hard work, the demonstration can help to practice, coach given the lectures well and comprehensible , were 93% in a category very good. Keywords : Training, Headpiece, Manba?ul Hikam Islamic Boarding School.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PERAWATAN KULIT WAJAH (FACIAL) HIPERPIGMENTASI MELALUI PELATIHAN PADA IBU-IBU ANGGOTA AISYIYAH RANTING KALITENGAH KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO KALUNI INDAH KUSUMA, MAHESTINING; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perawatan kulit wajah merupakan suatu kinerja yang memiliki tujuan untuk membersihkan kulit, menutrisi kulit dan menghilangkan secara bertahap sel-sel kulit wajahh yang sudah mati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk 1) Mengetahui keterlaksana pelatihan, 2) Aktivitas peserta pelatihan,3) Peningkatan keterampilan dan 4) Respon peserta pelatihan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental design dengan menggunakanp rancangan one grop pre-test post-test design. Subjek penelitian ini adalah anggota Aisyiyah sebanyak 30 orang peserta. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data dengan observasi, test dan angket. Analisa penelitian data pada penelitian ini menggunakan deskriptif dan uji-t berpasangan dengan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pelatihan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual memberi hasil rata-rata 3,93 mendapat kriteria penilaian sanggat baik. Aktivitas peserta menunjukkan hasil keseluruhan 3,79 mendapat kriteria penilaian sangat aktif. Peningkatan keterampilan peserta menunjukkan bahwa meningkatnya keterampilan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual melalui pelatihan dengan nilai signifikan 0,000 (P ? 0,005). Hasil respon siswa menunjukan 96% merupakan sangat baik. Kata Kunci : Perawatan kulit wajah, Hierpigmentasi. Abstract Facial skin care is an action that has the goal to clean the skin of the face, nourish the skin and gradually eliminate the dead skin cells of the face. The objectives of this study were to 1) Know the feasibility of training, 2) Activity of trainees, 3) Enhancementt of skiills and 4) Responsee of training participantsp to hyperpigmented facial skin care manually. This type of research is pre-experimental design using the one grop pre-test post-test design. The subjects of this study were 30 members of Aisyiyah. The techniquel used in retrieving datal usesl observation, tests and questionnaires. Analysis of research data in thisl study used descriptive and t-test paired with SPSS 25. The result showedp that thep implementation of manual hyperpigmentation facial skin care training showed an average score of 3.93 that the evaluation criteria were good. Participant activities showed an average yield of 3.79 which received very good assessment criteria. Increased skills of participants showed that there was an increase in the skillsop of afacial hyperpigmentation facial nurses manually through training with a significance value of 0,000 (t table ? 0.005). The results of student responses showed 96% were very good criteria. Keywords: Facial, Hyperpigmentasi
PENGARUH PROPORSI KULIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM) DAN KULIT JERUK KEPROK(CITRUS RETICULATE) TERHADAP SIFAT FISIK SERBUK FACE SCRUB BERBAHAN DASAR TEPUNG BERAS KUSNIA, NAIM; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kulit kentang dan kulit jeruk keprok merupakan bagian dari buah yang banyak dibuang oleh masyarakat.Kulit kentang dan jeruk memiliki khasiat sebagai antioksidan untuk kulit dan bisa dimanfaatkan dalam bentuk face scrub. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh proporsi tepung kulit kentang dan tepung kulit jeruk terhadap hasil jadi Face scrub meliputi aroma, tekstur, daya lekat, warna, dan kesukaan panelis dan mengetahui proporsi face scrub yang baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tata Rias Universitas Negeri Surabaya. Perlakuan penelitian ini yaitu proporsi tepung kulit kentang dan tepung kulit jeruk keprok, proporsi yang digunakan (kulit kentang: kulit jeruk keprok) yaitu X1= (6:1), X2= (5:2), X3= (4:3), X4= (3:4). Variabel terikatnya meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat dan tingkat kesukaan panelis terhadap face scrub. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan lembar observasi oleh 30 orang panelis. Analisis data yaitu dengan uji Anava Tunggal dan Uji Duncan dengan bantuan program SPSS 20. Berdasarkan hasil uji Anava tunggal menunjukkan bahwa terdapat pengaruh proporsi tepung kulit kentang dan kulit jeruk keprok terhadap sifat fisik face scrub aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Hasil uji Duncan face scrub beraroma kulit buah jeruk cukup tajam, berwarna coklat kekuningan, bertekstur kasar, mempunyai daya lekat dan sangat disukai panelis. Proporsi face scrub terbaik adalah X3=(4:3). Abstract Potato skin and orange peel are part of the fruit that many people throw away. Potato skin and oranges have properties as antioxidants for the skin and can be used in the form of face scrubs. The purpose of this study was to analyze the effect of the proportion of potato skin flour and orange peel flour on the results of Face scrubs including aroma, texture, stickiness, color, and preference of panelists and to know the proportion of good face scrubs. This type of research is an experiment. This research was carried out at the Surabaya State University Makeup Laboratory. The treatment of this study is the proportion of potato skin flour and tangerine skin flour, the proportion used (potato skin: tangerine peel), namely X1 = (6: 1), X2 = (5: 2), X3 = (4: 3), X4 = (3: 4). The dependent variable includes aroma, color, texture, stickiness and the level of preference of the panelists for face scrubs. The method of data collection is using an observation sheet by 30 panelists. Data analysis is by testing the Single Anova and Duncan Test with the help of the SPSS 20 program. Based on the results of a single ANOVA test showed that there was an effect of the proportion of potato skin flour and orange peel on the physical properties of face scrub, namely aroma, color, texture, stickiness, and preference of panelists. Duncans test results on face scrubs with citrus fruit scents are quite sharp, yellowish-brown, coarse textured, have sticky power and are highly favored by panelists. The best proportion of face scrubs is X3 = (4: 3). Keywords: Potato skin, Orange skin, face scrub, physic properties.
KEMAMPUAN MERIAS KARAKTER PENARI THENGUL MELALUI PELATIHAN DI SANGGAR SAYAP JENDELA BOJONEGORO APRILIASARI, RIZKI; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan media informasi dan internet membuat banyak kalangan muda tertarik mempelajari budaya luar dibandingkan melestarikan budaya lokal, salah satunya adalah seni tari. Tari thengul adalah tarian yang berasal dari perwujudan wayang thengul yang hampir punah sehingga para seniman menciptakan tari thengul. Pada sanggar sayap jendela mempelajari beberapa tarian daerah salah satunya adalah tari thengul. Sanggar ini pernah menampilkan tari thengul dalam beberapa event, setiap pementasan yang melakukan tata rias yaitu ibu winarti dan perias dari luar. Berdasarkan permasalahanmtersebut maka peneliti akan melakukan penelitian berjudul ?Kemampuan Merias Karakter Penari Thengul Melalui Pelatihan Di Sanggar Sayap Jendela Bojonegoro?. Tujuan dari peneliti untuk mengetahui : 1) bagaimana keterlaksanaan pelatihan kemampuan merias karakter penari thengul di sanggar sayap jendela bojonegoro 2) bagaimana aktifitas peserta kemampuan merias karakter penari thengul di sanggar sayap jendela bojonegoro 3) bagaimana hasil keterampilan pelatihan kemampuan merias karakter penari thengul di sanggar sayap jendela bojonegoro 4) bagaimana respon peserta pelatihan kemampuan merias karakter penari thengul di sanggar sayap jendela bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan pre-experiment design dengan rancangan penelitian one shot case study. Subyek penelitian adalah anggota tari sanggar sayap jendela bojonegoro yang berjumlah 5 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pelatihan memperoleh nilai rata-rata 3,7 (sangat baik), aktivitas peserta pelatihan memperoleh nilai rata-rata 3,8 (sangat baik), penilaian kemampuan tata rias karakter penari thengul memperoleh nilai rata-rata 7,8 (baik), respon peserta pelatihan terhadap pelatihan yang telah diadakan memperoleh nilai rata-rata sebesar 94,5% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Pelatihan, tata rias karakter penari thengul Abstract The development of information media and the internet has made many young people interested in learning foreign cultures rather than preserving the local culture, one of which is dance art. Thengul dance is a dance originating from the embodiment of thengul puppet which is almost extinct so the artists create Thengul dance. In the sayap jendela studio, they learn some regional dances, one of which is the thengul dance. This studio has performed thengul dance in a several events, every staging that does the makeup that is the Mrs. Winarti and make up artist from outside the studio. Based on these problems, the researcher will conduct a research titled "The Capability To Apply Character Make Up Of Thengul Dancer Through Training At The Sayap Jendela Studio Bojonegoro". The aim of the researchers was to find out: 1) how the training on the ability to make up the character of thengul dancers in the Sayap Jendela Studio Bojonegoro 2) how the participants ability to make up the character of the thengul dancer character in the Sayap Jendela Studio Bojonegoro 3) how the results of the skills training on the ability of thengul dancers in the Sayap Jendela Studio Bojonegoro 4) How the response of the trainees ability to make up the character of thengul dancers in the Sayap Jendela Studio Bojonegoro. This type of research used pre-experiment design with a one shot case study study design. The research subjects were 5 members of the Sayap jendela dance group. Data collection techniques using observation, tests, and questionnaires. The results showed that the implementation of the training received an average value of 3.7 (very good), the activities of the trainees received an average value of 3.8 (very good), the assessment of the cosmetology ability of the dancers of thengul characters obtained an average value of 7.8 (good), the response of trainees to the training that was held obtained an average value of 94.5% with very good criteria. Keywords: Training, cosmetology character of thengul dancer