Claim Missing Document
Check
Articles

KELAYAKAN MODUL AJAR KOMPETENSI MENATA SANGGUL DENDENG MODIFIKASI DI SMK JURUSAN TATA KECANTIKAN RAMBUT SEPTIANINGRUM CANDIKA PUTRI, ROSDIANA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kelayakan Modul Ajar Kompetensi Menata Sanggul Dendeng Modifikasi di SMK Jurusan Tata Kecantikan Rambut yang meliputi 1) Keterbacaan dan kemudahan dalam membaca modul, 2) Kesesuaian isi modul dengan judul modul, 3) Tingkat informative (mudah dipahami) modul tersebut dalam membantu peserta mempelajari dan menguasai materi pembelajaran, 4) Kemudahan dipraktekkan, dan 5) Tampilan modul secara keseluruhan. Metode ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D (four-D) design yang terdiri empat tahap yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Metode pengumpulan data menggunakan observasi melalui google form kepada para ahli sebagai responden. Sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang didapat yaitu 1) Keterbacaan modul dianggap sangat baik dengan nilai rata-rata 80, 2) Kesesuaian isi modul dianggap sangat baik dengan nilai rata-rata 85 , 3) Modul Ajar yang disajikan dianggap mudah dipahami dengan nilai 67% menilai cukup informative, 4) Modul dinilai cukup aplikatif dengan nilai 68% cukup aplikatif, 5) Tampilan modul secara keseluruhan dianggap informative dengan nilai 82% informative. Dapat disimpulkan modul penataan sanggul masuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Modul Ajar, Sanggul Dendeng Abstract In this study has a goal that is to determine the feasibility of the Modification of the Modified Jerky Bun Hairstyles Competence Module in the Vocational School of Hair Beauty which includes 1) Readability and ease of reading modules, 2) The suitability of the contents of the module with the module title, 3) The level of informative (easily understood) module in helping participants learn and master learning material, 4) Ease of practice, and 5) Display of the module as a whole. This research method is a development study with a 4-D (four-D) design model which consists of four stages, namely: define, design, develop, and disseminate. The method of collecting data uses observation through Google forms to experts as respondents. While the data analysis uses quantitative descriptive. The results obtained are 1) Readability of the module is considered very good with an average value of 80, 2) The suitability of the contents of the module is considered to be very good with an average value of 85, 3) The teaching module presented is considered easy to understand with a value of 67% rate quite informative , 4) Module is considered quite applicative with a value of 68% quite applicative, 5) The overall appearance of the module is considered informative with a value of 82% informative. It can be concluded that the bun structuring module is included in the good category. Keywords: Teaching Module, Dendeng Bun
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN POMADE DAN PENSIL ALIS PADA RIASAN PENGANTIN MODERN NURUL FATIMAH, ANISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTata rias merupakan ilmu yang mempelajari seni merias wajah untuk menampilkan kecantikan diri sendiri atau orang lain dengan menggunakan kosmetik yang dapat menyamarkan kekurangan pada wajah dan menonjolkan kelebihan sehingga kecantikan seseorang menjadi sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) perbandingan hasil pembentukan alis dengan menggunakan pomade dan pensil alis pada riasan pengantin modern, dan 2) tingkat kesukaan observer tentang pembentukan alis dengan menggunakan pomade dan pensil alis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diambil berupa hasil observasi menggunakan lembar cecklist dengan jumlah responden sebanyak 11 orang. Berdasarkan hasil analisis data 6 aspek yang diamati maka hasil pengaplikasian pembentukan alis dengan penggunaan pomade, rata-rata menilai sangat baik digunakan daripada pensil alis. Pada hasil penilaian kesukaan observer, pomade menunjukkan prosentase 91%, dengan kriteria sangat baik dan pensil alis menunjukkan prosentase 45%. Hasil observasi peneliti menunjukan banyak keunggulan pomade daripada pensil alis. Dalam pengaplikasian pomade pada riasan alis lebih terlihat jelas pada serat bulu alis dan memiliki ketahanan yang lebih kuat karena pomade mengandung unsure wax yang waterproof. Walaupun penggunaan pomade merupakan metode baru tapi metode ini sangat menguntungkan bagi masyarakat terutama dalam pengaplikasian riasan alis pada riasan pengantin modern.Kata Kunci: Perbandingan pomade dan pensil alisAbstractCosmetology is the study of the art of putting on makeup to show the beauty of oneself or others by using cosmetics that can disguise flaws in the face and accentuate the advantages so that ones beauty becomes perfect. The purpose of this study was to determine 1) comparison of the results of eyebrow formation using pomades and eyebrow pencils on modern bridal makeup. and 2) the level of observers preference regarding eyebrow formation using pomade and eyebrow pencils. This type of this research was descriptive quantitative. Data obtained was result of observation using questionnaire with 11 observers. Based on the results of data analysis of 6 aspects observed, the results of the application of eyebrow formation with the use of pomade was better than eyebrow pencil. But at the result of observer preference, pomade showed a percentage of 91% with very good criteria and eyebrow pencil showed a percentage of 45%. The observation results of the observer response, Pomade showed more advantages than eyebrow pencil. The application of pomade makes eyebrow hair look clearer and has stronger resistance because pomade contains waterproof wax. Although the use of pomade is a new method but this method provides benefits for people especially for modern bridal makeup.Keywords: Comparison of pomade and eyebrow pencil
PENGUASAAN TATA RIAS WAJAH FOTO BERWARNA MELALUI PELATIHAN PADA KOMUNITAS GAURI HIJAB MODEL SURABAYA ANABELLA AFANDARI ELY, CATHELIA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata rias wajah foto berwarna digunakan dalam kegiatan sesi foto. Berdasarkan hasil observasi awal pada sesi foto Gauri Hijab Model Surabaya ditemui beberapa kekurangan yaitu penggunaan eyeshadow, highlighter, serta managemen waktu dan dana. Hal ini menimbulkan permasalahan untuk hasil sesi foto yang optimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus tim diharapkan adanya pelatihan tata rias wajah foto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan pelatihan, 2) peningkatan keterampilan, dan 3) respon peserta pelatihan tata rias wajah foto. Jenis penelitian menggunakan pre experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Subyek penelitian 30 orang anggota komunitas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes kineija, dan angket. Teknik analisis data menggunakan tes rata-rata dan uji-t dengan hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pelatihan memperoleh nilai rata-rata 3,78 (sangat baik). Peningkatan keterampilan memperoleh nilai rata-rata pretest 46,53 dan posttest 81?47, dengan hasil uji-t menunjukkan taraf signifikan 0,000<0,05 sehingga dapat dinyatakan terdapat peningkatan yang signifikan antara pretest dan posttest. Rata-rata respon keseluruhan memperoleh nilai 93,3% (sangat baik) sesuai dengan referensi penelitian. Disimpulkan bahwa pelatihan tata rias wajah foto dapat meningkatkan keterampilan merias wajah foto pada komunitas Gauri Hijab Model Surabaya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK PADA KOMPETENSI DASAR SANITASI BIDANG KECANTIKAN DI KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Nawanksari, Septiari; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick adalah belajar kelompok yang menggunakan stick dan lagu nasionalisme sebagai media peserta didik untuk menyatakan pendapat di sebuah forum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kompetensi dasar sanitasi bidang kecantikan di kelas X SMK, 2) hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kompetensi dasar sanitasi bidang kecantikan di kelas X SMK. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan rancangan penelitian one shoot case study. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes hasil belajar. Sasaran penelitian siswa kelas X SMK Berbudi sejumlah 9 orang. Hasil penelitian ini yaitu: 1) keterlaksanaan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kompetensi dasar sanitasi bidang kecantikan di kelas X SMK yaitu : kegiatan pembuka rata-rata 3,5 dengan kriteria sangat baik, kegiatan inti rata-rata 3,93 dengan kriteria sangat baik, dan kegiatan penutup rata-rata 4 dengan kriteria sangat baik, 2) hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kompetensi dasar sanitasi bidang kecantikan di kelas X SMK yaitu : nilai tertinggi adalah 96 dan nilai terendah adalah 78. Nilai rata-rata kelas adalah 85,56. Ketuntasan secara klasikal 100% yang berarti pencapaian nilai siswa di atas KKM. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, talking stick, sanitasi bidang kecantikan
KAJIAN PROSEDUR DAN HASIL TATA RIAS WAJAH PANGGUNG PADA PENARI JARAN NGINCIK DI SANGGAR TARI LAMONGAN RODHATUL FIRDAUS, IKRANA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias dapat dimaknai sebagai bentuk kebudayaan yang terus berkembang seiring perkembangan zaman. Begitu pula dengan tarian tradisional, salah satunya yaitu tarian Jaran Ngincik yang berasal dari Lamongan. Seni tari Ngincik merupakan seni tari kreasi baru dikembangkan dari kesenian khas Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) prosedur tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di sanggar tari Lamongan 2) hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di Sanggar tari Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data penelitian diambil berdasarkan hasil observasi dan wawancara sebagai data primer, sedangkan data sekunder dari dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif untuk mengetahui prosedur tata rias Jaran Ngincik. Sedangkan analisis data kuantitatif untuk mengetahui hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) prosedur tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di sanggar tari Lamongan meliputi pengaplikasian foundation, bedak tabur, penataan alis, eyeshadow, blush-on dan lipstick, 2) hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di Sanggar tari Lamongan diperoleh nilai rata-rata 64,78 yang artinya baik. Kata Kunci : Tata Rias Wajah Panggung, Tarian Jaran Ngincik Abstract Cosmetology can be interpreted as a form of culture that continues to develop over the times. Likewise with traditional dances, one of which is the Jaran Ngincik dance originating from Lamongan. Ngincik dance is a new dance creation developed from the distinctive arts of Lamongan Regency . The study is intended to determine : 1) procedur governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan 2) the results of governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik at the Lamongan dance studio . Type of research this is the research descriptive . Data was taken based on observations as primary data , while secondary data from photo documentation and interviews . The data analysis technique used is descriptive qualitative which includes data reduction data display, verification and conclusions . Whereas in the criterion of the validity of the data using credibility , dependability , confirmability and transferability.Results penelit ian This shows 1) the procedure layout makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan include foundation, dusting powder, use your eyebrows, applying shading, eyeshadow, etc. 2) the results of governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan obtained an overall average of 64.78 so that it can be concluded that this study gets a strong value. Said Key : Stage Makeup, Dance Jaran Ngincik
KAJIAN PROSEDUR DAN HASIL TATA RIAS WAJAH PANGGUNG PADA PENARI JARAN NGINCIK DI SANGGAR TARI LAMONGAN RODHATUL FIRDAUS, IKRANA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias dapat dimaknai sebagai bentuk kebudayaan yang terus berkembang seiring perkembangan zaman. Begitu pula dengan tarian tradisional, salah satunya yaitu tarian Jaran Ngincik yang berasal dari Lamongan. Seni tari Ngincik merupakan seni tari kreasi baru dikembangkan dari kesenian khas Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) prosedur tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di sanggar tari Lamongan 2) hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di Sanggar tari Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data penelitian diambil berdasarkan hasil observasi dan wawancara sebagai data primer, sedangkan data sekunder dari dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif untuk mengetahui prosedur tata rias Jaran Ngincik. Sedangkan analisis data kuantitatif untuk mengetahui hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) prosedur tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di sanggar tari Lamongan meliputi pengaplikasian foundation, bedak tabur, penataan alis, eyeshadow, blush-on dan lipstick, 2) hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di Sanggar tari Lamongan diperoleh nilai rata-rata 64,78 yang artinya baik. Kata Kunci : Tata Rias Wajah Panggung, Tarian Jaran Ngincik Abstract Cosmetology can be interpreted as a form of culture that continues to develop over the times. Likewise with traditional dances, one of which is the Jaran Ngincik dance originating from Lamongan. Ngincik dance is a new dance creation developed from the distinctive arts of Lamongan Regency . The study is intended to determine : 1) procedur governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan 2) the results of governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik at the Lamongan dance studio . Type of research this is the research descriptive . Data was taken based on observations as primary data , while secondary data from photo documentation and interviews . The data analysis technique used is descriptive qualitative which includes data reduction data display, verification and conclusions . Whereas in the criterion of the validity of the data using credibility , dependability , confirmability and transferability.Results penelit ian This shows 1) the procedure layout makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan include foundation, dusting powder, use your eyebrows, applying shading, eyeshadow, etc. 2) the results of governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan obtained an overall average of 64.78 so that it can be concluded that this study gets a strong value. Said Key : Stage Makeup, Dance Jaran Ngincik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA PADA KOMPETENSI PENGERITINGAN RAMBUT DESAIN DI SMK NEGERI 1 PEKALONGAN Cahaya Ningrum, Putri; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran berbasis masalah merupakan proses pembelajaran yang berawal dari masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, 1) proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran kompetensi pengeritingan rambut desain berbasis masalah. 2) Peningkatan hasil belajar pengeritingan rambut desain menggunakan model pembelajaran berbasisi masalah pada ranah kognitif. 3) keterampilan memecahkan masalah pada ranah keterampilan siswa, dan 4) Respon siswa terhadap pembelajaran kompetensi pengeritingan rambut desain dengan model pembelajaran berbasis masalah. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, yang dilakukan oleh 4 observer. Tes tulis (pretest-postest) untuk ranah kognitif. Metode tes praktik pada akhir pembelajaran dan angket respon siswa. Sasaran penelilitian siswa sejumlah 32 orang kelas XI SMK Negeri 1 Pekalongan. Hasil dari penelitian menunjukan: keterlaksanaan kegiatan pembelajaran sangat baik. nilai rata-rata observasi keterlaksanaan pembelajaran adalah 3,91. Kemampuan memecahkan masalah pada ranah pengetahuan didapat nilai siswa rata-rata pretest 42,91 dan posttest 81,09. Hasil tersebut menunjukan siswa mengalami peningkatan keterampilan memecahkan masalah pada ranah pengetahuan. Keterampilan memecahkan masalah melalui praktik dengan nilai rata-rata 8,8 menunjukan hasil siswa baik. Respon siswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah, didapat nilai diperoleh siswa rata-rata 80,73. Hasil nilai respon siswa tersebut menunjukan sangat baik. Respon dalam pembelajaran lebih aktif, kreatifdan tidak membosankan. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah pada kompetensi pengeritingan rambut desain menunjukan siswa lebih aktif dan kreatif. Proses pembelajaran lebih menyenangkan, tidak membosankan dan mudah dimengerti. Siswa mengalami peningkatkan dalam kemampuan memecahkan masalah. Kata Kunci: model pembelajaran berbasis masalah dan pengeritingan rambut desain. Abstract The problem based learning model is a learning process that starts with problems faced by students. The purpose of this study is to know the process the implementing of learning and problem solving in the realm of students knowledge and practice. This research uses the observation method carried out by 4 observers, written test (pretest-posttest), practical test method and response questionnaires shown for 32 students of grade XI in SMK N 1 Pekalongan. The results showed: the implementation of learning activities was very good in accordance with the results of the questionnaire of the implementation of learning and the average value in cycles 1 and 2 was 3.93.The ability of problem solving skills in the realm of knowledge. The results of the average student score in pretest was 42.91 and posttestwas 81.09. These results indicate students have increased problem solving skills in the realm of knowledge. The skill of Problem solving through practice with an average score of 8.8 shows better student results. Student responses in the application of problem based learning models. The results obtained by students on average 80.73. The results of the students response scores showed very good. The response in learning is more active, creative and not boring. The results of the use of problem-based learning models on the hair curling design competency showed students are more active and creative. The learning process was more fun, not boring and easy to understand. Students can improve the problem solving skills. Keywords: problem based learning models and problem solving skills.
Teknik Jahit Bulu Mata pada Mata Asimetris untuk Tata Rias Pengantin Adat Minang Putri, Aldila; Maspiyah; Arita Puspitorini; Dindy Sinta Megasari
Journal of Beauty and Cosmetology (JBC) Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Beauty and Cosmetology (JBC)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jbc.v3n2.p26-32

Abstract

This study aims to 1) find out the technique of sewing eyelashes on asymmetric eyes for Minang traditional bridal makeup, and 2) find out the results of make-up using eyelash sewing techniques on asymmetric eyes for Minang traditional bridal makeup. This research method uses quantitative descriptive with a quasi-experimental research design with a one shoot case study approach. The research instrument used was observation with a total of 30 observers including 6 expert panelists and 24 trained panelists. The results of this study were obtained, including the application of eyelash sewing techniques to asymmetric eyes reaching 100%. The results of the application of the eyelash sewing technique on asymmetric eyes for Minang traditional bridal make up got the following scores: Neatness of eyelash sewing technique with a score of 3.76, Smoothness of eye makeup with a score of 3.83, Symmetry of eye makeup with a score of 3.4 The overall makeup compatibility with a score of 3.63 and the suitability of eye makeup with the choice of clothing colors with a score of 3.83.Keywords: Eyelash Sewing Technique, Asymmetric Eyes, Minang Traditional Bride
PENGARUH PROPORSI TEPUNG RASPBERRY (Rubus rosifolius) DAN TEPUNG BERAS (Oryza sativa L) TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN KOSMETIKA MASKER BUBUK Gabriella Septiananda Santoso; Maspiyah; Dewi Lutfiati; Sri Dwiyanti
Journal of Beauty and Cosmetology (JBC) Vol. 6 No. 1 (2024): JBC: Journal of Beauty and Cosmetology
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jbc.v6n1.p19-30

Abstract

The abundant biodiversity is a factor in the development of cosmetic formulations from natural ingredients such as facial masks. Facial masks are cosmetics that can perform cleansing, toning and nourishing. Biological ingredients that can be used to make natural facial mask formulations are raspberries and rice. The purpose of this study was to determine 1) the effect of the proportion of raspberry flour and rice flour on the physical properties of powdered face masks including aroma, color, texture, and adhesion, panelist preferences. 2) the best shelf life of powdered face masks with microbiological tests. This type of research is a pre experiment. The independent variables in this study are the proportions of raspberry flour and rice flour, namely X1 (3: 7), X2 (5: 5), and X3 (7: 3). The dependent variables are physical properties including color, aroma, texture, adhesion, panelist preferences and shelf life. Data collection using the observation method carried out by 30 panelists and microbiological tests to determine the shelf life. Data were analyzed using a single Anova test and continued with Duncan's test using SPSS version 29. The results of the study showed a significant effect on the proportion of face masks X1 with a value of 2,62, X2 with a value of 2,34 and X3 with a value of 2,92. So the conclusion of this study is that the proportion of face masks X3 (7:3) has the best physical properties with an average of 2,92 and the shelf life of face masks X3 can last for 9 days with a total plate of 8,5 x 10^4 CFU/ml.
PENGARUH RISK-TAKING DAN INNOVATION SKILL TERHADAP ENTERPRENEURSHIP READINESS PROGRAM KEAHLIAN KECANTIKAN DAN SPA Yustina, Diah Ayu Nurindah; Maspiyah; Russanti, Irma
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i3.5571

Abstract

Kewirausahaan merupakan tantangan bagi sebagian besar orang. Banyak wirausahawan yang berhasil mengembangkan usahanya, baik dalam skala kecil maupun besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengambilan risiko dan keterampilan inovasi terhadap kesiapan berwirausaha pada program keahlian Kecantikan dan Spa di SMK Negeri 1 Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengambilan risiko tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan berwirausaha, dengan nilai t = -1,04 dan p-value = 0,299 (lebih dari 0,05), yang berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Artinya, pengambilan risiko pada siswa kelas XI, XII, dan alumni program keahlian Kecantikan dan Spa tidak berpengaruh terhadap kesiapan mereka dalam berwirausaha. Begitu pula pada variabel inovasi, hasil yang diperoleh juga tidak signifikan, dengan nilai t = 1,65 dan p-value = 0,103 (lebih dari 0,05), sehingga Ha ditolak dan Ho diterima.